BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
60. Malu Dan Frustasi


__ADS_3

Setelah mengantarkan Dinda kemarin malam, Edo, pulang ke apartment nya dengan perasaan yang sulit diartikan. Ucapan Dinda masih terus terngiang-ngiang di telinganya, membuat dadanya semakin sesak dan hatinya sakit.


Karena begitu frustasi Edo melampiaskan sesak dan kacau pikiran nya dengan minum, minuman beralkohol, namun tetap saja sulit menghilangkan ucapan Dinda dari pikiran nya.


Sepanjang malam Edo tak henti-hentinya minum hingga dia mabuk berat, bahkan kondisinya pun tak lagi Edo yang tegas dan kuat dan selalu bisa mengatasi masalah apa pun, tapi tidak dengan masalah hati.


Kali pertama Edo ingin menempatkan hatinya pada seorang wanita, namun berujung sakit hati.


Ternyata sekuat dan setegas apa pun seseorang akan lemah bila sudah berhadapan dengan masalah hati dan perasaan, dan baru kali ini Edo terlihat terpuruk dan begitu down, saat Cinta nya ingin berlabuh dan bermuara di satu wanita yang memang sudah sejak lama ia pendam, bukan karena tuan mudanya menawarkan untuk mendekati Dinda, namun memang sudah lama Edo menyimpan rasa pada Dinda, dan tepat tuan mudanya mendukung hal itu, Edo pun memantapkan hatinya untuk mengungkapkan perasaannya, dan membuat Edo bertekad mengatakan perasaannya karena rasa cemburu nya semakin besar pada Dinda, karena Dinda banyak first kagumi kaum Adam.


Sudah pukul sepuluh Edo masih terbaring di sofa ruang tamu apartment nya, karena pusing dan badannya berat semua membuat Edo meringis saat terbangun, dan bergerak dari tidurnya.


Setelah mengumpulkan kesadaran penuh Edo pun, termenung kembali mengingat kejadian kemarin malam, dan pikiran nya pun kacau kembali.


Edo yang melihat jam sudah menunjukkan hampir pukul 12:00, terkejut karena terlalu frustasi Edo sampai lepas kendali, minum sampai mabuk, dan akibatnya Edo bangun kesiangan dan dia pun melupakan tanggung jawab nya sebagai orang kepercayaan tuan muda.


Edo pun memeriksa ponselnya, terkejut saat banyak nya panggilan masuk dari tuan muda dan beberapa karyawan juga pengawal yang berusaha menghubunginya.


Edo pun memeriksa beberapa pesan masuk, dan melihat pesan tuan muda yang mengirimkan banyak pertanyaan pada Edo, namun Edo tak berniat untuk membalas semua pesan tuan muda, dan semakin membuat dia sakit, Edo tak melihat satu pun panggilan atau pesan dari Dinda, membuat Edo yakin Dinda memang tidak punya perasaan apa pun padanya.


Saat Edo beranjak ingin membersihkan dirinya, bel apartment nya berbunyi, membuat Edo mengurungkan niatnya pergi ke kamarnya, membuka pintu apartment nya karena ada tamu yang datang.

__ADS_1


Dengan sedikit malas dan lemas Edo pun membuka pintu itu, saat pintu terbuka lebar, Edo terkejut melihat siapa yang datang, tapi tidak mengatakan apa pun, membiarkan tamu nya masuk dan Edo pun berjalan lebih dulu.


"Apa yang terjadi dengan mu??


Edo tak menjawab pertanyaan itu, dia pun duduk di sofa, dan membuang pandangannya ke arah lain, tak berani menatap tuan muda yang datang ke apartment nya.


Kevin melihat banyak nya botol minuman, dan sudah bisa Kevin tebak apa yang di lakukan Edo kemarin malam, dan entah apa yang terjadi pada Edo dan Dinda kemarin malam, karena Dinda pun saat di tanyai hanya diam, apa lagi semalam Kevin sempat mendengar Dinda di kamarnya menangis.


"Apa yang terjadi antara kau dan Dinda, dan apa ini?? kau minum sebanyak ini, dan Dinda pun menangis, semalaman.!!


Mendengar Dinda menangis semalaman, Edo pun menatap Kevin dalam, apakah yang di katakan tuan muda itu benar adanya, hingga Edo pun bertanya-tanya dalam hati, kalau Dinda tidak punya perasaan apa pun kenapa harus menangis, semalaman, dan lagi pula, Dinda sendiri yang menolaknya??


"Dinda menolak ku.!


"Bodoh.!! ditolak bukan berarti kau tidak punya kesempatan, itu tanyanya kau harus lebih berusaha, bukannya menyerah seperti ini.!! Masih banyak Kesempatan, buat Dinda agar bisa menerima mu.!! heran ya, malah bertingkah seperti anak remaja yang putus cinta kalian berdua, norak tahu.!!!


" Tapi aku malu bertemu Dinda, karena bagai mana pun, Dinda tidak ada perasaan apa pun padaku, dan melihat nya setiap hari aku bisa gila.!!!


"Kau itu bodoh atau dungu sih?? justru ini kesempatan baik, buat Dinda menyadari bahwa kau laki-laki yang pantas untuknya, dan aku yakin Dinda bukannya tidak punya perasaan dengan mu, kalau memang iya, kenapa Dinda harus, menangisi mu semalaman.??


" Tapi aku nggak bisa, selalu bertemu dan bertatap muka dengan nya terus.!!

__ADS_1


"Huh.!! ku kira kau pandai dalam segala hal, ternyata masalah hati kau sangat bodoh.!! "Bersikap dingin dan datar padanya, lalu berkonspirasi dengan salah seorang karyawan wanita, buat seolah kalian ada hubungan, agar Dinda cemburu, dan mengakui perasaannya padamu.!! Dodol.!!


Edo pun merasa dapat angin segar, ide tuan muda boleh juga di coba, aku yakin ini tidak mungkin tidak berhasil, pikir nya.


"Baik aku coba.! tapi kalau ini membuat Dinda semakin jauh dari ku, aku akan memaksa tuan muda menikahkan kami, walau Dinda menolak, karena Dinda tidak akan berani membantah perintah tuan muda, ujar Edo mencari jalan aman.


" Cih.!! dasar orang gila, kenapa nggak sekarang aja aku menikahkan kalian, ngapain harus membuat Dinda seperti ini dulu.!!


"Itu hanya jaminan atas ide tuan muda.!!


" Ok, aku setuju, sudah sana bersihkan diri mu, kita makan siang di luar biar otakmu nggak buntu, dan beku.!!


Edo pun beranjak, masuk ke kamarnya membersihkan diri, selama mandi ia berpikir, cara untuk membuat Dinda terbakar cemburu, dan merasa beruntung, karena tuan mudanya datang, dan memberinya ide yang masuk akal.


Edo pun selesai dari mandinya, keluar dari kamarnya dan sudah rapi, dan terlihat lebih segar, meski Edo masih merasakan nyeri di kepalanya, mungkin karena dia belum makan apa pun.


"Sudah selesai?? kalau begitu kita berangkat sekarang, aku sudah lapar.!!


Edo hanya mengangguk, dan mengikuti Kevin yang berjalan lebih dulu, mereka pun pergi ketempat makan yang tidak semua orang bisa melihat mereka, karena Kevin tidak mau privasinya terlalu di ketahui orang banyak.


Mereka pun tiba di tempat makan itu, tempat yang sebenarnya tidak layak untuk kalangan orang petinggi seperti Kevin. Bagi Kevin lebih nyaman makan di tempat yang terlihat Sederhana, dari pada di restauran mewah, karena di tempat ini Kevin, tidak perlu was-was, karena hanya kalangan biasa saja yang datang berkunjung dan makan di tempat itu, dan tidak ada para penjilat yang mengambil kesempatan saat melihat nya makan, seperti di restauran mewah, yang bila melihat nya, para pemilik restauran itu akan mengambil kesempatan ambil muka padanya, dan para pembisnis lain yang berketepatan makan di sana juga bersikap sama karena ada sesuatu yang mereka inginkan, membuat Kevin tidak nyaman menikmati makanannya, dan muak dengan para penjilat yang selalu cari muka.

__ADS_1


Bersambung.


Salam Author 🙏🙏🙏


__ADS_2