BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
31. Canda Berujung sakit.


__ADS_3

"Edo.! jangan sampai lengah, pantau setiap gerakan Sarah, jangan sampai wanita itu menyakiti istriku.! ujar Kevin terlihat resah pada keselamatan Gaby.


" Anda jangan khawatir tuan muda, sejak saya mengusir wanita itu dari rumah sakit, saya langsung menyuruh orang kita mengikuti dan mencari tahu apa tujuan wanita itu, dan saya sudah dapat informasi, bahwa wanita itu memang berniat mendekati anda, dan ingin mendapatkan anda, ujar Edo menjelaskan, itu sebabnya saat bertemu Sarah di loby, Edo sangat bersikap dingin dan datar, bahkan geram, setelah tahu apa tujuan Sarah sebenarnya.


"Bagus, suruh mereka terus mengikuti, dan bila perlu cari orang yang handal, dan mendekati Sarah sebagai pathner kerjanya, agar kita tahu apa rencananya dan kita bisa dapat info dari orang kita sendiri, ujar Kevin menyusun rencana, agar Sarah mudah ia lumpuhkan.


" Sesuai perintah anda tuan muda, saya akan kirim orang kita untuk menjalankan perintah anda, dan saya pastikan orang itu bisa kita andalkan dan di percaya, ujar Edo, setuju dengan rencana tuan mudanya itu.


"Sepertinya wanita itu sudah memiliki rencana yang matang, tapi kenapa kebetulan sekali rasanya, di saat aku dan Gaby pergi ke pantai dan tiba-tiba saja kami bertemu di sana, dan aku masih ingat, saat aku ingin menemui Gaby yang asik bermain air, wanita itu seperti sengaja menghalangiku, dan saat aku kembali melihat keberadaan Gaby, Gaby sudah tidak ada di sana, karena panik aku pun langsung pergi mencari Gaby, dan aku melihat Gaby di ganggu para preman-preman itu, ujar Kevin mengingat kembali kejadian tersebut seolah merasakan ada yang janggal.


"Anda benar tuan muda, saat saya dan para pengawal lainya tiba di lokasi, saya melihat wanita itu juga berada di sana, dan jarak antara anda dan wanita itu tidak terlalu jauh, tapi saya lihat wanita itu seperti bersembunyi, karena saya tidak tahu dia siapa, saya hanya mengira wanita itu hanya merasa takut karena melihat anda yang di serang para preman itu, tapi saya semakin curiga saat ia juga masuk ke dalam mobil ikut ke rumah sakit, karena panik dan lebih memikirkan keselamatan anda, saya tak begitu menghiraukan, dan setelah anda di tangani dokter, saya melihat wanita itu masih saja ikut menunggu, lalu saya pun menegurnya, lalu wanita itu memberitahukan siapa dia sebenernya, tapi karena firasat saya merasa janggal, saya tak perduli siapa pun dia, saya mengusir wanita itu dari rumah sakit, lalu menyuruh salah seorang pengawal kita mengikuti wanita itu, ujar Edo, yang juga merasakan kejanggalan saat pertama kali melihat Sarah.


"Kau sudah melakukan yang benar, dan untung saja kau langsung mengusirnya, dan buat pengamanan ketat untuk istriku, ujar Kevin lagi semakin khawatir dengan keselamatan istrinya.


Gaby yang tadinya kesal dengan suaminya, kekesalannya pun mereda karena mendengar cerita Kevin dan Edo barusan, di tambah lagi ia mendengar suaminya begitu khawatir dengan keselamatannya, membuat Gaby merasa bersalah karena sudah marah-marah nggak jelas pada suaminya tadi.


"Kamu sudah dengar kan bagai mana Sarah sebenarnya, jadi jangan langsung menuduh ku begitu, dan sepertinya kamu juga harus hati-hati, dan aku harap kamu jangan mudah termakan hasutan dan untuk kali ini aku minta sedikit pengertian mu, apa lagi saat melihat Sarah berusaha mendekatiku, kamu tidak perlu terlihat marah, bersikap biasa saja, karena kali ini aku akan mengikuti permainannya, ujar Kevin pada Gaby, agar nantinya tidak salah paham bila Kevin mengikuti sandiwara yang di mainkan Sarah.


"Iya aku paham, tapi, _


" Tapi apa??


"Jangan karena aku tidak marah saat sandiwara itu terjadi, kamu jangan cari kesempatan ya.!! ujar Gaby tak ingin suaminya jadi terbuai dengan sandiwara laknat itu.

__ADS_1


" Tidak akan, apa kamu mengira aku laki-laki murahan apa?? ujar Kevin tak Terima di tuduh cari kesempatan oleh istrinya.


"Memang ada ya, laki-laki murahan?? setahu aku yang ada itu wanita murahan, salah satunya itu teman sekolahmu yang mau nambah gelar, ujar Gaby kesal.


" Nambah gelar?? maksud kamu Sarah mau wisuda?? ujar Kevin tak peka maksud istrinya.


Edo yang mendengar pembicaraan tuan dan Nona mudanya itu, ingin sekali menertawai tuan mudanya itu, yang sama sekali nggak paham apa yang di maksud Nona mudanya, malah bicara wisuda nggak jelas.


"" Iya gelar, gelar baru yang sangat wanita itu dambakan "Pelakor" ujar Gaby dengan ketus.


"Memang ada gelar pelakor?? gelar untuk jurusan apa itu, tanya Kevin yang sama sekali tak paham dengan singkatan yang tak pernah di dengarnya.


" Huh.! susah ya ngomong sama orang yang nggak pernah nonton TV ya gini, ujar Gaby geram, suaminya ini tuan muda apa OB sih sebenarnya, pelakor aja nggak tahu, batin Gaby meronta.


"Lah saya memang nggak tahu, apa saya salah kalau saya tanyakan yang tidak saya pahami, ujar Kevin tak terima di katain miskin pengetahuan.


"Bilang dari tadi kek, kan nggak buat bingung, pakai singkatan segala, bilang ganti gelar lagi, kan bingung saya, ujar Kevin sama kesalnya, padahal ia sudah terlanjur malu karena sama sekali tidak tahu arti dari singkatan itu.


" Terserah.! pokoknya ya, aku tidak terima kalau sampai kamu deketin Sarah terlalu berlebihan dan cari kesempatan, kalau berani macam-macam, lihat saja apa yang aku lakuin ke kamu, ujar Gaby mengingatkan Kevin, dengan tatapan tajam dan melotot agar terlihat sangat dan seram di mata Kevin, tapi bukannya Kevin takut malah ingin tertawa, melihat ekspresi istrinya yang di buat-buat sangar.


"Sedikit kok, paling peluk-peluk, cipika cipiki doang, ujar Kevin sengaja menggoda istrinya.


" Apa.!! ulang sekali lagi.!! ujar Gaby berdiri dari duduknya, berjalan perlahan mendekati ranjang suaminya, Kevin yang melihat keseriusan wajah istrinya dan berjalan perlahan ke arahnya, menelan ludahnya kasar, jadi menyesal mengatakan kalimat barusan, maksud ingin mengerjai istrinya, ternyata pilihannya salah, batin Kevin meronta.

__ADS_1


"Bbbukan begitu tadi maksud saya, ujar Kevin terbata melihat istrinya semakin mendekat dan wajah istrinya terlihat memerah menahan amarah, habislah aku, batin Kevin menyesal.


" Peluk-peluk??


"Tidakk.!!


" Cipika cipiki??


"Tidakk.!! Kevin menjawab cepat agar istrinya berhenti melangkah, dan menarik selimutnya membuat perlindungan.


Gaby sama sekali tak perduli dengan sahutan Kevin, ia semakin mendekat, dan tatapan tajamnya pun seolah ingin menguliti Kevin saat itu juga, membuat Kevin bergidik ngeri, baru kali ini ia melihat tampang istrinya sangat seram dan menakutkan, namun sesaat kemudian Kevin menjerit ketika tangan Gaby pura-pura mengelus selimut bagian kaki Kevin, dan dengan kekuatan penuh Gaby menekan kaki suaminya yang masih sakit dan belum sembuh total, dan ruang rawat itu pun di penuhi teriakan Kevin yang kesakitan, dan Gaby tersenyum menyeringai, merasa puas sudah membuat peringatan pada suaminya, bila berbuat macam-macam, karena ia bisa melakukan lebih dari yang baru saja Gaby lakukan tadi.


"Sakit, sakit, auuh, huhh, hahh, ampun, Kevin meringis sakit, tak percaya, istrinya tega menekan kakinya yang masih sakit.


" Sakit?? mau ku pijitin?? ujar Gaby dengan suara yang meledek, dan tersenyum menyeringai.


"Tidak, sudah tidak sakit lagi, sahut Kevin cepat, ia tahu istrinya hanya modus pura-pura prihatin.


" Oh, ya sudah kalau nggak mau di pijitin, ujar Gaby, berjalan melenggang ke arah sofa, dan merasa tak bersalah sudah membuat suaminya kesakitan, Kevin menatap tak percaya pada Gaby yang pergi begitu saja tanpa minta maaf, "huh dasar wanita, sulit di mengerti" batin Kevin kesal, mengelus-elus kakinya yang masih terasa sakit.


Edo yang melihat drama suami istri itu pun, tak bisa berbuat apa, perutnya sakit menahan tawa, kalau ia tertawa bisa-bisa ia yang jadi sasaran tuan mudanya, dan berujung kena semprot, tapi ia senang melihat keadaan tuan dan Nona mudanya yang semakin dekat, walau sering berdebat nggak jelas seperti saat ini, Huhh.!!


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya Guys.


Salam Arthor


__ADS_2