BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
34. Musuh Dalam Selimut Beraksi.


__ADS_3

Setelah pengawal itu tahu rencana Sarah yang ingin mencelakai Edo, ia pun izin pamit, dan berjanji besok mereka akan memulai rencana mereka, dan pengawal itu beralasan ingin melihat ibu nya di rumah sakit jiwa, karena sudah dua hari ia tidak menemui ibunya.


"Baiklah, untuk saat ini aku rasa cukup perbincangan kita, dan aku minta kau merahasiakan aku pada orang-orang mu, aku tidak mau terlalu banyak yang mengenal siapa aku, dan itu bisa mempersulit gerakku untuk melakukan misi, ujar pengawal itu, agar Sarah merahasiakan identitasnya.


" Ok, itu tidak masalah, dan hanya hal mudah, ujar Sarah enteng, menyanggupi permintaan orang itu.


"Aku pergi dulu, besok kita akan atur rencana pertama, aku harus pergi menemui ibuku, sudah dua hari aku tidak mengunjunginya ke rumah sakit, dan ibu ku pasti akan senang mendengar rencana ini, air matanya akan tergantikan dengan tawa, dan kesakitan nya akan terbalaskan dengan kehancuran dan kematian istri dan calon anaknya Kevin Bora, ujar pengawal itu bicara seolah ia sangat membenci Kevin, membuat Sarah tersenyum senang.


"Baiklah, kita ketemu di apartemen ku besok, dan aku akan kirim alamnya nanti padamu, ujar Sarah.


" Baik, aku pergi.! dan pastikan orang mu tidak mencari tahu siapa aku, kalau itu sampai terjadi, maka rencana akan berbalik, aku tidak akan segan-segan menghabisi kalian, termasuk kau.!! ujar pengawal itu datar, bicara membelakangi Sarah, setelah mengatakan itu, ia pun pergi tanpa menoleh sedikit pun, membuat Sarah semakin yakin, kalau orang itu benar-benar akan menghabisi Gaby.


"Aku suka gayamu boy, dan usahaku mengejar mu tidak sia-sia, dan aku tidak perlu mengotori tanganku, melenyapkan wanita itu, dan menyingkirkannya dari kehidupan Kevin, ujar Sarah bicara sendiri, dan ia pun tertawa seperti orang gila, " Hahahaaa".


Setelah keluar dari tempat itu, pengawal itu langsung mendapat kode dari kejauhan, bahwa para rekannya sudah menunggunya di sana, dan dengan hati-hati ia berjalan, sambil melihat sekitar, siapa tahu ada yang mengikutinya.


Saat di rasa aman, ia pun langsung berlari, dan sengaja melewati mobil para rekannya, melihat situasi lebih dulu, siapa tahu ada yang orang di sana, dan itu bisa membuat rencana mereka berantakan.


Melihat tak ada siapa pun, dan cukup aman, saat mobil rekannya melintas, dengan gerakan cepat ia pun masuk ke dalam mobil tersebut, dan mereka pun langsung melaju kencang, dan saat di perempatan jalan, sebuah mobil sudah menanti di sana, dan itu adalah mobil Edo, pengawal itu pun turun dari mobil para rekannya tadi, dan masuk ke dalam mobil Edo.

__ADS_1


"Kerja bagus.! ujar Edo memuji kinerja para bawahannya itu.


" Terima kasih Bos, ujar pengawal itu sopan.


"Bagai mana?? apa yang kau dapatkan dari wanita siluman ular itu?? tanya Edo tanpa basa-basi.


" Anda adalah target pertama Bos.! ujar pengawal itu cepat, dan tak ingin bertele-tele.


"Wow, menarik juga.! ujar Edo tersenyum tipis, baginya Sarah bukan apa-apa, tapi ia akan melihat seberapa mampu wanita itu berbuat, dan kali ini Edo tidak akan mengampuni wanita itu, apa lagi sudah berani menargetkan dirinya.


" Dan ia memintaku menghabisi Nona muda, dan sepertinya kita akan melakukan permainan yang menarik kali ini Bos, dan anda bicarakan dulu pada tuan muda, rencana saya, ujar pengawal itu sedikit ragu.


"Baik, saya siap Bos, dan sepertinya wanita itu sangat terobsesi pada tuan muda, melihat kenekatannya, dan tanpa ragu menghilangkan nyawa orang lain, ujar pengawal itu, tak habis pikir pada Sarah, yang begitu berambisi mendapatkan tuan mudanya.


"Kau benar, wanita itu sangat berbahaya, dan kita harus lebih jeli dan berhati-hati dalam bertindak, jangan sampai Nona muda terluka, kalau sampai itu terjadi, habislah kita di hajar tuan muda, dan ucapkan selamat tinggal pada dunia, ujar Edo, yang tahu betul bagai mana sifat tuan mudanya itu.


"Wanita itu akan menyesal Bos, ia belum tahu siapa tuan muda, dan masalah Nona muda saya jamin Nona akan baik-baik saja, selama Nona muda mau mengikuti rencana kita dengan baik, dan yang terpenting tuan muda setuju dengan rencana ini, ujar pengawal itu, agar Edo bisa meyakinkan tuan muda mereka.


" Saya akan coba meyakinkan beliau, kau tahu kan, bagai mana tuan muda, beliau sangat jeli dan berhati-hati dalam memutuskan sesuatu, dan aku yakin, Nona muda bisa membuat tuan muda setuju nantinya, yah tentunya kita akan menonton drama sepasang suami istri itu nanti, ujar Edo yang sudah yakin, tanpa drama tidak akan lengkap bagi tuan dan Nona mudanya itu.

__ADS_1


"Sepertinya tuan muda sudah mencintai Nona, kalau saya lihat Nona juga punya perasaan yang sama pada tuan muda, ujar pengawal itu, lari dari pembahasan.


" Sebenarnya tuan muda sangat mencintai Nona, tapi karena merasa bersalah, karena pernah melakukan kekerasan pada Nona, tuan muda malu mengakui perasaannya, tapi sepertinya tuan muda sudah berterus terang tentang perasaanya, ujar Edo, yang melihat perubahan tuan dan Nona mudanya itu.


"Mudah-mudahan, tuan dan Nona muda, bisa hidup damai, dan terlepas dari masa lalu itu, melihat keadaan Nona muda di masa itu, saya tak tega, tapi tak bisa berbuat apa-apa, ujar pengawal itu, prihatin mengingat Gaby yang menerima siksaan dan kekerasan dari tuan muda mereka kala itu.


"Jangankan kamu, saya saja merasa serba salah, terkadang saya ingin sekali pergi dan mengundurkan diri dari tuan muda, karena tak tega melihat Nona di perlakukan demikian, tapi seperti yang kau bilang tadi, kita tak bisa berbuat apa-apa, selain melihat kesakitan yang di alami Nona, ujar Edo yang juga sangat prihatin pada Gaby.


" Itulah membuat saya Bos rela melakukan apa pun, demi Nona, dan saya tidak akan membiarkan siapa pun yang akan merusak dan merampas kebahagian Nona muda kita, ujar pengawal itu tegas.


Edo yang mendengar penuturan bawahannya itu pun tertegun, sungguh ia merasa beruntung punya orang-orang yang masih memiliki hati nurani, meski mereka bekerja dalam kekerasan, tapi tidak membuat hati nurani mereka hilang, dan Edo juga lega, karena para bawahannya tidak memiliki sifat penghianat, dan bersyukur mereka begitu perduli dengan kebahagian Nona muda mereka.


Mengingat bagai mana awal penderitaan Nona mudanya, Edo juga merasa bersalah, karena termasuk ikut andil dalam penderitaan Nona mudanya itu, maka dari itu ia berjanji pada dirinya, demi apa pun ia akan membayar penyesalannya dengan mewujudkan Nona mudanya bahagia hidup bersama dengan tuan mudanya, dan berharap agar tidak ada lagi dendam dan berdamai dengan masa lalu, dan kali ini mereka akan melakukan apa pun untuk memusnahkan siapa pun yang berniat menghancurkan dan merenggut kebahagian tuan dan Nona mudanya.


Bersambung.


Jangan lupa jejaknya Guys


Salam Arthor

__ADS_1


__ADS_2