BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
55. Makan Siang Spesial.


__ADS_3

"Gila kamu Do.!! ku saya kira tadi kamu mau menabrak wanita gila itu beneran.!!


" Itu trik saya tuan muda, ular betina itu harus di kasih pelajaran, biar punya rasa malu, dan saya yakin, semua orang menatapnya aneh dan mengira dia gila tadi.!!


"Ya, kau benar, tapi aku suka gaya mu tadi, kita bagai di arena balap tadi.!


" Terima kasih tuan muda, saya melakukan itu karena saya tidak mau nona Gaby salah paham pada anda.!


"Kau benar Do.! aku juga tidak mau membuat Gaby jadi kepikiran, dan stres karena situasi ini, apa lagi Gaby sedang hamil, dan mood nya sering nggak jelas gitu, kadang lembut, kadang marah-marah, dan yang paling membuat saya tak bisa apa-apa kalau Gaby sudah ngambek, dunia rasanya berhenti.!


" Anda yang sabar tuan muda, dan saya sangat senang melihat nona dan tuan sudah akur dan berbaikan, apa lagi sekarang ada Dinda yang menemani nona, pasti nona senang karena ada teman ngobrol.!


"Carilah pasangan Do, biar kamu tahu rasanya punya istri, kau tahu punya istri itu ternyata enak, ada yang merhatiin, ada yang ngurus, yah meski aturannya bertambah, tapi menyenangkan.!!


" Kalau masalah pasangan, saya belum ada pikiran ke arah situ tuan muda, dan saya yakin, kalau sudah waktunya, pasti akan terwujud.


"Terwujud jadi batu iya, punya pacar aja nggak, ngomong terwujud, huhh.!!


" Bagai mana saya mau cari pacar tuan, waktu senggang saja hanya tidur, selebihnya bekerja.!!


"Eh.!! jangan bilang saya memporsir kamu kerja ya, saya tidak melarang kamu mau pergi ke mana pun, atau pun berlibur, dasar kamu nya aja yang gila kerja.!!


Edo pun bungkam, karena apa yang di katakan Kevin benar, dia bukannya terkekang dan di larang, tapi Edo memang belum menemukan wanita yang akan menjadi jodohnya.


" Ah, aku baru ingat.! bagai mana kalau kamu pacaran sama Dinda, cantik, juga baik.


Mendengar nama Dinda, dan dengan entengnya tuan mudanya menyuruh Edo berhubungan dengan adik sepupunya, Edo merasa tak pantas dan langsung menolak dengan halus.


"Tuan jangan bercanda, itu tidak mungkin, dan saya tahu batasan saya.!


" Siapa yang bercanda.?? lagian aku tidak melihat sisi kasta Do, dan kamu bukanlah orang lain bagiku, apa kau lupa.??


"Tidak tuan, tapi, _


" Tidak ada tapi-tapian, aku akan bicarakan soal ini pada Dinda, dan kamu jangan membantah.!!


Edo pun tak bisa berkutik, dan pasrah saja, berdoa mudah-mudahan Dinda menolak, dan benci padanya. Sebenarnya Edo senang karena tuan mudanya memikirkan masa depannya, tapi Edo tak mau di anggap memanfaatkan keadaan, dan merubah statusnya menjadi bagian keluarga besar Bora.


Tak berapa lama pun, mereka pun sampai, Kevin dan Edo pun turun, namun Edo sebelum masuk sempat memohon pada Kevin agar mengurungkan niatnya, dia nggak mau Dinda beranggapan kalau Edo yang meminta pada Kevin agar Dinda mau jadi pasangan nya.

__ADS_1


"Tuan muda, saya mohon jangan bicarakan soal tadi pada Dinda, saya tidak mau Dinda berpikiran saya laki-laki yang tidak jentle, kalau tuan muda memang mengijinkan saya berhubungan dengan Dinda, biarkan saya yang berusaha mengambil hatinya, dan tanpa ada rasa paksaan.!!


"Baik.! aku pegang ucapan mu, dan aku memberi mu waktu satu bulan, kalau tidak berhasil, aku akan langsung menikahkan kalian, dan tidak ada penolakan.!! bagai mana, kau setuju.??


" Baiklah tuan, saya setuju, setidaknya itu lebih baik.!


"Bagus, ayo masuk, istriku pasti sudah menunggu.


Kevin pun berjalan lebih dulu, dan di susul Edo dari belakang, Kevin tersenyum bahagia saat melihat istrinya berdandan cantik menyambutnya, sibuk merapikan makanan di meja makan.


" Jangan terlalu lelah sayang.!


"Eh mas, udah datang rupanya.! tersenyum manis, dan hatinya pun berbunga-bunga, suaminya memanggilnya dengan kata sayang, dan sangat lembut, membuat hati Gaby menghangat.


"Kamu cantik sayang, seperti nya ini makan siang Spesial.!


" Makasih mas, cuma makan siang biasa kok, ayo Do, duduk kita makan siang bersama, Gaby pun mengajak Edo yang tersenyum sendiri melihat kemesraan tuan dan nona mudanya itu.


"Dinda mana?? dia nggak makan siang??


" Ada, bentar lagi nyusul mas.!


"Selamat siang kak.!


" Siang, ayo makan.!


Dinda pun duduk, namun tatapannya langsung tertuju pada Edo, membuat Edo semakin tak nyaman.


"Makan yang banyak kak, jangan sungkan.! Dinda yang biasa bicara pada Edo, bersikap biasa nya, dan Dinda menghormati Edo seperti kakaknya Kevin.


Kevin menatap Edo yang gelisah dan tak nyaman, membuat Kevin ingin sekali tertawa, tapi Kevin hanya tersenyum saja, agar Edo tak malu, apa lagi ada Dinda juga.


Gaby yang melihat suaminya senyum-senyum sendiri, menatap pada Edo juga Dinda, mengira Kevin senyum pada mereka, tapi Gaby melihat Edo dan Dinda fokus dengan makanannya.


"Mas.!! ada apa, kok senyum-senyum gitu.??


" Ah, mas hanya senang, makanannya enak, apa lagi makan di temani istriku yang baik dan juga cantik, ujar Kevin sempat panik mau jawab apa, karena ketahuan senyum-senyum sendiri.


"Ooh, kirain kenapa.! makasih ya mas, tapi aku juga senang loh, karena mas sempat pulang untuk makan siang.!

__ADS_1


" Mas kan udah janji tadi, dan mana mungkin mas menyianyiakan masakan istriku yang lezat ini, dan mas, akan pulang terus makan siang, tapi kalau mas lagi ada kerjaan, mas akan hubungi kamu, biar kamu nggak mikir yang macam-macam.!


"Gitu dong, itu baru namanya suami yang baik.!


" Cie, mesranya, tapi aku bahagia kalau kakak ipar juga bahagia, ujar Dinda yang ikut senang melihat kakak dan kakak iparnya akur dan mesra begitu.


"Oh ya Din, kamu bisa kan temani Edo mengurus proyek baru itu.??


Edo reflek melotot, mendengar tuan mudanya menawarkan pada Dinda untuk ikut dalam proyek baru itu, Edo pun tak bisa membantah, dan merasa di kerjai tuan mudanya itu.


" Bisa kok kak, tapi, _


"Tapi apa.??


" Aku kan masih kakak hukum, apa kakak sudah membebaskan aku??


"Karena ini proyek penting, kakak mencabut hukuman mu, tapi ingat jangan gegabah lagi.!


" Ok, Dinda janji, makasih ya kakak.!


"Hm.!


" Kamu nggak keberatan kan Do.??


"Ah, ttidak tuan muda.!!


" Bagus berarti, besok Dinda kamu jemput, dan saya biar nyetir sendiri.!


"Baik tuan muda.!! lemas tak bersemangat, Edo merasa di permainan tuan mudanya kali inj, huh.!


" Selamat ya Din, kakak senang kamu akhirnya bisa kerja lagi, apa lagi Edo yang menjadi teman kerjamu, kakak yakin, kamu aman bersama Edo.!


"Iya kak, aku juga senang, karena kak Edo memang bisa di andalkan.!!


Mendengar pujian dari Dinda, Edo pun tersenyum tipis, ternyata Dinda termasuk wanita yang dewasa, dan tidak manja, karena tak membantah pada tuan mudanya, padahal, nggak bekerja pun Dinda tidak akan kehilangan kemewahan, dan Edo pun menilai Dinda gadis yang punya kepribadian yang mandiri.


Bersambung.


Salam Arthor๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2