
Edo yang kesal karena baru bertemu siluman ular betina, masuk ke ruang rawat Kevin, dan saat ia masuk ia melihat tuan dan Nona mudanya sama-sama melamun, tapi saat melihat wajah murung Gaby Edo sudah bisa menebak, pasti siluman ular itu sudah merusak pagi tuan dan Nona mudanya, "Dasar wanita tak punya malu", batin Edo semakin geram pada Sarah.
" Selamat pagi tuan muda, sapa Edo membuat Kevin dan Gaby tersentak dari lamunan masing-masing.
"Ah, selamat pagi Edo, sahut Kevin terlihat kikuk, karena Edo mendapati mereka saling melamun.
" Bagai mana keadaan tuan muda, apa anda sudah lebih baikan??
"Yah, begitulah Edo, mungkin karena di urus istri jadi sembuhnya lebih cepat, ujar Kevin sengaja, memancing respon istrinya.
Namun ucapan Kevin sama sekali tak di hiraukan Gaby, malahan Gaby mengajak Edo bicara tanpa menoleh sedikit pun pada suaminya.
" Kamu sudah sarapan Do?? tanya Gaby serta tersenyum manis pada Edo.
Edo yang melihat sikap tuan dan Nona mudanya seperti bertolak belakang, jadi bingung sendiri, padahal tadi tuan mudanya seperti sengaja mengatakan hal yang membuat Nona mudanya tersanjung, tapi tidak di respon sama sekali, justru Nona mudanya bertanya padanya, membuat Edo jadi serba salah.
"Saya sudah sarapan Nona, sahut Edo sedikit tak enak hati.
" Apa kamu bisa mengantarku nanti?? tanya Gaby lagi, dan Edo masih diam dan menatap tuan mudanya, karena dia tidak tahu kemana Nona mudanya minta di antar.
"Kamu mau kemana?? tanya Kevin yang tak tahan karena istrinya hanya bicara pada Edo dan tak ingin melihat ke arahnya.
" Kamu bisa kan Edo?? tanya Gaby lagi pada Edo, tak menjawab pertanyaan suaminya.
Edo yang serba salah, semakin bingung melihat sikap ke dua orang yang ia hormati itu, di jawab salah, nggak di jawab salah, apa lagi tatapan tajam tuan mudanya, seolah mengisyaratkan agar tidak menjawab pertanyaan Nona mudanya itu.
"Edo tidak akan menjawab mu sebelum kamu kasih tahu tujuan kamu ke mana, uang Kevin, semakin tak suka istrinya mengabaikannya.
__ADS_1
" Aku kan bertanya pada Edo, memangnya pertanyaan ku itu, pertanyaan polisi, hingga Edo takut menjawab ku?? ujar Gaby membuat Kevin menelan ludahnya kasar, apa lagi suara Gaby sedikit meninggi.
"Tapi Edo tidak akan mengantarmu ke mana pun, kalau aku tidak memberi izin untuk itu, ujar Kevin membuat Gaby menatap tajam kearahnya.
" Oh ya sudah, kalau aku tidak boleh kembali ke mansion, aku akan cari rumah kontrakan untukku, ujar Gaby membuat Kevin menyahut cepat tak terima istrinya tinggal di kontrakan.
"Tidak.!!
" Apanya yang tidak, ujar Gaby semakin gencar menjawab Kevin.
"Aku tidak mengizinkan kamu mencari kontrakan, ujar Kevin membuat Gaby semakin geram.
" Lalu aku harus ke mana, ke mansion kan tidak kamu izinkan, ujar Gaby lagi, semakin membuat Kevin serba salah.
"Tadi kan kamu nggak bilang mau di antar ke mansion, makanya aku jawab begitu tadi, tapi kamu langsung berpikir aku tidak mengizinkanmu kembali ke mansion, malah bilang mau cari kontrakan, ujar Kevin membela diri.
" Baiklah Nona, saya akan mengantarkan anda ke mansion, apa ada sesuatu yang Nona ingin ambil dari mansion?? tanya Edo dan sengaja membuka suara, perdebatan pagi itu berakhir, dan Edo pusing karena setiap tuan dan Nona mudanya bicara, Edo harus melihat bolak balik kadang ke kiri dan ke kanan.
"Apa.!! tidak bisa, kamu nggak akan pergi ke mana pun kalau begitu, dan kamu Edo, jangan pernah mengantar istriku ke mana pun bila tak ada izin dari ku, ujar Kevin kesal, dan dadanya panas mendengar ucapan istrinya yang berharap bertemu pria tampan di Mall dan mentraktir nya.
" Siap tuan, sahut Edo cepat, agar Nona mudanya juga paham, bahwa ia di bawah perintah sangat tuan muda, dan itu adalah mutlak, apa lagi ini soal Nona muda, mana berani Edo membantah pada tuan mudanya.
"Oh begitu ya?? aku nggak kamu izinkan pergi, tapi kamu boleh di datangi wanita yang jelas-jelas mencari perhatian dari mu,dan jangan kira aku bodoh tidak bisa melihat tatapan wanita itu, yang sangat mendamba mu, ujar Gaby, tak tahan lagi, mengeluarkan unek-uneknya, namun Kevin justru tersenyum senang, karena Gaby cemburu pada Sarah.
"Ohhh, jadi kamu cemburu ceritanya?? ujar Kevin menggoda istrinya yang ternyata cemburu pada Sarah, dan itu pertanda istrinya tidak ingin ia berpaling pada wanita lain.
" Siapa yang cemburu?? aku hanya tak suka pada wanita itu, melihat kamu wanita itu tersenyum lebar dan tebar pesona, tapi saat melihatku wajah sinis dan tatapannya tajam, dan itu sudah jelas buatku, kalau wanita itu menyukaimu, padahal ia tahu aku siapa bagimu, ujar Gaby yang semakin kesal.
__ADS_1
"Memangnya siapa??
" Istrimu lah.!! ujar Gaby dengan suara yang sedikit meninggi, membuat Edo terlonjak karena kaget.
"Lalu aku?? ujar Kevin lagi sengaja, ingin mendengar jawaban istrinya.
" Sudah jelas kamu suamiku.!! ujar Gaby lagi, tapi sedetik kemudian ia jadi malu sendiri karena Kevin tersenyum senang, dan mudah terpancing karena geram dan cemburu, hingga reflek menjawab pertanyaan Kevin.
"Terima kasih, aku lega mendengar ungkapan mu barusan, itu artinya kamu tidak mau aku di dekati wanita lain kan, dan justru sebaliknya aku, aku juga tidak suka kamu dekat pria lain, apa lagi seperti yang kamu bilang tadi, berharap ada pria tampan mentraktir mu di Mall, jangan kan mentraktir mu, menatap mu saja lebih dari sedetik, aku akan membuatnya tidak melihat matahari terbit lagi, ujar Kevin, dan Gaby lega mendengar ungkapan suaminya.
"Aku tahu Sarah memang menyukaiku, dan itu bukan karena kami baru bertemu, dia itu teman satu sekolahku dulu, dan dari kami masa sekolah, Sarah sudah lama menaruh hati padaku, tapi aku tidak pernah merespon perasaannya, kalau aku memang suka padanya, sudah dari dulu aku menjadikannya kekasih dan istriku, ujar Kevin, membuat Gaby terdiam dan tertunduk malu.
" Sarah itu wanita yang nekat, aku sendiri terkejut saat melihatnya tadi, tapi karena aku tahu betul bagai mana Sarah, aku pura-pura bersikap tenang dan baik, karena aku tak ingin Sarah justru mengincar mu, ujar Kevin lagi.
"Untuk menghancurkan dan menggagalkan rencana licik seseorang, kita harus mengikuti permainannya, dan aku harap kamu paham apa maksudku, dan aku tidak ingin terjadi sesuatunya padamu, karena Sarah wanita yang berbeda dari yang lainnya, ia selalu bisa mendapatkan apa pun yang ia mau, walau dengan cara kotor, ujar Kevin, membuat Gaby tak percaya.
" Anda benar tuan muda, saat di lobi tadi pun wanita itu jelas-jelas langsung mengatakan pada saya kalau ia akan berusaha untuk mendapatkan anda, bahkan wanita itu mengancam saya, kalau saya menghalangi jalannya, ujar Edo membuat Gaby semakin merinding.
"Kamu sudah dengar apa yang Edo katakan barusan?? Sarah sangat terobsesi padaku, jadi kamu bersikap biasa saja, aku yakin ia akan menargetkan kamu, agar misinya berjalan baik, mulai sekarang harus lebih berhati-hati, kalau mau keluar, jangan sendiri, dan usahakan selalu meminta pengawal menjagamu, ujar Kevin dan Gaby mengangguk setuju.
"Perketat penjagaan dan kamu juga harus lebih berhati-hati, ujar Kevin pada Edo.
" Siap tuan muda, anda jangan khawatir Nona akan terus di awasi para pengawal kita, ujar Edo paham.
Gaby yang mendengar ucapan Kevin, sangat tak menyangka Sarah wanita yang sadis, padahal sudah begitu lama dan usahanya untuk mendapatkan Kevin masih saja terobsesi, padahal ia sudah jelas-jelas tahu, Kevin sudah menikah, tapi kenapa masih saja berharap dengan yang tak pasti, batin Gaby tak habis pikir.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthor