
Badan Gaby terasa sakit, karena semalaman tidak bisa tidur, karena memikirkan ucapan Kevin. Matanya bengkak dan sembab akibat menangis semalaman.
Gaby pun bagun dari tidurnya, melihat jam sudah pukul 9:15 pagi. Gaby kesiangan bagun, dia pun bergegas turun dari ranjang nya, dan mengira Kevin sudah pergi ke kantor.
Gaby masuk ke kamar mereka, dan melihat kamar kosong tak ada siapa pun, dan Gaby yakin Kevin sudah berangkat ke kantor.
Namun saat melihat tempat tidur yang masih rapi, Gaby bisa menebak Kevin tidak tidur di kamar mereka.
Gaby masuk ke kamar mandi, membersihkan dirinya lebih dulu, dan setelah mandi ia akan bertanya pada Art nanti, apa Kevin sudah berangkat ke kantor atau tidak.
Selesai mandi, Gaby pun turun ke bawah, saat melihat seorang Art, Gaby memanggil Art itu.
"Bik.! apa tuan muda sudah berangkat ke kantor??
" Maaf Non, kami dari tadi belum melihat tuan muda turun, dan mobil tuan muda juga masih ada di garasi.
Gaby pun terkejut mendengar kalau Kevin belum turun, dan mobilnya juga masih di garasi, lalu kemana Kevin?? Gaby pun menebak Kevin berada di ruang kerjanya.
Gaby berjalan cepat menuju ruang kerja Kevin, memastikan Kevin ada di sana, dan baik-baik saja. Namun saat Gaby masuk ke dalam, Kevin tak ada di sana, dan Gaby pun semakin merasa aneh.
"Kalau Kevin tidak ke kantor dan bibi bilang tadi Kevin belum turun, lalu kemana dia?? bicara sendiri, merasa ada yang tak beres.
Gaby pun keluar dari ruang kerja itu, berjalan lagi menyusuri setiap sudut mansion, tapi tetap tidak menemukan Kevin.
Gaby pun mengambil ponselnya, menghubungi Edo, ingin menanyakan keberadaan Kevin.
"Halo Nona, ada yang bisa saya bantu??
" Apa tuan muda bersama mu??
"Tidak Nona, apa terjadi sesuatu Nona??
" Tidak.! aku kira kamu sedang bersama tuan muda, kalau begitu sudah dulu ya, mengakhiri sambungan teleponnya.
__ADS_1
Gaby pun semakin cemas, tak ada yang tahu Kevin di mana saat ini, dan Gaby pun menyesali keputusannya semalam, kalau saja ia mengatakan itu, mungkin ini tidak akan terjadi, dan menyesal pun tak berarti lagi, semua sudah terjadi, batin Gaby.
Pikiran Gaby pun kosong, ia tidak tahu lagi mau ke mana mencari Kevin, karena berjalan tak tentu arah, langkah Gaby pun sampai di ruang penyiksaan nya kala itu, dan tak sengaja Gaby melihat pintu ruangan itu terbuka sedikit, Gaby pun berjalan perlahan, dan melihat dari celah pintu itu, dan matanya langsung terbelalak lebar, terkejut, gemetar dan kakinya pun terasa lemas, melihat Kevin bersimbah darah di dalam ruangan itu.
Gaby pun memberanikan diri masuk ke dalam, perlahan dia masuk, namun langkah nya terhenti, saat mendengar suara cambukan, dan melihat Kevin mencambuk dirinya sendiri, hingga punggung Kevin semakin mengeluarkan darah, karena kulit punggung nya robek karena cambukan itu.
"Kevin.!! apa yang kamu lakukan hah.!! Gaby berteriak, berusaha agar Kevin menghentikan kegilaannya.
Kevin yang mendengar suara Gaby, menoleh pada Gaby yang menangis karena tak sanggup melihat kenyataan pahit itu.
" Aku hanya membayar setiap kesakitan yang kamu alami dulu, dan saat kamu pergi dari kehidupanku, aku tidak lagi dalam penyesalan, karena sudah membayar setiap penderitaan yang kamu terima dariku, bukankah kamu ingin mewujudkan agar aku tidak dalam bayang-bayang masa lalu, aku melakukan ini membantumu agar aku terlepas dari masa lalu.!!
Gaby tak bisa mengatakan apa pun, hanya air matanya lah yang menunjukkan kesedihannya, dan tak sanggup melihat keadaan Kevin yang terluka karena cambukan itu.
"Aku mengingat berapa kali pernah mencambuk mu, dan sebanyak itu juga aku akan melakukannya, agar semua terbayar.!!
" Bukan seperti ini Vin, aku sama sekali tidak mengharapkan ini, aku bukan tipe pendendam, dan aku ikhlas menerima hukuman itu darimu, sebagai tebusan dosa orang tuaku, Gaby pun semakin menangis pilu, tak menyangka Kevin berbuat hal yang begitu menyakitkan bagi Gaby.
"Tapi aku juga ingin melunasinya, karena aku tidak mau hidup dalam penyesalan yang besar, seperti keinginanmu, mengatakan untuk yang terbaik bagiku.!!
"Pergilah.!! keluar dari sini.!! aku akan menyuruh Edo mempersiapkan berkas perceraian kita, sesuai keinginanmu.!! dan besok kamu sudah bisa menandatanganinya.!!
" Maaf kalau ucapan ku, jadi membuatmu seperti ini, aku mohon dengarkan aku kali ini.
"Sudahlah, kamu tak perlu memohon, aku tidak akan menahan mu bila itu bisa membuatmu bahagia, aku akan merelakan mu.!!
" Aku tidak akan pergi kalau kamu nggak keluar dari sini.!!
"Jangan mengancam ku, karena itu tidak berlaku di sini, jadi keluar kamu.!! mendorong Gaby keluar dari ruangan itu.
" Tidak, aku mohon jangan seperti ini, jangan menyakiti diri mu sendiri, mengatupkan kedua telapak tangannya memohon pada Kevin agar mau mendengarkannya.
"Aku bilang keluar.!!
__ADS_1
" Baiklah, kalau kamu memang ingin aku keluar, aku pun tidak mau hidup dalam penyesalan, mari akhiri semua nya, kalau memang ini yang terbaik, aku akan mengakhiri hidup ku di sini.!! mengambil cambuk itu, Gaby pun melakukan hal yang sama dengan Kevin, mencambuk dirinya sendiri.
"Apa yang kamu lakukan hah.!! hentikan.!!
" Kita akan sama-sama berakhir di sini.!! jangan mendekat.!! mencambuk lagi hingga daster Gaby pun berubah warna menjadi merah, karena cambukan itu merobek kulit Gaby, dan darah segar pun mengalir.
Seorang pengawal yang berjaga, tak sengaja mendengar teriakan Kevin dari ruang penyiksaan, membuat pengawal itu pun berlari menuju ruangan itu, mengira terjadi sesuatu, dan tuan mudanya, sedang menghukum seseorang.
Namun saat melihat, betapa terkejut nya pengawal itu, melihat Tuan dan Nona mudanya bersimbah darah, dan saling menarik cambuk.
Pengawal itu pun langsung pergi, memberitahukan kepada seisi mansion, dan menyuruh yang lainnya, menghubungi Edo.
Edo yang mendengar kabar itu dari mansion, langsung sigap pergi menuju mansion, berharap tuan dan Nona mudanya menyudahi pertengkaran mereka.
Edo pun tiba di mansion, berlari sekencang mungkin, menemui tuan dan Nona mudanya, yang bertindak bodoh, Edo tak tahu apa penyebab semua itu terjadi, tapi menurutnya tuan dan Nona mudanya, sama-sama bodoh dan gila.
"Tuan muda.!! apa yang tuan dan Nona lakukan?? kenapa kalian jadi bertingkah sebodoh ini.!! Edo tak habis pikir, melihat keadaan tuan dan Nona mudanya saat ini.
" Bawa Gaby keluar dari sini.!!
"Saya tidak akan membawa Nona, kalau tuan muda masih tetap di sini.!! menantang, dan tak perduli apa yang akan di lakukan tuan mudanya nanti, yang terpenting saat ini adalah agar kegilaan ini berakhir.
" Kau berani menentang perintahku.!!!
"Maaf tuan muda, saya akan terima apa pun yang tuan muda lakukan pada saya, penuh keberanian, Edo menjawab ucapan Kevin.
Kevin pun terdiam, Edo begitu berharga baginya, dan setiap jasanya tidak akan bisa terbalaskan oleh Kevin, meski kesal, Kevin masih punya pikiran jernih, mengingat siapa Edo dalam hidup ya, Kevin pun tak lagi melanjutkan ucapannya.
Saat Edo ingin mengatakan sesuatu, gagal karena Gaby ambruk tak sadarkan diri, membuat Kevin dan Edo reflek berteriak, karena Gaby jatuh tak jauh dari tempat mereka berdiri.
Kevin pun langsung mengendong Gaby, membawa ke kamar mereka, membaringkan Gaby, hati-hati, karena punggung Gaby yang luka karena cambukan itu.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan luka jejaknya ya guys, dukung terus, Like, Komen, dan Vote nya ya, thanks.
Salam Arthor 🙏🙏