
Edo memarkirkan mobil dengan asal, ia sangat takut tuannya tidak tertolong, pihak rumah sakit yang sebelumnya sudah Edo hubungi, sudah siap siaga di sana menanti kedatangan mereka.
Edo pun membuka pintu mobil dengan kasar, agar para petugas rumah sakit secepatnya menangani dan mambawa tuannya itu ke ruang UGD.
Gaby yang masih ketakutan, wajahnya pucat dan tubuhnya gemetar, membuat Edo juga tak sanggup melihat keadaan Gaby.
"Nona, sebaiknya anda juga harus mendapat perawatan, saya yakin anda pasti shok melihat kejadian yang menimpa tuan muda.
" Aku tidak akan pergi ke mana pun, sebelum dokter mengatakan bagai mana kondisi Kevin, ucap Gaby di sela tangisnya.
Edo yang melihat seorang wanita duduk dekat Gaby, merasa heran, dan bertanya dalam hati siapa wanita itu, karena tadi juga ia ikut di dalam mobil mereka, karena panik, Edo tak memperdulikan sama sekali, karena lebih utama baginya adalah keselamatan tuannya.
"Maaf, anda siapa.?? dan kenapa anda masih disini?? tanya Edo dengan tatapan dingin dan datar, ia tidak ingin kecolongan, dan siapa tahu juga wanita ini adalah wanita yang ikut membahayakan nyawa tuannya.
" Ah, perkenalkan saya Sarah, saya sahabatnya Kevin, kami bertemu di pantai tadi, tapi tiba-tiba saat kami bicara, Kevin teringat istrinya, dan saat ingin menemui istrinya, Kevin tidak melihat keberadaan istrinya lagi, dan terjadilah kejadian naas itu, ucap Sarah dengan percaya diri.
"Lalu, kenapa anda masih di sini, saya rasa walau pun anda sahabat tuan, sikap anda cukup berlebihan menurut saya.! ucap Edo datar, membuat Saran mati kutu, dan geram.
"Saya hanya khawatir dengan keadaan kevin, dan saya di sini hanya ingin memastikan Kevin baik-baik saja, ucap darah tak menyerah.
" Khawatir?? tuan punya istri yang mengkhawatirkannya, dan saya rasa anda sudah terlalu jauh memaksakan diri untuk tetap di sini, ucap Edo tak mau kalah sampai Sarah menyerah.
"Memang salah ya, kalau seorang sahabat mengkhawatirkan sahabatnya?? ucap Sarah mulai tersulut.
__ADS_1
" Salah, bagi saya itu salah, karena sahabat itu boleh khawatir tapi tidak cara sepertinya anda, karena saya bisa mengatasi semua masalah ini, lalu apa memangnya yang anda bisa perbuat di sini?? ucap Edo semakin menyudutkan Sarah.
"Lancang sekali kamu ya, kau hanya seorang asisten dan bawahan, kau tidak punya hak mengusir ku dari sini, ucap Sarah dengan nada suara yang lumayan keras.
" Asisten?? bawahan?? Cih.! aku bahkan bisa menendang mu sekarang juga, agar kau tahu siapa yang kau sebut asisten ini.!! dan perlu kau ketahui Nona angkuh, keputusanku adalah keputusan tuan muda, dan sebaliknya, apa kau sudah paham Nona??
Sarah pun melotot tajam, ia terkejut mendengar ucapan Edo yang mengatakan keputusannya adalah keputusan Kevin, sebenarnya siapa pria ini, batin Sarah, yang tak terima di usir dari rumah sakit itu.
Gaby sama sekali tak memperdulikan perdebatan Edo dan Sarah, pikirannya hanya tertuju pada Kevin suaminya, namun sesaat ia juga heran dengan sikap Sarah, yang memaksa bertahan dan tak mau pergi, atau Jangan-jangan Sarah wanita masa lalu Kevin?? batin Gaby bertanya, dan sekilas ia menatap Sarah, yang menatap sinis pada Edo.
"Sebaiknya anda pergi Nona, sebelum saya bertindak lebih jauh dan anda akan menyesal telah menentang saya.!! ucap Edo lagi, membuat Sarah tak punya pilihan lain.
" Aku akan adukan pada Kevin atas penghinaan ini, dan aku akan membuat mu di tendang dari posisimu itu.!! ucap Sarah yang geram dan malu karena di usir.
" Nona, sebaiknya anda membersihkan diri dulu, baju anda sangat kotor karena darah tuan muda, ini pakaian anda Nona, saya menyuruh pengawal tadi mengambilkan pakaian Nona dari mansion.
"Terima kasih Edo, ucap Gaby seraya mengambil paper bag itu dari tangan Edo, dan pergi ke toilet rumah sakit untuk membersihkan dirinya.
" Cari tahu siapa wanita tadi, dan selidiki apa dia punya niat tertentu pada tuan muda, ucap Edo pada pengawal yang masih berjaga di sana.
"Siap bos, sesuai perintah anda, sahut pengawal itu, dan berlalu pergi melakukan perintah Edo.
Gaby yang sudah bersih, keluar dari toilet dan mendapati Edo dan dengan seorang pengawal saja.
__ADS_1
Edo yang melihat Nona mudanya sudah bersih dan terlihat sedikit tenang, ia pun mencoba bicara dan menanyakan soal kejadian yang menimpa tuannya itu.
" Nona, maaf kalau saya lancang, sebenarnya apa yang terjadi hingga tuan muda bisa terluka begitu??
"Ini semua kesalahanku, dan akulah yang menyebabkan Kevin jadi sepertinya ini, kalau saja aku tidak punya niat untuk kabur, kejadian ini pasti tidak akan terjadi, ucap Gaby kembali terisak karena merasa bersalah.
" Jadi Nona berniat kabur?? tapi kenapa Nona??
"Aku hanya tidak ingin Kevin terbebani karena aku, dan aku merasa tidak pantas untuknya, dan aku sengaja mengajak Kevin ke pantai dan melarang mu ikut, agar aku bisa kabur dengan bebas, tapi justru membuat keadaan semakin kacau dan Kevin korban para preman yang sempat mau melecehkan ku, aku tak sengaja bertemu para preman itu, dan aku tersesat dan para preman itu juga dalam keadaan pengaruh alkohol, dan Kevin sempat melakukan perlawanan tadi, tapi seorang dari mereka memukulnya dari belakang dengan balok besar, dan Kevin langsung ambruk tak sadarkan diri, jelas Gaby dengan suara serak dan sesenggukan karena menangis, menceritakan kejadian itu pada Edo.
"Nona, maaf kalau saya terlalu ikut campur dalam hubungan Nona dan tuan muda, dan saya berharap Nona bisa menerima tuan muda, tuan muda sudah berusaha untuk memperbaiki hubungan kalian, apa lagi Nona saat ini sedang mengandung anak tuan muda, setidaknya Nona bisa berdamai demi darah daging kalian.
" Saya tahu, Nona cukup menderita dengan perlakuan tuan muda selama ini, tapi setelah tuan muda mengetahui anda mengandung anaknya, tuan muda mulai melunak, apa lagi saat Ny. besar dan Tuan besar menasehati tuan muda, agar berdamai dengan masa lalu yang membuat tuan muda hidup dengan bayang-bayang balas dendam, dan memaafkan ke dua orang tua Nona. Saya mohon Nona, setidaknya hargailah usaha tuan muda untuk memperbaiki semua yang terjadi antara kalian, dan buang niat anda untuk kabur dari tuan muda, karena anda kabur tidak akan menjamin Nona bahagia di luar sana, dan Nona akan selalu terbelenggu dengan rasa benci dan yang menjadi korban adalah darah daging kalian sendiri, ucap Edo, membuat Gaby tertegun.
Semua perkataan Edo benar, ia terlalu bodoh sampai melupakan anak yang ada dalam kandungannya, lari dari kenyataan tidaklah menyelesaikan masalah, yang ada semakin memperburuk situasi yang sudah buruk sebelumnya, dan ia begitu egois, tidak memikirkan nasib darah dagingnya sendiri, Gaby semakin terisak, semua perkataan Edo membuatnya terpukul, dan sekarang menyesal pun tidak ada guna, karena keegoisan nya, Kevin jadi korban orang-orang yang keji.
"Nona, cobalah berdamai dengan hati anda, setiap masalah ada jalan keluarnya, hanya saja bagai mana cara kita menyikapi masalah itu, maaf kalau saya sudah terlalu berani mengatakan ini pada anda, ucap Edo lagi.
" Kau tidak salah, apa yang kau katakan itu benar, aku yang terlalu kekanakan dan egois, aku tidak bisa melihat kesungguhan suami ku yang ingin memperbaiki hubungan kami, Terima kasih, karena sudah mengingatkan aku, dan semoga saja kami ke depannya, lebih pandai menata hati dan mengkoreksi diri kami masing-masing, ucap Gaby, membuat Edo lega, setidaknya ia mendengar langsung ucapan Nona mudanya itu, walau masih belum terlaksanakan sepenuhnya.
Bersambung.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
__ADS_1
Salam Arthor