
Setelah memantapkan rencana, Edo dan pengawal itu pun mengatur strategi untuk menjebak preman yang di bayar Sarah, untuk menghabisi Edo, orang yang dianggap Sarah sebagai penghalang terbesar untuk mendapatkan Kevin, dan Sarah berniat untuk lebih dulu menghancurkan orang-orang yang menghambat jalannya, untuk mewujudkan keinginannya.
Saat ini Edo sedang berada di pusat perbelanjaan, memancing preman yang di bayar Sarah agar bergerak untuk melakukan penyerangan pada Edo.
Edo dan para bawahannya sudah mempersiapkan sematang mungkin segala persiapan untuk membekuk para preman itu, dan kali ini Edo tidak akan memberi kesempatan apa pun pada preman itu, ia akan menunjukkan pada Sarah bahwa tidak semudah itu untuk melenyapkannya dari dunia ini.
Pengawal yang berkomplot dengan Sarah, sengaja memberi informasi pada Sarah, mengenai posisi Edo saat ini, agar Sarah menghubungi para preman itu, dan melakukan apa yang di inginkan Sarah.
"Bukankah kau sudah membayar orang untuk melenyapkan Edo, orang yang menjadi penghalang kita untuk menghancurkan Kevin Bora?? ujar pengawal itu dalam sambungan teleponnya.
" Benar, dan kenapa kau tiba-tiba menanyakan soal itu?? tanya Sarah sedikit curiga.
"Aku rasa ini kesempatan untuk menghabisi Edo, dan ketepatan aku melihatnya di pusat perbelanjaan saat ini, ujar pengawal itu, agar Sarah tidak berpikir lain soal pertanyaannya.
" Benarkah?? apa kau yakin itu Edo?? tanya Sarah memastikan, apa rekannya itu tidak salah lihat orang.
"Tidak diragukan lagi, dan aku cukup dekat dengan Edo saat ini, jarak kami tidak terlalu jauh, dan aku yakin ini kesempatan baik untuk melenyapkan Edo, ujar pengawal itu, memprovokasi Sarah, agar bertindak secepat mungkin dan menghubungi para preman yang ia bayar itu.
" Kau benar, dan tetaplah di sana memantau situasi, aku akan menghubungi mereka, dan menyuruh mereka ke sana sekarang juga, ujar Sarah terdengar antusias.
"Baik, aku akan tetap di sini, hubungi aku bila para preman itu sudah tiba di lokasi, dan katakan pada mereka akau akan membantu mereka, bila keadaan tidak memungkinkan, dan aku akan mengawasi dari jauh, ujar pengawal itu meyakinkan Sarah, agar terlihat mendukung misi mereka saat ini.
__ADS_1
" Ok, aku akan menghubungi mu nanti, dan memberitahu mereka tentang keberadaan mu, ujar, Sarah cepat, dan mengakhiri sambungan telepon itu dan langsung menghubungi para preman itu.
Sarah begitu antusias langsung saja menghubungi preman bayaran itu, dan menyuruh mereka ke pusat perbelanjaan dan secepatnya melakukan tugas mereka menghabisi Edo.
Di pusat perbelanjaan itu terlihat Edo sedang bicara di telepon dengan seseorang, para preman yang sudah tiba di sana melihat Edo yang sedang asik dengan ponselnya. Para preman itu merasa itu adalah kesempatan mereka untuk menghabisi Edo saat itu juga, namun meski Edo sedang bicara di telpon, tapi ia tahu saat ini sedang di pantau para preman itu.
Sarah sudah memberitahukan pada rekannya bahwa orang suruhannya sudah berada di posisi yang tepat, dan mereka akan segera melakukan eksekusi pada Edo.
Edo yang tengah asik dengan ponselnya itu, ternyata bicara pada pengawalnya yang berkomplot dengan Sarah. Pengawal itu mengatakan pada Edo bahwa target sudah mendekat, dan sedang mengincar saat ini, dan memberitahukan posisi para preman tersebut. Edo pun langsung memberikan perintah siaga pada para pengawal yang sudah mengepung tempat itu, dan yang melakukan penyerangan pada Edo adalah para pengawalnya sendiri seolah nyata bahwa para orang bayaran Sarah yang melakukan itu, dan pengawal rekan Sarah akan me Rec semua kejadian sebagai bukri, untuk di tunjukkan pada Sarah dan membuat Sarah yakin Edo sudah tersingkirkan.
Ketika para preman bayaran itu ingin menyerang Edo dan dapat ter Rec oleh rekan Sarah, seolah mereka yang melakukan penembakan pada Edo, namun belum sempat para preman itu menembak Edo, mereka sudah di bekuk para pengawal yang tiba-tiba menyerang mereka dari belakang, dan penembakan palsu pun di lakukan oleh para pengawal yang di tugaskan Edo, dan rekan Sarah pun me Rec kejadian itu, dan penyerangan serta penembakan itu bagaikan nyata di alami Edo, yang tersungkur jatuh ke lantai bersimpuh darah.
Para preman yang sudah di bekuk para pengawal Edo, langsung di amankan dan di bawa ke markas, mereka akan menikmati permainan seru nantinya di sana, dan mendapatkan ganjaran yang setimpal, karena sudah berani mengusik dan berniat membunuh Edo.
Edo yang pura-pura terluka, langsung di bawa para pengawal lainnya, dan akan segera membuat berita palsu mengatakan Edo tewas di serang oleh orang misterius di dalam pusat perbelanjaan, agar membuat Sarah semakin yakin kalau Edo sudah berakhir.
Keadaan di pusat perbelanjaan langsung ricuh, dan tak seorang pun tahu kejadian ini hanya permainan belaka, selain para pengawal yang turut dalam kejadian tersebut.
Sarah yang menerima pesan video dari rekannya, langsung bersorak gembira, melihat Edo yang tersungkur jatuh, dan mendapat beberapa kali tembakan timah panas, membuat Sarah yakin, Edo tidak akan tertolong.
"Hahahaha rasakan.!! ini akibatnya sudah berani melawan ku.!! dan aku ucapkan selamat jalan untukmu menuju neraka, hahahaha, tawa Sarah menggema di kamar apartemennya.
__ADS_1
" Ternyata para preman itu sangat sadis.!! mereka bahkan berkali-kali menembak si Edo brengsek itu, ujar Sarah mengulang kembali memutar video kejadian yang ada di ponselnya.
Edo yang sudah tiba di markas, dan sudah membuat berita palsu untuk di sebar luaskan nantinya, agar Sarah percaya ia sudah tewas dalam penyerangan di pusat perbelanjaan itu.
Saat Edo masuk ke ruang tahanan di dalam markas tersebut, para preman itu langsung terkejut melihat Edo yang masih hidup, padahal mereka tadi melihat, Edo jelas-jelas tertembak bahkan sampai tak berdaya, tapi kenapa terlihat baik-baik saja, dan juga masih hidup, pikir mereka.
"Kenapa?? kalian terkejut melihat aku masih hidup?? ujar Edo berdiri di hadapan para preman itu, dan menatap tajam.
Para preman itu pun tidak berani menjawab, pikiran mereka masih linglung, sebenarnya apa yang terjadi?? begitulah Kira-kira yang ada di benak mereka, masih tak percaya melihat Edo yang berdiri di hadapan mereka saat ini.
" Kalian mengira aku sudah mati.!! tidak semudah itu, kalian bisa menghabisi ku, dan kali ini aku tidak akan mengampuni kalian yang sudah berani bermain api denganku, dan persiapkanlah diri kalian untuk menikmati permainan selanjutnya, karena akan ada ratapan dan keluh kesakitan yang akan memenuhi ruangan ini, dan tentunya itu akan aku buat sebagai penghantar tidur nyenyak ku.!! ujar Edo dingin.
Sementara di luar sana, berita kematian Edo langsung tersebar luas, dan beberapa media menayangkan secara langsung bagai mana kejadian itu, membuat para penikmat berita, terkejut dan sangat tidak menyangka melihat kejadian tersebut sangat ngeri dan membuat orang yang menonton merinding.
Sarah berteriak heboh, melihat berita di televisi yang mengabarkan tentang kematian Edo, dan ia sangat senang dengan hasil. kerja para preman yang ia bayar itu, tidak mengecewakannya walau sudah mengeluarkan uang puluhan juta, dan Sarah berpikir, para preman itu belum datang meminta uang yang setengah lagi sebagai upah pekerjaan mereka, mungkin menunggu situasi aman dulu, agar tidak tertangkap polisi, pikir Sarah masih tertawa senang melihat berita kematian Edo.
Bersambung.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthor
__ADS_1