
Sudah dua hari Gaby dinyatakan meninggal, tapi beritanya masih hangat di media, Kevin meminta Edo agar semua media untuk memberhentikan berita tersebut, dan menghapus semua berita mengenai istrinya.
Bagi Kevin sudah cukup berita itu berlangsung, dan Sarah sudah yakin kalau Gaby benar-benar meninggal.
Kevin sengaja belum masuk kantor, seolah masih suasana berkabung, apa lagi Kevin tidak sendirian di mansion, karena selama berita meninggal nya Gaby, Gaby sama sekali tidak keluar dari mansion, takut orang-orang akan merasa di bodohi dan di permainkan oleh mereka.
Sementara Sarah yang begitu menikmati kabar kematian Gaby, mengatur rencana baru untuk mendapatkan Kevin.
Pagi ini Sarah berencana menemui Kevin ke mansion nya, dengan alasan menghibur Kevin, agar Kevin merasa Sarah, selalu ada saat Kevin terpuruk seperti saat ini.
Setelah selesai berdandan cantik, Sarah pun pergi menuju mansion Kevin, berharap Kevin bahagia melihat kedatangannya, dan Sarah akan mengambil kesempatan untuk merayu Kevin agar Kevin terbiasa dengannya dan tergantung padanya.
Tak lama Sarah sudah tiba di halaman mansion Kevin, dengan gaya angkuhnya Sarah bertanya pada seorang pengawal yang berjaga di depan.
"Hei.!! apa Kevin ada di dalam??
"Maaf nona, kalau boleh tahu anda siapa dan ada perlu apa??
" Hei.! saya bertanya.! kenapa jadi kamu yang mengintrogasi saya, bukannya menjawab malah bertanya nggak jelas.!! kesal Sarah hingga suaranya agak meninggi pada pengawal itu.
"Maaf nona.! bukannya tidak sopan, tapi setiap tamu yang datang, meski dari kalangan atas atau pun rendah, kami harus tahu siapa dan apa tujuannya, karena itu adalah peraturan mutlak tuan muda, yang tak ingin siapa pun yang bertamu masuk tanpa kami ketahui dulu identitasnya.!!
" Saya Sarah, sahabat tuan muda, dan saya mau bertemu dengan Kevin.!
"Kalau begitu anda tunggu sebentar nona, saya menghubungi ke dalam dulu, siapa tahu tuan muda masih belum mau menerima tamu, karena sudah dua hari tuan muda menolak tamu-tamunya.!
Mendengar hal itu Sarah tercengang, karena Kevin dengan mudahnya menolak tamu, apa lagi Kevin bukan orang sembarang, sudah pasti tamu nya juga orang-orang dari kalangan atas.
Sementara di dalam mansion, seorang pelayan menghampiri Gaby dan Kevin, memberitahukan bahwa ada tamu yang ingin menemui tuan mudanya.
"Permisi tuan muda.! di depan ada tamu kata pengawal, namanya Nona Sarah, apa tuan menerima tamu tersebut??
Mendengar nama Sarah, Kevin dan Gaby pun saling pandang, ternyata Sarah wanita yang memang terlalu berambisi, dan begitu terobsesi, hingga secepat ini ia sudah mulai mencari kesempatan untuk mewujudkan keinginannya.
" Suruh wanita itu masuk.! dan bawa ke taman samping, aku nggak sudi wanita gila itu menginjakkan kakinya di dalam sini.!
"Baik tuan muda.! pergi menemui Sarah, agar membawa Sarah ke tempat yang di inginkan tuan mudanya.
" Kamu tunggu di kamar ya, aku akan menemui wanita gila itu, entah apa tujuannya datang sepagi ini, dan aku akan membuatnya malu kali ini.
__ADS_1
"Jangan terlalu kasar, nanti Sarah curiga, kita harus bisa menjebaknya, dan dia akan mengakui kejahatannya.
Kevin mengangguk tanda ia paham maksud istrinya, Gaby pun beranjak, pergi ke kamarnya, takut Sarah nekat masuk ke dalam dengan cara licik, dan melihat Gaby masih hidup.
"Maaf nona, tuan mengijinkan anda bertamu, mari ikut saya.!
Dengan percaya diri Sarah mengikuti pelayan itu, namun saat melihat langkah pelayan itu bukannya masuk ke dalam mansion, melainkan ke arah samping mansion, membuat Sarah bertanya dalam hati, karena penasaran Sarah pun bertanya.
" Kamu mau bawa aku ke mana??
"Maaf nona, kita akan ke taman samping, karena tuan muda menyuruh saya membawa nona dan menunggu tuan muda di sana.!
" Sial.!!! apa Kevin menganggap aku hanya tamu yang tidak berkelas apa?? lihat saja, aku akan membuatmu bertekuk lutut pad aku.!!! geram Sarah yang berharap masuk ke dalam mansion, dan ingin melihat seberapa megah dan besarnya kekayaan Kevin.!
"Silahkan nona, silahkan duduk dulu, tuan muda akan menemui anda sebentar lagi.!
" Iya.!!
Kevin sengaja berlama-lama di dalam, melihat Sarah dari tirai kaca yang duduk di taman samping dan terlihat wajah Sarah yang kesal, dan Kevin semakin mengulur waktu membuat Sarah sampai kering menunggunya di taman itu.
Sarah terlihat gelisah dan jenuh, karena Kevin tak kunjung datang menemui nya, bahkan penampilannya sedikit kacau, karena kesal dan geram Sarah, seperti cacing kepanasan di taman itu, duduk, berdiri, duduk lagi, berdiri dan berjalan sedikit, duduk lagi, itulah yang di lakukan Sarah selama di taman menunggu Kevin, yang tak kunjung kelihatan.
Di rasa cukup membuat Sarah yang hampir terbakar, Kevin pun keluar dari balik tirai yang dari tapi tertawa senang melihat Sarah dari tirai itu, seperti ikan lele yang kepanasan karena berjemur.
"Sarah.!! maaf sudah membuat mu menunggu lama.! basa-basi dan merasa tak berdosa, padahal Kevin ingin sekali tertawa melihat penampilan Sarah yang acak-acakan.
" Ah, tidak apa-apa, aku paham kok dengan situasi kamu saat ini. Menghilangkan rasa kesalnya, dan berpura-pura perduli pada Kevin.
"Makasih ya Sarah, kamu udah ngertiin keadaanku.! menampilkan wajah sesedih mungkin agar Sarah terpancing dan ingin melihat bagai mana reaksi Sarah.
" Kamu ini bicara apa sih Vin, aku turut prihatin dengan kejadian ini, kamu yang kuat ya, mendekati Kevin, lalu tangannya mengelus punggung Kevin lembut, mencoba mendekati Kevin dan memberikan sentuhan senyaman mungkin.
"Ya, aku senang kamu datang berkunjung, dan kamu orang pertama yang aku terima datang bertamu, karena terlalu larut dalam kesedihan, aku bahkan tidak mau bertemu dengan siapa pun.! Kevin sengaja mengatakan Sarah orang pertama, agar Sarah terbang dan melambung jauh.
Sarah pun langsung besar kepala, mendengar dia orang pertama, dan berpikir kalau dia adalah istimewa bagi Kevin.
"Benarkah?? aku jadi tersanjung mendengar nya, kalau begitu aku boleh dong sering-sering bertamu?? berharap Kevin tidak menolak keinginannya.
" Aku bukannya tidak suka kamu datang, hanya nggak enak saja kamu kecewa.!
__ADS_1
"Maksud kamu kecewa bagai mana??
" Yah kecewa, saat kamu datang aku nggak ada, karena aku memang jarang di mansion, karena sibuk.!
"Kan aku bisa menghubungi mu dulu sebelum datang, kalau kamu lagi nggak ada, aku kan nggak mungkin datang.! Mencari cara agar Kevin setuju dengan idenya itu.
" Iya juga ya, aku sampai nggak kepikiran ke situ, ah maaf yah Sarah, karena masih suasana kabung aku jadi nggak fokus ngobrol sama kamu.!
"Aku ngerti kok Vin, kamu yang sabar ya, jangan terlalu larut, dan ingat kamu masih punya masa depan.! Sarah memperhalus ucapannya, tapi Kevin paham tujuan dan makna perkataan Sarah.
Saat Sarah melihat Kevin bengong, mengira Kevin teringat pada Gaby, Sarah pun mendekati Kevin, dan bermaksud mengambil kesempatan baik ini, namun belum juga langkah Sarah memenuhi dua langkah, suara seseorang membuat Sarah berhenti di tempat nya.
"Sayang, kamu di sini rupanya, wanita cantik dan sangat anggun, tiba-tiba muncul dan memanggil Kevin dengan sebutan sayang.!
Sarah yang mendengar dan melihat wanita itu pun, matanya hampir keluar, dan kupingnya panas saat panggilan sayang itu terlontar dari mulut wanita cantik itu.
" Kamu sudah datang??
"Iih kamu jahat deh, aku udah dandan begini, kamu malah nggak kelihatan.! duduk di pangkuan Kevin, dan bicara sangat manja, tak menghiraukan Sarah yang melotot tajam, bahkan tangannya terkepal.
" Siapa wanita ini sayang?? pura-pura bertanya, namun tak sedikit pun menoleh pada Sarah, hanya menatap Kevin, sembari mengelus-elus wajah tampan Kevin.
"Dia teman aku, namanya Sarah, kami satu SMA dulu, menjawab tapi tak melihat ke arah Sarah, membuat Sarah semakin terbakar dan penasaran tingkat dewa.
" Maaf Vin, apa aku boleh tahu siapa gadis cantik ini?? Sarah yang panas, tak tahan lagi, dan memberanikan diri menanyakan siapa wanita yang sudah begitu berani duduk di pakuan Kevin, dan berpura-pura bersikap manis bertanya dan memuji gadis cantik itu.
"Dia calon istriku, setelah momy ku mendengar kabar kematian Gaby, momy langsung menyuruh Dinda datang ke sini, karena momy tidak setuju aku menikahi Gaby, dan gadis pilihannya adalah Dinda, yah mungkin ini yang terbaik.!! Kevin bicara santai dan tenang, seolah tanpa beban, karena istrinya baru saja meninggal.
Sementara Gaby yang melihat dari atas tertawa terbahak-bahak, melihat akting sepupunya Kevin, membuat Sarah bagai di dalam api, panas, dan berkobar.
"Kamu terlalu percaya diri Sarah, nikmatilah sambutan hangat kami, dan kau akan gila memikirkan ini, selamat ya Sarah kamu mendapat kejutan yang menarik dan sangat menakjubkan, Gaby bicara sendiri di kamarnya, yang masih setia melihat dari atas, bagai mana permainan itu berlangsung.
Sarah yang tidak tahan lagi, darahnya mendidih melihat Kevin tak menghiraukan nya, dan malah asik dengan wanita itu, membuat Sarah memilih pergi, tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Rasaiin Lo.!!!!!
Bersambung.
Salam Arthor๐๐๐
__ADS_1