
Suara alat monitor mengisi ruang perawatan Gaby, tak sedetik pun Kevin beranjak dari sisi Gaby.
Sudah dua hari Gaby di rawat, tapi masih belum menunjukkan tanda-tanda ia akan siuman.
"Segitu benci kah kau padaku, hingga tak ingin membuka matamu, kau boleh menghukum ku apa pun, tapi jangan dengan cara ini, ku mohon bertahanlah demi aku dan anak kita, Kevin tak henti-hentinya bicara, berharap Gaby membuka matanya, dan menjawab ucapannya, tapi tak satu pun perkataannya mendapat jawaban dari Gaby.
"Sampai kapan hm, kau bertahan menutup matamu, ku mohon bangunlah, aku akan menuruti apa pun keinginanmu, aku akan memenuhinya bahkan kau memilih jauh dari ku, aku akan memenuhi itu, asalkan kau membuka mata, dan bahagia, isak tangis Kevin membenamkan wajahnya di sisi ranjang, dan tangannya menggenggam erat tangan Gaby yang lemah.
Mendengar perkataan pilu Tuannya itu Edo pun turut prihatin melihat keadaan Tuannya itu.
Edo yang baru tiba di rumah sakit, tak sengaja mendengar ucapan Tuannya itu.
Edo datang bertujuan membawakan makanan dan baju ganti pada Kevin, yang sudah dua hari tidak makan, bahkan penampilannya sudah seperti gembel, kacau dan tak terurus.
"Tuan"
"Kau sudah datang?? menoleh dan menghapus jejak air matanya.
"Bersihkan diri anda dulu Tuan, dan anda harus makan, saya membawakan makanan dan baju ganti untuk anda.
"Bagai mana aku bisa makan, sementara istriku tidak makan apa pun, dan aku tidak bisa melakukan itu.!
"Ayolah Tuan, jangan begini, Nona juga pasti tidak ingin melihat anda jadi lemah begini, setidaknya anda juga butuh tenaga dan pikiran yang jernih, Nona wanita yang kuat, bahkan lebih dari ini sudah pernah Nona alami, ucap Edo membuat Kevin murung dan sendu.
Mendengar perkataan Edo, Kevin pun beranjak untuk membersihkan dirinya, walau hatinya berkecamuk, mendengar ucapan Edo tadi membuat dadanya sesak, mengingatkan ia yang pernah berlaku kasar dan menyiksa Gaby.
__ADS_1
Selesai mandi, Kevin mengambil makanan yang di bawa Edo tadi, selera makanya tak ada, dan ia pun hanya makan sedikit, setelah itu ia kembali duduk di samping ranjang Gaby.
Menatap lekat wajah Gaby, di belainya lembut wajah pucat itu, mencium kedua mata Gaby, dan tangannya pun terulur ke perut Gaby, yang sudah semakin terlihat membuncit.
"Sayang, ayo bantu papa, bantu papa membangunkan Mama, mengelus perut istrinya itu lembut.
"Kau bisa dengar papa kan nak?? bilang sama mama, kalau papa sangat takut, papa takut sayang, tangisnya pecah meletakkan kepalanya di atas perut istrinya itu, berharap anaknya mendengar, dan membantunya menyampaikan ketakutannya.
"Maafkan papa sayang, papa banyak salah sama mama, jangan membenci papa, papa nggak akan sanggup sayang, papa mohon bantu papa nak, suruh mama membuka matanya, papa janji, setelah ini papa tidak akan pernah menyakiti mama lagi, tubuhnya bergetar, karena menangis, dan masih dalam posisi di atas perut istrinya, menyalurkan perasaanya, berbicara pada janin dalam perut istrinya itu.
Dreet, dreet.
Dering ponselnya menghentikan tangis pilunya itu, melihat nama yang menghubunginya, dan tangisnya semakin pecah, saat menekan tombol jawab di ponselnya.
"Mom, hiks, hiks, hiks.
"Dia menghukum ku mom, dan ini hukuman yang di berikan Tuhan untukku.!
"Jangan bicara yang tidak-tidak, jernih kan pikiranmu, jangan jadi bodoh karena mengalami masalah, itu tidak baik, kau harus kuat sayang, Momy yakin Gaby wanita yang kuat, hanya saja Tuhan memberi mu ujian, menguji kesabaran dan ketabahan mu, jangan mudah menyerah, mana putra Momy yang kuat dan pantang menyerah itu, tunjukkan pada Gaby bahwa kau laki-laki yang kuat, dan bertanggung jawab, bicara tegar, walau pun sebenarnya hatinya teriris, mendengar keputusasaan dan tangis putranya itu, Ayuma berusaha kuat, memberi putranya semangat dan dukungan.
"Tapi Kevin nggak sanggup mom, Kevin nggak kuat, kalau boleh meminta pada Tuhan, Kevin yang menggantikan posisi Gaby saat ini.
"Tuhan tahu apa yang kamu pikirkan, kesabaranmu, ketulusan mu, perasaanmu, Tuhan bisa melihat itu sayang, ini cobaan sayang, dan ingatlah "Air tak selalu jernih" dan sebaliknya, dan kau tahu Tuhan tidak selamanya menjanjikan dunia selalu gelap, ada esok hari yang memberi sinar dan cahaya yang menerangi dunia ini, ucapan Ayuma membuat Kevin sadar, ia sudah terlalu larut dalam pikiran buruk, tanpa mengingat sang pencipta yang tidak pernah berbohong dengan kekuatannya.
"Terima kasih mom, Kevin paham maksud Momy, maaf Kevin sudah berpikir sempit.
__ADS_1
"Sudah, Momy tahu bagai mana perasaanmu, menghapus air matanya, perasaanya lega putranya mendengarkan semua nasehatnya, dan Ayuma merasa tenang sekarang.
"Momy tutup dulu ya, dan jaga Gaby dengan baik, menutup sambungan telepon itu.
Setelah bicara pada Momy nya, Kevin pun pergi ke kamar mandi, membasuh wajahnya yang sudah sembab dan lengket akibat menangis, dirasa cukup dan lebih segar, Kevin pun keluar dari kamar mandi, saat keluar ia melihat beberapa perawat dan seorang dokter memeriksa keadaan Gaby.
"Bagai mana perkembangannya, tanya Kevin serius pada dokter yang menangani istrinya itu.
"Masih sama tuan, keadaan Nona belum ada perubahan, bersabarlah Tuan, Nona pasti baik-baik saja, ucap dokter itu dan pamit undur diri.
"Kau bertahan tapi tak mau membuka mata, tapi camkanlah ini, sekecil apa pun harapanmu untuk pergi dariku, tidak akan terkabul, bahkan memikirkannya pun kau tidak punya kesempatan, karena kau tidak akan pergi tanpa izinku, ucap Rafa yang sengaja mengucapakan kata-kata ancaman itu, agar emosi Gaby terpancing, ia yakin Gaby bisa mendengar semua perkataannya.
"Kita lihat, kau yang menang atau aku.!! selama kau masih bersamaku, selama itu jugalah kau tak punya kesempatan pergi, kecuali aku mengizinkan mu.!!
"Kau dengar kan?? dan aku tahu kau mendengar semuanya, sampai kau membuka matamu, itu akan terbukti, karena yang boleh mengizinkanmu pergi hanya aku, karena kau milikku, ucap Kevin seperti orang gila, sengaja menyulut emosi Gaby.
"Karena aku masih belum puas menyiksamu dan menyiksamu, kau dengar itu.!!
"Hahahaha, kau kalah.!! mana bukti ucapan mu itu, yang ingin membalas ku.!! jangankan membalas ku, membuka mata saja kau tak bisa, dasar lemah.!!!
Kevin menggila, berteriak frustasi, melontarkan ancaman pada Gaby yang tidak meresponnya sama sekali, padahal ia berharap Gaby membuka matanya dan melawan serta menentangnya seperti biasanya, ia lebih suka Gaby yang garang melawannya, dari pada melihat istrinya yang terbaring lemah tak berdaya, namun usahanya masih sia-sia, walau ia mengancam dan berkata lantang di hadapan Gaby tetap saja, tubuh lemah istrinya masih setia berbaring dan menutup matanya.
Bersambung.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
__ADS_1
Salam Arthor.