
"Kenapa kau membawaku kesini?? ujar pengawal itu pura-pura tak terima Sarah membawanya ke tempat asing.
"Tenanglah, bukankah kau ingin mendengar dan tahu siapa aku?? ujar, Sarah yang terlihat santai menjawab pertanyaan pengawal itu, ia sangat senang bahwa ia akan memanfaatkan orang itu sebagai kaki tangannya menghancurkan Edo, apa lagi Sarah sangat menyukai caranya orang itu yang cukup berani mengambil resiko melakukan aksinya dengan terang-terangan menyerang Edo tadi, dan ia butuh orang yang pemberani seperti orang ini, pikir Sarah dengan rencana kotornya.
"Aku tidak tertarik sama sekali tentang siapa kau, dan aku tidak butuh teman.!! ujar pengawal itu, sengaja bersikap ketus agar terlihat punya prinsip.
" Wow, cukup menarik, aku suka orang seperti mu, yang tidak muluk-muluk, ujar Sarah kagum.
"Katakan.!! apa tujuanmu membawaku ke sini?? tanya pengawal itu datar.
" Ok, to the poin aja, pertama kita punya musuh yang sama, dan yang kedua aku ingin mengajakmu bekerja sama dan aku harap kau tidak menolak, karena kita punya misi yang sama, ujar Sarah tanpa basa-basi lagi.
"Dari mana kau tahu kita punya musuh yang sama?? ujar pengawal itu, sengaja untuk memancing Sarah, agar membuka semua maksud dan tujuannya.
" Bukankah tadi kamu menyerang Edo, orang kepercayaan Kevin Bora?? ujar Sarah sedikit heran, dengan pertanyaan orang itu.
"Memang aku menyerangnya tadi, tapi kau sama sekali tidak tahu kenapa aku menyerang orang itu, dan bisa saja tujuan kita tidak sama, ujar pengawal itu lagi, agar Sarah semakin terpancing.
" Baik, aku akan katakan padamu apa tujuanku.!! Sebenarnya aku ingin mendekati Kevin Bora, dan menjadikan ia milikku, tapi aku ingin lebih dulu memusnahkan orang-orang yang menghalangi jalanku, dan Edo adalah orang yang harus tersingkir dari sisi Kevin, karena ia orang yang sangat melindungi Kevin dari apa pun, aku rasa penjelasan ku itu cukup untuk kau pahami, dan sekarang giliran mu memberitahu ku apa tujuanmu?? ujar Sarah, menatap serius pada pengawal itu.
"Sayangnya tujuan kita sangat berbeda, ujar pengawal itu, membuat Sarah, mengepalkan tangannya.
__ADS_1
" Maksudmu??
"Tujuanku menyerang Edo dan berniat menyingkirkannya lebih dulu, agar aku lebih mudah menghabisi Kevin Bora.
Deg
Jantung Sarah langsung berdetak kuat, mendengar pria yang di cintai nya ingin di habisi, membuat darahnya seperti berhenti, dan ia sedikit menyesal telah salah menolong orang, yang ternyata punya niat ingin menghabisi orang yang sangat ingin ia dapatkan dari dulu.
"Apa aku boleh tahu, apa alasan dan dendam mu pada Kevin, hingga kau berniat menghabisinya?? tanya Sarah, berusaha tenang, agar tidak terlihat geram pada pengawal itu.
" Aku mempunyai seorang adik perempuan, kala itu ia satu kuliah dan satu jurusan dengan Kevin Bora, mereka sangat dekat, dan karena kedekatan itu, rasa pada adikku pun tumbuh pada Kevin, dan tanpa rasa malu dan percaya diri, adikku mengungkapkan perasaannya pada Kevin, tapi Kevin sama sekali tidak menghargai perasaan adikku, meski pun ia tidak punya rasa sama sekali pada adikku, setidaknya ia tidak menghina adikku kala itu, karena malu dan sangat sakit hati adikku nekat mengakhiri hidupnya dan kami harus rela kehilangan adikku satu-satunya, dan orang tuaku yang sangat tidak bisa menerima kepergian adikku, mengalami depresi berat, dan berujung di rumah sakit jiwa sampai sekarang, dan papa ku jatuh sakit dan akhirnya meninggal menyusul adikku yang baru beberapa bulan pergi meninggalkan kami, cerita pengawal itu sangat dramatis, membuat Sarah sempat tertegun, tapi tetap saja Sarah tidak terima kalau Kevin di bunuh orang itu, dan Sarah pun mencoba memprovokasi orang itu, mencuci otaknya agar orang itu membalaskan dendamnya dengan cara lain.
Pengawal itu pun, pura-pura merespon, apa yang di katakan Sarah barusan, dan bersikap seolah tertarik dengan ide Sarah itu.
" Apa?? dan awas saja kalau kau mencoba mempermainkan ku, aku tidak akan melepaskan mu, ujar pengawal itu mengancam Sarah.
"Aku yakin ide ku bisa membuatmu puas, dan dendam mu terbalas, ujar Sarah percaya diri.
" Katakan apa itu.!! dan aku harap ide tidak buruk, dan kau memanfaatkan ku, ujar pengawal itu lagi, agar Sarah semakin yakin bahwa ia punya dendam yang besar pada Kevin.
"Kau tahu, Kevin saat ini sudah menikah, dan istrinya sedang hamil saat ini, dengan kau menghabisi istrinya sekaligus anaknya, Kevin akan merasakan sakit yang sama dengan kalian, yang kehilangan adik perempuan yang sangat kalian sayangi, dan Kevin tidak hanya kehilangan satu orang, tapi dua yaitu anaknya, dan itu bonus untuk mu, aku yakin Kevin akan sama terpuruk nya seperti kalian yang kehilangan adik perempuan mu itu, bagai mana?? apa menurut mu ide ku buruk?? ujar, Sarah besar kepala, merasa ia berhasil mencuci otak pengawal itu.
__ADS_1
Pengawal itu pun pura-pura mencerna perkataan Sarah, agar Sarah semakin percaya padanya dan termakan oleh hasutan licik Sarah, dan dengan ini Sarah akan semakin percaya, dan segala rencananya untuk menghancurkan Nona muda dan mendapatkan tuan mudanya akan ia ketahui, dan ia lebih muda menyampaikan informasi pada Edo nantinya.
"Baik, sepertinya ide mu cukup menarik, dan aku baru tahu kalau Kevin sudah menikah dan ternyata istrinya sedang hamil saat ini, dan aku pastikan kali ini, Kevin Bora akan menikmati kehancurannya, ujar pengawal itu dingin dan datar, membuat Sarah bersorak ria dalam hati, karena berhasil menghasut dan mencuci otak orang itu, dan tanpa susah payah ia menyingkirkan Gaby, dan Kevin akan sepenuhnya jadi milik Sarah. Mimpi kali yeee, arthor kepo.
"Jangan pikirkan masalah Edo, fokus saja pada istrinya Kevin, karena aku sudah membayar orang untuk melenyapkan nya, ujar Sarah, tanpa ragu memberitahu rencananya pada pengawal itu, merasa mereka sudah satu tim untuk mewujudkan misi mereka masing-masing.
" Benarkah?? ujar pengawal itu pura-pura kaget.
"Tentu, dan kau tak perlu pusing lagi urusan mengenai Edo, karena itu adalah bagian ku, ujar Sarah lagi merasa bangga.
" Hebat, aku tidak menyesal telah bertemu denganmu, dan aku yakin kita akan berhasil, aku akan menghabisi wanita itu, agar Kevin Bora merasakan bagai mana sakitnya kehilangan orang yang di sayangi, ujar pengawal itu bersikap geram agar terlihat benar-benar memiliki dendam yang besar pada Kevin.
Sarah yang mendengar ucapan orang itu, tersenyum licik, ia merasa begitu mudah mengelabui orang itu, dan rencananya akan berjalan mulus, dan Kevin tidak akan tahu perbuatannya di balik layar, dan ia akan terus bersikap manis di hadapan Kevin agar, Kevin tidak curiga sama sekali, batinnya bersorak senang, menghalalkan ia menikah dengan Kevin.
"Berhayal lah Nona, ternyata kau sangat bodoh, kau mengira sudah berhasil membodohi ku, dan kau sangat berharap menjadi Nona muda kami, mimpi mu terlalu jauh, dan kau belum tahu dan melihat sisi gelap tuan muda, kalau kau tahu, kau pasti akan menyesal telah berhayal dan berharap terlalu jauh, karena tuan muda bukanlah laki-laki yang mudah tahluk dengan wanita seperti anda, bahkan Nona muda yang sudah jadi istrinya saja sempat jadi korban kekerasan tuan muda, tapi aku ucapkan untuk anda Nona selamat datang di neraka mu, dan selamat bergabung sebagai rekan terbaikmu, batin pengawal itu tersenyum sinis pada Sarah, yang larut dalam hayalannya.
Bersambung.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthor
__ADS_1