
Kevin bangun lebih awal dari Gaby, ia sengaja tak membangunkan Gaby, namun sejenak ia menatap lekat wajah lelah Gaby , melihat wajah damai istrinya itu hati Kevin menghangat, berharap hubungannya dengan istrinya segera membaik, dan ia akan membahagiakan Gaby selamanya.
Setelah puas menatap wajah istrinya, Kevin pun masuk ke kamar mandi, dan ia harus cepat bersiap agar Gaby tidak curiga.
Namun belum juga Kevin selesai mandi, Gaby sudah terbangun dari tidurnya, saat mendengar percikan air dari kamar mandi.
Dilihatnya Kevin sudah tak ada di sofa, dan ia yakin Kevin sedang di kamar mandi, Gaby pun beranjak dari ranjang tidurnya, dan merapikan ranjangnya, lalu melipat selimut yang di pakai Rafa tidur di sofa.
Gaby sempat termenung sebentar, membayangkan Kevin tidur di sofa, sementara ia tidur di ranjang yang empuk, tapi Gaby tak bisa berbuat banyak, karena itu adalah pilihan suaminya.
Saat Kevin keluar dari kamar mandi, ia terkejut saat melihat tempat tidur sudah kosong, dan itu pertanda istrinya sudah bangun.
Melihat pakaian kantornya sudah di siapkan Gaby di atas ranjang, Kevin sempat tersenyum senang, meski pun hubungannya tidak baik saat ini, tapi Gaby masih mau menyiapkan dan memperhatikan kebutuhannya, namun Lagi-lagi ia teringat pesan Edo, agar tetap cuek dan bersikap biasa aja, agar Gaby semakin serba salah.
Setelah selesai dengan pakaian kantornya, Kevin pun turun dengan menenteng tas kerjanya. Saat menuruni anak tangga, tatapan Kevin menangkap sosok istrinya yang sedang mempersiapkan sarapan pagi di meja makan.
"Sudah mau berangkat??
" Hm, sahut Kevin hanya berdehem.
"Sarapan dulu, ucap Gaby pelan.
" Aku sarapan di kantor saja, ucap Kevin dan berlalu.
Gaby pun menatap punggung Kevin yang semakin jauh dari tatapannya, lalu ia menatap sarapan pagi yang tidak tersentuh suaminya itu, membuat gaby, semakin merasa aneh dengan sikap kevin.
Gaby pun tak habis, akal, ia mengambil tempat bekal makanan, dan berencana akan mengirimkan makanan itu ke kantor kevin.
Setelah selesai, Gaby membawa bekal makanan itu keluar mansion, dan memanggil seorang supir untuk mengantarkan makanan itu.
"Pak Jo.!!
" Iya Nona, sahut pak Jo dan berjalan ke arah Gaby.
"Apa bapak bisa mengantarkan ini ke kantor kevin??
" Aduh, maaf sekali Nona, bukannya saya tidak mau, tapi tuan tadi menyuruh saya untuk melakukan pekerjaan yang lain, ucap pak Jo tak enak hati.
"Oh, ya sudah pak, nggak apa-apa kok, ucap Gaby.
" Maaf ya Non, saya nggak bisa bantu, tapi kenapa tidak Nona saja yang mengantar?? ucap pak Jo menghentikan langkah Gaby yang ingin masuk ke mansion.
"Apa kalau saya antar, Kevin tidak akan marah pak??
" Mana ada seperti itu Nona, tuan pasti sangat senang kalau istrinya sendiri yang mengantar makanan itu, ucap pak Jo, membuat Gaby bimbang.
"Saya hanya takut pak, dan kedatangan saya akan menganggu nanti, ucap Gaby takut.
__ADS_1
" Jangan berpikir negatif dulu Nona, dan Nina belum mencoba, ucap Pak Jo meyakinkan Gaby.
"Yah sudah kalau begitu pak, saya bersiap dulu, dan saya akan mengantarkan bekal makan ini ke kantor, ucap Gaby, dan pak Jo mengangguk senang.
Gaby pun masuk ke kamarnya, mengambil baju dan menganti pakaiannya, dress selutut dan berwarna Navi sangat cocok di kenakan Gaby, dan terlihat perutnya sudah sedikit membuncit.
Di tatapnya tampilannya di cermin, dan ia pun mengelus perutnya, dan memoles sedikit wajahnya dan ia semakin terlihat cantik walau dengan make up tipis, dan terlihat natural.
"Kita akan ke kantor papa nak, apa kamu senang?? ucapnya seraya mengelus perutnya yang mulai membuncit itu, bicara pada calon baby nya.
Gaby pun turun dari kamarnya, saat ia sudah berada di bawah, para pelayan menatap heran dengan penampilan Nona muda mereka yang sangat cantik, membuat mereka bertanya-tanya, mau kemana Nona mereka pagi ini.
"Nona mau kemana??
" Eh, Bik saya mau ke kantor kevin, mengantar bekal makanan ini, tadi dia tidak sempat sarapan dan terburu-buru.
"Ahh, tuan pasti senang anda datang ke kantor Nona, dan saya berharap Nona dan tuan cepat berbaikan ya, ucap pelayan itu, membuat Gaby terdiam, berpikir bahkan para pelayan pun memperdulikan hubungannya dengan kevin.
" Saya pergi dulu ya Bik, ucap Gaby, tak menjawab ucapan pelayan itu, tapi ia juga berharap hubungannya dengan kevin juga baik-baik saja.
Gaby pun masuk ke dalam mobil, dengan supir yang lain, dan ia meminta pada sopir itu membawanya ke kantor suaminya.
"Kita ke kantor ya pak.!
" Baik Non, sahut sopir itu sopan dan melakukan mobilnya dengan perlahan, keluar dari area mansion.
Tak lama mereka pun tiba di kantor Kevin, supir yang membawa Gaby pun membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Gaby keluar.
"Silahkan Nona.
" Terima kasih pak, bapak tunggu saja ya, saya hanya sebentar tidak lama kok, hanya menyampaikan bekal makan ini, ucap Gaby.
"Tentu Nona, apa Nona perlu saya antar??
" Tidak pak Terima kasih, sahut Gaby sopan.
Gaby pun berjalan menuju meja resepsionis, langkah yang anggun dan begitu cantik, membuat semua orang menatap kagum pada Gaby.
"Selamat pagi
" Selamat pagi Nona, ada yang bisa saya bantu?? sahut karyawan tersebut.
"Pak Kevin nya ada ya??
" Ada Nona, kalau boleh tahu ada keperluan apa ya??
"Saya hanya mau mengantar bekal makanan, ucap Gaby, dan karyawan wanita itu pun menatap bekal yang ada di tangan Gaby.
__ADS_1
" Oh, kalau begitu Nona langsung saja ya, ruangan beliau di lantai 30, ucap karyawan wanita itu sopan, ia yakin wanita yang di hadapannya bukan wanita sembarangan, kalau ia melarang masuk, dan wanita itu adalah wanita yang berharga bagi bos nya, bisa-bisa ia di tendang dari kantor itu, lebih baik cari aman pikirnya.
"Terima kasih ya, ucap Gaby lembut, dan berjalan menuju lift untuk ke lantai 30.
Tak lama lift pun terbuka dan Gaby sudah berada di lantai 30, dan tatapannya langsung tertuju pada ruangan CEO, dan seorang sekretaris sudah stand by bekerja di luar ruangan CEO itu.
"Selamat pagi
" Selamat pagi ibu, sahut sekretaris itu sopan, karena ia tahu siapa Gaby, dan ia tidak boleh bersikap tidak sopan.
"Pak kevin ada??
" Ada Buk, ibu langsung saja masuk, sahut sekretaris kevin yang bernama Laura itu.
"Terima kasih, sahut Gaby, berjalan masuk ke ruangan Kevin.
Saat pintu ruangan Kevin terbuka, ketepatan Edo mau keluar dan ia sangat terkejut melihat Gaby ada di kantor sepagi ini.
" Eh Nona Gaby, ucap Edo dan berbalik menatap pada Kevin dengan mengedipkan matanya, pertanda skenario kedua berjalan lancar dan sukses.
"Silahkan Nona, ucap Edo berlalu pergi keluar dari ruangan Kevin dengan senyum merekah, ia senang karena idenya ternyata cukup berhasil.
" Maaf kalau aku menganggu, ucap Gaby berjalan mendekati meja Kevin.
"Kenapa tak menghubungiku kalau mau ke kantor??
" Aku hanya mau mengantar ini, kamu tadi nggak sempat sarapan, ucap Gaby, membuat hati Kevin berbunga-bunga, ia sangat senang istrinya datang mengantar makanan ke kantornya.
"Oh, Terima kasih sudah repot mengantarkan makanan untuk ku, ucap Kevin menerima bekal makan itu dari Gaby.
"Di makan ya, kalau begitu aku pergi dulu, ucap Gaby canggung.
" Kau tak ingin menemaniku sarapan??
Gaby hanya diam dan menatap intens mata Kevin, apakah Kevin tidak sedang bercanda, memintanya untuk menemani sarapan.
"Kalau kau keberatan, tidak apa-apa kok, ucap Kevin pura-pura kecewa.
" Baiklah, aku temani, dan setelah itu aku akan pulang, ucap Gaby tak bisa menolak permintaan Kevin.
Gaby pun mengambil bekal makanan itu, dan membawanya ke meja sofa, dan menata makanan itu, lalu ia meletakkan di depan Kevin.
Kevin pun mengambil makanan itu, dan ia sangat menikmati sarapan paginya, dan ia memang sudah sangat lapar tadi, tapi karena rencana mereka dan Edo, ia rela meninggalkan sarapan paginya di mansion, dan sepertinya Gaby sudah mulai melunak, pikirnya.
Bersambung.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
__ADS_1
Salam Arthor.