
"Sayang, mama sama papa minta maaf, sudah menjadikanmu korban keserakahan kami.! ujar Bita menangis pilu.
" Benar sayang, maaf untuk waktu dan pengorbanan yang begitu mahal untuk kamu bayar karena perbuatan kami.! ujar Alvaro juga.
"Mah, Pah, aku sudah memaafkan kalian, dan aku tidak hidup dengan baik Mah, mas Kevin nggak pernah menyiksaku, aku justru hidup begitu baik, layaknya seorang putri, bohong Gaby, tak mau suaminya tersudutkan dan merasa bersalah karena pernah menyiksanya, ia takut suaminya akan berbuat seperti waktu itu, menghukum dirinya sendiri.
Deg
Jantung Kevin berdebar kuat, mendengar ungkapan istrinya yang berbohong pada orang tuanya.
"Tapi nak, kami, _
Ucapan mamanya Gaby pun terputus, karena Gaby langsung menjawab dengan cepat, dan Gaby tahu apa yang mau mamanya katakan.
" Apa yang kalian lihat itu tidak benar, semua rekayasa yang dibuat mas Kevin, agar mama sama papa, merasa sakit saat, melihat itu, ujar Gaby, menatap suaminya dalam, ia tahu suaminya pasti tidak terima ia menutupi perbuatan kejam suaminya dulu.
Dada Kevin pun semakin sesak, sungguh ia tidak menyangka istrinya menutupi perbuatan kejam nya dulu, mengapa Gaby harus menutupi itu semua dari mereka?? begitulah pertanyaan di hati Kevin saat ini.
Kevin pun semakin merasakan betapa besar cinta istrinya padanya, hingga hingga Gaby menutupi itu semua, membuat Kevin semakin merasa bersalah dan menyesali perbuatan nya, dan sampai kapan pun Kevin akan membahagiakan Gaby, itulah janji Kevin.
Bita dan Alvaro pun saling pandang, merasa ada yang ditutupi Gaby, tapi mereka yakin Gaby pasti punya alasan dengan perkataanya itu.
"Tapi, bagai mana pun juga mama sama papa, harus minta maaf padamu, setidaknya itu bisa membuat kami lega, karena kamu sudah jadi korban keserakahan dan ketamakan kami, kami lupa diri harta dan jabatan membutakan mata hati kami, kami menyakiti sahabat kami sendiri, ujar Bita, yang menangis menundukkan kepalanya, rasa penyesalannya begitu besar, namun saat melihat Kevin begitu perhatian dan menyayangi Gaby, hingga berusaha mempertemukan dan memperbaiki hubungan mereka, sudah membuktikan kalau Kevin begitu besar menyayangi putri mereka, dan sudah bisa memaafkan kesalahan yang mereka lakukan dulu.
"Mama mu benar nak, tidak bisa kita pungkiri, kesalahan kami di masa lalu tidaklah perbuatan yang kecil, tapi kami sudah menghancurkan segalanya, tapi apa yang kami dapat?? kami menabur luka, dan menanamkan dendam yang besar pada mereka, hingga kami mendapat ganjaran yang setimpal dari buah perbuatan kami, untuk itu jangan menolak permohonan maaf kami sayang, agar kami tidak hidup dalam beban rasa bersalah, yang sulit kami lupakan dalam hidup kami, ujar Alvaro pada Gaby, malu pada putrinya yang punya hati yang besar, tidak menyimpan dendam, dan bisa memaafkan segalanya.
"Sudahlah Alvaro, kalian jangan membuat menantuku jadi pusing dengan omongan yang nggak penting itu lagi, sekarang kita sudah berkumpul, apa lagi yang perlu kita bahas, aku nggak mau ya kalau menantuku stres karena omong kosong mu itu, karena kali ini aku nggak akan mengampuni mu, kalau sampai menantuku jadi menangis karena mu, dan akan ku lempar kau ke kutub utara dan menanam jagung di sana.! ujar Bora, membuat mereka semua saling pandang, berpikir, apakah di kutub utara bisa menanam jagung??
Ayuma yang mendengar perkataan suaminya pun, menepok jidat, bisa-bisanya suaminya bercanda padahal semuanya dalam situasi serius, dan haru, hingga membuat mereka semua tersenyum karena ucapan Bora yang ngelantur itu.
"Kau itu ya, kenapa aku punya sahabat yang bego kayak kamu, sejak kapan di kutub utara bisa menanam jagung?? ujar Alvaro yang juga mengatai Bora bego.
" Yah itu deritamu, siapa tahu aja kalau kamu menanam jagung di sana, jagung nya tumbuh dan berbuah mirip dengan wajahmu, kan bisa jadi temuan baru bukan?? ujar Bora lagi nggak mau kalah, semakin membuat Alvaro kesal, dan membuat mereka tertawa lucu, membayangkan jagung yang menyerupai wajah Alvaro.
__ADS_1
"Wajah tampan begini kau katai mirip jagung.!! yang iya wajah kamu itu, yang nggak seberapa itu.!! ujar Alvaro lagi membalas ejekan Bora.
" Hei!.!! apa kau lupa, saat kita kuliah dulu, aku rebutan para wanita cantik dan seksi, sampai-sampai aku pasang 2 atau 3 untuk aku kencani dalam sehari.!! ujar Bora lagi masih menentang ejekan Alvaro.
"Cih.!! itu kan hanya karena mereka tidak punya mata yang jelas, saat melihat mu, dan mereka nggak tahu kalau kamu itu play boy cap kecoak.!! ujar Alvaro lagi, yang tetap nggak mau kalah.
" Oh, jadi Daddy itu dulu play boy ya?? ujar Ayuma yang pura-pura kesal mendengar cerita masa muda suaminya itu.
Bora yang mendengar istrinya bicara sambil memicingkan matanya, menelan ludahnya kasar, menggaruk tengkuknya yang tak gatal, tersenyum kikuk, melihat mereka semua, dan melotot tajam pada Alvaro yang tersenyum mengejek padanya.
"Ini semua gara-gara kamu, kan aku jadi keceplosan.!! ujar Bora pada Alvaro, sambil menunjuk jarinya pada Alvaro yang menampilkan senyum kemenangan.
Melihat sikap mereka yang bercanda dan membuat suasana lebih berwarna, mereka pun tertawa lepas, mendengar cerita konyol dua pria paru baya itu, Gaby pun sampai meneteskan air mata haru, bahagianya saat ini tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata, melihat keluarga mereka berkumpul dan akur, adalah harapan Gaby, sebelum ia melahirkan buah hatinya, karena ia ingin anaknya saat lahir, di kelilingi keluarganya dan yang menyayangi nya.
Kevin yang melihat istrinya menghapus sisa air matanya, ikut merasakan apa yang sedang di pikirkan istrinya itu, ia pun mengenggam tangan Gaby erat, sebagai bukti ia juga sangat bahagia saat ini.
Gaby yang merasakan genggaman erat suaminya pun, tersenyum, ia tahu suaminya juga merasakan hal yang sama seperti nya.
"Mas... terima kasih, sudah membuat kejutan ini, terima kasih karena mas bisa tahu apa harapan dan isi hatiku.! ujar Gaby menatap Kevin dalam, dan kembali meneteskan air mata harunya.
"Ehem-ehem.! kami masih di sini loh, jangan sampai kalian melupakan itu, ujar Ayuma, menjahili putra dan menantunya.
"Apaan sih Mom?? ujar Kevin malu dan Gaby pun tersenyum kikuk.
" Sini sayang duduk dengan kami, ujar Ayuma pada Gaby menepuk tempat duduk dengan posisi di tengah antara ia dan Bita.
Gaby pun beranjak, menuruti permintaan ibu mertuanya itu, dan duduk di tengah-tengah dua wanita yang ia sayangi.
"Apa cucu Mommy baik-baik saja?? tanya Ayuma seraya mengelus perut buncit Gaby.
" Baik Mom, dia juga sangat sehat dan aktif, jawab Gaby sambil tersenyum hangat pada Ayuma.
"Apa kamu masih suka ngidam sayang?? tanya Bita juga, mereka sangat antusias menantikan cucu mereka, yang akan menjadikan mereka menjadi seorang nenek nantinya.
__ADS_1
" Terkadang sih mah, tapi nggak terlalu sering lagi, mungkin karena umur kandungan Gaby sudah masuk bulan ke tujuh, ujar Gaby memberitahu.
"Apa Kevin memenuhi ngidam yang kamu mau?? tanya Ayuma sambil menatap Kevin dengan sorot mata yang mengintimidasi.
Gaby yang di tanya begitu pun tersenyum pada Kevin, yang terlihat gelisah karena tatapan mommy nya, dan Gaby pun jadi ingin sekali menjahili suaminya kali ini, dan ini kesempatan pikir Gaby karena bisa melapor dan mengadu pada dua ratu yang mendampinginya saat ini.
"Nggak semua sih Mom, dan pernah satu kali, Gaby sampai kesal karena mas Kevin nggak mau menuruti permintaan Gaby.! ujar Gaby sambil membuat wajahnya selesu mungkin agar aktingnya terlihat meyakinkan.
Ayuma dan Bita pun langsung menatap Kevin horor, tatapan yang ingin menelan nya hidup-hidup, membuat Kevin menelan ludahnya kasar, dan menatap kesal pada Gaby, yang menampilkan senyum kemenangan.
"Suami macam apa kamu.!! istri ngidam saja nggak bisa kamu penuhi.!! Ayuma.
" Kalau sampai cucu ku ileran karena kamu nggak memenuhi keinginan istrimu, mama tidak akan mengampuni mu.!! Bita.
Dua ratu kebesaran itu pun mengguncang mental Kevin, ternyata wanita sangat menakutkan pikir nya, apa Dady dan papa mertua juga mengalami ini sebelum nya, pikir Kevin yang tak bisa berkutik saat ini, apa lagi ia semakin kesal karena istrinya sengaja mengadu, dan menyudutkannya pada dua ratu yang mengintimidasi nya saat ini.
"Itu nggak benar Mom, Gaby berbohong, aku nggak pernah melewatkan apa pun yang dia mau.!! ujar Kevin membela diri.
" Apa kau kira mommy percaya?? ujar Ayuma.
"Sungguh Mom, Kevin nggak bohong kok.! ujar Kevin lagi yang semakin tersudutkan.
" Sebagai hukuman Gaby akan bersama kami selama satu minggu, ujar Bita, dan di angguki Ayuma.
"Tidak.! jangan menjauhkan aku dengan istriku Mah, Mom, ujar Kevin memohon.
" Nggak.!! mommy dan ibu mertuamu yang akan menjaga Gaby selama satu minggu, dan itu sudah jadi keputusan final, ujar Ayuma membuat Kevin bungkam.
"Dad, Pah, bantu dong, bilang sama mommy dan mama, masa aku harus tidur sendiri, ini namanya nggak adil.!! ujar Kevin, memohon pada kaumnya agar membantunya dari kecaman para ratu kebesaran itu.
Ayuma dan Bita yang mendengar Kevin memohon pertolongan pada suami mereka, secara serentak para ratu kebesaran itu melotot tajam pada Alvaro dan Bora, seolah mengatakan, berani macam-macam, awas kau.!!
Tatapan tajam dari dua ratu itu pun membuat Bora dan Alvaro ciut, lalu mereka pun menatap Kevin, serentak mengangkat bahu mereka seolah mengisyaratkan pada Kevin, itu derita Lo, memang kami punya nyawa berapa?? begitulah kira-kira, membuat Kevin lesu dan geram, karena ternyata Daddy dan Papa mertuanya, nggak punya mental pada dua ratu kebesaran itu, selamat menikmati hari kesepian mu, Kevin.! batinnya memberi selamat pada dirinya sendiri, karena ia juga nggak punya nyali menghadapi dua ratu yang masih menatapnya dengan sorot mata tajam, tapi tidak dengan istrinya yang tersenyum dan bergelayut manja, di tengah-tengah ratu kebesaran itu, membuat Kevin, semakin kesal.
__ADS_1
Bersambung.
Salam Author 🙏🙏🙏