
Lagi dan lagi dokter Damien mendapat panggilan mendadak, apa lagi yang menghubunginya bukan orang sembarang, membuat dokter Damien cepat-cepat bergegas, menuju kediaman Kevin Bora.
"Apa sudah menghubungi dokter??
" Sudah tuan, sebentar lagi akan tiba.!
"Panggilkan pelayan wanita, mengganti baju Gaby sebelum dokter tiba.!!
" Baik tuan.!
Edo pun memanggil seorang pelayan, untuk membantu mengganti baju Gaby, karena baju Gaby kotor karena lumuran darah dari tubuh nya juga Kevin.
Pelayan itu pun dengan penuh hati-hati mengganti baju Gaby, sembari membersihkan darah yang melekat di kulit Gaby.
Pelayan itu merinding melihat luka di punggung Gaby, dan juga di bagian kaki, bahkan pelayan itu merasa iba, karena sebelum nya juga mengalami luka yang sama, ketika tuan mudanya sangat membenci Gaby.
Tak lama, pelayan itu pun selesai membersihkan dan mengganti baju Gaby, lalu membersihkan dan membawa baju Gaby yang berlumuran darah itu.
"Tuan, Nona sudah selesai, dan saya sudah membersihkan darah dari tubuh Nona.!
"Buang baju itu.!, kalau dokter Damien sudah tiba, tolong antar ke sini.!
" Baik tuan.!
Pelayan itu pun turun, seraya membawa baju Gaby, dan akan segera membuangnya.
Selang beberapa menit, dokter Damien pun tiba, seorang pelayan pun mengantar dokter Damien ke atas, agar segera menangani Gaby.
"Maaf kalau saya sedikit terlambat.!
" Tidak apa dokter, silahkan anda masuk, tuan muda ada di dalam, Edo mempersilakan dokter itu masuk.
Dokter Damien pun masuk, dan matanya hampir saja keluar saat melihat luka di punggung Kevin, entah apa yang terjadi, dokter Damien tidak punya nyali untuk bertanya.
"Permisi tuan, saya akan membersihkan luka anda lebih dulu.!
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan hah.!! aku tidak menyuruh mu mengobati luka ku.!!
" Bukankah anda terluka dan luka ini cukup parah, bisa infeksi kalau tidak cepat-cepat di bersihkan tuan.!
"Tangani istriku lebih dulu, jangan memikirkan aku, istriku lebih penting dari luka ini.!!
Dokter Damien yang tak tahu apa yang sudah terjadi sebenarnya, bingung, sebenarnya siapa yang perlu di obati??
Dokter Damien pun menuju ranjang, melihat Gaby terbaring lemah di atas ranjang itu, saat melihat kaki Gaby, dokter Damien pun paham, ternyata tuan dan Nona muda itu sama-sama terluka, tapi apa yang membuat mereka bisa terluka bersama begini?? masih bertanya-tanya dalam hati.
Dokter Damien pun mulai mengobati luka Gaby, selama menangani Gaby, dokter Damien merasa tak nyaman, takut dituduh lancang, karena menyentuh Nona muda itu.
Melihat tak ada tanda-tanda ada larangan dari Kevin, dokter Damien pun melakukan tugasnya dengan telaten, lalu memasangkan infus agar Gaby tidak terlalu lemah, dan menyuntikkan vitamin juga pada Gaby.
"Saya sudah selesai mengobati Nona tuan, sekarang giliran anda.!
Kevin hanya mengangguk, tatapan matanya tertuju pada Gaby yang terbaring lemah, dan tak sadarkan diri. Selama dokter Damien membersihkan dan mengobati lukanya, Kevin tak sekali pun meringis sakit, karena hatinya lebih sakit melihat Gaby yang terbaring lemah.
Membayangkan Gaby yang nekat mencambuk dirinya sendiri, membuat Kevin bertanya-tanya, kenapa Gaby melakukan itu, bukankah Gaby tidak perduli pada nya?? bahkan Gaby sendiri yang meminta cerai dan di bebaskan dari ikatan, yang menyatukan mereka dalam satu hubungan suami istri.
"Sudah selesai tuan.!
"Hm.! Apa istriku masih lama sadar??
" Tidak tuan, sekitar setengah jam lagi, Nona akan siuman, Nona pingsan karena terlalu lemah, dan juga lukanya lumayan parah.!
"Terima kasih, kau boleh pergi.!
" Saya permisi tuan.!
"Hm.!
Dokter Damien pun, keluar dari kamar itu, selama berada di dalam dokter Damien sangat merasa sesak, karena tak bebas bernafas, karena sangat takut pada Kevin, salah sedikit saja, bisa-bisa dokter Damien dalam bahaya.!
Edo yang melihat dokter Damien keluar, menyuruh pelayan, mengantar dokter Damien sampai pintu utama.
__ADS_1
Edo pun masuk ke kamar tuan mudanya itu, melihat tuan mudanya duduk di sofa, Edo pun ikut duduk di sana.
"Maaf tuan muda kalau saya lancang, sebenarnya apa yang terjadi??
" Entah lah, saya juga bingung dengan keadaan ini.!
"Apa Nona melakukan kesalahan??
" Tidak.! tapi akulah yang salah.!
"Maksud anda??
" Kemarin aku membawa Gaby ke kantor, tak berapa lama kami tiba, Sarah datang juga ke kantor, tapi masalahnya bukan pada Sarah, tapi ada pada ku.! Setelah Sarah pergi, saya dan Gaby masih sempat bercanda, hingga kami bicara serius, karena Gaby tiba-tiba bertanya apa aku sudah melupakan masa lalu itu.! Aku menjawab seadanya, mengatakan kalau aku tidak akan pernah lupa dengan kenangan pahit di masa lalu, dan ternyata ucapan ku jadi membuat Gaby ragu dan berpikir tidak akan bisa hidup bahagia bersama ku, karena akan selalu dalam bayang-bayang masa lalu, dan Gaby bilang selama kami bersama itu tidak akan bisa lepas dari masa lalu, karena Gaby adalah bagian dari masa lalu itu.!
Malam harinya Gaby pun memutuskan untuk bercerai dan memohon padaku, agar aku melepaskannya, dan Gaby mengatakan itu yang terbaik untukku, membuat aku tersulut dan aku pun pergi meninggalkan Gaby di kamar nya.
Tujuanku malam itu hanya satu, pergi ke ruang penyiksaan dan aku menghukum diriku sendiri di sana, membayar setiap perlakukan ku pada Gaby yang sudah aku siksa dengan tangan ku sendiri, hingga pagi harinya Gaby mencari keberadaan ku, dan menemukanku di ruang penyiksaan itu, dan melihat apa yang aku lakukan pada diriku sendiri.
Karena aku tak menuruti Gaby membawa ku ke rumah sakit, untuk mengobati luka ku, dan aku memaksa dan mengusir Gaby dari tempat itu, bukannya takut dan pergi, Gaby malah nekat melakukan hal yang sama seperti ku, karena luka ku sangat sakit, aku tak bertenaga menghalangi Gaby, hingga berkali-kali, Gaby mencambuk dirinya sendiri, dan saat kau tiba semua sudah terjadi.!
"Maaf tuan muda, bukan maksud saya menasehati atau menggurui anda juga Nona, dengan seperti ini, anda dan Nona, saling menyakiti, bukan memperbaiki.!
" Aku kalut, saat Gaby mengatakan akan menyerahkan anakku setelah dia melahirkan anak kami.! Apa menurutmu aku sanggup?? dan hidup dalam bayang-bayang Gaby, setiap kali aku melihat wajah anakku.!!
"Anda seharusnya berusaha meyakinkan Nona tuan muda, bukan bertindak seperti ini.!!
" Katakan, apa yang harus ku perbuat lagi untuk meyakinkannya, di saat keadaan mulai membaik, Gaby justru membuat keputusan yang membuat ku hancur tak bersisa.!
Edo pun jadi iba mendengar penuturan tuan mudanya itu, padahal Edo juga turut bahagia melihat tuan dan Nona mudanya bisa saling menerima satu sama lain, dan siapa yang bisa menduga keadaan justru lebih memburuk, dan yang ada tuan dan Nona mudanya malah sama-sama menyakiti diri mereka masing-masing.
Bersambung.
Jangan lupa jejaknya ya guys.
Salam Arthor🙏🙏
__ADS_1