BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
77. Mengunjungi makam Sarah


__ADS_3

Setelah Edo selesai memakamkan Sarah dengan layak, dan itu adalah perintah dari tuan mudanya, dan Sarah masih tetap sebagai sahabat bagi Kevin, meski sudah berbuat hal yang buruk, dan menempatkan Sarah di tempat yang pantas, dan tidak menyatukan Sarah pada orang-orang yang juga meregang nyawa di sana karena perbuatan mereka.


Edo kembali ke mansion, karena masih punya satu tugas lagi, yaitu menyampaikan surat terakhir Sarah pada kevin. Meskipun benci pada Sarah, Edo tidak berhak untuk mengabaikan permintaan terakhir Sarah, dan mungkin saja surat itu berisikan ungkapan maaf Sarah pada kevin, batin Edo yang menatap selembar kertas di tangannya, surat yang dia terima dari Sarah.


"Maaf tuan muda, menganggu waktu anda sebentar, ujar Edo yang sudah tiba di mansion, dan sedang duduk melamun di ruang kerjanya.


" Ah iya, duduklah Do, ujar kevin sedikit kaget, dan tersadar dari lamunannya"


Edo pun duduk tepat di hadapan kevin, sedetik Edo mengamati wajah tuan mudanya itu, terlihat sendu dan kecewa, dan Edo paham situasi itu, karena bagaimana pun Sarah pernah jadi orang terdekat kevin, sahabat yang selalu ada untuknya dimasa lalu.


"Sebelum Sarah mengakhiri hidupnya, Sarah sempat memberikan ini pada saya tuan muda, dan maaf karena saya tidak dapat mencegah Sarah saat itu, karena sangat tiba-tiba dan di luar dugaan kami" ujar Edo juga merasa bersalah.


"Itu bukan salah mu, dan ini sudah takdir, Mudah-mudahan Sarah bisa tenang di sana, ujar kevin, seraya menerima surat yang Edo berikan padanya.


" Kalau begitu saya permisi tuan muda, ujar Edo yang ingin memberi ruang pada kevin, dan ia tahu kevin ingin segera membaca surat itu, dan tahu isinya, serta apa yang Sarah ungkapkan.


Kevin hanya mengangguk, seolah tak mampu menjawab Edo, saat menerima surat itu, tangannya bergetar dan kevin mengenggam erat surat itu, seolah tak mampu untuk membukanya.


Setelah Edo benar-benar tidak terlihat lagi, kevin pun perlahan membuka surat itu, dadanya terasa sesak dan berdebar kuat, membayangkan masa-masa mereka dulu, yang selalu saling dukung, dan banyak kenangan yang indah terlintas di benak kevin.

__ADS_1


Saat surat itu terbuka sempurna, dengan tangan bergetar, kevin pun membaca perlahan, kata demi kata yang Sarah tuliskan pada kertas selembar itu.


Air mata kevin tak dapat lagi ia bendung, saat kalimat di surat itu Sarah mengatakan, akan selalu menjadi sahabatnya, dan mengharapkan maaf darinya, terlebih lagi, yang membuat kevin semakin sesak dan meneteskan air matanya, Sarah masih punya satu permintaan terakhir, bila anak mereka perempuan agar di namai "Gabriella" yang berartikan malaikat, sesuai dengan penilaian Sarah pada Gaby yang berhati kan bagai malaikat.


"Kenapa harus berakhir seperti ini?? ujar kevin di sela tangisnya, menyesali Sarah yang mengakhiri hidupnya, dengan bunuh diri.


" Padahal aku sudah memberimu kesempatan, dan berharap kamu kembali jadi Sarah yang seutuhnya, sebagai sahabatku yang utuh, bukan yang terobsesi lagi, ujar kevin, masih merasakan pilu dengan kepergian Sarah yang di luar dugaannya.


Sementara Gaby yang dari tadi merasa cukup lama menantikan kevin suaminya, memutuskan menyusul kevin ke ruang kerjanya, sedikit aneh bagi Gaby, karena kevin hampir berjam-jam di sana.


Gaby pun berjalan menuju ruang kerja kevin, saat ia ingin masuk tak sengaja Gaby mendengar isak tangis dan ucapan kevin dari balik pintu yang tidak tertutup rapat.


Gaby belum begitu paham, apa sebab suaminya menangis dan sedih di dalam sana, namun saat ia mendengar nama Sarah di sebut kevin, membuat dada Gaby sesak seketika, mengira kevin menyesal telah menghukum Sarah, dan berpikir apakah sebenarnya kevin memang memendam perasaan pada Sarah.


Saat ingin melangkah dan menghapus sisa air matanya, langkah Gaby pun terhenti, saat mendengar kevin mengatakan "Mengapa mengakhiri hidupmu seperti ini"?? membuat Gaby tetap bertahan di balik pintu itu, mencerna ucapan suaminya yang baru saja ia dengar.


Gaby pun semakin paham apa arti dari setiap perkataan suaminya, membuatnya semakin sesak dan merasa bersalah, telah berburuk sangka pada suaminya dan Sarah, hingga Gaby tidak lagi bisa menahan, dan akhirnya menerobos masuk kedalam ruang kerja kevin, melihat suaminya masih memandang surat terakhir Sarah, dengan kepala tertunduk dan dalam perasaan kecewa.


"Mas..!! panggil Gaby saat ia melihat suaminya sangat terpukul"

__ADS_1


Kevin yang mendengar suara istrinya pun, langsung mendongak, melihat istrinya yang juga meneteskan air mata.


"Sebenarnya aku tidak berharap sampai seperti ini, ujar kevin, yang kecewa dengan kepergian Sarah, dengan cara yang tidak baik.


" Itu semua juga bukan kehendak kita mas, dan semoga Sarah tenang di sana, ujar Gaby yang prihatin pada kepergian Sarah.


"Aku memang kesal dan marah padanya, karena sudah keterlaluan pada kita, tatapi,, bukan berarti aku menginginkan dia menyesali perbuatannya dengan cara seperti ini, ujar kevin yang masih belum bisa terima.


" Mungkin Sarah berpikir, dengan cara ini, kita pasti akan memaafkannya, dan membuktikan rasa penyesalan dan bersalahnya, namun apa yang Sarah lakukan ini salah, kita bukan menginginkan kematiannya, hanya supaya Sarah berubah dan menjadi sahabatmu yang dulu, ujar Gaby yang mengerti maksud dari perkataan kevin.


"Apa aku terlalu kejam?? tanya kevin pada Gaby, yang jadi merasa, kepergian Sarah dengan cara bunuh diri karenanya.


" Tidak mas.! kamu bukannya kejam, tapi kamu ingin mengembalikan Sarah jadi sahabatmu yang sebenarnya, bukan Sarah yang penuh dendam dan obsesi, tapi semua itu tidak tercapai, karena Sarah sudah lebih dulu merasa malu dan menyesal, hingga merasa tak pantas jadi sahabat kamu, karena telah menyakiti kita, ujar Gaby bijak, tak ingin suaminya jadi merasa bersalah karena kepergian Sarah yang tidak baik.


"Terima kasih, karena sudah memahami perasaanku, dan jujur aku tidak bisa pungkiri kalau Sarah memang sahabat terbaikku, namun karena cinta buta dan obsesi, Sarah melupakan ikatan persahabatan kami, ujar kevin menatap dalam mata istrinya, yang juga tak ingin istrinya berpikir kalau ia punya perasaan lebih pada Sarah, selain perasaan sahabat.


"Iya mas, aku akan selalu percaya dan mendukungmu, dan untuk ke depannya kita harus lebih bisa lagi, mengatasi hal yang seperti ini, dan kita tidak akan lagi merasa bersalah, kecewa dan menyesal, ujar Gaby, yang paham maksud suaminya.


" Kamu benar sayang, dan semoga hal ini tidak akan pernah terjadi lagi pada kita, dan besok kita akan mengunjungi Sarah, dan kita akan menepati permintaan terakhirnya, dan bila bukan untuk yang pertama, kita bisa wujudkan untuk anak kita yang kedua, agar Sarah bisa tenang di sana, ujar kevin memeluk Gaby erat, lalu ia pun mengelus dengan lembut perut buncit Gaby yang di sana sang buah hati sudah menantikan hari kelahirannya.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa dukung terus ya gaes, like, komen, dan Vote. 🙏🙏


__ADS_2