
Setelah Sarah pergi, anak Geng itu pun menatap penuh tanya pada Dinda, karena merasa aneh kenapa Dinda memperebutkan kakaknya sendiri pada wanita sinting tadi, dan bicara soal pernikahan lagi, apa Kevin yang mereka maksud bukan Kevin kakaknya Dinda, atau ada Kevin yang lain yang mereka perebutkan, tapi itu tidak mungkin, karena Dinda tadi sempat mengatakan nama kakak iparnya yang baru beberapa hari meninggal, dan di bunuh oleh orang misterius.
"Din.! kita nggak salah dengar kan??
" Maksud kalian apa.!!
"Masa iya sih, Lo rebutan sama wanita sinting itu, mendapatkan kak Kevin??
" Shut.! jangan kuat-kuat ngomong nya.!
"Sebenarnya kenapa sih Din?? jangan buat kita penasaran dong.!
" Kalian bisa janji kan nggak akan cerita ke siapa pun??
"Ah, Lo ya Din, kayak nggak kenal kita aja, lagian kan kita satu Geng, dan menghianati teman satu Geng sudah jadi aturan kita, dan akan mendapatkan hukuman yang sesuai.!!
" Ok, aku percaya.! tapi aku nggak bisa cerita banyak, dan intinya, aku dan kakak sedang ada misi untuk mencari tahu siapa pembunuh kakak ipar dan Om Edo, dan wanita tadi adalah yang di curigai kakak ku, dan aku hanya pura-pura menjadi kekasih kakak, karena tidak banyak yang tahu aku adalah adik nya kak Kevin.!
"Dasar wanita sinting.!! bisa-bisa nya, nyebut milik nya, padahal bukan siapa-siapa.!!
" Dia terlalu terobsesi pada kak Kevin, dan dia itu teman satu sekolah kakak, dan katanya dari masa sekolah dia sudah menaruh hati pada kakak, tapi kak Kevin sama sekali nggak ada rasa, dan nggak pernah nyatain perasaan apa-apa sama dia, dia nya aja yang terlalu merasa.!!
"Tebal muka juga tuh wanita sinting.! udah jelas-jelas kak Kevin nggak ada rasa, kok maksa ya.??
" Yah begitulah cinta, kadang bisa membuat kita lupa diri, karena terlalu terobsesi dan berambisi.!!
"Lo benar Din, tapi kayak nya wanita itu nggak wanita biasa, kamu harus lebih waspada Din.!!
" Iya, makasih tadi, udah nyelamatin aku dari serangan wanita sinting itu.!!
"Itulah gunanya ada teman, dan kita ini kan satu Geng, jangan sampai teman kita di serang di depan kita.!! Bertos ria, tanda mereka saling dukung satu sama lain, dan bila seorang tersakiti, maka yang lain akan ikut tersakiti.
Sementara Dinda sama sekali tidak mengetahui, kalau Kevin menugaskan seorang pengawal mengikuti Dinda, dan Kevin pun mendapat laporan dari pengawal itu, bahwa Dinda sempat bertengkar dengan Sarah, dan hal hasil Kevin pun menghubungi Dinda, takut terjadi apa-apa pada Dinda.
Ponsel Dinda pun berdering, Dinda melihat nama kakaknya tertera di layar ponsel nya, membuat Dinda memutar bola matanya malas.
"Halo kak.!
" Pulang.!
"Kok pulang??
" Kakak bilang pulang, ya pulang.!!
"Tapi kan Dinda, masih baru sebentar keluar kak??
" Kamu pilih, pulang sendiri atau di seret paksa sama pengawal.!!!
"Iya.! Dinda pulang, puas.!! mengakhiri sambungan ponsel nya, dan memberenggut kesal karena di paksa pulang, padahal Dinda baru saja menikmati kebersamaan dengan anak Geng nya, dan kalau saja Sarah tidak bikini ulah tadi, Dinda pasti sudah lebih banyak menikmati waktu nya.
"Semua gara-gara wanita gila itu.!!
" Kenapa Din??
"Sorry ya Geng, aku nggak bisa lama, soalnya kakak nyuruh aku pulang sekarang, kalian tahu kan kak Kevin nggak bisa di bantah kalau udah ngomong.!
" Baiklah kami ngerti kok.! kamu hati-hati ya.!
"Ok.! by
" By.! sahut anak Geng serempak.
Dinda pun pergi meninggalkan para anak Geng itu, dan sepanjang jalan saat menyetir, Dinda sudah bisa menebak pasti kakaknya sudah tahu ia bertengkar dengan Sarah wanita jelmaan iblis itu, dan Dinda sudah tak heran dengan itu, karena ia tahu kakaknya selalu mengawasinya kalau lagi keluar, dan sekarang kakaknya pasti akan marah, karena sudah ribut di tempat umum, dan ujung-ujungnya adalah menerima hukuman dengan ikhlas dan lapang dada.
Mobil yang di kendarai Dinda pun memasuki halaman mansion, saat ia turun pengawal langsung menyambutnya dan menyuruh Dinda langsung ke ruang kerja Kevin.
"Selamat sore Non, tuan muda menunggu Nona di ruang kerja nya.!
" Sora sore.! nggak bisa sih sehari atau sekali pun kalian menentang perintah kakak, agar tidak mengawasi ku??
__ADS_1
"Maaf Non, kami hanya punya satu nyawa.! pengawal itu menjawab dengan santai nya, padahal Dinda sudah ingin sekali menoyor pengawal itu.
" Bisanya hanya lapor, lapor dan lapor, awas saja ya, kalau sampai kakak menghukum ku berat, aku akan menghajar kalian.!! geram Dinda pada pengawal itu.
"Silahkan Non, tuan muda sudah menunggu.!
Dinda pun semakin kesal karena ucapannya sama sekali tidak pengaruh bagi pengawal itu, dan menatap pengawal itu kesal.
" Minggir.!! awas Lo ya.!!
Dinda pun masuk ke dalam mansion, saat masuk Dinda tak melihat keberadaan kakak iparnya, ingin mencari perlindungan, tapi mungkin nasibnya kali sedang apes, keluar harus pake syarat dulu, masih sebentar di luar sudah ketemu titisan iblis, bertengkar pula, dan sekarang harus menghadap yang kuasa, eh salah.! yang mulia, dan sudah tentu akan ada hukuman, lengkap sudah penderitaan ku, batin Dinda, yang berjalan gontai menuju ruang kerja kakaknya itu.
Tok, tok, tok.!
"Masuk.!
Suara berat itu terdengar dari dalam, membuat Dinda merinding bukan kepalang.
Perlahan Dinda membuka pintu itu, dan saat pintu terbuka lebar Dinda bernafas lega, karena kakak iparnya ada di dalam juga, dan Dinda bisa minta bantuan kakak iparnya, agar hukumannya di ringankan.
"Duduk.!!
Dinda pun berjalan sambil menundukkan kepala nya, tak berani menatap kakaknya, dan duduk tepat di depan Kevin dan Gaby.
"Dapat piala Oscar tadi??
Dinda menggeleng, tahu maksud ucapan Kevin, dan masih tetap menunduk tak berani menatap ke arah Kevin dan Gaby.
" Trus kenapa di ladeni??
"Dia yang duluan nyerang Dinda kak, sumpah.! mengangkat dua jarinya tanda ia jujur.
" Kalau kenapa-napa tadi, siapa yang repot??
"Kakak.!
" Kakak.!
"Kakak, kakak.!!!
Dinda pun semakin tertunduk takut, karena suara Kevin naik satu oktaf.
" Mas.! nggak harus teriak-teriak, Dinda itu bukan tuli.! Gaby pun kesal karena Kevin lupa di sampingnya ada si ratu lembut.
"Siapa bilang dia tuli.??
" Ya nggak ada.! tapi ngomong teriak-teriak sama biasa aja kan tetap saja Dinda dengar.!!
"Eh, kok jadi kamu yang marah-marah sih??
" Marahlah, mas kayak tinggal di hutan, pekak telingaku dengar mas teriak-teriak gitu.!
"Nggak usah di dengar, tinggal tutup kuping kamu kan gampang.!!
" Mas.!! melotot tajam, karena suami nya nggak mau kalah, bukannya menasehati Dinda malah mengajak berdebat.
Kevin yang melihat tatapan tajam dan mata istrinya seperti mau keluar, menelan ludahnya kasar, dan baru kali ini melihat istrinya seperti serigala betina.
"Ini nih, gara-gara kamu, kakak jadi nya yang salah.! menunjuk ke arah Dinda, tak terima di salahkan istri, dan balik menyalahkan Dinda.
" Maaf.!
"Maaf, maaf.! kalau udah begini aja, minta maaf cepat kamu.!
" Mas, kalau mas nggak bisa dengan baik nasehati Dinda, mending mas keluar deh, biar aku yang ngomong sama Dinda.!
"Kamu ngusir aku.!!
" Iya, kenapa keberatan.!!
__ADS_1
"Nggak sih, cuma kan aku yang mau menghukum Dinda.!!
" Nggak ada hukuman-hukuman.!
Horeeeee, batin Dinda, bersorak girang, karena Gaby membelanya, dan untung saja kakak iparnya ada di ruangan ini juga.
"Meski kamu melarang, tapi Dinda tetap akan dapat hukuman.!
Gleekkk.!
Lemas, dan tak bersemangat ternyata kakak iparnya nggak ngaruh untuk yang mulia satu ini, batinnya.
" Ok, tapi jangan yang berat-berat mas.!
"Apanya jangan yang berat, biar dia jera, dan mikir untuk selanjutnya nggak gegabah.!!
" Tapi kan Sarah yang mulai duluan mas, bukan Dinda.?!!
"Tapi tetap saja dia, nggak mikir keselamatannya, apa kamu lupa Sarah siapa.??
" Iya, aku tahu siapa Sarah, tapi kan nggak gini juga mas.!!
"Apa kamu mau Sarah merencanakan sesuatu di luar pengetahuan dan pengawasan kita??
" Ya nggak lah.! tapi kan Dinda nggak salah mas.!!
"Salah nggak salah.!! Dinda tetap mas hukum titik.!
" Nggak bo, _
"Cukup.!! nggak perlu berdebat, apa hukuman Dinda, pusing melihat Kevin dan Gaby malah berdebat karena nya, dan Dinda pun pasrah di hukum kakaknya itu.
" Tapi Din.!
"Nggak apa-apa kak, Dinda sudah biasa, dan jangan berdebat lagi, Dinda capek.!
Gaby pun tak bisa berkata apa-apa lagi, karena Dinda pasrah dan menerima hukumannya.
" Selama dua hari kamu jadi pelayan di mansion, tanpa ponsel dan kamar tidur, tidur sama pelayan di paviliun belakang.!!
"Baiklah, menyerahkan ponsel nya pada Kevin, dan langsung tak bersemangat.
" Nggak.!! jangan gitu mas.! kasihan Dinda, ganti yang lebih ringan.!
"Tidak akan.!!
" Ok.! kalau mas masih bertahan, aku juga ikut tidur di paviliun bersama para pelayan.!!
"Jangan gila kamu.!
" Kenapa?? mas kira hanya mas saja yang bisa begitu??
"Dinda aja nggak keberatan dengan hukumannya, kok jadi kamu yang sensi sih??
" Karena Dinda takut, bukan tidak keberatan.!!
"Kenapa jadi kita yang bertengkar, dan apa itu tadi, kamu pake ngancam segala lagi.!!
" Kalau mas nggak mengganti hukumannya, aku akan, _
"Baik.! Dinda selama dua hari nggak boleh keluar mansion, puas.!!
" Sangat puas.!! gitu dong, itu baru suami ku yang baik dan tampan.! tersenyum manis, merasa menang karena berhasil menaklukkan suami nya yang kejam, dan pelan-pelan, Gaby akan merubah Kevin menjadi laki-laki yang lebih lembut dan tenang, tidak emosian dan murah marah.
Kevin pun kesal pada Gaby yang tak bisa berkutik, namun Kevin senang karena istrinya bisa membuat nya lebih tenang, dan Kevin baru menyadari, kalau sudah ada rasa dan menyayangi seseorang ternyata se marah dan se emosi apa pun kita, bisa juga takluk karena orang yang kita cintai.
Bersambung.
Salam Arthor๐๐๐
__ADS_1