
Sarah yang kesal pun, pergi meninggalkan kantor Kevin dengan perasaan yang begitu marah, apa lagi mengingat sikap Gaby yang sengaja bermesraan di depan nya, membuat Sarah muak, dan memaki Gaby di dalam mobilnya.
"Wanita j*****g.!! beraninya kau membuatku kesal.!! teriak Sarah dalam mobilnya, dan melaju kencang melampiaskan kemarahannya.
" Aku akan menyingkirkan mu.!! dan aku tidak akan menghabisi mu dengan tanganku sendiri.!! masih kesal dan selalu membayangkan kemesraan Kevin dan Gaby tadi.
Tak lama Sarah pun tiba di suatu tempat, lalu ia pun turun dari mobilnya, lalu masuk ke dalam dan ternyata tempat yang di datangi Sarah adalah rumah orang tuanya.
"Br*******k.!! Kevin adalah milikku, hanya milikku.!! Sarah melemparkan barang-barangnya, amarahnya masih memuncak, tak terima melihat Kevin bersama wanita lain.
Mama Sarah yang mendengar teriakan Sarah pun terkejut, karena Sarah terdengar seperti orang yang kesetanan.
" Sarah.!! kamu kenapa.?? tanya mamanya dari balik pintu yang terkunci dari dalam.
Sarah tidak memperdulikan mamanya yang memanggilnya dari luar kamarnya, masih terus melemparkan barang-barangnya, dan seisi kamarnya pun sudah berantakan.
Sementara di kantor Kevin, mood Gaby jadi kurang baik, karena pagi-pagi ia sudah melihat wajah pelakor di kantor suaminya, terlihat jelas oleh Gaby, Sarah begitu berambisi mendapatkan suaminya.
Karena kesal Gaby hendak turun dari pangkuan suaminya, karena itu hanya akting mereka tadi, lagian Sarah juga sudah pergi.
Kevin yang merasakan pergerakan dari Gaby yang ingin turun dari pangkuan nya, menahan pinggul Gaby agar tetap duduk di pangkuan nya.
"Mau kemana hm??
" Turun, aku mau duduk di sofa.!! menjawab ketus karena kesal.
"Siapa yang menyuruh turun??
" Tidak ada.!
"Apa kamu kesal karena Sarah datang??
" Kesal lah.!
"Kan bukan aku yang memintanya datang ke kantor, dan lagi aku sama sekali tidak tahu kalau ia akan datang.
" Kalau aku nggak jadi ikut, pasti kamu sudah tergoda di buat nya, menuduh Kevin tanpa alasan.
"Sembarangan kamu.! aku saja jijik melihatnya tadi, apa lagi penampilannya yang sangat norak gitu.
" Alasan.!! itu karena aku di sini kan, coba kalau nggak.!
"Kamu ini ya, aku jujur salah, nggak jujur lebih tambah salah, terus aku harus bilang apa lagi biar kamu percaya??
__ADS_1
" Entahlah, itu urusan kamu, pokonya aku nggak mau lagi melihat wanita itu datang ke kantor, awas saja kalau itu terjadi.!!
"Ya nggak bisa gitu dong sayang, aku nggak ada alasan melarang dia datang, kecuali kalau dia buat masalah, dan pasti ada alasan.
Gaby pun mencerna ucapan Kevin barusan, dan apa yang di katakan Kevin ada benarnya juga, Sarah akan curiga kalau tiba-tiba di larang datang ke kantor suaminya.
" Ok, tapi dengan Saturday syarat, kalau dia datang lagi, jangan dekat-dekat dengan wanita itu, aku nggak mau kalau sampai kamu bersentuhan dengan ya.
"Baik, kalau itu aku bisa jamin, Kevin senyum-senyum sendiri, hatinya senang karena istrinya mencemburui nya.
"Senyum-senyum, kamu nggak lagi membayangkan Sarah kan??
" Nggak.!!
"Terus, kenapa senyum-senyum??
" Kamu cemburu ya, kalau aku dekat-dekat sama Sarah???
"Memangnya ada ya seorang istri, bahagia melihat suaminya dekat-dekat dengan wanita lain??
"Tapi aku senang kalau kamu cemburu.
" Oh, jadi kamu sengaja ya biar aku cemburu gitu?? melotot tajam, kesal pada Kevin yang begitu senang melihatnya kesal.
" Sekali lagi kanu mengejekku begitu, aku pulang.!! ancam Gaby, membuat Kevin langsung bungkam.
"Maaf sayang, aku hanya bercanda, dan menggoda mu saja, karena aku sangat senang kamu yang posesif seperti ini, itu artinya kamu mencintai ku.
Gaby pun tertunduk malu mendengar penuturan Kevin, sejujurnya ia bersikap demikian karena memang mencintai Kevin, tapi Gaby belum yakin sepenuhnya, masih ragu dengan hatinya, apakah Kevin benar-benar sudah bisa menerimanya sepenuhnya hati, dan tidak lagi mengingat-ingat masa lalu kelam itu.
"Kenapa?? apa aku salah bicara??
" Tidak, aku hanya berpikir, apa hanya aku yang mencintai mu??
"Apa kamu tidak melihat dengan perubahan sikap ku pada mu, apakah itu tidak bisa membuatmu yakin kalau aku mencintai mu??
" Aku hanya memastikan, dan takut kalau kamu masih mengingat masa lalu itu.
"Kalau soal itu aku tidak akan bisa melupakan itu, tapi aku sudah berdamai dengan masa lalu itu.
Mendengar suaminya tidak akan bisa melupakan masa lalu itu, Gaby jadi semakin ragu dengan hatinya, ia terlalu cepat mengakui perasaanya, dan bisa saja kelak Kevin kembali bersikap kejam pada nya.
"Aku sadar kedua orang tuaku memang sangat kejam telah menoreh luka pada keluargamu, dan maaf kalau aku sudah membuatmu mengingat soal itu.
__ADS_1
Gaby pun berpindah duduk ke sofa, ia menyesal telah menanyakan hal itu tadi, bagai mana bisa Kevin melupakan hal berat dalam hidupnya, dan aku terlalu berharap batin Gaby.
Kevin melanjutkan pekerjaannya yang tertunda, dia mengira Gaby duduk di sofa, agar bisa melanjutkan pekerjaannya, namun Gaby masih memikirkan perkataannya tadi, dadanya sesak, memikirkan apakah ia sanggup hidup bersama Kevin dalam bayang-bayang masa lalu yang masih belum bisa lepas dari ingatan suaminya.
Setelah menghabiskan waktu hampir seharian di kantor, Kevin yang sudah selesai bekerja dan melakukan rapat, mengajak Gaby pulang.
Sepanjang perjalanan pulang Gaby hanya diam, tidak bicara sepatah kata pun, dan pandangannya melihat kearah jalan, lewat jendela mobil.
Kevin merasakan perubahan sikap Gaby semenjak makan siang tadi, Gaby lebih banyak diam, dan Kevin mengira itu hanya karena perubahan hormon ibu hamil, yang mood nya selalu berubah-ubah.
Tapi makin lama, Kevin memperhatikan Gaby seperti memikirkan sesuatu, entah apa itu, Kevin sama sekali tidak tahu.
Saat tiba di mansion, Gaby langsung turun tanpa menunggu Kevin membukakan pintu mobil, dan berjalan lebih dulu, masuk ke dalam tak menghiraukan Kevin yang masih di dalam mobil menatapnya bingung.
Kevin pun turun dari mobil dan masuk ke dalam, para Art yang menyapa Kevin tak begitu di tanggapi Kevin, karena pikirannya tertuju pada sikap Gaby yang tiba-tiba berubah.
Kevin masuk ke kamarnya, tak melihat Gaby berada di dalam, namun sedetik kemudian Kevin mendengar suara gemercik air, menandakan Gaby sedang di kamar mandi.
Tak lama Gaby selesai dari ritual mandinya, keluar dari kamar mandi dengan keadaan segar, tapi raut wajahnya terlihat murung.
Gaby melihat sekilas pada Kevin yang duduk di sofa memperhatikan nya, tapi Gaby malah membuang pandangannya ke arah lain, membuat Kevin yakin Gaby sedang tidak baik-baik saja, dan memikirkan sesuatu.
"Ada apa dengan mu?? Kevin yang tak tahan melihat sikap diam Gaby, akhirnya memberanikan diri bertanya pada Gaby.
" Aku tidak apa-apa.!
"Tidak apa-apa bagai mana, aku perhatikan dari mulai makan siang kamu jadi lebih banyak diam, apa sesuatu yang kamu pikirkan??
" Tidak ada.!
"Jangan berbohong, aku tahu kamu lagi memikirkan sesuatu kan??
" Kalau diam, apa itu karena memikirkan sesuatu??
"Kalau tidak ada apa-apa, kenapa sikap kamu begitu, diam, cuek bahkan melihat ku pun kamu seperti tak sudi.!
" Aku memang lagi nggak mood bicara, sudah puas?? kalau sudah tak perlu bertanya lagi, pergi meninggalkan Kevin, turun ke bawah mengambil air putih.
Kevin hanya melihat Gaby dalam diam, ia masih bingung, dan mengingat-ingat lagi, saat mereka bersama, apakah ada ucapannya, yang menyinggung perasaan Gaby, namun Kevin merasa tidak ada ucapannya yang salah, tapi kenapa sikap Gaby berubah tanpa alasan begitu?? batin Kevin pusing memikirkan diam nya Gaby karena alasan apa.
Bersambung.
Jangan lupa jejaknya ya guys., jangan lupa dukung terus like, komen, dan Vote nya ya, thanks.
__ADS_1
Salam Arthor🙏🙏