
Keesokan harinya suasana mansion seperti biasa, tidak ada hal yang lebih, hanya sekedar sesuai aktivitas yang selalu di lakukan oleh penghuni mansion.
Seperti pagi ini, Kevin sudah rapi dengan setelan kantornya, dia menuruni anak tangga, sikap datar dan dingin itu sudah menjadi andalannya setiap hari.
"Selamat pagi tuan, sapa pelayan yang berada di ruang makan,untuka menyiapkan sarapan Kevin.
Kevin semalam meminta para pelayan untuk menyiapkan segala kebutuhannya,dan meminta jangan ada yang terkena sentuhan tangan Gaby di dalamnya,Kevin segaja melakukan hal itu, karena ingin tahu bagai mana reaksi Gaby dan apakah Gaby memang ada memendam perasaan padanya.
Seperti pagi ini,Kevin sudah menyiapkan drama yang hebat,ia akan membuat Gaby merasa bersalah dengan sikapnya kemarin saat kepulangannya.
"Selamat pagi.! sahut Kevin ramah,ia sengaja agar Gaby merasa terabaikan,dan tak menoleh Gaby yang juga berdiri di sana, karena Gaby merasa itu tugasnya setiap hari, melayani Kevin dengan segala kebituhannya.
Namun Gaby, tidak tahu bahwa Kevin sudah mengatakan pada para pelayan, agar mereka yang melayaninya.
" Tuan ingin sarapan apa, ucap Gaby sopan seperti biasa"
Kevin tak menyahut bahkan melihat pun tidak,melainkan meminta pelayan untuk menyiapkan sarapan untuknya.
"Pelayan,,, buatkan segelas susu dan saya hanya makan roti pagi ini, ujarnya pada pelayan yang di tatapnya.
Gaby yang mengira itu perintah untuknya dia segera ke dapur membuat susu yang di minta Kevin tadi.
Saat Kevin melihat Gaby membawa susu itu, Kevin justru membentaj pelayan yang hanya diam di tempatnya.
"Apa kau tidak dengar hah.!!! Aku menyuruhmu membuatkan susu untukku.!!
" Ta,tapi tuan,, ujar pelayan yang bingung karena susu itu sudah ada di meja, kenapa masih di suruh buat lagi, begitulah pikiran pelayan.
Prannggg
Kevin melemparkan gelas berisi susu yang di buat oleh Gaby,Gaby yang melihat pun terkejut dan takut, "Ada apa dengannya, kenapa ia tak ingin meminum susu yang ku buat? batin Gaby.
" Kau tidak dengar aku menyuruhmu tadi, bukan orang lain, ujar Kevin tak perduli pada Gaby yang sudah melakukan tugasnya.
Deg
Dada Gaby pun sesak saat mendengar ucapan Kevin yang mengatakan ia orang lain, serta matanya pun mulai berkaca-kaca ingin menagis tapi ia tahan tak ingin Kevin dan pelayan melihat itu.
Pelayan yang sudah takut pun, membuatkan susu itu lagi, sesuai keinginan Kevin.
Saat Kevin menikmati sarapannya, ponselnya berdering tertera di sana nama seorang wanita,Kevin pun menerima panggilan tersebut dengan senyuman yang sulit diartikan.
"Halo sayang, ujar Kevin menjawab telpon itu"
Deg
Gaby seperti di sambar petir di pagi hari, mendengar Kevin menjawab dengan sebutan sayang.
Seketika pikirannya kacau, dadanya sesak, sakit itulah yang di rasakan Gaby saat ini, dan ia pun bertanya dalam hati, apakakh itu kekasihnya??
"Dasar sinting kamu Vin, ujar seorang wanita dari seberang telpon"
Namun Kevin tak perduli dengan umapatan itu, dia seamkin gencar melancarkan aksinya, membuat Gaby semakin berpikir yang tidak-tidak saat ini.
"Bagaimana dengan yang ku katakan kemarin hem?? bicara selembut mungkin, Gaby yang mendengar pun sudah seperti cacing yang di siram air panas,tak rela kevin memanggil sayang dan bicara selembut itu.
"Ap menurutmu ini akan berhasil, ujar si wanita dalam telpon itu"
"Iya,,aku yakin itu, dan apakah kamu sudah berangkat, tanya Kevin lagi memastikan si wanita apakah akan datang sesuai keinginannya.
__ADS_1
" Aku sudah di bandara, sebentar lagi akan berangkat, kamu membuatku hampir gila memikirkan ide konyolmu ini Vin.!
"Kau tenanglah, semua aku yang mengatur honey, ucapnya lagi semanja mungkin di buat oleh Kevin, agar Gaby semakin panas mendengar itu pikirnya.
" Gila.!!! kenapa aku punya sepupu yang mulai sinting sepertimu sih.? ujar wanita itu lagi yanh geram mendengar Kevin memanggilnya sayang dan honey.
"Kalau begitu aku akan menjemputmu ke bandara nanti,karena wanita secantik kamu sangat tidak baik di biarkan sendiri, ucap Kevin lagi tak perduli dengan kekesalan wanita itu.
" Baiklah,, dan sudahi semua lekonyolanmu itu, karena aku bisa gila, mimpi apa aku semalam karena ada orang yang hampir gila karena seorang wanita, aku jadi penasaran ingin melihatnya, dan aku yakin ia pasti cantik dan baik, kalau tidak mana mungkin bisa membuatmu bisa hilang akal seperti ini"
"Kau akan melihanya Beb, ucap Kevin tersenyum mendengar ucapan wanita itu, karena memang ia sudah mulai tidak waras dengan ide konyolnya itu, tapi ide itu bukan ide dia sendiru, yang bertanggung jawab adalah sang asisten, apa bila tak berhasil maka besiaplah mendapat tendangan dari Kevin.
Kevin yang sudah menutup telponya pun, bergegas pergi ke kantor, tanpa sepatah kata pun, namun ia sempat melirik sebentar ke arah Gaby yang menunduk,Kevin tahu Gaby pasti merasa sedih, namun biarlah begini dulu pikirnya, karena ia ingin lihat sejauh mana Gaby bertahan.
Setelah kepergian Kevin, Gaby lebih banyak diam, pikirannya kacau hatinya sakit.
" Apakah aku terlalu yakin kalau Kevin ada perasaan padaku?? Atau memang aku yang terlalu merasa berpikir kalau Kevin mencintaiku, dan tadi itu apa, dia bicara selembut itu di telpon dengan sebutan, sayang, honey, Beby, kenapa begitu sakit saat mendengar ia mengatakan pada orang lain, kenapa aku bodoh sekali, berpikir kalau Kevin mencintaiku sama seperti aku mencintainya??
"Ternyata aku salah dan terlalu yakin, batin Gaby dengan air mata yang sudah bercucuran di wajah cantiknya.
Kevin yang sudah tiba di kantor, duduk di kursi kebesarannya, dengan pikiran yang kacau ia juga menyesali sikapnya yang membuat Gaby pasti bersedih, tapi mau bagai mana lagi, hanya ini cara agar ia tahu Gaby mencintainya.
" Maafkan aku, lagi-lagi aku menyakitimu, aku tahu kamu menangis tadi, ingin sekali aku memelukmu tadi, dan menghapus air matamu itu, tapi untuk saat ini aku harus bertahan, aku bahkab tak tega melihatmu tadi, maaf sayang, aaaakkhhhhh,, teriaknya frustasi.
Kevin pun sudah tiba di bandara, ia tak ingin terlambat menjemput wanita yang akan menjalankan misinua agar berhasil.
Terlihat wanita cantik berjalan dengan anggunnya serta menarik kopernya mendekati ke arah Kevin yang berdiri menunggu wanita tersebut.
"Gila kamu ya Vin, kau memaksaku datang dari London hanya untuk ide konyolmu yang tidak bermutu itu.! ucap wanita cantik itu kesal, saat sudah di hadapan Kevin.
Wanita yang di minta Kevin datang hanya untuk membuat Gaby cemburu, agar ia tahu Gaby punya perasaan yang sama dengannya, dan wanita yang di suruh Kevin datang adalah sepupunya, putri paman dan bibinya yang berada di London.
Wanita mandiri, dan seorang model terkenal, siapa pun pasti mengenal Clara Davidson, yang sangat di kenal orang dengan kebaikan dan keramahannya.
Namun saat ini, ia harus terjebak oleh rencana konyol sang sepupu tak lain adalah Kevin Bora.
Clara di kenal sebagai wanita karir yang dermawan, ia sering menyumbangkan hasil kerjanya pada orang yang membutuhkan, maka dari itulah kesuksesan selalu menghampirinya karena banyak orang yang begitu kagum akan sikap dan kedermawanannya.
" Nanti saja sewotnya, aku sudah lapar, dan kita akan makan siang sambil ngobrol nanti, ujar Kevin yang tak ingin mendengar ucapan kesal sang sepupu.
Clara pun cemberut, kesal dengan sikap Kevin yang selalu memaksa apa pun itu.
Mereka pun tiba di restaurant yang di persiapkan Edo sang asisten.
Edo sudah menanti di sana, saat melihat mobil bosnya ia pun mendekat, dan memberi salam pada keduanya.
"Slamat siang bos, semua sudah beres sesuai keinginan anda, ucapnya memberi hormat.
" Terimakasih Edo, ayo masuk, ikut makan dengan kami, ujar Kevin.
Clara yang melihat Edo saat itu, seperti melihat pria sesuai dengan kriterianya dan ia pun sempat bengong di tempatnya, merasa kagum melihat Edo seolah pandangan pertama memanah hatinya.
"Apa yang kau pikirkan, kenapa bengong?? ucap Kevin menatap Clara yang masih melihat Edo dengan tatapan memuja, Kevin yang melihat tingkah Clara tersenyum dan mendekati sambil bebisik, " Dia asistenku, kalau kau tertarik aku akan menjodohkanmu dengannya, bagaimana hem?? bisik Kevin di telinga Clara dan membuyarkan lamunannya.
"Apa sih Vin, ucap Clara malu kedapatan terlalu serius menatap Edo, si Pria tampan yang dewasa membuat Gaby deg,deg ser saat melihat Edo.
Edo yang merasa bisik-bisik Kevin dan Clara seperti menuju padanya lewat tatapan keduanya, jadi salah tingkah, karena saat melihat Clara tadi saat keluar dari mobil, Edo begitu kagum, namun sesaat ia menepis karena tak mungkin baginya, punya hubungan lebih dari keluarga bosnya itu.
" Mau sampai kapan kita berdiri di sini?? Aku sudah sangat lapar ucap Kevin kesal karena Clara masih tetap berdiri di tempatnya.
__ADS_1
Clara yang mendengar Kevin bicara dan kesal tersenyum kikuk dan sangat malu, bisa-bisanya dia bengong seperti terhipnotis hanya melihat Edo si pria tampan itu.
Mereka pun masuk ke restauran tersebut menikmati makan siangnya, di iringi dengan obrolan dan rencana Kevin selanjutnya. Tapi sepertinya itu bukan hanya rencana Kevin seorang karena Clara dan Edo terlibat di dalamnya.
Setelah selesai makan siang Kevin membawa Clara ke kantornya, setelah itu mereka akan pulang ke mansionnya.
Pukul 7:00 Wib, Kevin pulang bersama Clara dan di sinilah permainan akan di mulai.
Para pelayan yang sudah di beritahu akan ada tamu istimewa sudah mempersiapkan apa yang di inginkan sang tuan, namun saat Gaby bertanya, siapa tamu tersebut para pelayan tak ada yang tahu, mereka hanya di beri kabar seorang tamu istimewa, entah itu siapa mereka tak tahu, wanita atau pria, yang jelas mereka hanya patuh pada perintah sang tuan dan tak banyak bertanya, karena akan menyesal dengan itu.
Mobil Kevin yang sudah tiba tepat di depan pintu mansion pun membuat para pelayan dan pengawal bersiap menyambut begitu juga dengan Gaby.
Saat turub dari mobil, Kevin pun langsung merangkul Clara mesra, dan berjalan melewati barisan para pelayan, saat Gaby melihat wanita cantik bersama dengan Kevin serta terlihat mesra, membuat Gaby menundukkan kepalanya, tak sanggup melihat pemandangan yang ada di depan matanya, bahkan kakinya terasa lemas dadanya sesak seakan tak ada oksigen bebas untuk ia hirup.
"Honey,,,, ujar Clara manja saat tepat di hadapan Gaby, karena ia sudah mengenal Gaby lewat foto yang di berikan Kevin di restauran tadi.
" Kenapa sayang, ujar Kevin lembut mengelus rambut Clara"
"Apa kau menyiapkan semua ini untukku, ucap Clara yang melihat banyak makanan yang sudah terhidang rapi dengan suasana seromantis mingkin.
" Apa yang tidak bisa ku lakukan untukmu hem?? Kau begitu berarti dalam hidupku, dan ini hanya kejutan kecli sayang, ucap Kevin sambil melirik ke arah Gaby yang tertunduk dan Kevin tahu Gaby meneteskan air matanya.
"Terimasih honey, ujar Clara manja"
"Sama-sam sayang, aku mencintaimu, sahut Kevin lembut dan mencium kening Clara"
Deg
Gaby pun hampir oleng bila tak di topang pelayan di sebelahnya pasti ia sudah ambruk.
Dadanya bergemuruh, sesak keringat dingin memenuhi dahi dan tangannya, di tambah lagi kakinya yang lemas saat mendengar Kevin mengatakan cintanya pada wanita yang tak di kenalnya, tapi Gaby yakin itu pasti kekasihnya, itulah saat ini isi di kepala Gaby.
Gaby menguatkan hatinya, menhapus air matanya, baginya sudah cukup untuk tahu bahwa Kevin tak pernah mencintainya.
Gabi berusaha tegar dengan kenyataan yang ada di depannya saat ini, dan terjawab sudah, ternyata akulah yang begitu percaya diri, mengharapkan yang tak mungkin, bagaimana mungkin Kevin mencintai gadis dari putri seorang iblis yang sudah membuat kedua orang tuanya mengalami hal yang menyakitkan, sadarlah Gaby, takdirmu hanya untuk tersakiti dan jangan pernah berharap kebahagian akan menghampirimu, sakit, aku terluka tapi tak berdarah, batinya yang sudah pupus.
Setelah drama yang membuat sesak di dada itu, Gaby pun pergi ke kamarnya, ia sudah tak sanggup melihat semua itu.
"Aku jadi merasa bersalah dan tak enak hati Vin, ucap Clara saat Gaby sudah pergi.
" Apa kau kira aku juga tak sakit, melihatnya yang tertunduk dan menangis?? ujar Kevin lirih.
"Lalu kenapa kita harus lakukan itu, bila itu akan menyakiti kalian berdua?? tanya Clara yang bingung dengan sikap Kevin.
" Ini hanya sementara, hingga ia menyerah dan mengatakan kalau ia juga mencintai aku Cla, ujar Kevin yang merasakan hatinya sakit melihat air mata Gaby.
"Terserah kamulah Vin, tapi aku minta jangan lagi kamu pernah menyakitinya, bila kalian sudah baikan dan bersatu, aku tak tega melihatnya tadi, dari sorot matanya, aku bisa lihat banyak kerinduan bercampur kecewa, dan aku hampir menangis dan ingin memeluknya tadi, ucap Clara sendu.
" Aku bahkan ingin berlutut di kakinya tadi, memohon agar ia memaafkanku, dan mengatakan aku begitu mencintainya, ucap Kevin dalam hatinya.
"Aku merasa cara ini kurang tepat deh Vin, aku ngak sanggup saat menatap matanya, terlihat dari wajahnya banyak kesedihan, ucap Clara ingin mundur dari misi itu.
" Kau makanlah kalau lapar, nanti pelyan membantumu ke kamarmu, aku ke kamar mau istirahat, ujae Kevin yang sudah ingin menagis di kamarnya karena dadanya yang semakin sesak, serta tak ingin mendengar Clara banyak bicara dan mundur dari misi mereka.
Kevin pun masuk ke kamrnya, tubuhnya merosot di balik pintu menangis, karena tak tega melihat Gaby tadi.
"Segitu sakitkah aku akan mendapat vinta dan maafmu sayang, ucapnya sendiri dengan sejuta penyesalannya.
Bersambung
__ADS_1