
"Mau sarapan apa?? tanya Gaby yang sedang merapikan makanan yang di bawa Edo.
"Apa aja" sahut Kevin tersenyum hangat, bahagia istrinya sangat perhatian.
"Baiklah, dan kamu harus makan banyak ya, biar cepat sembuh dan pulang ke mansion, ujar Gaby, berjalan membawa sepiring sarapan ke ranjang Kevin.
" Baiklah Ny Bora, hamba turut perintah yang mulia, ujar Kevin bercanda pada Gaby, membuat Gaby sedikit berdebar dengan kalimat yang di lontarkan Kevin, menyebutkan ia Ny Bora.
"Bercandanya nanti lagi yah, sekarang buka mulut dan Aaa, ujar Gaby sembari menyuapi Kevin.
Kevin yang belum pernah merasakan perhatian istrinya, sangat menikmati momen kebersamaannya bersama Gaby, musibah yang di alaminya justru membawa berkah, membuat ia dan istrinya lebih dekat, apa lagi perhatian Gaby sangat membuat Kevin senang, ternyata istrinya sangat lembut dan begitu pengertian.
"Kalau tahu begini enaknya sakit, kenapa nggak dari dulu aja aku sakit, ujar Kevin keceplosan karena terlalu bahagia.
"Apa?? kenapa bicara begitu sih?? ujar Gaby tak begitu suka mendengar perkataan Kevin.
" Lah, iya kan?? buktinya kalau aku tidak sakit begini, kamu pasti masih belum mau maafkan aku, dan bersikap dingin padaku, ujar Kevin membenarkan ucapannya itu.
"Tapi aku nggak suka kamu ngomong begitu, masa petaka di minta?? ujar Gaby sedikit kesal dan cemberut.
" Apa kamu tahu, aku sudah sangat lama ingin merasakan yang seperti ini, bahkan akau sempat berpikir ini akan mustahil terjadi, mengingat kamu yang sangat membenciku, ujar Kevin tertunduk, mengingat begitu kejamnya ia pada Gaby dulu.
"Tapi nggak harus minta seperti ini kan?? lagian aku bersikap dingin, karena aku merasa tak pantas, dan aku tahu kamu dulunya sangat membenciku, ujar Gaby, juga merasakan sesak di dadanya, mengingat bagai mana dulunya Kevin menyiksanya tanpa ampun, tapi ia rela, agar kesalahan kedua orang tuanya terbayarkan karena perbuatan mereka di masa lalu.
__ADS_1
"Maaf kalau ucapan ku membuat mu jadi mengingat semua kenangan buruk itu, ujar kevin, yang tak tega melihat wajah istrinya yang bersedih karena ucapannya, apa lagi mengingat perlakuan kasarnya dulu, yang tidak punya, belas kasihan pada Gaby sedikit pun.
" Nggak apa-apa, karena yang terjadi itu bukan karena tanpa alasan, dan aku tahu kamu melakukan karena juga merasa sakit karena perbuatan kedua orang tuaku, ujar Gaby yang terlihat berkaca-kaca menjawab ucapan Kevin.
"Tapi aku janji padamu, setelah ini aku akan selalu membahagiakanmu, dan kita akan hidup bahagia, ujar Kevin tegas, dan ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, akan menghapus luka itu dari Gaby, luka yang akan sangat sulit untuk di lupakan istrinya, tapi bagai mana pun caranya Kevin akan berusaha semampunya.
"Terima kasih untuk niat baikmu, dan aku juga berjanji membuka hati untuk mu dan menjadi yang terbaik untukmu dan anak kita, semoga harapan kita kedepannya tercapai dengan baik, ujar Gaby juga mengutarakan niat hatinya.
Sarapan yang sudah habis, membuat Gaby tersenyum, suaminya begitu menikmati sarapan paginya, saat Gaby baru saja selesai membenahi peralatan makan itu, dan ia kembali menemani Kevin yang bersandar di sandaran ranjang, tiba-tiba pintu kamar rawat itu terbuka dan memperlihatkan sosok wanita yang baru saja di kenal Gaby, tapi tidak dengan Kevin.
"Selamat pagi" sapa Sarah dengan senyum sumringah nya, berjalan begitu anggun, dan mendekati ranjang Kevin yang duduk bersama Gaby.
"Sarah?? kamu tahu dari mana aku di rumah sakit?? tanya Kevin yang heran melihat Sarah datang menjenguknya.
"Oh, terima kasih, sudah ikut perduli dengan keadaanku waktu itu, ujar Kevin biasa aja, membuat Sarah tidak puas, hanya ungkapan itu yang di utarakan Kevin.
"Perkenalkan ini Gaby istriku, ujar Kevin pada Sarah, namun Sarah berpura-pura tersenyum manis, saat Kevin memperkenalkan Gaby padanya, dan merasa Gaby jadi seperti pengganggu baginya dan Kevin.
"Kami sudah berkenalan kemarin, ujar Sarah berbohong, namun tetap tersenyum agar Kevin tidak curiga, Gaby yang mendengar Sarah berbohong, begitu tak menyangka Sarah berani berbohong, jelas-jelas Gaby sama sekali tidak pernah berkenalan dengan Sarah, namun ia berani mengatakan sudah berkenalan di depan suaminya, " dasar tamu tak di undang" batin Gaby geram, dan ia berharap Edo datang agar Sarah mati kutu, seperti kemarin.
"Oh begitu, Terima kasih sudah menjenguk ku, ujar Kevin lagi.
" Sama-sama, lagi pula aku juga ingin tahu keadaanmu, aku khawatir banget waktu lihat kamu terluka kemarin, ujar Sarah semakin berpura-pura manis, di depan Kevin.
__ADS_1
"Sayang, minum obat dulu yah, ujar Gaby sengaja bersikap mesra di depan Sarah, padahal baru kali ini ia memanggil Kevin dengan sebutan sayang, itu karena ia sangat muak melihat sikap Sarah, yang mencari perhatian dari suaminya.
Kevin yang di panggil sayang selamat terkejut, kenapa istrinya tiba-tiba memanggilnya demikian, dan sesaat ia melihat raut wajah istrinya yang terlihat kesal, dan Kevin paham kenapa istrinya jadi bersikap mesra dan manggilnya sayang, karena Sarah terlalu bersikap berlebihan, dan mungkin saja istrinya cemburu pada Sarah, batin Kevin, dan tersenyum tipis.
Kevin pun menerima obat yang di berikan Gaby padanya, dan Kevin kesempatan manja saat istrinya berakting mesra di hadapan Sarah, dan justru hal itu membuat Sarah semakin geram pada Gaby.
"Suapi dong obatnya sayang, kan aku lagi sakit, ujar Kevin manja, Gaby yang baru kali itu melihat sikap manja suaminya, sedikit risih, tapi karena ia juga kesal pada Sarah, Gaby pun berusaha menghilangkan rasa canggung itu, dan merespon baik sikap manja Kevin.
"Yah udah sini aku suapi, dasar manja, ujar Gaby tersenyum manis, dan sengaja menoel hidung Kevin, dan jelas membuat Sarah memutar bola matanya malas, karena melihat pemandangan yang merusak matanya, rasain katarak aja lo sekalian, hehehe arthor kepo ye.
" Ah, aku lupa harus ke kantor papa hari ini, dan semoga cepat sembuh ya Vin, ujar Sarah yang geram hanya sebagai penonton drama kemesraan Kevin dan Gaby, ia memilih pergi dari pada harus melihat kemesraan Kevin dan Gaby, membuat dadanya panas.
"Ok, hati-hati di jalan ya, ujar Kevin biasa aja, ia sengaja bersikap datar, karena menjaga perasaan istrinya, dan ia tahu istrinya tidak menyukai Sarah.
" Makasih Vin, aku pamit ya, ujar Sarah berlalu pergi, dan Kevin semakin yakin Sarah punya maksud tertentu padanya, bahkan pergi dan datang pun Sarah, sama sekali tak bicara pada istrinya, "jangan kira aku tidak tahu apa tujuanmu, tapi coba saja kalau kau ingin merasakan neraka, apa lagi sampai berani menyakiti istriku" batin Kevin tersenyum menyeringai.
Gaby yang melihat tatapan suaminya seperti mengisyaratkan sesuatu, jadi berpikir lain, ia mengira suaminya tertarik pada Sarah, karena suaminya tersenyum yang sulit di artikan, hingga Gaby sempat berpikir dan bicara dalam hati, "Mau main-main denganku,?? coba saja, aku tidak akan tinggal diam, bila perlu aku akan meminta Edo mengawasi mu, dan kita lihat nanti, siapa yang akan jatuh lebih dulu, batin Gaby, lalu Pura-pura tersenyum manis pada Kevin, agar suaminya tidak curiga dan tahu apa yang ia pikirkan.
Bersambung.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthor
__ADS_1