
"Wah indah sekali pantainya"
"Kau suka??
" Sangat suka, Terima kasih karena sudah membawaku kesini.
"Kalau suka, ayo turun dan kau bebas melakukan apa pun, tapi jangan sampai membahayakan mu dan baby.
" Baiklah, aku tidak akan melakukan hal yang membuatmu marah.
Kevin dan Gaby pun turun dari mobil, sebelumnya Kevin membelikan air mineral untuk Gaby.
Suasana pantai cukup ramai, karena hari minggu banyak orang berkunjung ke pantai itu.
Kevin melihat Gaby dari kejauhan, yang sedang asik menikmati ombak di pinggir pantai. Namun saat Kevin ingin memanggil Gaby, dan melarangnya agar tidak terlalu dekat dengan air, karena ombak cukup tebal dan besar, seseorang memanggil Kevin, hingga Kevin menghentikan langkahnya.
"Kevin.!
Mendengar seseorang memanggilnya Kevin pun berbalik dan melihat siapa yang mengenalnya di tempat ini.
" Kamu Kevin kan??
Kevin masih belum fokus, dan tak ingat sama sekali siapa wanita yang menegurnya itu.
"Iya, saya Kevin, apa kita saling kenal??
" Aku Sarah, kamu lupa Vin kita satu kelas loh waktu SMA, ucap Sarah mencoba mengingatkan Kevin.
"Sarah, Sarah, ucap Kevin berulang-ulang mencoba mengingat-ingat.
" Iya aku Sarah yang pernah kamu tolongin waktu aku jatuh dari motor waktu itu.
"Oh, iya aku ingat kamu Sarah yang suka bolos itu kan??
" Iih, masa ingatnya hal yang buruk sih, ucap Sarah pura-pura kesal, dan mereka tertawa bersamaan.
"Kamu apa kabar?? sudah lama nggak pernah dengar kabar kamu, ucap Sarah seraya menjulurkan tangannya untuk berjabatan tangan dengan Kevin.
" Aku baik, dan kamu di mana selama ini?? tanya Kevin menyambut uluran tangan Sarah.
"Aku baru aja kembali dari luar negeri, papa ku memaksaku untuk kembali ke tanah air, dan mengelola perusahaannya.
__ADS_1
" Wah, bagus dong, itu berarti kamu memang bisa di andalkan papa mu bukan??
"Tapi aku sama sekali nggak tertarik dunia bisnis Vin, itu yang jadi persoalannya.
" Jadi, selama di luar negeri kamu melakukan apa??
"Aku hanya seorang desainer Vin, dan memiliki beberapa butik.
" Lalu kenapa papa mu masih meminta mu mengelola perusahaannya, kalau kau sudah punya kesibukan sendiri??
"Katanya papa, sudah tua dan sudah nggak kuat lagi melakukan perjalanan bisnis, yah mau nggak mau, aku harus berbakti pada orang tua, dan sepertinya aku akan sangat sibuk, mengurus dia bidang sekaligus, dan sangat bertolak belakang dari kemampuanku.
" Kalau kamu berusaha pasti bisa kok, lagian kamu bisa minta belajar dulu sebelum benar-benar terjun jadi pemimpin, dan papa mu pasti punya orang yang bisa menuntun mu untuk mendalami pengetahuan bisnis papa mu.
"Tapi, Ngomong-ngomong, kamu sendiri Vin??
Mendengar pertanyaan Sarah, Kevin pun sadar Gaby sedang di pinggir pantai, dan ia bisa-bisanya melupakan istrinya, dan malah asik ngobrol.
" Aku bersama istriku ke sini, ucap Kevin menatap pada sekitaran pinggir pantai mencari keberadaan Gaby.
"Kamu sudah menikah Vin?? tanya Sarah terdengar sedikit kecewa, padahal Sarah sangat senang bertemu dengan Kevin, pria yang di dambakan nya sejak mereka SMA dulu, tapi Kevin sama sekali tidak ada rasa pada Sarah, dan menganggapnya hanya sebatas sahabat saja.
" Iya, aku sudah menikah, dan istriku sedang hamil 4 bulan, tapi tadi dia di sana, kemana perginya dia, ucap Kevin sembari melihat-lihat keberadaan istrinya.
" Aku pergi dulu ya, takut istriku kesasar, dan kenapa-napa, ucap Kevin berlalu pergi meninggalkan Sarah. Sarah yang di tinggal begitu saja jadi kesal, dan ia pun tidak tinggal diam, tetap mengikuti langkah Kevin mencari istrinya.
Kevin sudah menyusuri setiap pinggir pantai, namun tidak menemukan Gaby, bahkan ia mengeluarkan ponselnya menunjukkan foto Gaby pada orang-orang, siapa tahu ada yang melihat istrinya.
Sebelum Gaby menghilang, ia sempat melihat Kevin bicara pada seorang wanita, Gaby yang sebenarnya punya niat ingin kabur dari Kevin, mengambil kesempatan itu, melihat Kevin sama sekali tidak memperhatikannya, Gaby pun secepat mungkin berjalan, melewati keramaian orang-orang yang menikmati suasana pantai.
Kevin sudah lelah, berjalan sana-sini, tapi belum juga menemukan Gaby, karena hanya sendiri, sangat sulit untuk menemukan istrinya itu, hingga ia pun menghubungi Edo agar datang dan membawa beberapa pengawalnya untuk mencari keberadaan Gaby.
"Halo tuan.!
" Cepat datang ke pantai sekarang juga, dan bawa beberapa pengawal, istriku hilang, alamatnya aku sharelok nanti, ucap Kevin singkat dan memutuskan sambungan teleponnya.
Edo langsung bergerak cepat, tak perlu waktu lama, setelah mendapatkan lokasi pantai yang di kirim Kevin, Edo pun langsung menugaskan para pengawal untuk mencari Gaby ke setiap sudut pantai itu.
Gaby yang tersesat dan tidak tahu lokasi pantai itu, tak sengaja bertemu dengan para Laki-laki yang sedang pesta miras, seseorang dari mereka langsung mendekati Gaby yang ketakutan dan terlihat pucat.
"Wah, kita dapat bonus nih, tanpa susah mencari, mangsa datang sendiri, ucap salah seorang pria yang ada di sana.
__ADS_1
Gaby yang mendengar ucapan pria itu semakin ketakutan, ia sudah salah mengambil jalan, niat hati ingin kabur, malah bertemu para preman yang lagi pesta miras.
" Hai cantik, ucap para preman itu mengepung Gaby, agar tidak bisa kabur dari mereka.
"Pergi.!! jangan ganggu saya, saya akan teriak.!
" Hahahhahaa, teriak saja sayang, karena tidak akan ada yang mendengar mu.! ucap preman itu sembari mendekati Gaby.
Kevin yang masih berusaha mencari istrinya, tak sengaja ia melihat ada jalan setapak, dan ia pun meneruskan langkahnya ke arah jalan itu, dan masih berjalan 300 M, kevin mendengar suara teriakan, dan ia sangat mengenal suara itu, kevin pun berlari sekencang mungkin, agar segera sampai di tempat asal suara teriakan yang di dengarnya tadi.
Saat kevin tiba, rahangnya mengeras dan tatapan matanya berkilat, tangannya terkepal, melihat istrinya di tarik para lelaki bajingan dan mencoba melecehkan istrinya.
Tanpa pikir panjang, Kevin langsung melayangkan pukulan pada seorang preman yang menarik tangan istrinya sangat kasar, hingga preman itu terpental, dan Gaby terlepas dari genggaman tangan preman itu, saat melihat siapa yang menolongnya Gaby terkejut bukan main, karena suaminya datang menyelamatkannya dari preman-preman itu.
Para preman itu pun tak terima, karena teman mereka mendapat pukulan dari Kevin, mereka pun ikut bertarung melawan Kevin, Kevin yang tidak sebanding dari para preman itu pun kewalahan melawan mereka, hingga Kevin tak menyadari, seorang preman itu memukulnya dengan balok besar, dan Kevin pun ambruk dengan darah yang mengalir deras dari kepalanya, kejadian itu tak terlepas dari pandangan Gaby, dan ia pun semakin ketakutan, bahkan menjerit histeris saat melihat Kevin di pukul dan langsung ambruk dengan bersimbah darah.
"Tidakkk.!! Kevin bangun, Kevin.!! teriak Gaby, yang sangat ketakutan, namun sama sekali tak ada respon dari Kevin.
Para preman itu pun langsung kabur, saat melihat Kevin tergeletak dengan bersimbah darah, meninggalkan Gaby yang menangis meraung di sana karena Kevin sama sekali tak bergerak lagi.
" Tolong, tolong, siapa pun yang ada di sana, aku mohon tolong kami, tolong suamiku, tangis Gaby pun pecah dan histeris, bahkan ia menyesali niatnya untuk kabur, dan mengakibatkan Kevin mengalami hal yang keji dari para preman itu.
"Maaf, maafkan aku, kalau saja aku tidak punya niat untuk kabur, kejadian ini pasti tidak akan terjadi, hiks, hiks, bangun, bangun Kevin.!! teriak gaby sekeras mungkin dan mengguncang tubuh Kevin yang terkapar di atas rerumputan itu.
" Nona.!! Edo datang setelah melacak keberadaan tuannya itu melalui ponsel genggam milik Kevin, dan alangkah merasa bersalahnya Edo, saat melihat keadaan tuannya yang memprihatinkan, dan darah di mana-mana.
"Edo, Edo, tolong selamatkan Kevin, aku mohon, ucap Gaby agar Edo segera membawa Kevin ke rumah sakit.
" Tenangkan diri anda Nona, saya akan membawa tuan ke rumah sakit.
Edo dan para pengawal pun membopong Kevin, dan membawa Kevin secepatnya ke rumah sakit.
Gaby pun mengikuti mereka dengan nafas yang tersendat-sendat, karena isak tangisnya.
Namun saat Gaby ingin masuk ke dalam mobil, Sarah tiba-tiba muncul, dan ingin ikut ke rumah sakit, dengan alasan Kevin adalah sahabatnya, dan mereka baru bertemu tadi, mendengar perkataan Sarah, Gaby ingat bahwa Sarah yang di lihatnya bicara dengan Kevin tadi, Gaby pun hanya mengangguk lemah, tanda setuju Sarah ikut, namun ia sama sekali tak mengenal Sarah, dan ternyata Sarah dari tadi mengikuti Kevin mencari Gaby.
Sepanjang perjalanan Gaby menangis pilu, dan selalu memanggil nama Kevin, berharap Kevin membuka matanya, tapi harapan tinggallah harapan, Kevin sama sekali tak merespon, karena luka di kepalanya cukup parah dan serius, bahkan darah tak berhenti mengalir, membuat Gaby semakin merasa bersalah.
Bersambung.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
__ADS_1
Salam Arthor