BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
23. Skenario ketiga


__ADS_3

"Kamu sedang apa?? tanya kevin yang melihat Gaby di taman belakang.


" Hanya menata bunga-bunga ini, ucap Gaby yang mengangkat satu pot bunga.


"Kamu tahu, ibu hamil tidak boleh mengangkat beban berat.! apa kamu tidak memikirkan janin yang di perut mu itu?? ucap Kevin tak suka dengan kegiatan Gaby yang membahayakan kandungannya.


" Maaf, tapi ini tidak terlalu berat kok, sahut Gaby takut kevin marah.


"Aku tak ingin hal ini terulang lagi, dan aku tidak menyuruhmu bekerja, cukup pikirkan kesehatanmu, dan baby, ucap Kevin tegas, dan pergi meninggalkan Gaby yang masih berdiri di taman itu.


" Perhatian tapi bicaranya ketus begitu, ucap Gaby bicara sendiri, tapi ia senang karena suaminya memperhatikannya, walau tidak dengan cara yang romantis.


Kevin pun pergi ke ruang kerjanya, ia bingung harus melakukan apa, apa lagi dia tidak punya alasan pergi ke kantor karena ini hari minggu, dan ia tidak bisa berdiam saja di rumah.


Kevin pun menghubungi Edo, dia ingin minta ide agar ia tidak terkurung seharian di mansion, apa lagi harus terus saling bertemu dengan Gaby, membuat ia canggung karena situasi hubungan mereka belum membaik.


"Hari minggu pun tuan tidak membiarkan saya tenang sebentar saja, ucap Edo mengangkat panggilan dari Kevin.


" Tenang kepala mu.!! aku disini bagaikan burung di sangkar emas tahu tidak.!! ucap Kevin kesal.


"Lalu apa masalahnya tuan??


" Cari ide agar aku bisa keluar dari mansion, dan alasannya juga tepat, agar Gaby tidak curiga.


"Anda tinggal mengajak Nona pergi jalan-jalan kan, siapa tahu Nona juga ingin keluar rumah, ucap Edo dan Kevin pun langsung semangat.


" Kau benar, akan ku coba mengajaknya, siapa tahu juga ia ingin keluar, bodohnya aku tidak berpikir sampai ke situ, ucap Kevin yang telat mikir.


"Syukurlah kalau tuan sadar, ucap Edo sengaja.


"Apa maksudmu hah.!!


" Tidak tuan, anda yang terbaik, ucap Edo cepat, takut karena sudah lancang bicara pada tuannya.


"Datang sekarang, dan kau harus membawa kami kemana pun istriku minta nanti, ucap Kevin langsung menutup panggilannya, membuat Edo mengumpat karena ketenangannya di hari libur terganggu, karena tuannya itu.


Kevin pun keluar dari ruang kerjanya, mencari Gaby, dan akan mengajak Gaby keluar untuk jalan-jalan. Gaby yang sedang duduk di sofa ruang tamu, menikmati jus segar sambil membaca buku, membuat Kevin sempat ingin mengurungkan niatnya mengajak Gaby, namun sesaat ia merasa ini adalah kesempatan, untuk lebih bisa membuat istrinya yakin dan tidak merasa tertekan dan kesempatan untuk berdua dengan istrinya.


"Ganti baju gih, kita akan pergi, ucap Kevin pada Gaby, yang asik membaca.


" Pergi kemana??

__ADS_1


"Jalan-jalan, kamu nggak mau, kalau nggak mau ya sudah.


" Tidak.! aku mau kok, sahut Gaby cepat, dan ia juga terlihat senang, membuat Kevin tersenyum tipis.


"Ya sudah bersiaplah, sebentar lagi Edo datang.


" Edo ikut?? kita nggak pergi berdua saja??


"Maksud kamu, kamu nggak mau ada orang lain??


" Bukan begitu, tapi aku rasa kita berdua yang pergi itu lebih nyaman kan, ucap Gaby membuat Kevin jadi salah tingkah, tak paham apa yang di pikirkan istrinya itu, tapi ia pun menuruti permintaan istrinya.


"Baiklah kita pergi berdua, ucap Kevin lagi, dan Gaby tersenyum senang.


Gaby pun menganti pakaiannya, dan ia memilih baju berwarna putih, agar serasi dengan Kevin yang mengunakan kaos putih, dan itu akan terkesan kompak pikirnya.


Gaby pun selesai menganti bajunya, baju yang di kenakan nya sangat cocok untuknya, ia pun keluar dari kamar, dan turun ke bawah, Kevin yang melihat penampilan istrinya sempat bengong, melihat istrinya sangat cantik, rambutnya yang di ikat tengah, menambah kecantikan Gaby.


"Sudah siap??


" Sudah, kita berangkat sekarang.


" Ada, tapi aku tidak yakin kamu suka, ucap Gaby sungkan.


"Katakan saja, itu tidak masalah, ucap Kevin.


" Pantai, aku ingin ke pantai.


"Ok, kita ke pantai, ucap Kevin menarik lembut tangan Gaby, dan Gaby hanya menurut saja.


Saat di luar mansion, Edo sudah siap dan berdiri di dekat mobil yang akan membawa sepasang suami istri itu. Namun Lagi-lagi Edo harus sabar karena tuannya itu, malah menyuruhnya pulang, dan tak menghiraukan nasibnya.


" Pulang, istriku tak ingin ada orang lain katanya, ia ingin kami pergi berdua saja, ucap Kevin santai tanpa merasa bersalah.


"Baik tuan, ucap Edo sambil menggertakan giginya geram, tadi di suruh datang, sekarang di suruh pulang, apa maksudnya sih, buat orang susah aja, batin Edo kesal.


Kevin dan Gaby pun masuk ke dalam mobil, yang di kendarai Kevin sendiri.


Dalam perjalanan mereka sempat saling diam, namun Gaby mencoba mengajak Kevin bicara agar suasana tidak terlalu canggung.


"Dulu papa selalu membawaku ke pantai, dan karena aku memang suka pantai, dan itu sangat menyenangkan, ucap Gaby membuat Kevin menoleh ke arah Gaby sekilas.

__ADS_1


" Apa kau merindukan mereka??


Gaby tak menjawab pertanyaan Kevin, ia hanya menatap ke luar jendela mobil, tak berani menatap Kevin, dan ia takut Kevin akan marah kalau ia mengatakan memang merindukan mama dan papa nya.


"Kenapa tak di jawab?? tanya Kevin serius, membuat Gaby meneteskan air matanya.


Melihat istrinya menangis, Kevin jadi merasa bersalah, dan ia pun menepikan mobilnya di tepi jalan, tak ingin Gaby bersedih karena ucapannya barusan.


" Kenapa hm, ucap Kevin sembari memutar badan Gaby agar menatapnya.


"Maaf, aku tidak bermaksud untuk membuat murah, karena bicara soal papa, ucap Gaby lirih, dan air matanya pun mengalir deras.


" Siapa yang marah, aku nggak marah kok, dan aku tahu kau merindukan mereka bukan??


Gaby hanya mengangguk lemah, ia masih takut mengatakan iya, mengingat Kevin sangat membenci ke dua orang tuanya.


"Jangan takut mengatakan apa pun padaku, mulai hari ini apa pun yang ingin kamu katakan, katakan langsung padaku, aku tahu kamu takut, dan perlu kamu ketahui aku sudah berdamai dengan masa lalu itu, dan aku sudah memaafkan mereka, papa dan mama mu, dan kalau kau ingin bertemu dengan mereka, jangan takut mengatakannya pada ku, aku akan membawa mu untuk bertemu dengan mereka, ucap Kevin membuat tangis Gaby pecah, dan ia pun memeluk Kevin erat.


"Aku memang merindukan mereka, tapi aku masih belum sanggup untuk bertemu mereka, aku masih merasakan sakit, karena perbuatan mereka di masa lalu aku jadi korban yang tidak tahu apa-apa sama sekali, ucap Gaby membuat Kevin sesak di dadanya, mengingat balas dendamnya ia limpahkan pada Gaby, yang tak bersalah, bahkan ia sangat kejam dan menyiksa Gaby sampai puas, penyesalan Kevin pun semakin besar mendengar ucapan istrinya.


"Aku tidak memaksamu untuk bertemu pada mereka, tapi kalau kau sudah siap dan memantapkan hatimu, jangan ragu mengatakannya padaku hm?? ucap Kevin memeluk erat Gaby.


" Sudah jangan menangis lagi, masih mau lanjut ke pantai nya??


"Masihlah, atau kamu yang nggak ikhlas ngajak aku jalan-jalan, ucap Gaby kesal.


" Bukan nggak ikhlas, tapi lihat tuh air mata belepotan di mana-mana, takutnya orang-orang di sana ngira aku yang membuat kamu nangis, ucap Kevin, membuat Gaby malu, dan membersihkan sisa air matanya.


"Sudah, ucap Gaby, yang selesai membersihkan air matanya dengan tissue basah.


" Gitu dong, kan cantik di lihatnya, ucap Kevin tersenyum, dan Gaby semakin malu.


Gaby hanya tersenyum, dan mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju pantai, sesuai keinginan Gaby.


Bersambung.


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor.


"

__ADS_1


__ADS_2