
Masih sangat pagi bahkan langit belum begitu terang, tapi tidur Kevin sudah terusik dan tidak senyaman di mansion nya, karena suara berisik yang sangat menganggu pendengarannya, karena para ratu sibuk menyiapkan sarapan pagi, untuk semua anggota keluarga.
"Huh.! dasar emak-emak, berisik amat.! ujar Kevin yang kesal dan bangun dari tidurnya, duduk bersandar di sandaran tempat tidurnya.
" Kenapa mas?? tanya Gaby yang juga terbangun karena mendengar suaminya yang ngomel-ngomel.
"Apa selama kamu di sini, mommy dan mama selalu berisik begitu?? tanya Kevin yang menguap dua kali, karena masih mengantuk.
" Awalnya sih aku terganggu mas, tapi aku justru terbiasa, dan nggak terganggu lagi, ujar Gaby yang bangun dan juga duduk bersandar seperti Kevin.
"Ah, kamu nya aja kali yang tidur kayak kebo, ya jelaslah kamu nggak terganggu, ujar Kevin malah mengatai istrinya seperti kebo.
" Sembarangan kamu mas, tapi aku justru senang loh mas, melihat mommy sama mama, kembali akrab seperti dulu lagi, dan semoga saja ya mas, keluarga kita tetap damai seperti ini, ujar Gaby merasa senang karena beberapa hari ini, ia kembali merasakan kasih sayang orang tua yang sudah lama hilang.
"Ya, dan yang terpenting kita sekarang sudah berkumpul lagi, mas minta maaf ya, sudah memisahkan kamu dari mama dan papa, ujar Kevin, tertunduk merasa bersalah.
" Mas, aku kan udah bilang, untuk tidak mengungkit soal itu lagi, aku nggak mau mas selalu menyalahkan diri mas sendiri, karena yang terjadi itu, karena sebuah kesalahan, dan kita nggak perlu mengingat atau pun mengulang yang sudah berlalu, ujar Gaby, menggenggam erat tangan Kevin.
"Makasih ya, sudah mau memaafkan perbutan mas.! ujar kevin, sembari menumpukkan tangannya dalam genggaman Gaby.
Gaby pun mengangguk, tersenyum lalu mencium pipi Kevin lembut, dan sekarang mereka akan lebih fokus pada anak mereka yang akan lahir dalam beberapa bulan lagi.
Gaby dan Kevin pun membersihkan diri mereka, setelah selesai mereka pun keluar dari kamar mereka, menemui yang lainnya yang sudah menunggu mereka untuk sarapan pagi.
Melihat semua sudah berkumpul di meja makan, dan hanya tinggal mereka berdua yang belum duduk di antara meja makan, Kevin pun menarik kursi untuk Gaby duduk, lalu Kevin juga duduk, dan mereka pun sarapan bersama.
Bita tersenyum senang, melihat Kevin begitu menyayangi putrinya, dan begitu perhatian, membuat Bita melamun, terlintas bayangan saat ia pernah menyakiti hati, dan merusak hubungan persahabatannya hanya karena cinta dan obsesinya dulu, sementara kini di hadapannya, orang-orang yang ia sakiti itu begitu baik dan sayang pada putrinya, tak menyangka mereka bisa memaafkan kesalahan mereka di masa lalu, dan kini ia sadar, tidak ada yang lebih berharga selain keluarga, harta, dan jabatan itu hanya sebagai pelengkap.
Gaby yang melihat ke arah mamanya, bahkan makanan yang ada di piring mama nya, terlihat hanya di aduk-aduk saja, entah apa yang sedang di pikirkan mama nya, hingga sampai bengong dan melamun begitu.
"Mah.! mama.! panggil Gaby, karena mama nya masih melamun, sama sekali tidak mendengar panggilan Gaby.
Alvaro yang melihat Gaby memanggil mama nya, dan Bita masih saia melamun, hingga Alvaro pun menepuk bahu istrinya itu, membuat Bita tersentak kaget, dan tersadar dari lamunannya.
" Mama lagi mikirin apa sih, kok melamun, ada apa?? tanya Alvaro, melihat istrinya yang seperti memikirkan sesuatu.
"Tidak, tidak ada.! sahut Bita, gugup karena kedapatan melamun.
" Kalau nggak apa-apa, kenapa bengong?? sudah habiskan sarapan mama, karena kita akan pergi, jangan membuat semua orang menunggu.! ujar Alvaro, kesal, padahal jelas-jelas istrinya melamun tadi, tapi tidak mau jujur.
"Iya, iya, bawel.! sahut Bita, yang juga kesal karena suaminya malah ngomel-ngomel.
Mereka pun melanjutkan sarapan pagi itu hingga selesai, dan setelah itu mereka akan pergi ke markas, untuk memberi perhitungan pada Sarah, si ular betina.
Di halaman rumah, sudah berjejer rapi tiga buah mobil mewah, dan beberapa pengawal yang selalu siaga, dan saat mereka keluar, para pengawal itu pun langsung menunduk serempak, memberi hormat pada mereka semua, dan para pengawal pun, membukakan masing-masing mobil, dan mereka pun masuk, Gaby dan Kevin, satu mobil, Edo dan Dinda juga satu mobil, dan keempat paruh baya itu satu mobil.
Satu mobil pengawal di depan, mengawal mereka, dan satu lagi paling belakang, mengawal dari belakang, karena Edo tak mau ambil resiko, ia membuat pengamanan ketat, karena takut sewaktu-waktu ada musuh yang tiba-tiba menyerang.
Mobil pun berjalan secara beriringan, dan selama di perjalanan, Edo selalu waspada, saling kontak pada pengawal yang berada di Mobil depan dan Mobil paling belakang.
Para pengawal yang selalu mendapat aba-aba dari Edo, juga waspada, dan mereka tidak mau sampai kecolongan, dan di anggap tidak becus dalam bekerja.
Pintu gerbang markas pun terbuka lebar, saat melihat iring-iringan mobil, dan mereka pun sudah mendapat kabar kalau mereka akan kedatangan Tuan dan NY besar mereka, dan para pengawal pun terlihat sibuk, dan sigap, berlari ke arah mobil yang sudah berhenti, dan membukakan pintu mobil, untuk mereka semua.
__ADS_1
Satu persatu mereka pun turun, Gaby yang belum pernah melihat tempat itu, memandang kearah bangunan besar nan kokoh itu, dan melihat banyak nya pengawal di sana, Gaby merasa seram saat melihat wajah-wajah sangat para pengawal itu.
Semua pengawal pun menunduk hormat saat melihat mereka sudah turun dari mobil, hanya sebuah lambaian tangan, Edo pun membubarkan para pengawal yang memberi hormat itu, lalu para pengawal pun berdiri berjejer rapi, memberikan jalan pada mereka.
Bora yang memang di barisan depan, berjalan lalu di ikuti mereka semua, masuk ke dalam markas, Gaby mengeratkan genggaman tangannya, saat melihat beberapa hewan buas, yang berada dalam kandang, takut karena menurutnya sangat menakutkan.
Kevin yang merasakan genggaman tangan istrinya begitu erat, paham kalau istrinya takut, saat mereka melewati kandang beberapa hewan buas, yang Kevin pergunakan untuk orang-orang yang berani mengusik nya atau pun menentangnya, apa lagi sampai berani mengibarkan bendera perang, maka para binatang buas itu akan menikmati mangsa yang luar biasa, karena sangat menyukai daging manusia.
"Jangan takut sayang, binatang-bintang itu tidak akan menganggu kita, mereka itu sudah terlatih dan turut pada ku, ujar Kevin menenangkan istrinya.
" Tapi binatang-bintang itu sangat besar, dan aku takut.
"Kamu nggak percaya ya, kalau mereka itu turut pada ku?? sini biar mas kasih lihat, ujar Kevin membawa Gaby dekat pada kandang serigala.
Gaby melepaskan tangannya dari Kevin, tidak berani mendekat ke kandang serigala itu, yang sudah berdiri saat Kevin mendekat.
Kevin bersiul, lalu menjentikkan jarinya, dan serigala itu pun langsung menunduk, seolah memberi hormat pada Kevin, lalu mengangkat satu kakinya, menjulurkan pada Kevin, seolah mereka bersalaman.
Gaby yang melihat itu pun tercengang, merasa tak percaya dengan apa yang di lihatnya, serigala itu begitu pahan dan menurut pada Kevin, tapi Gaby masih takut untuk mendekat.
"Ayo sini.! dia nggak akan menyakiti mu, apa lagi ada aku di sini, ujar Kevin.
Gaby pun mendekat perlahan, dan dengan ragu-ragu dan takut ia menjulurkan tangannya saat serigala itu melakukan hal yang sama, seperti pada Kevin.
Gaby pun tersenyum, saat serigala itu, menurut dan melakukan yang sama padanya, Gaby pun mengusap-usap kepala serigala itu, dan rasa takut nya pun, berangsur hilang.
Setelah di rasa cukup sebagai perkenalan, Kevin dan Gaby pun, melanjutkan langkah mereka, masuk ke dalam.
Saat mereka masuk, Sarah baru saja di seret keluar dari ruang penjara, bersama orang-orangnya, dan betapa terkejutnya Sarah saat melihat Gaby ada di sana.
" Kenapa?? kau terkejut, karena melihat menantuku masih hidup.! ujar Ayuma geram.
Sarah yang belum fokus pada sekitar, karena melihat Gaby, juga terkejut saat menoleh, karena melihat orang-orang yang tidak begitu di kenalnya.
"Turunkan pandanganmu, beraninya kau melotot pada ku.!! ujar Ayuma, yang tersulut karena tatapan Sarah terlihat menantang.
" Siapa kalian?? tanya Sarah masih berani bertanya dan terdengar tak sopan.
"Edo.!! panggil Ayuma, yang geram pada Sarah, masih tetap angkuh, padahal nyawanya sudah berada di ujung tanduk.
Edo yang paham maksud NY besar nya itu pun, langsung memberi kode pada pengawal yang membekuk Sarah dan..
Plakkk.!!!
Pengawal itu pun menampar Sarah, membuat Sarah merasakan perih di pipi nya, karena tamparan itu lumayan keras.
"Itu untuk pertanyaan mu yang tidak sopan.!! ujar Edo saat Sarah meringis sakit.
Sarah pun menatap ke arah mereka lagi, namun tak berani lagi bertanya dan bungkam.
" Sini sayang.! panggil Ayuma pada Gaby agar mendekat padanya.
Gaby pun berjalan perlahan, dan tatapan Sarah pun tak lekat pada Gaby saat melewati nya.
__ADS_1
"Kau mau tahu siapa kami?? kami adalah yang akan memberi mu mimpi buruk.!! karena kau tidak menginginkan mimpi indah, dan sudah berani mau mencelakai dan melenyapkan menantuku.!! ujar Ayuma, menatap tajam pada Sarah, dan sudah mengepalkan tangannya geram.
Mendengar kata menantu, Sarah baru paham, siapa orang-orang yang ada di hadapannya saat ini.
"Hei.!! wanita gila, kau pasti mengira putri ku sudah meninggal kan?? dan kau kira kau sudah menang, dan pintar gitu.?? ujar Bita yang berjalan lebih dekat pada Sarah.
" Aku tidak mengerti apa yang kalian maksud.!! ujar Sarah, pura-pura bodoh.
"Masih berani bicara bohong di sini, dan kau sudah melakukan kejahatan dengan mengatur rencana menghabisi Edo dan menantu kami.!! ujar Bora yang juga geram pada Sarah, masih begitu berani, dan sama sekali tidak terlihat takut.
" Hahahaha, kalian benar, aku memang ingin melenyapkan j******g ini, karena dia sudah mengambil orang yang ku cintai, dan aku mencintai Kevin, ujar Sarah, tertawa seperti orang gila, dan menatap Kevin dalam, saat mengatakan kalimat cinta, berharap Kevin luluh, karena ia mengungkapkan cinta nya.
Plakkk.!! plakkk.!!
Bita pun menampar Sarah dua kali, dan tamparan itu sangat keras, karena Bita mengeluarkan seluruh tenaga nya, sangat geram dan marah, karena putrinya di katai j*****g.
"Dasar wanita iblis, beraninya kau mengatai putri ku j******g, ujar Bita, seraya menarik rambut Sarah, lalu menghempaskan Sarah ke tembok, dan kening Sarah pun luka, hingga mengeluarkan darah segar.
" Ambilkan cambuk untukku.!! ujar Ayuma yang juga geram karena menantunya di sebut j*****g, dan kali ini Ayuma, akan membuat Sarah, tidak akan bisa bicara lagi.
"Bawa Gaby ke ruangan lain, Daddy nggak mau Gaby melihat semua ini, biarkan mommy dan Bita, memberi ganjaran pada wanita gila ini.!! ujar Bora, yang beranjak bersama Alvaro, dan menyerahkan pada dua ratu itu sepenuhnya.
" Tidak.!! Vin, tolong aku Vin, aku mencintai mu, aku melakukan itu semua karena kau tak pernah menganggap aku, teriak Sarah, melihat Kevin yang mulai berjalan merangkul istrinya, tapi langkahnya terhenti karena ucapan Sarah.
Melihat Kevin berbalik, Sarah mengira Kevin akan menyelamatkannya, dan tidak akan membiarkannya berakhir di tangan Ayuma dan Bita.
"Apa kau kira, aku begitu tersanjung mendengar kata-kata cinta dari mu??, kau tidak lebih dari wanita murahan, dan kotor, dan simpan cinta mu itu, untuk malaikat kematian yang akan menjemputmu, ujar Kevin dingin, sorot matanya begitu tajam, menahan amarah, karena sudah menyebut istrinya j******g, berlalu pergi, membawa Gaby pergi dari tempat itu.
"Bersenang-senanglah kalian, buat dia semenderita mungkin, bahkan mengeluarkan air mata darah pun ia tidak akan mendapat ampun.!!! ujar Bora pada Ayuma dan Bita.
" Tentu Dad, dan wanita ini harus tahu dengan siapa dia berhadapan, ujar Ayuma, yang mulai menggulung cambuk itu di tangan nya.
Sarah pun menelan ludahnya kasar, bahkan lidahnya seperti di tarik, hingga untuk bicara saja ia sudah sangat sulit.
Edo pun menyuruh para pengawal itu mengikat Sarah, di tiang besi, yang sudah tersedia di sana, dan itu memang khusus untuk orang-orang yang akan mendapatkan hadiah undiannya.
Sarah sudah di ikat di tiang itu, Ayuma pun berjalan mendekati Sarah, lalu dengan ayunan pasti, Ayuma pun, mulai mencambuk Sarah.
Crass, crasss.!!
Berkali-kali Ayuma mencambuk, hingga ia lelah, lalu di gantikan oleh Bita, mencambuk Sarah tanpa ampun.
"Akkhh.!! teriak Sarah, meringis sakit, merasakan perih dan berdenyut sekujur tubuhnya, yang sudah lebam dan robek, karena cambukan itu, dan baju Sarah pun di penuhi darah, yang mengalir dari kulitnya yang robek.
Orang-orangnya Sarah pun,, tak kalah menderitanya, karena Edo menyuruh para pengawal itu, juga mencambuk mereka, sampai babak belur.
Ayuma yang masih geram, menginjak jari-jari kaki Sarah hingga lecet dan berdarah,, tapi Bita malah melakukan hal yang lain, ia mengambil gunting, memotong rambut indah Sarah, hingga Sarah terlihat seperti laki-laki, Sarah pun menangis melihat rambutnya yang berserakan di lantai, dan merasakan tulang-tulangnya remuk semua, dan sadar bahwa Kevin bukan orang sembarang untuk di usik, pantas saja, para musuhnya berpikir dua kali untuk berurusan dengan mereka.
Karena Sarah merasakan sakit di sekujur tubuhnya, akhirnya Sarah pun pingsan, dan masih posisi terikat di tiang besi itu.
Bersambung.
Mana vote nya, like nya, komen nya??
__ADS_1
Salam Author 🙏🙏🙏