BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
54. Edo VS Ular Betina.


__ADS_3

Edo mendengar kabar testing Sarah dan Dinda yang sempat bertengkar di sebuah Kafe, Edo pun mengumumkan pada seluruh karyawan dan menunjukkan foto Sarah, agar bila Sarah menginjakkan kakinya di kantor, mengusir Sarah, apa dan bagai mana pun caranya.


Seluruh karyawan yang bertugas pun mengangguk paham atas perintah Edo, yang melarang Sarah masuk ke kantor.


Pagi ini Kevin melakukan rapat, bersama beberapa teman kantornya, dan rencananya Kevin saat makan siang pulang ke mansion, setidaknya istrinya senang ia pulang makan siang, agar Gaby tidak merasa kesepian dan bosan.


"Apa semua nya sudah beres??


" Sudah tuan muda, dan sepuluh menit lagi rapat akan di mulai.!


"Baiklah, apa kau sudah perintahkan agar penjagaan di mansion di perketat??


" Sudah tuan muda, dan semua aman, bahkan saya melarang tamu di bawa masuk ke mansion.!


"Itu lebih baik, aku nggak mau ada orang luar yang melihat Gaby di mansion, karena itu bisa merusak rencana kita.!


" Saya dengar Dinda kemarin bertengkar dengan ular betina itu, apakah Dinda tidak apa-apa tuan muda??


"Tidak.! tapi aku sudah memberinya hukuman, agar tidak gegabah untuk selanjutnya.!


"Ya, tuan muda benar, karena ular betina itu sangat licik dan busuk.!


" Apa kau selalu mengawasi wanita gila itu.!


"Benar tuan muda, selama rencana kita belum berhasil, saya tetap mengawasinya.!


" Baiklah, aku tidak meragukan mu soal itu.!


"Sudah waktu nya rapat tuan muda, mari tuan ke ruang rapat.


Kevin dan Edo pun memasuki ruang rapat, di sana sudah menunggu para kepala divisi masing-masing, dan Kevin sengaja mengumpulkan mereka dalam rapat, karena akan ada proyek baru yang akan mereka kerjakan.


"Selamat pagi.!


" Selamat pagi tuan muda, berdiri sembari memberi hormat, dan menjawab sapaan selamat pagi dari Kevin.


"Terima kasih sudah bersedia untuk berkumpul dan mengikuti rapat pagi ini, saya berharap untuk kerja sama, dan kerja keras kalian untuk proyek baru kita, dan sebelum bicara ke arah sana, saya ingin setiap divisi memberikan persentase masing-masing dan grafik yang kita capai, dalam proyek yang sudah hampir tuntas. bicara tegas dan berwibawa, itulah membuat para bawahan dan karyawan nya begitu menghormati Kevin, dan selalu tegas mengambil keputusan, baik itu hal kecil mau pun besar.


Para kepala setiap divisi pun melakukan persentase masing-masing, dan Kevin mendengarkan dengan hikmad satu persatu setiap persentase itu, dan Kevin cukup puas dengan hasil yang di capai perusahaannya, dan itu semua juga karena kerja keras para karyawan nya, yang sudah dengan sepenuh hati bekerja, dan setia padanya, dan Kevin juga bangga pada seluruh karyawan nya, karena sejauh ini belum ada karyawan nya yang, berani melakukan kecurangan, dan menghianatinya.


Sementara di loby terjadi keributan dan para karyawan kewalahan mengatasi, hingga mereka pun menghubungi Edo, agar orang itu Edo yang langsung menanganinya orang tersebut, tapi para karyawan meragukan Edo, karena mereka saat ini yang menyamar itu adalah Edo, melainkan orang kepercayaan tuan muda mereka yang baru.


"Tuan muda saya permisi sebentar, di luar ada sedikit masalah.! berbisik pada Kevin, dan Kevin hanya mengangguk menanggapi perkataan Edo, dan tidak tahu kalau yang membuat keributan itu adalah si ular betina.

__ADS_1


Edo pun turun, kali ini dia tidak akan memberi Sarah kesempatan, dan mengusir Sarah dengan kasar, dan secara tidak hormat.


"Ada apa ini.!!


" Maaf tuan, Nona ini memaksa masuk, dan kami tidak mengijinkan masuk sesuai perintah yang anda tetap kan.!


"Kau siapa.?? Sarah menatap tajam pada Edo, dan sempat mengenali suara Edo, namun saat Sarah meneliti wajah Edo, Sarah pun percaya kalau itu bukan Edo.!!


" Apa itu penting Nona.! dan kenapa anda membuat keributan di kantor ini, dan di sini bukan pasar loak Nona, yang bisa sesuka anda berteriak, menganggu ketenangan dan kenyamanan para karyawan yang bekerja.!


"Sombong sekali anda.!! kamu belum tahu siapa saya, berani nya kau bicara begitu.!!


" Siapa yang tidak mengenal anda Nona Sarah.!!


Mendengar namanya di sebut, Sarah pun terkejut, karena tak menyangka ternyata dia di kenali juga,, dan Sarah mengira karena namanya di sebut dia punya kesempatan masuk karena Edo mengenal nya.


"Kalian dengar itu kan, dia saja tahu siapa saya, dan asal kalian tahu aku ini adalah sahabat Kevin, tuan muda kalian, jadi biarkan aku masuk bertemu dengan Kevin.!!


" Siapa yang mengijinkan anda masuk Nona, saya mengenali anda bukan berarti anda bisa leluasa untuk masuk.!!


"Maksud kamu.!!


" Anda tidak di ijinkan tuan muda menginjakkan kaki anda di kantor ini.!!


" Tuan muda hanya tidak mau calon istrinya marah, karena mengijinkan anda masuk, karena ini adalah perintah calon istri tuan muda, karena anda sudah berani menyerang calon Nona muda kami kemarin di Kafe.!! saya rasa anda sudah paham maksud saya kan Nona??


"Itu bukan aku yang mulai, dia yang memukulku duluan, dan aku adalah korban.!!


" Tapi Nona di Kafe itu ada Cctv yang membuktikan andalah yang ingin menyerang calon istri tuan muda lebih dulu.!! apa anda masih punya alasan lagi Nona??


Sarah tidak bisa berkutik lagi, dan dalam hati dia mengumpat pada Dinda, yang ternyata melapor pada Kevin tentang kejadian kemarin.


"Sial.!!!! ternyata wanita sialan itu mengadu juga, lihat saja, aku akan membuat perhitungan denganmu, dan kau sudah berani mempermalukan aku di sini, dan menghasut Kevin agar aku tidak bisa menginjakkan kaki di kantor ini lagi, dasar wanita brengsek.!!!


" Jadi silahkan angkat kaki dari sini nona, sebelum pihak keamanan menyeret paksa anda.!!!


"Cih.!!! aku akan balas penghinaan ini.!! Dan kalian semua akan menyesal.!!! menunjuk para karyawan itu satu-satu termasuk Edo.


" Dengan senang hati nona, kami menunggu hari itu tiba.!! tersenyum senang karena ular betina itu akhirnya pergi, tapi para karyawan lainnya justru melihat Edo heran, dan mereka pun bertanya-tanya, kenapa sikap bicara dan ketegasan asisten baru tuan mudanya itu sangat mirip dengan Edo, dan kata-kata yang Edo ucapkan barusan, itu adalah ucapan yang sama seperti Edo.


"Bekerja kembali.! melihat tatapan aneh para karyawan itu, Edo pun tak ingin berlama-lama berdiri di sana, dia tahu apa yang di pikirkan para karyawan itu, dan belum saatnya mereka tahu, sebelum Sarah terjerat perangkap mereka, dan mendapat ganjarannya, yang sudah melakukan perbuatan kotor demi ambisi dan obsesinya pada tuan muda.


Edo pun kembali ke ruang rapat, saat masuk Kevin baru saja menutup rapat itu, dan para kepala divisi pun sudah terlihat beranjak dari kursinya masing-masing, dan meninggalkan ruang rapat dengan teratur.

__ADS_1


"Dari mana saja kau.!!


" Maaf tuan muda, tadi ada keributan di loby, saya dan para karyawan kewalahan hingga saya yang turun tangan langsung.!


"Siapa yang berani membuat keributan di kantor ku.!!


" Ular betina itu tuan muda, tapi saya sudah mengusirnya.!!


"Baguslah, dengan begitu aku tidak akan perlu bermanis-manis bicara, kalau sampai wanita gila itu masuk ke dalam.!! kesal Kevin dan merasa Sarah wanita yang tidak punya rasa malu, dan sangat tebal muka.


" Aku makan siang di mansion, apa kau mau ikut.??


"Saya ikut tuan, dan saya tetap harus waspada, mengawasi anda, siapa tahu ular betina itu punya rencana licik lagi.!! Edo tidak mau sampai tuan mudanya bertemu dengan Sarah, dan itu bisa saja jadi kesempatan bagi Sarah untuk mendekati tuan mudanya.


" Kita berangkat sekarang.!


Edo dan Kevin pun, keluar dari ruang rapat itu, dan langsung menuju lift yang langsung ke lantai dasar.


Sementara di seberang kantor Kevin, di sebuah Kate, Sarah masih menunggu di sana, ia sengaja menunggu sampai Kevin keluar dari kantor nya.


Saat Sarah melihat Kevin yang berjalan menuju mobilnya, Sarah pun buru-buru keluar dari Kate itu, menyebrangi jalan sedikit berlari, agar ia sempat bertemu dengan Kevin.


Edo yang melihat Sarah menyebrangi jalan, menyeringai, ternyata wanita ular itu belum menyerah, dan sengaja menunggu di Kate seberang, dan Edo pun membuat permainan kecil, membuat Sarah semakin malu di depan umum.


"Tuan, ular betina itu ternyata menunggu anda di Kate seberang, dan dia sedang menuju ke sini.!


" Ah, sial.!! lakukan sesuatu, aku tidak mau Gaby menungguku lama.!


"Anda tenang saja tuan, saya akan memberi wanita itu hadiah kali ini.


Edo pun memutar mobil itu dengan gesit, dan Sarah yang hampir sampai pun, kelabakan menghentikan mobil Kevin yang melaju dengan kecepatan rata-rata, Sarah yang nekat berdiri di tengah jalan agar mobil itu berhenti dan dia bisa bertemu dan bicara pada Kevin.


Edo tak perduli pada Sarah yang menghadang, di depan, laju mobil pun sekencang mungkin menuju ke arah Sarah yang menghadang di depan.


Namun Sarah yang melihat mobil itu seperti tidak mau berhenti, dan malah melaju kencang membuat Sarah sempat takut, tapi ia tetap bertahan, saat mobil sudah mendekati Sarah beberapa meter, Sarah pun berteriak sekeras, mungkin, mengira ia akan di tabrak, namun Edo yang gesit, langsung memutar mobil itu dengan tiba-tiba, hingga menimbulkan suara ban mobil seperti di arena balap, memekakan telinga dan suara teriakan Sarah dan mobil itu jadi satu dan bersamaan, hingga mengalihkan perhatian orang banyak, dan Edo yang melihat ada celah, melajukan mobil itu, dan keluar dari parkiran VIP, dan tinggallah Sarah yang masih berdiri dengan menutup mata dan telinganya dan masih menjerit histeris di sana, dan semua tatapan mata pun tertuju pada Sarah, dan Sarah yang mendengar dia di katai gila, membuka mata nya, dan betapa malu nya dia, saat melihat orang-orang, menyadari dia berdiri sendiri, serta mobil Kevin yang di hadang nya tadi, sudah tidak kelihatan, dan Sarah pun pergi dengan rasa malu yang luar biasa.


"Brengsek.!!!! aku akan menghabisi mu seperti si Edo sialan itu.!! kau akan menyesal.!!!


Umpatan kesal, geram dan emosi pun berkali-kali keluar dari mulut Sarah, membayangkan betapa malu nya dia hari ini.


Bersambung.


Salam Arthor๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2