BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
12. Tidak Sesuai Harapan


__ADS_3

Pagi hari menyapa, dan saat ini Kevin sudah fi landasan jet pribadinya kembali ke paris, perasaannya terusik memikirkan Gaby semalaman suntuk


Sementara Gaby, di mansion megah yang hanya sebuah penjara bagi Gaby, dan ia tak tahu samai kapan ia di mansion ini atau malah tidak akan pernah terbebas sama sekali, mungkin ia akan berakhir di mansion ini dengan segala penderitaan dan siksaan.


"Selamat pagi nona, sapa pelayan pada Gaby yang duduk di balkon kamarnya.


" Pagi juga, menatap pelayan yang membawa sesuatu di tangannya"


"Ini Nona ada sesuatu dari tuan, dan tuan meminta Nona mengunakannya, karena sebentar lagi tuan akan tiba di mansion, jawab pelayan sopan.


" Apa ini?? sahut Gaby seraya membuka paper bag yang di bawa pelayan tadi. Saat ia melihat isinya ia sedikit kaget, karena isinya adalah gaun indah yang berwarna navi.


"Saya tidak bisa menjelaskan apa pun Nona, tapi ini adalah pesan dari tuan sendiri, sahut pelayan menjelaskan.


Gaby sempat bingung apa maksud dari Kevin menyuruhnya memakai gaun itu, dan apa tujuannya, kenapa sekarang sikapnya berubah? dan kenapa seolah ia ingin aku memakai ini untuk menyambut kedatangannya? pikir Gaby yang belum bisa mencerna apa tujuan itu semua, padahal selama ini ia tak pernah perduli, sebelum pergi pun setelah seminggu ia tak pulang ke mansion ia bahkan bersikap melunak dan tak menyiksanya, sebrnarnya ada apa ini, batin Gaby yang menatap lekat gaun di tangannya.


Namun sesaat kemudian, Gaby tersenyum licik, entah apa ya g ada dalam pikirannya saat itu, hanya ia yang tahu, lalu tak lama ia menjawab pelayan dengan wajah tersenyum paksa.


" Baiklah aku akan memakainya, dan saat tuan kembali nanti katakan aku hanya ingin menantinya di kamar,ujar Gaby pada pelayan tersebut.


"Baiklah Nona, sesuai keinginan Anda, seraya berlalu meninggalkan Gaby di balkon itu.


" Aku tahu apa maksud dari tujuanmu Kevin, aku yakin kamu sudah mulai membuka hati, melihat sikapmu beberapa minggu belakangan ini, apa lagi saat ku perhatikankan kamu mencemaskanku dan panik bila aku sakit, aku tidak akan salah dengan perasaan ini, tapi maaf untuk kali ini aku harus bersandiwara di hadapanmu untuk membuatmu menjadi Kevin yang sesungguhnya, Kevin yang memang tidak perna memiliki sifat kejam, dan penuh kasih sayang, namun keadaan merubahmu menjadi orang yang tak punya hati,maaf untuk kali ini aku mau lihat penyesalanmu yang terlalu menuruti ego juga dendam, yang membuatmu menjadi sosok pria yang sulit mengendalikan emosi dan amarahmu, aku jadi pingin tahu hukuman apa yang akan kamu beri padaku bila aku tak pakai gaun ini, sebenarnya aku ingin sekali memakainya, menyambutmu datang dan memelukmu, mengatakan isi hatiku, tapi alu harus sedikit sabar dan juga berkorban agar tidak terulang hal yang akan kita sesali bersama, batin Gaby dengan sejuta harapan dan rencananya"


Sementara Kevin yang sudah hampir tiba di mansionya, sedikit gelisah.


"Kenapa aku jadi deg,deg an begini, seolah tak pernah bertemu dengannya, batin Kevin bertanya"


"Namun ini wajar, pikirnya lagi, saat ini ia akan memulai dari awal, dan ia akan mengatakan semuanya bahwa ia akan melupakan semua hal tentang masa lalu itu pada Gaby, gadis yang sudah bersemayam di hatinya saat ini, begitulah pikiran Kevin, namun ia tak tahu apa yang sudah menjadi rencana Gaby saat ini.


Kevin pun tiba di mansion, sesaat ia merasakan debaran jantungnya begitu berlebihan, seolah ia akan bertemu istri tempatnya pulang, dan menurutnya baru kali ini oa merasakan debaran yang begitu hebat.


" Selamat datang tuan, sambut para pelayan dan pengawal yang sudah berjejer rapi menyambutnya.


Kevin yang di sapa hanya mengangguk tanpa menjawab, ia sibuk mencari sosok yang ingin ia lihat dan rindukan saat ini, namun tak menemukan sesuai yang ia katakan pada pelayan agar Gaby ikut menyambut kedatangannya, namun tak sesuai dengan harapannya.


"Dimana dia?? tanya Kevin yang tak melihat Gaby menyambutnya"


"Nona di kamar tuan, sahut pelayan sopan"


"Apa kalian tak bilang padanya apa yang sudah ku katakan??


" Maaf tuan, saya sudah sampaikan, tapi kata Nona, Nona menanti anda di kamar saja, sahut pelayan sedikit takut tuannya akan murka.


Tanpa menjawab ucapan pelayan, Kevin bergegas masuk, namun terlihat tidak menunjukkan amarah, dan bersikap biasa saja, dan para pelayan dan pengawal pun sedikit heran, karena biasanya tuannya akan langsung murka bila perintahnya tak di turuti.

__ADS_1


Saat kevin membuka pintu kamar, ia melihat Gaby duduk di sofa, dengan pakaian yang biasa ia gunakan, tak menggunakan gaun yang sudah di persiapkan Kevin.


Deg


Sejenak Kevin hanya berdiri di tempatnya dan menatap Gaby dengan tatapan yang sit di artikan.


Saat Gaby melihat sosok yang di rindukannya, ia begitu bahagia, namun ia langsung menutupi rasa bahagia itu untuk melancarkan rencananya, dan Gaby pun dengan wajah biasa saja berdiri dari duduknya memberi salam pada Kevin.


"Anda sudah kembali tuan, ucapnya dengan sikap biasa layaknya Gaby yang tertindas dan dalam tekanan.


Kevin yang di sapa hanya diam, dan berjalan mendekati Gaby yang berdiri di dekat sofa.


Kevin pun duduk di sofa masih memperhatikan Gaby yang berdiri di depannya, dan posisi kini berganti, gaby berdiri bagaimana biasanya bila Kevin masuk ke kamarnya, bila Kevin masuk dan duduk di sofa, maka Gaby harus berdiri mendengarkan apa yang akan di katakan Kevin padanya.


" Apa begitu caramu menyambut kedatanganku?? bertanya dengan wajah datar dan dingin, menatap Gaby dalam.


"Maaf tuan, biasanya juga begini kan, sahut Gaby mengingatkan Kevin atas perintahnya, bila ia tiba di mansion Gaby harus sudah berada di kamar, karena Kevin tak ingin melihat Gaby, padahal Gaby tak tahu Kevin melakukan itu karena tak sanggup melihat Gaby bekerja seperti pelayan lainnya.


" Bukankan mereka sudah memberitahumu, kalau aku menyuruhmu menyambutku dengan gaun yang ku berikan?? tanyanya suara agak meninggi.


"Maaf tuan, saya rasa itu tak pantas untuk saya.! sahut Gaby lagi.


" Apa setelah ku tinggal seminggu kau jadi pandai membangkang hah.!! bentak Kevin yang sudah mulai tersut emosi dengan tatapan tajam pada Gaby.


"" Lalu mengapa kau tak memakainya, menuruti apa yang sudah ku katakan hah?? ujar Kevin yang semakin emosi.


"Maaf tuan,, saya bukan tak ingin memakainya, hanya saja menurut saya itu tak pantas, ujar Gaby, yang lagi-lagi berani menjawab Kevin.


Kevin yang mendengar pun semakin emosi, karena biasanya Gaby menurut saja apa perintahnya, tapi kenapa sekarang ia menjadi sedikit berani, padahal Kevin pikir dengan ia melunak dan tak menyakiti Gaby lagi, akan membuat Gaby semakin menurut bukan malah menentangnya.


" Apa alasanmu mengatakan tak pantas?? yang menentukan pantas dan tak pantas hanya aku bukan kau, dan sepertinya kau sudah lupa siapa aku dan siapa dirimu itu.!! ujar Kevin yang sudah mulai lepas kendali.


"Alasannya justru karena saya tahu siapa saya tuan, saya hanya seorang "J******ng" dan wanita "murahan" tidak lebih dari itu, meskipun saya menggunakan gaun jauh yang lebih mewah dari gaun itu, tetap saja tidak akan merubah julukan itu, karena... "J****ng" tetaplah "J*****ng".!! dan itu sama saja seolah membohongi diri saya sendiri"


Duaaarrrr


Kevin yang mendengar ucapan Gaby pun tersentak bahkan dadanya terasa sesak, seakan ribuan tombak menghujam jantungnya, apa yang di katakan Gaby memanglah benar karena Kevin selalu mengatakan hal itu padanya bila ia menyiksa Gaby kala itu.


Kevin bungkam, tak bisa bicara apa pun lagi, hampir saja air matanya jatuh kerana ucapan Gaby mengingatkannya dengan segala perbuatannya, dan semua itu sudah begitu membekas di hati Gaby, tak ingi Gaby melihatnya menangis, Kevin pun langsung berdiri seraya beranjak meninggalkan Gaby tanpa sepatah kata pun dan, saat melangkah pun, Kevin terlihat terseok-seok, seakan kakinya tak kuat menopang tubuh kokohnya, yang tiba-tiba lemas karena merasa ia sudah salah, menilai bahwa Gaby akan menerimanya sesuai harapannya, namun harapan itu sirna hanya dengan satu jawaban yang begitu meruntuhkan hati dan perasaan Kevin.


Gaby yang melihat kepergian Kevin dari kamarnya pun menangis pilu. "Maaf aku tak bermaksud membuatmu sakit hati dengan ucapanmu itu, ucapnya getir dengan air mata yang sudah membanjiri wajahnya, " Aku juga merasa sakit, namun itu lebih baik untuk saat ini, karena ini caraku untuk membuatmu kembali pada dirimu yang sesungguhnya, batin Gaby dengan isak tangisnya, padahal ia begitu ingin memeluk Kevin saat ini, melepaskan rindunya, namun ia mengesampingkan hal itu demi Kevin pria yang sudah mengobrak-abrik hatinya itu.


Kevin yang berada di ruang kerjanya, sudah seperti orang gila, dia menghancurkan semua barang, dan menyesali semua yang sudah terjadi, "Aku terlalu percaya diri, kalau Gaby memiliki perasaan yang sama sepertiku, tapi aku salah, aku menganggap hal yang ku lakukan padanya hal yang mudah untuk di maafkan, kau bodoh Kevin, kau yang membuat luka itu dan kau yang menghinanya begitu, tapi dengan gampang kau melupakan hal yang sangat sulit untuk ia lupakan, ucapnya pada diri sendiri seperti orang yang tidak waras.


Saat Kevin merenungi semua hal yang membuatnya sakit dan merasakan sesak yang begitu hebat di dadanya, ia tersadar saat ponselnya berdering, dan memperlihatkan momnya yang menghubunginya.

__ADS_1


Rasa bekecamuk yang sudah membuatnya tak tahu pada siapa bicara, seolah memberinya kesempatan untuk meluapkan perasaannya saat ini dan butuh teman bicara dan tempat mengeluh menyerukan isi hatinya, secepatnya Kevin menekan tombol jawab karena ia ingin meluapkan isi hatinya saat ini.


"Halo Vin, apa kami sudah tiba??


Kamu ini kebiasaanya suka lupa kasi kabar sama mom, dasar anak nakal.! ucap sang mom dari seberang telpon yang belum tahu kondisi sang putra saat ini.


Tak ada jawaban, namun isak tangislah yang di dengar sang mom, dari seberang telpon.


" Vin, apa kamu baik-baik saja nak? tanya mom yang sudah hawatir karena tak ada jawaban.


"Mom... Hiks,,hiks, tangis kevin pun pecah di telpon.


" Apa yang terjadi, kenapa kamu menangis nak?? tanya mom yang sangat cemas mendengar tangis sang putra kesayangannya.


"Kevin menyesal mom, mom dan daddy benar, Kevin sudah menerima apa yang Kevin perbuat mom, Gaby membenci Kevin, hiks,hiks..


" Nak,, jangan putus asa, untuk itulah kamu harus berjuang sayang, mulai dari awal, menerima segala konsekuensi yang sudah kamu lalukan, mom sama daddy mendukungmu, jangan langsung menyerah, mungkin itu terlalu cepat buat Gaby, karena tiba-tiba, bersabarlah sayang, buat Gaby nyaman dan biarkan dia dulu sendiri, karena akan sulit untuk Gaby bisa percaya padamu karena kamu tiba-tiba berubah, mengingat sumua yang sudah alami, beri waktu dja sayang, berusaha memenangkan hatinya, meski dari jauh, kau berusaha membuatnya nyaman, pasti Gaby bisa merasakan itu, yang terpenting saat ini kamu harus kuat ya nak, mom sama daddy selalu ada buatmu sayang, ucap momnya pilu dengan tangis, membayangkan keterpurukannya saat ini, andai mereka dekat, pasti Ayuma sudah memeluk putranya itu hangat, dan menguatkannya.


"Baiklah mom, Kevin akan berjuang buat cinta Kevin, hidup Kevin, walau akan mustahil bagi Kevin Gaby memaafkan aku mom,, ujarnya lirih, sedikit lebih tenang dengan nasehat sang mommy.


" Tak ada yang mustahil sayang, bila memang Gaby jodoh yang di beri Tuhan maka jawabannya tidak akan salah, berjuanglah sayang, ujar Ayuma menyemangati putranya itu.


"Thanks mom, mom membuat Kevin lebih tenang, Kevin janji akan membuat Gaby mantu mom satu-satunya, ujar Kevin memantapkan hatinya.


" Memangnya kamu punya rencana mau kasih mom mantu tiga hah?? ujar sang mom mencandai agar suasana lebih rileks.


"Kalau mom mau, Kevin bisa kabulkan kok, ujarnya menimpali mengoda momnya itu.


" Huh,,, satu saja kamu sudah mewek kayak begitu, anak nakal, ujar Ayuma tertawa renyah karena ucapan Kevin.


"Akh mom, ngak seru deh, ucapnya merasa momnya mengejeknya karena menangis tadi.


"Hahaha,, mom bercanda sayang, lagian kamu tuh yang sengaja ngegodain mom.


"Baiklah mom, udah dulu ya mom kevin tutup telponnya, mom sama daddy baik-baik di sana.


" iya sayang, kamu juga ya nak..


"By mom..


"By sayang..


Kevin pun merasa lega sedikit setelah bicara dan dapat nasehat dari momnya, meski ia masih harus berusaha dan berjuang untuk bisa mendapat maaf dari Gaby, dan ia akan lakukan apa pun agar Gaby tidak pergi darinya, namun bila takdir memamg tak memihak mereka untuk bersama maka Kevin akan melepas Gaby dengan iklas, larena menurutnya sesuatu yang terpaksa tidak akan bertahan lama, dan akan menimbulkan sakit yang lebih dari yang mereka bayangkan, dan kali ini Kevin tak ingin egois, bila Gaby memamg di takdirkan untuknya, sesulit apa pun yang ia lalui maka akan menghasikan hal tidak membuat kita kecewa, namun bila bukan untuknya, maka akan berbanding terbalik, yang ada rasa sakit, kecewa dan juga benci, Kevin memantapkan hatinya untuk berjuang memenangkan hati Gaby, walau dia tahu akan melewati banyak hal dan rasa sakit dan air mata, dia tidak akan menyerah sebelum berjuang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2