BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
6. Menyiksamu Menyenangkan


__ADS_3

Setelah Gaby sadar, para pelayan yang di tugaskan Kevin untuk mengurus Gaby pun mencoba membujuk Gaby untuk makan.


"" Nona,, makan dulu biar anda cepat pulih, ujar pelayan pada Gaby.


"" Saya tak ingin makan, bawa makanan itu semua dari hadapan saya.!!!


"" Tapi Nona,,,


"" Aku bilang bawa saja, dan jangan paksa saya.!!


"Nona,,, mengertilah kami juga tidak ingin menerima hukuman bila gagal memberi anda makan, ujar sang pelayan lagi.


"" Hahahaaa,, apa tuanmu itu hanya tahu menghukum dan menindas yang lemah dan memaksakan kehendaknya???


"" Maaf Nona,,, kami hanya menjalankan perintah dan tidak berani membantah, sahut pelayan itu lagi.


"" Aku bilang tidak ya tidak.!! dan ini lagi kenapa aku harus di infus begini? Kenapa aku tidak kalian biarkan mati saja, ucap Gaby dengan air matanya yang sudah mengalir deras, serta menarik jarum infus itu dari pergelangan tangannya.


"" Nona,, apa yang anda lakukan?? ujar pelayan yang terkejut dengan tingkah Gaby tiba -tiba histeris dan melemparkan semua makanan yang ada di hadapannya, hingga hancur berantakan.


Para pelayan pun membereskan semua yang berantakan di kamar Gaby dan membawanya keluar dari kamar tersebut.


Saat Kevin keluar dari ruang kerjanya, ia melihat para pelayan yang membawa nampan makanan yang sudah sangat berantakan.


"" Apa yang terjadi.!! Tanyanya seketika.


"" Maafkan kami tuan, Nona Gaby tidak mau makan, malah mengamuk histeris serta mencabut jarum infusnya, sahut pelayan yang sudah takut dan gemetaran.


Kevin yang sudah habis kesabaran pun melangkahkan kakinya ke kamar Gaby dengan emosi yang sudah di ubun-ubun.


Plakkkk..!!!!!!


Tanpa bertanya apa pun Kevin langsung menampar Gaby yang meraung histeris karena sudah putus asa.


"" Jangan kira aku akan memberimu belas kasih dengan tingkahmu ini j*******g.!!!! Wanita murahan sepertimu tidak layak bersikap demikian di istanaku ini paham.!!!


Plakkk,,,, plakkkkk.!!

__ADS_1


Lagi-lagi Kevin melampiaskan emosinya yang sudah tidak terbendung lagi, dan siapa pun tidak dapat menghentikan kemurkaannya saat ini.


"" Aku sudah memintamu untuk membunuhku, agar rasa benci dan dendammu itu terbayarkan dengan kematianku.!!! sahut Gaby dengan suara lemahnya, dengan menyentuh kaki kevin seolah memohon agar secepatnya melenyapkannya dari kesakitan yang ia derita saat ini.


"" Singkirkan tangan kotormu itu, kau sangat menjijikkan, jangan kira aku akan merasa kasihan padamu, untuk memohon pada Tuhan saja aku tak sudi untuk kehidupanmu, kau hanya akan menerima penderitaan dan penyiksaan dariku camkan itu.!!!


"" Pelayan.!!! bawa makanannya.!


Saat makanan yang di bawa pelayan ke kamar Gaby, Kevin menyuruh pelayan untuk menyuapinya.


"Jangan kira, dengan aku menyuruhmu makan dan mengobatimu, kau berpikir aku perduli dan kasihan denganmu.!! Aku hanya tidak ingin kau mati secepat itu, karena apa yang rasakan itu belum apa-apa di banding dengan apa yang di rasakan kedua orang tuaku, jangan buat kesabaranku habis dengan tingkahmu yang sama sekali tidak merubah apa yang sudah keputusanku.


"" Pelayan,,, lakukan, perintahnya.


Pelayan pun dengan tangan gemetar mencoba untuk menyuapi Gaby makan, namun Gaby tetap pada pendiriannya.


Kevin yang sudah habis kesabaran pun memanggil Edo sebagai yang paham apa yang di inginkan sang bos.


"" Edo..!!!! Lakukan.!


Edo pun bergegas menampilkan layar laptop di hadapan Gaby yang mempertontonkan kedua orang tuanya di siksa dan di gantung dengan kepala di bawah.


"" Masih mau melawan.?? Kalau kau mau melihat mommy tercintamu itu ku lemparkan ke kolam buaya.!!!


Gaby yang tak sanggup mendengar teriakan sang sang daddy pun menjerit histeris.


"" Hentikan br**********k, kau iblis.!!!


Kau tak pantas di sebut sebagai manusia, sampai ajal menjemputku aku membencimu Kevin b******b.!!!!


Setelah mengatakan umptan kasar itu Gaby, mengambil makanan yang ada di tangan pelayan itu, dan memakannya secara membabi buta, sekaligus melampiaskan emosinya yang meluap saat ini.


Setelah makanan habis Kevin menyuruh pelayan agar Gaby meminum obat dan vitamin yang di berikan oleh dokter Leo.


Setelah selesai minum obat, Kevin meminta semua pelayan dan pengawal keluar, dan tinggallah ia dan Gaby di kamar itu.


"" Aku peringatkan padamu, kalau kau masih ingin melihat mereka hidup, jangan coba-coba melawan perintahku.!!!

__ADS_1


Karena setiap perlawananmu akan berpengaruh bagi mereka, secara tak langsung kau yang perlahan membunuh mereka, karena bagiku tidak akan mengingkari apa yang sudah kucsepakati, dan itu juga sudah menjadi keputusanmu, bahkan memohon untuk itu, jadi bersikaplah manis dan terima nasib burukmu di neraka yang ku bangun untukmu.!!!! Ujar kevin tegas tak terbantahkan.


"" Kali ini aku masih mengampuni sikapmu ini, tapi tidak untuk lain kali.!!!


Melangkah meninggalkan Gaby yang hanya diam namun air mata tak bisa ia bendung untuk keluar.


Setelah Kevin tiba di kamarnya, ia mendapat telpon dari seorang dokter yang mengatakan kalau daddynya sudah bisa berjalan dan mulai bicara.


Kevin pun menangis haru, mendengar berita itu, meski ia belum bisa melihat sang daddy yang berada di negara Jerman karena butuh perawatan yang sangat intensif, akibat sengatan listrik hingga mumpuhkan beberapa organ tubuh sang daddy.


Mengingat daddynya di siksa di kursi listrik setiap kali tak mau memgatakan berkas suruh aset kekayaannya maka, mereka tak tanggung-tanggung menyengat daddy dengan tegangan tinggi hingga kejang.


"" Mom,,,, sembuhlah, karena daddy sudah berjuang untuk kita mom, hiks, hiks, tangis pilunya bicara dalam batin yang sangat sakit.


"" Berjuanglah terus dad, atas kerja keras daddy, Kevin sudah menyiapkan hadia yang indah buat daddy, daddy akan melihat bagaimana menderitannya mereka, dan selama mommy belum sembuh, selama itu akau akan terus menyiksa mereka lalu memusnahkannya.


Merasa bahagia dengan kabar yang di terimanya, Kevin pun, menuju rumah sakit tempat sang mommy di rawat.


Namun ketika Kevin tiba, ia mendengar suara sang mommy menangis dan teriak histeris, bahkan para dokter dan perawat kewalahan menghadapi sang mommy.


"" Mom,, panggilnya dengan air mata yang tak terbendung lagi, namun saat mendengar suara sang anak, mommy langsung diam dan menatap Kevin dengan raut wajah sendu, seolah merindukan sang putra tercintanya itu.


Kevin yang sudah tak tahan pun menghambur, memeluk mommynya itu.


"" Kenapa mommy nangis hem?? bicara lembut di pankuan sang mommy.


Namun tak ada jawaban hanya elusan lembut pada kepala Kevin.


Deg


Kevin pun menatap sang mommy dalam, dan tangisnya semakin pecah, hanya respon demikian saja Kevin sudah sangat bahagia.


""Mom,, kevin sayang mommy, jangan nangis lagi mom, Kevin sudah sangat lelah dengab keadaan ini, sembuhlah mom, agar kita bisa berkumpul seperti dulu lagi.


"" Daddy sudah bisa berjalan dan bisa bicara, ayolah mom, jangan buar daddy kecewa melihat keadaan mommy seperti ini, hiks hikss


Kevin yang merasakan elusan tangan sang mommy berhenti, setelah ia mengatakan kabar sang daddy, menatap mommynya yang seolah paham dengan apa yang di katakan Kevin tadi.

__ADS_1


Tak ingin mommynya terlalu memaksakan memorinya, Kevin pun merebahkan mommynya di ranjang pasien dan dokter pun memberikan suntikan penenang, agar saat bangun nanti tidak histeris lagi seperti beberapa menit yang lalu.


Bersambung


__ADS_2