
Rencana Edo dan Dinda sudah matang kali ini mereka tidak akan membiarkan Sarah terus menerus mengusik kehidupan Kevin dan Gaby, dan sudah cukup Sarah berbuat yang tidak pantas pada mereka, dan kejahatannya sudah di luar batas.
"Siap berangkat?? ujar Edo pada Dinda yang masuk ke dalam mobil, malam ini mereka akan mengintai Sarah, dan akan membuat Sarah terjebak.
" Siap, dan mari kita bermain-main sedikit, kelihatannya ini akan seru.!! ujar Dinda yang terlihat semangat.
Edo tersenyum menanggapi perkataan Dinda, ia senang karena akan bersama-sama dengan pujaan hatinya menghancurkan Sarah.
Sebelum nya Edo sudah menugaskan beberapa pengawal untuk ikut dalam misi mereka, berjaga-jaga bila kemungkinan Sarah bertindak jauh, dan akan melarikan diri, begitu juga dengan pengawal yang menyamar menjadi rekan Sarah, menugaskan agar siap siaga, siapa tahu Sarah menghubunginya dan rencana akan semakin tersusun rapi.
Edo dan Dinda pun sudah sampai di depan apartment Sarah, mereka menunggu di dalam mobil sampai Sarah keluar dan akan mengikuti ke mana tujuan Sarah, barulah mereka akan beraksi.
Saat Edo dan Sarah menatap serius ke arah apartment Sarah, tiba-tiba mereka melihat pengawal yang menyamar sebagai rekan Sarah masuk ke apartment itu, Edo dan Dinda pun saling pandang, dan senyum menyeringai pun terbit di bibir kedua nya, mereka sudah bisa menebak, Sarah akan menghubungi pengawal itu, untuk melakukan pekerjaan Kotor nya.
Pengawal yang sudah di depan pintu apartment Sarah, menekan bel dua kali, dan tak lama pintu pun terbuka, dan Sarah langsung tersenyum cerah, saat melihat pengawal itu datang hanya sekali saja ia hubungi, dan akan memberinya tugas baru, tapi sasaran tetap sama, dan kali ini Sarah akan bangun dari mimpi buruknya, karena semua sudah diatur dengan rencana yang matang.
"Apa ada tugas yang baru?? tanya pengawal itu bersikap arogan, di hadapan Sarah, dan duduk dengan sombong di atas sofa milik Sarah dengan menyilangkan kakinya di atas meja sofa itu, meyakinkan Sarah bahwa ia rekan yang bisa diandalkan dan bisa menyelesaikan tugasnya.
"Aku punya tugas baru untuk mu, dan kali ini aku mau kau menangkapnya hidup-hidup, aku ingin menghajarnya sepuasnya baru aku menghabisinya, ujar Sarah yang menyimpan dendam, mengepalkan tangannya, bayangan wajah Edo dan Dinda terlintas di benaknya, membuat Sarah semakin murka.
" Siapa targetnya?? tanya pengawal itu, bersikap tenang, agar, Sarah tidak curiga, dan memberitahu sasarannya.
"Asisten Kevin yang baru dan wanita j*****g itu, namanya Dinda, ini kau lihatlah wajah mereka, agar kau tidak salah target, ujar Sarah melemparkan dua lembar foto pada pengawal itu.
" Wanita ini?? ujar pengawal itu pura-pura mengenali, agar Sarah terpancing.
"Apa kau mengenali nya?? tanya Sarah penasaran.
" Tentu, dan aku dapat informasi kalau wanita ini, malam ini membuat pesta di salah satu restaurant ternama, dan seperti nya wanita ini punya hubungan gelap dengan asistennya Kevin, karena aku pernah melihat mereka jalan bersama, dan terlihat cukup dekat, dan nggak mungkin mereka hanya sebatas atasan dan asisten, karena pria ini begitu mesra mengandeng wanita ini, ujar pengawal itu mengarang cerita, agar Sarah semakin yakin.
"Benarkah?? tapi aku tidak perduli dengan hubungan mereka, aku hanya mau mereka berada dalam genggaman ku, karena aku tidak mau ada yang menghalangi jalan ku, mendapatkan Kevin.! ujar Sarah, tidak tertarik dengan cerita hubungan gelap Dinda dan Edo.
" Terus apa rencana mu?? apa kau mau aku bergerak sekarang, mumpung situasi nya mendukung, ujar pengawal itu, menghasut Sarah agar melakukan rencana malam ini juga.
"Setuju.! ingat aku mau kau mendapatkan dia hidup-hidup.!! ujar Sarah mengingatkan.
" Pasti.! aku tidak akan mengecewakanmu.! pengawal itu meyakinkan Sarah,, membuat Sarah percaya dengan kemampuannya.
__ADS_1
"Kita ke lokasi sekarang.! dan ini alamat tempat kau akan membawa mereka nanti, ujar Sarah menuliskan nama alamat yang akan menjadi tempat penyekapan Dinda dan Edo.
" Eits.! tunggu dulu Nona, kau belum mengatakan berapa bayaran ku, karena aku akan mengajak dua rekan ku untuk melakukan misi ini, ujar pengawal itu, agar Sarah tidak curiga, karena ia tak menanyai berapa bayarannya.
Sarah pun menuliskan cek yang bernilai cukup mengiurkan, lalu ia memberikan pada pengawal itu, dan akan memberikan sisanya saat misinya berhasil dan akan menerima tunai.
"Ini ambillah.! sisanya kau terima saat mereka benar-benar bisa kau bawa, apa itu cukup atau masih kurang.
Pengawal itu pun melihat nilai yang tertera dalam cek, ia tersenyum, lalu mencium cek itu, agar Sarah semakin yakin kalau ia hanya butuh uang, dan mereka barter.
"Cukup, sangat cukup.! aku suka caramu Nona, dan mari kita bermain-main.! ujar pengawal itu, membuat Sarah menyeringai, membayangkan Dinda dan Edo akan berada dalam genggamannya, dan mereka pun keluar dari apartment itu, menuju lokasi yang sudah Edo dan Dinda siapkan.
Pengawal itu pun mengetik sebuah pesan dan mengirim ke beberapa orang, memberitahukan mereka akan menuju lokasi.
Sarah melihat pengawal itu dan seperti menatap curiga, ia pun bertanya, takut pengawal itu berkhianat.
"Kau menghubungi siapa.!! tanya Sarah dengan tatapan mengintimidasi.
" Rekan kerja ku, apa Nona pikir aku bisa melakukannya sendiri, dan yang akan kita sergap bukan satu, tapi dua orang, kalau anda tidak percaya ini, anda bisa lihat isi pesan yang saya kirim, ujar pengawal itu, sambil menunjukkan pesan yang baru ia kirim tadi.
"Tidak masalah, dan itu wajar, jawab pengawal itu santai.
Mereka pun Keluar dan sudah memasuki area parkiran apartment, tempat mobil Sarah berada.
Edo dan Dinda pun, melihat Sarah dan pengawal itu sudah masuk ke dalam mobil, dan sudah menerima pesan yang di kirim pengawal itu, Edo pun langsung lebih dulu tancap gas, agar mereka lebih dulu tiba di restauran mewah itu, tempat yang sudah Edo boking, dan di sanalah permainan akan di mulai.
Edo dan Dinda pun sudah sampai, dan saat mereka turun, para pengawal yang sudah berjaga di sana pun menghampiri mereka, lalu Edo memberi sedikit arahan, dan memberitahu versi rencana Sarah, hingga Edo menugaskan beberapa pengawal untuk menghabisi orang-orang Sarah, di alamat yang Sarah berikan pada pengawal tadi, dan saat mereka di bawa ke sana nanti, yang berjaga di sana sudah para pengawal mereka, dan Sarah akan melihat kenyataan pahit saat di sana nanti.
Edo dan Dinda pun masuk ke dalam restauran itu, menemui beberapa orang yang mereka undang, dan akan menikmati makan malam dulu karena tenaga mereka akan terkuras nanti nya.
Pengawal yang melihat Edo dan Dinda masuk, mereka pun tersenyum melihat keserasian Edo dan Dinda sebagai pasangan, bahkan pengawal itu sempat mengatakan kalimat, yang membuat yang lainnya tertawa, karena kalimat itu sangat cocok untuk Edo dan Dinda.
"Dua sejoli beraksi.!! ujar pengawal itu, dan mereka pun tertawa, lalu kembali pada posisi masing-masing.
Beberapa menit kemudian, Sarah dan pengawal itu pun tiba, saat mereka turun, dua orang pengawal datang menghampiri mereka, sebagai rekan untuk menjalankan misi.
"Kalian sudah lama menunggu?? tanya pengawal itu pura-pura.
__ADS_1
" Baru beberapa menit yang lalu, ujar salah satu dari mereka.
"Bagus.! ini lihat baik-baik foto ini, ini adalah target kita, dan kita harus bisa membawa mereka hidup-hidup, apa kalian paham!.!! ujar pengawal itu, menyodorkan foto Dinda dan Edo.
"Ok.! sahut kedua pengawal itu, dan mereka pun masuk lebih dulu, lewat pintu belakang.
Sarah masuk ke dalam mobil nya, dia menunggu di sana, sampai para rekannya berhasil.
Pengawal itu pun, mulai berjalan menuju restauran itu, namun sebelum ia masuk ia sudah memberi kode pada para pengawal yang berjaga di luar dengan menyalakan manccisnya dua kali, pertanda, rencana pertama akan di mulai, dan mereka akan siap siaga.
Pengawal itu pun masuk, memberi isyarat pada Edo, dan langsung pergi menuju toilet, di sana ia akan bicara pada Edo.
"Apa semua aman?? tanya Edo saat mereka sudah berada di dalam toilet.
" Aman,, dan sebentar lagi kita akan mulai rencana pertama, dan kami akan lebih dulu membawa nona Dinda, agar Sarah lebih dulu pergi, dan setelah itu kita akan menyusul dari belakang, saat tiba di sana, baru kita akan melakukan rencana kedua, membawa anda seolah sudah kami lumpuhkan.! ujar pengawal itu.
"Baiklah, dan aku sudah mendapat laporan, semua orang kita sudah berada di sana, menyamar sebagai orang Sarah, dan sudah melumpuhkan beberapa orang, dan menyisakan dua orang kepercayaan Sarah, agar tidak mencurigakan, ujar Edo memberitahu.
" Baiklah, mari mulai rencana pertama.! ujar pengawal itu, dan Edo pun mengangguk, keluar dari toilet, lalu mengajak Dinda ke belakang, menyerahkan pada dua pengawal itu, dan Dinda harus pura-pura, pingsan agar Sarah tidak curiga.
Dinda pun di bawa dua pengawal tadi, membopong Dinda layaknya orang tidak sadarkan diri.
Para pengawal itu pun membawa Dinda, saat sudah di dekat mobil Sarah, mereka pun mengetuk kaca mobil Sarah,, membuat Sarah sempat tersentak kaget, namun saat melihat itu rekannya, ia pun turun, dan senyum mengembang di bibir Sarah saat melihat Dinda di bawa dalam keadaan tak sadarkan diri.
"Anda bawa wanita ini lebih dulu, karena kami masih harus membantu di dalam, dan kami akan menyusul dan membawa pria itu, ujar pengawal itu.
" Apa dia tidak sadar??
"Kami memberinya obat tidur, dan efeknya hanya dua sampai tiga jam saja, cepat pergilah sebelum ada orang yang melihat, dan itu bisa gawat.! ujar pengawal itu.
"Ok.! ujar Sarah cepat, langsung masuk ke dalam mobil nya, dan membawa Dinda pergi.
Saat mobil Sarah sudah melaju cukup jauh, Edo dan para pengawal lainnya pun Keluar dari restauran itu, dan langsung masuk ke dalam mobil, mengikuti Sarah, namun memberi jarak, agar Sarah tidak menyadari ada yang membuntutinya.
Bersambung.
Salam Author 🙏🙏🙏
__ADS_1