
"" Apa kau sudah menangkap anak itu.???
Tanya seorang wanita yang terlihat cantik dengan tampilan elegan dan sikap arogannya.
"" Kau tenang saja sayang, dia sudah di urus anak buahku.! Dan setelah ini kita akan menyiksa "Bora" dan istrinya, sampai mereka menngatakan dimana dia menyimpan semua berkas itu. Lalu setelahnya kita akan membalik nama seluruhnya atas nama kita, ujar Alvaro dengan senyum liciknya dan menatap istrinya yang tersenyum tipis karena meteka akan berhasil pada tujuannya.
"" Bora harus menyesal karena lebih memilih wanita "J******g itu dari pada aku, padahal aku yang lebih dulu mencintainya, namun wanita "si*****lan" itu merebutnya dariku, dan Bora tidak perduli dengan perasaanku yang telah lama menyimpan rasa dan cinta padanya, rasa sakit dan terbuang kala itu membuatku hancur saat mereka memutuskan menikah, kali ini aku tidak lagi menunjukkan cinta, tapi aku ingin mereka hancur merasakan apa yang kurasakan dulu, dan mereka akan lebih memilih untuk mati dari pada hidup dengan kehampaan yang tak berujung.
"" Sesuai harapanmu honey,, ujar Alvaro yang juga memiliki dendam yang sama karena Bora selalu lebih unggul dalam masalah bisnis.
Dendam yang tak beralasan kuat, membuat Alvaro dan istrinya berniat menghancurkan Bora dan keluarganya.
Obsesi cinta yang membutakan mata istri Alvaro terhadap Bora. Cinta yang tak pernah di ungkapkanya, dan merasa Bora hanya akan menjadi miliknya, tak ingin mendengar kenyataan bahwa Bora tidak pernah menaruh hati padanya, namun obsesi itu membuat istri Alvaro seolah hanya dialah yang berhak bersanding sebagai kekasih Bora, sehingga dia menerima kenyataan pahit bahwa Bora telah lama menjalin kasih pada "Ayuma" istri Bora.
Tak bisa menerima kenyataan, hingga menyimpan dendam sedalam samudra bagi Bora dan Ayuma.
Sama halnya dengan Alvaro, yang selalu iri pada Bora yang selalu berada di atasnya dalam persaingan bisnis hingga saat Alvaro hampir bangkrut dan meminta uluran tangan Bora agar membantu perusahaannya, namun karena Bora belum memenuhi syarat sah sebagai pewaris "" Bora Grup"" sebelum ia memiliki istri, hingga Bora tidak punya hak mengeluarkan uang banyak tanpa ada izin dari sang papa, yang masih berkuasa penuh pada perusahaan, himgha Bora tidak bisa membantu Alvaro yang sangat butuh suntikkan dana saat itu.
Alvaro yang menganggap itu hanya penolakan halus yang di buat Bora, berpikir Bora memang sangat senang bila perusahaan Alvaro gulung tikar, Maka timbullah dendam yang tak beralasan pada Alvaro yang sama sekalu tidak perduli dengan alasan Bora waktu itu, dan saat inilah Alvaro yang sudah lama ingin membalas Bora, seolah di pertemukan dengan istrinya yang juga menyimpan rasa sakit yang dalam pada Bora karena cinta tak terbalaskan.
Di sebuah ruangan Bora yang sudah terikat di kursi listrik yang sudah di persiapkan Alvaro jauh sebelum mereka melancarkan aksinya menyekap Bora dan istri dan putranya Kevin Bora.
Alvaro dan istrinya pun memasuki ruangan dimana Bora di sekap dan istrinya, namun mereka sengaja memisahkan Kevin putra Bora di ruang sebelah tempat Bora dan Ayuma disekap.
Kevin yang pada saat itu masih berumur 15 Tahun, masih merasa binggung dengan apa yang terjadi padanya saat itu, dia hanya berpikir ada seseorang menculiknya dan akan meminta tebusan pada daddynya, dia belum menyadari bahwa kedua orang tuanya sudah lebih dulu di tangkap oleh Alvaro.
Saat Alvaro dan istrinya masuk, langsung bertatapan pada Bora dan Ayuma di ruangan itu.
__ADS_1
"" Apa yang kau lakukan Alvaro, aku tak punya masalah padamu sedikit pun, mengapa kau melakukan ini padaku dan keluargaku.!!!! teriak Bora yang sudah emosi saat melihat Alvaro datang.
""Hahahahaaaa,,, Kau bilang tidak punya masalah?? sepertinya setelah menikah kau jadi tua dan pikun karena melupakan sesuatu, ujar Alvaro yang tetlihat menyeringai pada Bora.
"" Aku tak melupakan apa pun..!!! dan aku tidak pernah menganggumu sama sekali, tapi apa yamg kau lakukan ini hahh.!!!! sahut Bora yang semakin emosi dengan Alvaro.
"" Honey,,, jangan buang waktu lagi, aku muak melihat mereka, dan secepatnya buat mereka semenderita mungkin seperti yang kurasakan waktu itu, ujar istri Alvaro yang menatap sinis pada Bora dan Ayuma, obsesi dan dendam itu sudah membuatnya lupa dengan perasaan yang pernah ia taruh pada Bora, yang dulunya ia tak ingin Bora terluka dan tersakiti, namun hari ini seolah tak pernah mengingat sisi baik Bora terhadapnya, yang ada hanya dendam, dan membalas rasa sakit hatinya.
"" Sesuai keinginanmu sayang,, ujar Alvaro tersenyum tipis pada istrinya dan menatap tajam pada Bora dan Ayuma.
Setelah Alvaro mengatakan apa niatnya pada Bora, Bora selalu bungkam tak ingin mengatakan di mana ia menyimpam semua berkas dan aset miliknya, bahkan Ayuma pun demikian.
Karena menurut mereka lebih baik mereka mati mengenaskan dari pada memberikan pada manusia congkak seperti Alvaro dan istrinya, meski pun Alvaro sudah mengancam akan membunuh Kevin putra mereka, namun mereka tetap bungkam dan menerima siksaan setiap harinya.
Hingga di satu hari istri Alvaro yang sudah habis sabar dan akal pun, berbuat hal yang sangat kejam pada Ayuma dan ia ingin Bora hancur saat istrinya di pe******sa di depan matanya.
Namun sepertinya takdir masih berkata lain pada Bora dan istrinya, setelah sang papa bekerja keras mencari dan menyebarkan seluruh anak buahnya, hingga menemukan keberadaan Bora dan Ayuma selamat dari pe*********an itu, hingga mereka bisa terselamatkan, namun hanya nyawa yang selamat tidak dengan fisik dan jiwa Bora dan istrinya yang mengalami kelumpuhan serta depresi yang berat akibat siksaan yang mereka dapatkan selama di sekap tiga minggu lamanya.
Kevin yang juga sempat depresi dan mengalami geger otak ringan, lebih cepat pulih dari kedua orang tuanya, dan hal inilah yang membuat Kevin merasakan dendam yang begitu membekas pada Alvaro hingga ia menanti waktu yang tepat untuk membalaskan goresan luka yang sangat sulit untuk sembuh dalam ingatan dan hatinya.
Sementara Alvaro dan istrinya yang mengetahui bahwa markas penyekapan Bora dapat terlacak dan Bora dan istrinya serta Kevin yang mereka sekap dapat di selamatkan dari penjagaan para bawahanya, dengan sigap mereka melarikan diri ke negara Swiss dan bersembunyi selama mungkin agar tidak tertangkap oleh papanya Bora dan polisi, namun mereka melupakan satu hal yang nantinya akan berujung lebih menyakitkan dengan apa yang sudah mereka tabur maka akan mereka tuai di hari mereka lupa dengan perbuatan mereka saat ini.
Kevin yang tersadar dari ingatan delapan tahun lalu karena merasakan tetesan hangat di dahinya, yang ternyata itu adalah air mata mommynya yang menetes saat mengingat sosok yang suaminya karena putranya mengatakan bahwa suaminya sudah bisa berjalan dan bisa bicara, seolah mengingatkan Ayuma pada kejadian masa lalu yang menyakitkan.
Sesungguhnya Ayuma sudah banyak perkembangan dalam kesehatanya, namun ia seolah membohongi dirinya yang merasa tidak punya harapan karena tahu keadaan suaminya yang lebih buruk darinya membuat Ayuma seolah tak ada guna bila ia pulih akan melihat suaminya yang cacat dan terpuruk, ia tak sanggup untuk melajutkan hidup dalam bayang-bayang masa lalu yang setiap harinya melihat keadaan suaminya yang terkulai taj berdaya, hingga Ayuma berfikir lebih baik ia tak berjuang sembuh bila suaminya akan menderita, dan ia berharap mati dalam kehampaan bersama sang suami karena tak kuat menerima keadaan yang membuatnya selalu ingat dengan kejadian yang begitu memilukan itu.
"" Mom,,, kenapa menangis.??
__ADS_1
Apa mom rindu sama daddy.??
Seolah paham dengan situasi sang mommy, Kevin menatap mommynya dalam, seolah mencari apakah mommynya sudah bisa ingat kembali akan sosok daddy dan dirinya??
Dengan tangan gemetar dan derai air mata sang mommy mengangkat kedua tangannya meminta agar Kevin menghambur kepelukan sang mommy, Ayuma tak ingin lagi berpura-pura bodoh dengan kenyataan, setelah mendengar penuturan putranya bahwa suaminya sudah banyak kememajuan ia merasa berdosa pada putranya yang selalu menangis pilu bila menjenguknya hanya mendapati tatapan kosong dan diamnya Ayuma.
Kevin yang melihat mommynya seperti itu pun menghambur ke pelukan Ayuma dan menangis terisak dengan perasaan yang tak bisa di jelaskan dengan kata-kata saat ini.
"" Maaf,,, ucap Ayuma lirih dengan isak tangisnya yang juga sangat menyayat hati.
Mendengar mommynya mengatakab maaf, Kevin pun melepas pelukannya dan menatap sang mommy karena ingin mendengar mommynya bicara sesuai harapannya.
Ayuma yang tahu maksud dari putranya pun tak ingin lagi membuat putranya merasa di bohongi Ayuma menangis sembari mengelus wajah putranya itu yang sudah sejak lama ia ingin sentuh namun karena putus asa dengan bayang-bayang suami yang juga menderita Ayuma melupakan putranya yang juga membutuhkannya.
"" Maafkan mommy sayang,,, mom hanya belum bisa berdamai dengan masa lalu yang kejam itu, hingga mom melupakan putra mom yang masih membutuhkan mom.
Kevin tak berkata apa pun, ia kembali memeluk mommynya erat karena merasakan hal yang sangat di nantinya akhirnya datang juga, dan ia pun mengerti alasan mommynya yang masih belum bisa sepenuhnya menerima kenyataan.
"" Berjanjilah mom, jangan tinggalkan Kevin lagi, mom ada bersama Kevin selama ini, namun begitu jauh dari Kevin karena mom tidak pernah merespon apa pun pada Kevin, tapi hari ini mom kembali dan kita akan berkumpul lagi mom seperti dulu, daddy, mom dan Kevin, ucapnya dengan sesengukan dalam dekapan sang mommy.
"" Iya sayang, mom janji dan kita akan mulai dari awal lagi, sahut sang mommy mendekap erat Kevin meluapkan kerinduannya yang sudah begitu lama ia pendam.
"" Setelah mommy lebih pulih lagi, kita akan mengunjungi daddy dan kita akan bawa daddy pulang bersama kita lagi, ujar Kevin agar mommynya lebih semangat lagi dan punya tujuan untuk tetap bertahan.
Kegigihan dan kesabaran Kevin selama 2 tahun belakangan ini membuahkan hasil, yang dimana dia selalu melewati hari-hari yang menyesakkan dadanya setiap kali melihat mommynya dan bertanya tentang perkembangan sang daddy, namun hari ini Tuhan menjawab semua doa dan harapannya, dan akan memulai dari awal lagi kebahagian yang hilang beberapa tahun ini.
Bersambung
__ADS_1