BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
72. Ular Betina Masuk Perangkap.


__ADS_3

Sarah sudah tiba di gedung tua,, tempat ia melakukan perbuatan kotor dan kejahatannya.


Turun dari mobil nya, dan memangil orang-orangnya, untuk membawa Dinda ke dalam.


"Bawa wanita itu ke dalam, ikat, jangan sampai dia melarikan diri.! ujar Sarah.


Para pengawal yang menyamar pun, hanya mengangguk, lalu mereka membawa Dinda ke dalam, seperti perintah Sarah, mereka pun mengikat Dinda di sebuah kursi Kayu.


Sementara Edo dan para pengawal lainnya, mengulur waktu sedikit, agar Sarah tidak merasa curiga, mereka begitu mudah melumpuhkan Edo.


Di dalam mobil Edo menyuruh pengawal itu untuk menonjok wajahnya beberapa kali, agar terlihat adanya sedikit perlawanan, membuat Sarah akan semakin yakin dengan hasil kerja para rekannya.


Lewat setengah jam lebih, Edo dan para pengawal itu pun tiba di gedung tua itu, dan mereka membawa Edo dengan sedikit kasar dan tangan Edo sengaja mereka ikat.


Sarah yang mendengar Ada suara orang yang datang, ia pun beranjak dari tempat nya, senyumnya kembali mengembang saat melihat pemandangan di depannya.


"Lepaskan aku brengsek.!! ujar Edo pura-pura berontak.


"Prok, prok, prok, selamat datang Tuan asisten yang terhormat, ujar Sarah sambil menepuk-nepuk telapak tangannya.


" Wanita gila.! apa yang kau lakukan brengsek.!! ujar Edo, menatap Sarah tajam.


"Bukankah aku sudah mengatakan akan membalas mu?? dan kau akan berakhir di tanganku.!! ujar Sarah begitu percaya diri, bicara sangat angkuh.


" Ikat dia.!! ujar Sarah memerintah pada pengawal yang memegang Edo.


Edo pun mereka seret sedikit kasar, agar terlihat meyakinkan.


Para pengawal yang lain, pun mulai bekerja, mengamankan dua orang-orangnya Sarah, yang sengaja mereka sisakan tadi, agar Sarah tidak curiga, bahwa sekarang semua yang ada di gedung itu bukan lagi orang-orangnya, melainkan para pengawal yang di kirim Edo lebih dulu.

__ADS_1


Dinda pun pura-pura sadar, dan memperhatikan sekelilingnya, saat tatapan matanya bertemu Sarah, Dinda pun pura-pura marah dan berteriak.


"Lepaskan aku.!!


" Hahahaha, jangan bermimpi wanita j******g.!! kau bukan sedang di istana Kevin saat ini, tapi di tempat ajal maut mu.!! ujar Sarah tertawa seperti orang gila.


"Dasar wanita licik, nggak tahu malu, kau mengejar laki-laki yang tidak pernah mencintaimu, jangankan mencintai, melirik mu saja dia jijik.!! ujar Dinda sengaja menyadarkan Sarah yang tidak ada apa-apanya di mata kakaknya Kevin.


Sarah pun murka, mendengar Dinda menghina dan merendahkannya, ia pun mendekati Dinda ingin menjambak rambut Dinda, karena sudah berani menghina nya.


Namun saat tangan Sarah hampir saja menarik rambut Dinda, tiba-tiba ada tangan yang menghalanginya, dan pemilik tangan itu adalah pengawal yang menyamar sebagai rekannya.


Sarah yang melihat tangannya di halangi seseorang, menatap orang itu, dan ia pun semakin marah, saat melihat ternyata pengawal itu yang menghalanginya.


"Apa yang kau lakukan hah.!! singkirkan tangan mu, aku sudah membayar mu, dan wanita dan laki-laki itu hanya urusanku, kau tidak punya hak menghalangiku, ujar Sarah membentak pengawal itu.


Bukannya mundur atau takut, Sarah malah merasakan tangannya sakit, karena pengawal itu memutar tangan Sarah, dan menghempaskan Sarah ke tembok gedung tua itu.


"Apa yang kau lakukan brengsek.!! kenapa kau membuka ikatan nya, teriak Sarah yang semakin marah dan heran, apa lagi beberapa pengawal mendekati nya.


" Bagai mana kejutannya?? apa kau suka?? ujar Edo pada Sarah, lalu membuka penyamarannya di hadapan Sarah, membuat Sarah menatap tak percaya pada Edo yang masih hidup, lalu pandangannya pun berpindah pada pengawal yang menjadi rekannya.


"Kk kau masih hidup?? Sarah terbata saat melihat Edo dengan jelas.


" Menurutmu, apa aku semudah yang kau pikirkan akan mati.!! ujar Edo dingin, menatap tajam pada Sarah.


"Ll lalu kau, kenapa kau mengkhianati ku.!! tanya Sarah pada pengawal yang menjadi rekannya itu.


" Aku tidak berkhianat, karena aku memang bukan temanmu, tapi musuh mu.!! ujar pengawal itu, membuat Sarah semakin murka, dan menyadari bahwa ia sudah terjebak, dan masuk Perangkap nya sendiri.

__ADS_1


"Dasar wanita murahan, wanita kotor dan licik.!! kau melakukan segala cara, demi obsesi mu pada kakak ku, dan kau bahkan mencoba menghabisi nyawa kakak iparku.!! ujar Dinda berteriak geram pada Sarah, membuat Sarah menelan ludahnya kasar, dan keringat dingin pun mulai bercucuran di peluhnya, ia pun melangkah mundur, berniat ingin melarikan diri, tapi sesuatu membentur punggungnya, karena para pengawal yang lainnya, sudah menodongkan senjata pada Sarah.


Sarah pun menoleh ke belakang, melihat apa yang membentur punggungnya, matanya pun langsung mau keluar saat melihat ada beberapa senjata menghadangnya dari belakang.


"Mau lari?? dasar ular Betina.!! ujar Edo meludah jijik pada Sarah.


" Kami sudah memberi mu kesempatan saat kau bersembunyi telah melakukan kejahatan pada nona muda, tapi seperti nya, kau wanita yang haus akan ambisi dan obsesi, hingga kau tidak takut melakukan hal yang kotor.!! ujar Edo sambil memberi kode pada pengawal itu untuk membekuk Sarah.


"Lepas, lepaskan aku.!! teriak Sarah berontak saat para pengawal itu membekuk nya, dan menyeretnya dengan kasar, keluar dari gedung tua itu.


" Bawa semua orang-orangnya juga, mereka akan menikmati maut yang sesungguhnya, ujar Edo tegas.


Para pengawal itu pun, membawa para orang-orangnya Sarah, yang mereka sekap dalam satu ruangan, ada lima orang, dan menarik paksa masuk ke dalam mobil, dan akan membawa mereka ke markas.


"Lepaskan aku brengsek.!! aku akan melaporkan kalian pada Kevin, karena sudah memperlakukan aku tidak sopan.!! ujar Sarah masih punya muka, menyebut nama Kevin, sebagai ancaman pada Edo dan Dinda.


" Apa kau kira kami melakukan ini atas perintah siapa?? ini perintah Tuan muda yang sudah muak dan jijik melihatmu, apa lagi kau sudah berani membunuh istri tercinta Tuan muda,, meski itu juga adalah permainan kami.!! ujar Edo membuat Sarah merinding, antara percaya dan tak percaya dengan ucapan Edo, bahwa mereka di perintahkan Kevin untuk menangkapnya.


"Kenapa diam?? apa kau baru sadar kalau kakak ku, sangat jijik melihatmu, dan kakak ku sudah tahu perbuatan kotor mu, dan kau belum tahu dan melihat sisi gelap kakak ku, jadi nikmatilah waktu mu, dan jangan habiskan energi mu berteriak nggak jelas, karena kau masih membutuhkan itu saat kakak ku memberi mu hadiah yang indah.!! ujar Dinda yang geram, karena Sarah sangat berisik dan terus berteriak.


"Biarkan saja dia sayang, tugas kita sudah selesai, sekarang biarkan Tuan muda yang memberinya nikmatnya neraka yang di buat Tuan muda, untuk orang-orang yang sudah berani mengusik Tuan muda.! ujar Edo santai dan tersenyum pada Dinda.


" Ah kau benar sayang, aku jadi ingin tahu bagai mana ya rasanya saat kuku jarinya di cabut lalu kulitnya di kikis sampai mengelupas, ujar Dinda, membuat Sarah semakin keringat dingin, apakah Kevin benar-benar kejam dan tega, dan memiliki sisi gelap seperti yang di katakan Dinda, pikir Sarah.


"Tentu rasanya sangat menyenangkan, apa lagi saat di siram dengan air keras, pasti lebih wow, ujar Edo membumbui ucapan Dinda, dan Sarah pun langsung menatap jari-jarinya, lalu kulitnya, membayangkan semua yang di katakan Edo dan Dinda, apa lagi air keras, itu membuat Sarah merinding.


Edo dan Dinda pun tersenyum melihat wajah ketakutan Sarah, dan mereka lega karena Sarah sudah dalam genggaman mereka, dan untuk selanjutnya mereka serahkan pada Kevin, yang akan menentukan bagai mana nasib Sarah selanjutnya.


Bersambung.

__ADS_1


Salam Author 🙏🙏🙏


__ADS_2