
Gaby dan Kevin pun tiba di kantor, mereka lebih dulu turun, dan Edo masih stay di dalam mobil, karena ia akan melakukan penyamaran, karena takut Sarah tiba-tiba muncul di kantor, dan rencana mereka bisa hancur kalau Sarah tahu Edo masih hidup, dan semua orang kantor pun pasti terkejut melihatnya, karena berita kematian Edo tersebar beberapa hari yang lalu, bahkan seluruh karyawan turut berkabung mendengar berita kematian Edo, orang kedua yang mereka segani dan mereka takuti, karena perintahnya sama mutlaknya dengan perintah sang CEO mereka, dan tidak ada seorang pun yang berani membantah, juga berani macam-macam dengan peraturan yang di buat Edo.
Kevin pun bicara pada sekretaris nya, mengatakan untuk mengumpulkan semua karyawan dari setiap Divisi nya, karena ia akan memperkenalkan Edo untuk yang kedua kali nya sebagai Edo yang baru tapi orang yang sama, hanya penampilannya yang berbeda, agar semua karyawan tidak bertanya-tanya siapa Edo dalam wujud baru nya.
Edo pun keluar dari mobil nya, dan masuk, saat berpapasan pada beberapa karyawan, Edo sedikit canggung karena tatapan mereka seperti terlihat aneh, namun Edo langsung menepis, semua pikiran buruk tentangnya, karena ini adalah bagian dari rencana mereka, dan Edo yang berpenampilan demikian, hanya para pengawal dan orang kepercayaannya yang tahu siapa dia sebenarnya.
Seluruh karyawan sudah berkumpul di ruangan yang sudah di tentukan, Kevin, Gaby dan Edo pun masuk, untuk memperkenalkan Edo sebagai orang kepercayaan kevin yang baru.
"Selamat pagi, dan terima kasih sudah berkumpul di ruangan ini, dan saya menganggu waktu kalian sebentar.
" Perkenalkan ini adalah Alan, orang kepercayaan saya yang menggantikan Edo, dan saya harap kalian bisa saling kerja sama dan mendukung.! posisinya sama persis dengan Edo, setiap perintah dan aturannya adalah aturan saya, dan kalian semua tentu sudah paham maksud saya.!!
Semua karyawan pun, menjawab serempak, dan ada beberapa karyawan melihat Edo merasa tak asing, tapi mereka tidak berani mengungkapkan secara langsung, takut akan jadi masalah nanti nya.
"Sebagai perkenalan, saya mengucapkan terima kasih pada kalian semua yang sudah berkumpul di tempat ini, dan saya mau mengatakan sesuatu.!
" Sebelumnya, peraturan yang ada di buat oleh pak Edo, dan saya tidak akan merubah aturan tersebut, dan aturan itu tetap berlaku.!
Para karyawan pun banyak yang kagum pada Edo yang baru, karena bagai mana pun, bagi mereka Edo adalah orang yang mereka kagumi, meski terlihat kejam dan tegas dalam bekerja, tapi Edo masih orang yang punya hati, tidak pernah menindas karyawan tanpa sebab, dan Edo selalu bersikap adil pada setiap karyawan, bahkan mau membantu di saat mereka kesusahan.
"Saya rasa cukup untuk hari ini, dan kalian bisa kembali bekerja.! Kevin pun menyudahi pertemuan singkat itu, dan kembali ke ruangannya bersama Gaby juga Edo.
" Kok aku melihat kamu jadi lebih tampan dengan tampilan baru kamu ya Do?? Gaby memuji Edo terang-terangan, membuat kuping Kevin panas, dan merasa cemburu.
"Ah Nona bisa aja, jangan bercanda Nona, saya jadi malu, Edo merasa tidak enak hati di puji seperti itu di depan tuan mudanya.
" Edo.! kalau kamu sudah nggak ada urusan lagi, pergi sana keruangan mu.! dan aku tidak mengaji kamu yang hanya mendapat pujian dari istriku.!! kesal karena Edo malah bicara asik dengan istrinya.
"Siap tuan muda.! Edo pun pergi keluar, dia tahu tuan mudanya kesal pada nya, karena Nona mudanya memuji Edo tadi.
Gaby pun langsung melotot tajam pada Kevin, tak suka dengan sikap bicara suaminya pada Edo.
" Apa.! kamu nggak suka aku bilang begitu pada Edo.!
"Iih, siapa yang bilang begitu, aku hanya nggak suka mas bicara pada Edo kasar begitu, memangnya semua orang seperti mas yang kebal dengan ucapan kasar, juga suka marah-marah nggak jelas.! Gaby pun jadi kesal karena suaminya malah mengatakan lain pada nya.
" Lagian kamu ya, suami ada di sini dan nggak kalah tampannya juga dari Edo, malah memuji pria lain.! istri durhaka itu namanya.!
__ADS_1
"Oh, mas pingin di puji ya?? meledek suaminya yang kesal dan membuat semakin panas.
" Nggak.! terserah kamu lah, malas, berdebat.! kesal Kevin yang merasa istrinya sengaja meledek nya.
"Gitu aja ngambek huh.! udah kerja, dan apa kerjaan ku mas, tadi mas udah janji loh, Gaby mengingatkan lagi, karena ia akan bosan tidak melakukan apa pun dan hanya duduk di sofa, lelah tidur, lapar makan, sudah pasti sangat membosankan.
Mendengar istrinya menanyakan pekerjaan, Kevin pun menyeringai, kali ini ia akan mengerjai istrinya, ingin membalas kekesalannya pagi ini, karena sudah berani memuji Edo tampan di depannya.
"Buatkan mas kopi.!
" Iih, kok malah buat kopi sih, kan ada OB mas, yang biasanya buatin kopi kamu.! kesal Gaby.
"Iya, nanti setelah kamu buatin kopi untukku mas akan kasih kerjaan buat kamu, lagi nggak ada ruginya kan buatin kopi untuk suami juga.!
" Ok, tapi janji ya, setelah buat kopi mas kasih aku kerjaan.!
"Iya, iya, sudah sana buatin gih.!
Gaby pun pergi ke pantri, dengan semangat Gaby membuat kan kopi itu, dan berharap suaminya memberikannya pekerjaan setelah ini.
" Ini mas kopi nya.! dan mana yang bisa aku kerjakan mas?? tanya Gaby semangat, berharap ia berguna bisa membantu pekerjaan suaminya.
" Tuh kan, makanya jangan suka marah-marah, masih pagi juga, udah marah-marah nggak jelas, kan jadinya sakit kepala.! Gaby yang polos pun tidak curiga, merasa yakin kalau suaminya sakit kepala akibat marah-marah.
"Iya, iya bawel.! cepat dong, sakit ini.! pura-pura meringis agar Gaby semakin yakin, dan mulai memijit kepalanya.
Gaby pun dengan telaten memijit, membuat kevin lebih nyaman, dan rileks, Kevin Yang memang mengerjai istrinya, tersenyum menang, karena berhasil mengerjai istrinya itu, dan ia pun puas karena sudah membalas kekesalannya.
" Udah lebih mendingan mas?? tanya gaby, karena tak lagi mendengar ringisan Kevin.
"Lumayanlah, meski pijitan kamu kurang pas sih.! Kevin pura-pura merasa baikan.
"Jelas aja kurang pas, kan aku bukan tukang pijit, lagian ya mas, bukan terima kasih sama istri, malah bilang lumayan.!
"Iya terima kasih, puas.!
" Iya, puas.! gitu dong, kan nggak sia-sia tenaga aku pijitin mas, walau nggak pas.!
__ADS_1
"Oh, jadi kamu nggak ikhlas gitu, mijtin suami sendiri??
"Iih, kok mas jadi sensian sih?? aku bilang begitu bukan karena nggak ikhlas, tapi nggak salahnya kan, menghargai perbuatan orang lain, meski pun itu hal kecil.!
Kevin pun merasa kagum mendengar ucapan istrinya, selama ini ia bahkan lupa dengan ucapan terima kasih, karena perubahan hidupnya yang menjadi keras, dan kalimat terima kasih itu pun, tidak berlaku lagi dalam kamus hidupnya, dan hanya pada orang tertentu saja ia mengucapkan kalimat itu, bahkan bisa juga di katakan jarang.
"Udah mas.? mana yang bisa aku kerjakan? masih menuntut pekerjaan yang di janjikan suaminya itu.
" Kamu kan sudah bekerja.!
"Sudah bekerja, maksud mas??
" Iya, sudah bekerja, sudah buatin kopi, dan pijitin mas juga.! bersikap santai, seolah tak salah.
"Jadi maksud mas mau kasih aku kerjaan, cuma bikin kopi dan mijitin mas doang?? kesal Gaby karena merasa di permainkan suaminya.
" Iya, dan itu kerjaan yang pantas untuk istriku, melayani suaminya iya kan.??
"Ooh, gitu ya?
" Hm.!
"Ya sudah, berhubung kerjaan ku udah selesai, aku bisa dong keluar, cuci mata, soalnya tadi pas pertemuan, aku lihat tuh, banyak karyawan yang ganteng-ganteng, dan body nya sangat pas dengan seleraku.!! sengaja, karena kesal di kerjain suaminya, Gaby pun membalas balik, ingin pergi dan mengatakan seperti itu, karena Gaby yakin suaminya pasti tidak akan membiarkan dia pergi, dan merasa cemburu.
"Enak aja.!! siapa yang kasih kamu ijin keluar??
" Nggak ada.!
"Terus, kenapa bilang mau pergi, dan apa itu tadi, kamu bilang banyak karyawan ganteng-ganteng, apa maksud nya itu??
" Cuci mata doang.! lagian kan aku nggak ada kerjaan disini mas.! bosan lah.!
"Cuci mata, cuci mata, noh di kamar mandi sana cuci mata, sabun dua kali, biar mata kamu jernih, bisa lihat bahwa suami kamu ini nggak kalah gantengnya dari para karyawan yang kamu puji itu.!! semakin kesal, bukannya membalas kesal nya tadi, malah semakin kesal karena istrinya, pintar membuatnya tak berkutik, dan tahu kelemahannya.
Gaby pun tersenyum lucu, melihat wajah suaminya yang kesal, apa lagi Gaby ingin sekali tertawa, saat Kevin menyuruhnya cuci muka di kamar mandi, emang wajah nya kotor apa?? dasar suami nggak peka.!!!
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthor