
Setelah saling memaafkan Kevin dan Gaby terlihat lebih akrab dan romantis, bahkan kemesraan mereka sering tertangkap Edo yang tidak sengaja melihat kedekatan tuan dan nona mudanya itu.
"Apa aku masih harus ikut ke kantor mas??
" Iya harus.! kan mas udah bilang tadi ke kamu.!
"Tapi aku bosan loh mas, hanya duduk nungguin kamu.!
" Pokonya mas nggak mau dengar ada bantahan, kamu siap-siap mas, tunggu di bawah.!
"Kenapa mas maksa banget sih aku ikut.??
" Karena mas nggak mau, Sarah datang lagi ke kantor, dan kamu bisa salah paham, mas nggak mau kita bertengkar hanya karena orang yang tidak ada artinya bagi mas.!!
"Tapi kan kita memang sudah punya rencana, aku nggak akan mikir yang macem-macem kok mas.!
" Mas nggak peduli ya, pokoknya mas bilang ikut, ya ikut.!!
"iya, iya, aku ikut, tapi janji dulu.!!
" Kok harus pakai janji segala sih, ikut suami ke kantor kayak nggak ikhlas gitu.!!
"Bukan nggak ikhlas, ayo janji dulu, kalau mas nggak mau, aku nggak jadi ikut deh.!!
" Ok, mas turuti.! tapi jangan minta yang macam-macam ya.!
"Gitu dong, kan tambah ganteng, kalau mas nurut gitu.!!
" Udah bilang, kamu mau apa, pake muji-muji nggak jelas lagi.!
"Di kantor nanti, mas harus kasih aku kerjaan.!
" Kamu ini yah, mas ajak kamu ke kantor bukan mau kerja, ini malah minta yang aneh-aneh.!
"Eh nggak boleh nolak, kan mas udah janji.!
" Ok, mas kasih kamu nanti kerjaan, puas.!
__ADS_1
"Iya mas, sangat puas.!
" Udah, apa lagi, cepat dong siap-siap nya, keburu telat nih.!
"Iya mas, cuma ganti baju doang kok.!
Kevin pun turun dari lantai dua dengan wajah sedikit kesal, istrinya bisa saja membuat nya luluh, dan tak bisa menolak. Sementara Edo yang melihat tuan mudanya turun dengan wajah yang kurang bersahabat, menatap bingung, dan bertanya dalam hati, ada apa dengan tuan mudanya?? pagi-pagi udah murung aja, dan mengira tuan mudanya nggak dapat jatah mungkin, dan Edo tersenyum kikuk, karena pagi-pagi, otaknya sudah berpikiran mesum.
"Kamu kenapa Do??
" Saya baik-baik saja tuan.! Saya malah yang mau bertanya begitu tadi, tuan muda kenapa, kok kelihatan kesal, wajah tuan juga murung.??
"Memangnya siapa lagi yang bisa membuat saya begini?? masih nanya, bikin saya makin kesal.!!
" Maaf tuan, saya kira tuan memikirkan hal lain, dan bukan karena nona muda.!
"Ah, sok tahu kamu.!!
" Maaf tuan, kita berangkat sekarang tuan??
"Sebentar, istriku masih bersiap, dia ikut ke kantor, aku sengaja mengajaknya, karena takut Sarah datang, dan mengambil kesempatan, kalau ada Gaby dia pasti nggak berani macam-macam.!
" Benar, saya tidak mau Gaby jadi salah paham, dan kami bertengkar karena Sarah.! tapi Do, kalau Sarah melihatmu di kantor, rencana kita bisa gagal dong.!
"Tenang saja tuan, saya sudah menyiapkan alat penyamaran saya, dan wanita itu tidak akan mengenali saya.!
" Baguslah, kalau kamu sudah mempersiapkan nya, aku sudah muak dengan wanita itu, dan kalau bisa rencana kita, secepatnya selesai, dan kami bebas, dari wanita gila itu.!!
Dalam perbincangan mereka, Gaby pun turun, Kevin sempat bengong melihat istrinya yang terlihat cantik dan sedikit beda dari hari-hari sebelum nya.
Gaby yang menggunakan dress selutut, dan berwarna Putin tulang, menambah aura kecantikan Gaby, rambutnya yang di ikat tengah, dan di biarkan terurai membuat Gaby terlihat lebih muda dan fresh.
"Udah ayo.! kok malah bengong??
" Siapa yang bengong??
"Lah, kalau nggak bengong, kenapa mas liatin aku begitu, sampai nggak berkedip??
__ADS_1
" Nggak berkedip gimana?? apa salah ya, suami liatin istrinya??
"Ya nggak salah sih, tapi nggak sampai segitunya juga kan??
" Itu karena istri mas cantik, dan nampak beda, mas jadi makin cinta deh.!
"Huh, pagi-pagi udah gombal, dasar.!!
" Serius kok sayang, mas jujur loh.!
"Udah ah, kelamaan.! katanya tadi takut telat.?
"Baiklah kita berangkat tuan putri.!
Edo tersenyum tipis, senang itulah perasaanya saat ini, melihat tuan dan nona nya, akur dan lebih santai, apa lagi mendengar cara bicara mereka terdengar ringan dan mesra begitu, perasaanya lega, mengingat kejadian tempo hari, Edo sangat takut kalau Kevin dan Gaby, sama-sama memutuskan untuk berpisah, tapi untung saja suami istri itu masih bisa melepas ego mereka masing-masing, dan kembali berbaikan, dan mudah-mudahan akur dan nyaman selama nya.
Mereka pun berangkat, namun saat di tengah jalan, Gaby menatap keluar jendela, dan tak sengaja matanya melihat sebuah toko roti, membuat Gaby teringat sesuatu.
Bukan karena ada sebuah roti yang ingin ia beli, tapi toko roti itu, mengingatkan Gaby pada seseorang yaitu mommy nya, karena toko roti itu adalah toko roti favorit, Gaby dan mommy nya, dan kerinduan Gaby pun makin bertambah, mengingat sudah hampir setahun Gaby tidak bertemu dengan orang tuanya.
"Kamu ingin sesuatu sayang? mumpung masih ada waktu kita bisa mampir sementara. melihat istrinya yang menatap keluar jendela mobil, dan mengira kalau istrinya ngidam sesuatu.
" Nggak mas, kita lanjut saja.!
"Yakin kamu, nggak mau sesuatu??
" Yakin mas, kalau aku mau sesuatu, aku udah lebih dulu menyuruh Edo memberhentikan mobil ini, meski mas nggak setuju.!
"Ok, aku hanya nggak mau kamu menahan selera, dan siapa tahu aja baby ingin sesuatu.!
Akhirnya mereka pun meneruskan pergi ke kantor, dan Kevin sama sekali tidak tahu kalau istrinya, sebenarnya menyimpan rindu yang dalam pada orang tuanya, dan Gaby sendiri yang memang kala itu mengatakan belum sanggup untuk bertemu dengan mommy dan dady nya, padahal kalau ia mengatakan sekali saja pada Kevin, sudah pasti Kevin tidak akan menolak, dan Kevin dari awal sudah ingin mempertemukan kembali Gaby dan orang tuanya, dan berharap Gaby menyetujui, dan siap untuk bertemu.
Sebenarnya Kevin bisa melihat wajah istrinya yang tiba-tiba sedih, tapi karena tidak tahu, Kevin mencoba mencari tahu, dan sengaja menawari untuk mampir membeli sesuatu, namun Gaby tidak terpancing dan malah menyuruh lanjut, dan Gaby menyembunyikan kesedihannya, yang merindukan kedua orang tuanya, dan bila saat nya tiba, mereka akan bebas dan sepuasnya bisa bertemu kapan saja yang mereka mau.
Gaby yang merasa di perhatikan suaminya, pura-pura ceria kembali, dan tidak mau suaminya kepikiran yang tidak-tidak, dan Gaby juga memantapkan hatinya, suatu hari nanti ia akan bertemu dalam kebahagian, dan kali ini Gaby bersabar sampai ia benar-benar bisa atau pun sanggup untuk bertemu.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya ya guys.
Salam Arthor