BUTIRAN LUKA

BUTIRAN LUKA
51. Najis Dan Tidak Mungkin.


__ADS_3

Sarah mengeram marah, padahal kedatangannya ingin mengambil perhatian Kevin yang lagi dalam suasana duka, tapi apa yang ia dapat hanyalah kekecewaan dan lagi-lagi sakit hati.


Sepanjang jalan Sarah menangis dan berteriak kesal, marah, benci, menjadi satu, baginya tak adil, karena Sarah sudah menunggu lama waktu dan kesempatan ini, namun lagi-lagi ia gagal dan tak sekali pun Kevin melirik atau menaruh hati padanya.


Dari dulu ia mencintai Kevin, namun cinta itu hanya bertepuk sebelah tangan, dan yang lebih menyakitkan Kevin terang-terangan dulu menolaknya, dan mengatakan tak pernah punya rasa apa pun pada Sarah, selain menganggap Sarah sebagai temannya saja.


"Kenapa.? kenapa Vin?? kau tak pernah melihat aku yang begitu besar mencintai mu.!!


Sarah pun histeris, bahkan tak fokus menyetir, hingga hampir saja menabrak pohon karena pikirannya tertuju pada Kevin dan gadis cantik yang begitu bersikap mesra pada Kevin, dan Kevin terlihat sangat mencintai gadis tersebut, sampai melupakan Sarah yang masih berada di tempat itu, menyaksikan kemesraan Kevin dengan gadis cantik yang bernama Dinda itu.


Sementara di mansion, Kevin dan Dinda tertawa sekencang-kencangnya, melihat Sarah yang pergi begitu saja tanpa mengatakan apa pun, bahkan Sarah terlihat sangat marah, saat melihat Kevin dan Dinda mengumbar kemesraan nya tadi.


Gaby pun turun menemui Kevin dan Dinda, saat melihat mobil Sarah meninggalkan mansion.


"Peran yang bagus.! wanita gila itu hampir saia menelan mu hidup-hidup.! Dia kepanasan padahal udara di sini sangat sejuk dan segar.! Gaby tersenyum senang karena Dinda berhasil membuat Sarah terbakar.


" Apa gaya ku tadi sangat meyakinkan kak??


"Perfect, sangat total dan nggak kelihatan di buat-buat.! memuji Dinda dan sangat puas dengan hiburan di pagi yang cerah itu.


" Tapi, lain kali kamu jangan main sosor aja dong, apa lagi duduk di pangkuanku.! kalau bukan ini hanya akting, sudah ku banting kamu.!! kesal Kevin yang tak begitu suka Dinda terlalu berlebihan saat berperan.


"Iih, udah di bantuin bukannya bilang terima kasih, malah jutek gitu.!! merenggut kesal karena Kevin, malah menegurnya.


" Bukan gitu, tapi aku risih tahu.!!


"Sudahlah mas.! lagian Dinda kan adik kamu juga, bukan siapa-siapa kan??


"Adik sih adik, tapi nggak enak juga kan, apa lagi kamu lihat tadi.! merasa tak enak hati pada Gaby, meski pun hanya sandiwara, Kevin masih memikirkan perasaan istrinya.


" Mas, ini sudah kesepakatan kita kan, dan aku sama sekali nggak merasa ada pikiran lain-lain kok.!!


"Lagian ya.! Dinda juga risih kok, kak Kevin aja yang sok merasa Dinda berlebihan.! tak suka, Kevin jadi menilainya buruk.


" Huh.! anak kecil tahu apa kamu.!!


"Yey, kakak tuh, yang terlalu merasa kali.! udah usaha juga, tetap aja nggak merasa puas.!! lain kali Dinda nggak bakal mau lagi.!!


" Jangan.! Kevin.


"Jangan.! Gaby.


Serempak mengatakan kata jangan karena Dinda menolak untuk melanjutkan sandiwara itu lagi.


" Apanya jangan.! kan kakak nggak suka tuh, kalau Dinda dekat-dekat kakak.!

__ADS_1


"Tuh kan mas, ngambek kan jadinya.! mas sih, ngomong asal aja.!! kesal Gaby pada Kevin, karena sudah membuat Dinda ngambek dan kecewa.


" Ok.!! kakak minta maaf.!! puas.!


"Nggak mau.!!


" Eh, ini anak kok makin ngambek sih, udah minta maaf juga, apa perlu kakak bersujud gitu.!!


"Nggak segitunya juga sih.!!


" Lah terus??


"Kartu.!!


" Kartu??


"Iya kartu, Dinda mau shopping, mana bayarannya, sekalian itu sebagai permintaan maaf kakak.!!


" Wah.! gadis matre kamu ya.! kalau begini bisa bangkrut lah.!!


"Mas, ngomong apa sih??


" Kamu nggak dengar gadis rese itu minta apa.!!


"Kasih aja mas, Dinda nggak bakal beli satu Mall, paling hanya belanja doang.!!


"Enak aja, kakak tuh yang pelit, yah udah kalau nggak mau ngasih, Dinda balik aja lagi ke rumah, dan nggak mau bantuin kakak lagi.!! mengancam dan berpura-pura mau pergi, Gaby yang memang belum begitu kenal bagai mana sifat Dinda, takut Dinda pergi, dan tak mau membantu mereka lagi, sampai kedok Sarah terbongkar.


"Ok.! kakak kasih, tapi ada syaratnya.!


" Itu namanya nggak ikhlas, kalau pake syarat segala.!


"Kalau nggak mau, yah sudah, kakak bisa kok, nyuruh Edo nyari gadis yang berbakat dari kamu.!!


" Dasar kepala batu.!! ok, apa syaratnya??


"Kakak kasih kartu buat kamu shopping, tapi nggak ada yang namanya party.!! gimana??


Dinda pun langsung lemas, dan sudah menebak syarat yang akan Kevin katakan, dan mau tidak mau, Dinda setuju, karena di lawan pun, nggak akan berhasil pikirnya.


" Ok.! dasar kakak pelit.!!


"Ingat.! kakak akan tahu kalau kamu berbohong, dan melanggar syarat itu, dan kalau sampai kamu melanggar, kakak akan tarik semua fasilitas kamu, dan kamu akan kakak buat jadi OG di kantor kakak selama sebulan.!!


" Iya, iya Dinda ingat, mana kartu nya, kelamaan.!!

__ADS_1


Kevin pun memberikan kartu kredit itu pada Dinda, dan Gaby hanya tersenyum melihat tingkah, kakak beradik sepupu itu, meski pun Kevin terlihat keras pada Dinda, tapi Gaby bisa melihat, Kevin sangat menyayangi Dinda.


Setelah Dinda pergi, Gaby dan Kevin pun masuk ke dalam mansion.


Saat tiba di dalam, Kevin duduk di sofa ruang tamu.


"Mas.!


" Hm.!


"Jangan terlalu keras sama Dinda.!


"Keras gimana maksud kamu??


" Itu tadi, mas pake ngancam mau narik semua fasilitas, dan jadiin Dinda OG selama sebulan lagi.!


"Mas bukannya keras, cuma saja, takut Dinda terlalu bebas bergaul, kalau selama di sini Dinda kenapa-napa, apa yang harus aku katakan sama tante Rima dan Om Heri.!!


" Maksud aku itu, nggak harus pake ngancam gitu loh, kan bisa di nasehati dengan cara yang lain, lagi pula Dinda itu udah dewasa mas, dia pasti tahu lah, mana yang baik dan tidak.!!


Mendengar istrinya yang penuh pengertian dan perhatian pada Dinda, Kevin pun merasa Gaby wanita yang memiliki hati keibuan, lembut dan penuh kasih sayang, Kevin jadi tersentuh, terbayang dengan mommy nya, yang juga punya kemiripan sifat pada Gaby.


"Tapi tadi, lucu banget deh, melihat mas sama Dinda, apa lagi saat Sarah melotot, dan sangat geram, melihat Dinda duduk di pangkuan mas.!


" Senang kamu ya, lihat suami begitu.!!


"Kan cuma peran mas.! kok jadi marah sih?


" Marahlah, suami sendiri di ledekin.!


"Gitu doang, tapi kalau Sarah yang tiba-tiba duduk di pangkuan mas tadi gimana yah??


" Najis.!! dan nggak mungkin, bisa-bisa alergi satu tahun, kalau sampai wanita gila itu berani melakukan itu.!!


"Hahahaha, ada-ada aja kamu mas.!


" Kamu yang ada-ada aja, masa harapannya gitu sama suami, memangnya mas laki-laki apaan??


"Kan tadi aku bilang seandainya mas, bukan harapan, mas kok jadi sensian sih??


" Tahu ah.!! ketawa aja terus.!


Kesal sama Gaby, karena tidak merasa cemburu, padahal Kevin ingin sekali Gaby, ngambek karena dia dekat-dekat sama wanita lain, bukannya cemburu, eh malah di ledekin, dasar istri nggak peka.!!!


Bersambung.

__ADS_1


Salam Arthor๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2