BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
35. Si Wanita Penggoda.


__ADS_3

Mendapat informasi masi dari orang suruhannya, Kevin yang akan pulang dari rumah sakit membuat Sarah tersenyum cerah, karena ia berniat menemui kevin dan menunjukkan kepeduliannya pada Kevin, agar Kevin menilainya baik dan perhatian. Dengan demikian Kevin akan tertarik padanya dengan caranya yang selalu membuat Kevin kagum dan salut.


Sarah yang begitu bersemangat, sengaja merias diri sangat elegan dan berkelas, gaun yang di kenakan nya sedikit terbuka, berpikir Kevin akan memuji dan lebih tertarik dengan tampilannya yang menggoda, di bandingkan dengan istri Kevin yang berpenampilan biasa saja, dan begitu polos, Sarah sangat percaya diri Kevin akan tergoda dengan melihatnya dengan penampilan yang begitu memanjakan mata para lelaki.


Dengan langkah se anggun mungkin Sarah berjalan dan terlihat angkuh, melewati banyak orang yang lalu lalang di rumah sakit tersebut, dan menuju kamar perawatan Kevin.


Senyum Sarah mengembang, ia menghalalkan Kevin akan tercengang melihat penampilan nya yang wow menurut Sarah, dan dengan percaya diri ia pun masuk ke dalam ruangan itu tanpa mengetuk dulu, hingga membuat Kevin dan Gaby melotot tajam ke arahnya, karena Gaby sedang membersihkan tubuh Kevin dan Kevin sedang bertelanjang dada, Kevin yang tak suka orang lain melihat bagian tubuh nya, meski bukan **** *****, baginya hanya istrinya yang berhak melihat semua itu.


"Bisa tidak, kalau masuk itu ketuk pintu dulu?? ujar Kevin ketus, menatap tak suka pada Sarah yang tiba-tiba muncul di kamar perawatannya.


" Maaf, karena terlalu senang mendengar kamu sudah bisa pulang dari rumah sakit, aku sampai lupa, ujar Sarah mencari alasan, dan terlihat jelas tatapannya menunjukkan kekecewaan, berharap mendapat pujian dan membuat Kevin kagum dengan penampilan nya, malah mendapat semprotan dan tatapan tak suka dari Kevin.


"Dari mana kamu tahu kalau aku pulang hari ini?? tanya Kevin curiga.


Sarah yang ditanya demikian sempat gelagapan tapi secepat mungkin ia menutupi dan mencari alasan agar Kevin tidak curiga.


" Ah sebenarnya tadi aku datang untuk melihatmu, tapi saat di depan aku bertemu para pengawal mu dan aku tak sengaja mendengar mereka mengatakan kalau kamu sudah di perbolehkan pulang hari ini, ujar Sarah berbohong, tapi Kevin tahu Sarah mengarang cerita bohong, dan Kevin semakin yakin, kalau Sarah memang wanita yang pantang menyerah, dan sangat nekat, membuat Kevin semakin berhati-hati, dan menjaga istrinya agar Sarah tidak menyakiti Gaby.


Gaby menatap tak suka saat melihat Sarah bicara pada suaminya, dapat Gaby lihat Sarah sengaja bicara dengan lembut dan di buat se anggun mungkin untuk menarik perhatian suaminya, tapi sayang usaha Sarah sama sekali tidak membuat siapa pun terpengaruh, karena mereka sudah tahu apa niat dan tujuan Sarah sebenarnya, "Dasar wanita penggoda" batin Gaby geram melihat tingkah Sarah yang di buat-buat.


"Sebahagia itukah kamu mendengar kepulangan ku?? tanya Kevin menyelidik.


" Kamu ini bicara apa sih, jelaslah aku bahagia, mendengar sahabat sendiri sudah sembuh dan bisa pulang ke rumah apa salah ya kalau aku ikut merasa senang?? ujar Sarah membuat ekspresi wajahnya pura pura-pura murung, agar Kevin merasa bersalah.


"Yah nggak salah sih, maaf kalau membuat kamu jadi sedih, ujar, Kevin pura-pura merasa tak enak hati.


"Nggak masalah, itu wajar, dan aku mungkin terlalu berlebihan, ujar Sarah semakin gencar membuat Kevin semakin menyesali ucapannya tadi.

__ADS_1


Kevin yang tahu Sarah sengaja bicara demikian, sama sekali tak menghiraukan ucapan Sarah barusan, ia tahu Sarah sengaja melakukan itu, agar Kevin sama sekali tidak memperdulikan istrinya, dan lebih fokus bisa pada Sarah.


"Sayang, udah selesai tidak?? tanya Kevin pada Gaby yang mengemasi barang-barang mereka.


" Sebentar, ini sedikit lagi kok, kenapa?? kamu butuh sesuatu?? sahut Gaby tak kalah lembutnya dari gaya bicara Sarah tadi pada suaminya.


Kevin yang mendengar perubahan cara bicara istrinya dan sangat lembut, membuat Kevin kesempatan bermanja-manja pada istrinya, ia tidak peduli meski Sarah ada di sana.


"Cepat dikit dong, aku lapar loh, ujar Kevin yang ingin istrinya menyuapi nya makan dan ini kesempatan, pikir Kevin.


" Kan makana nya sudah di situ, kamu tinggal makan aja, ujar Gaby sengaja, ingin melihat Sarah akan bertindak apa tidak.


"Kamu mau aku bantu Vin?? tanya Sarah menawarkan diri.


" Upss, masuk perangkap juga, batin Gaby tersenyum sinis, dan semakin yakin kalau wanita penggoda itu, sangat menginginkan suaminya.


"Tidak, biar istriku saja, dan aku lebih suka kalau istriku yang menyuapi ku makan, sahut Kevin cepat, tak ingin Sarah mendapatkan kesempatan itu.


"Iya, iya, dasar manja.! ujar Gaby tapi tetap datang untuk memenuhi keinginan suaminya itu, dan Gaby tahu suaminya sengaja melakukan itu agar, Sarah melihat kemesraan mereka, tapi Gaby justru takut karena hal itu akan membuat Sarah cemburu dan semakin nekat melakukan hal yang tidak di inginkan.


"Manja sama istri sendiri emang salah?? ujar Kevin.


" Ya nggak sih, tapi kan aku lagi sibuk, ujar Gaby.


"Sudah, aku lapar, aku lapar cepat suapi, ujar Kevin tak ingin berdebat.


Gaby hanya tersenyum menanggapi ucapan suaminya, ia pun mengambil makanan dan duduk di sebelah Kevin, dan menyuapi suaminya itu dengan telaten.

__ADS_1


Sarah yang melihat kemesraan Kevin dan Gaby, mengepakkan tangannya, wajahnya memerah saat melihat Kevin makan tanpa mengalihkan tatapannya dari Gaby, dan terlihat dari tatapan mata Kevin penuh cinta dan sangat menyayangi Gaby, Sarah bagai penonton setia dan sama sekali tidak di hiraukan sepasang suami istri itu, apa lagi mendengar mereka yang asik cerita dan tertawa senang saat canda mengiringi kemesraan sepasang suami istri itu.


Sementara Edo sudah menyiapkan keoupabgan tuan. mudanya itu, masuk ke dalam ruang perawatan dan ingin menanyakan apakah tuan dan Nona mudanya sudah siap apa belum, namun saat Edo masuk, betapa senangnya ia melihat tuan dan Nona mudanya begitu ceria dan sangat kompak, dan kemesraan mereka di saksikan langsung secara live oleh wanita siluman ular itu.


"Wah, tuan muda terlihat sangat sehat dan begitu senang ya, ujar Edo sengaja, namun tatapan nya menatap sinis pada Sarah yang sudah kebakaran jenggot.


" Kau benar, dan itu karena istri cantikku ini yang menyuapi ku, dan kamu tahu rasanya itu bagai dunia milik berdua, dan sampai lupa kalau Sarah ada disini, ujar Kevin sengaja, menyadarkan Sarah bahwa dia bukan siapa-siapa dan sama sekali tak berharga bagi Kevin.


Edo dan Gaby yang mendengar ucapan Kevin barusan, hanya tersenyum tipis, mereka tahu perkataan Kevin tertuju pada Sarah sebagai tamu yang tak di undang, dan agar Sarah tahu di mana posisinya.


"Anda benar tuan muda, sampai saya masuk pun, tuan dan Nona sampai tidak melihat saya tadi, tapi saya sangat senang melihatnya, dan saya yakin siapa pun yang melihat kemesraan tuan dan Nona pasti iri, saya jadi pingin punya pacar tuan, ujar Edo, dan mereka sama sekali tak ada yang mengajak Sarah bicara.


" Cari dong Edo, dan pastinya wanita baik-baik, jangan bermuka dua, dan tulus mencintai kamu, ujar Gaby sengaja menyindir Sarah yang tipenya menggoda suami orang.


Sarah yang merasa tersindir atas perkataan Gaby yang membuat telinganya panas, dan di abaikan, bahkan keberadaannya sama sekali tak di hiraukan Kevin, membuat Sarah tak tahan untuk berlama-lama di tempat itu, dan ia pun beralasan ada urusan, dan ingin segera pergi dari tempat itu, karena merasa tempat itu sangat panas dan membuat ia hampir terbakar.


"Ah, aku hampir lupa kalau papa menungguku di kantor, sebaiknya aku pergi, dan selamat untuk kesembuhan mu ya Vin, aku nggak bisa antar kamu sampai ke mansion mu, ujar Sarah canggung.


" Ah iya, terimakasih sudah datang, sampai lupa kalau kamu ada di sini, begitulah kalau aku sedang bersama istri cantik ku, semua blenk bagai terhipnotis, ujar Kevin lagi, semakin membuat Sarah mati kutu.


"Nggak pa pa kok, dan aku senang karena kamu mendapatkan wanita sebaik Gaby, ujar Sarah pura-pura memuji, padahal ia mengutuk Gaby dalam hatinya.


" Aku pamit ya, ujar Sarah cepat, tak ingin berlama-lama lagi di tempat itu, bisa-bisa ia kan terbakar di sana.


Kevin, Gaby dan Edo hanya mengangguk dan menatap kepergian Sarah, yang sangat jelas terlihat menahan amarah, namun hal itu membuat Edo, Kevin dan Gaby puas, karena mereka sudah membuat Sarah seperti orang yang tak di butuhkan, setelah Sarah benar-benar keluar dari ruangan itu, mereka bertiga yang sudah menahan tawa dari tadi karena merasa puas sudah membuat Sarah mati kutu, akhirnya melepaskan tawa mereka sepuasnya, "Hahahahahaha"


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor.


__ADS_2