
Setelah dua minggu lalu, ketika Kevin menemui Alvaro perasaannya menjadi bimbang, bahkan ia tidak begitu kasar terhadap Gaby, meski terkadang Gaby membuatnya emosi namun Kevin hanya menghukum Gaby dengan hukuman yang ringan, hingga Gaby sendiri pun mulai merasakan aneh dengan sikap Kevin yang sedikit melunak namun seperti menghindar, seperti jijik untuk melihatnya.
"" Malam ini kau tak usah memasak makanan untukku,ujar Kevin dingin bicara pada Gaby, namun tak melihat lawan bicaranya.
Kevin memang tak begitu sering lagi menyiksa Gaby secara kejam, namun memperlakukan Gaby seperti pelayan yang ada di mansionya. Kebutuhannya semua Gaby yang melakukan termaksuk memenuhi hasratnya di ranjang, Kevin menganggap Gaby hanya pemuas hasratnya dan tak ada niat menjadikan Gaby yang bertahtah penuh di hati dan hidupnya, apa lagi Kevin kerap kali menghina Gaby dengan ucapab kasar dengan sebutan "wanita murahan" dan "J****ng".
"" Baiklah tuan,, sahut Gaby patuh, ia tak ingin banyak bertanya, kenapa tidak menyiapkan makanan untuk Kevin, karena sekali ia bertanya maka yang datang bukan jawaban melainkan tamparan, itulah setiap harinya ia dapat bila lancang untuk bertanya.
"" Aku memberimu kebebasan bergerak di mansion ini,bukan berarti kau bisa berpikir untuk lari dari sini, jadi ingat batasanmu, sekali kau melakukan apa yang tidak aku sukai maka bersiaplah menerima akibatnya, ujar Kevin dengan tatapan tajam pada Gaby.
"" Saya tidak akan melakukan itu tuan, dan saya cukup tahu diri dengan keadaan saya saat ini, dan terimakasih anda masih memberi saya bergerak bebas diansion ini, tanpa mengurung saya lagi, sahutnya dengan wajah tertunduk.
""Aku berlaku demikian bukan berarti aku sudah mengampuni semua yang sudah orang yuamu lakukan, jadi jangan merasa aku memiliki rasa kasihan untukmu, karena itu mustahil, ujar Kevin sinis.
Gaby tak menjawab perkataan Kevin yang pedas itu, karena di jawab pun percuma, pikirnya.
"" Untuk beberapa hari aku tidak pulang ke mansion, jadi selama aku pergi, jangan bertingkah karena kau akan menerima hukuman bila melakukan kesalahan, ingat itu.!! ujarnya dingin dan berlalu meninggalkan Gaby di kamarnya.
Setelah kepergian Kevin, Gaby hanya menatap punggung Kevin yang semakin jauh dari penglihatannya, "Kalau memang kau tak punya rasa apa pun seperti yang kau katakan tadi, lalu kenapa akhir-akhir ini sikapmu melunak, dan kenapa memberiku perhatian yang membuat aku jadi serbah salah merasakan perasaan ini, meski kau bersikap kasar dan menyiksaku selama ini, kenapa aku merasa tidak bisa membencimu hanya dengan perhatian kecilmu dan rasa hawatirmu dikala aku terluka olehmu sendiri, hati ini merasa mendamba dan berharap kau menjadi pria yang baik, karena sebenarnya kau memang pria penyanyang, namun karena kesalahan orang tuaku, kau merubah dirimu menjadi sosok yang sulit di pahami siapa pun, batin Gaby menyerukan perasaan hatinya.
Selama seminggu Kevin tak kembali ke mansion, dan ini hari yang ke delapan, masih juga belum menampakkan dirinya di mansion.
"" Mengapa aku merasakan hampa selama kau tak ada, padahal aku selalu tersiksa dan tertekan bila sudah berhadapan denganmu,dan semua hal yang kulakukan salah, seharusnya aku senang bila kau tak datang, tapi kenapa hatiku begitu merindukanmu. Oh ayolah Gaby, kau hanya wanita murahan dan j*****ng di matanya, kenapa kau berpikir dia akan memiliki perasaan yang lebih untukmu, ujar Gaby bicara pada dirinya sendiri.
Sementara Kevin yang berada di Jerman bersama mom dan daddynya, menikmati kebersamaan mereka.
Kevin terpaksa membeli sebuah mansion mewah di Jerman karena mom dan daddynya merasa lebih betah tinggal di sana dan masih belum bisa berdamai dengan masa lalu untuk pulang ke Paris kota yang menyisahkan ingatan pedih pada kedua paruh baya itu.
"" Vin,,, panggil Ayuma yang melihat anaknya termenung, seperti memikirkan sesuatu.
Sebenarnya Ayuma sudah tahu cerita tentang putranya yang selalu memperlakukan Gaby putri Alvaro dari Edo.
Karena merasa putranya masih banyak menyimpan kebencian pada Alvaro, hingga Ayuma belum berani bicara apa pun pada Kevin prihal caranya memperlakukan Gaby.
Namun kali ini Ayuma mencoba untuk bicara, sebelum di kemudian hari putranya akan semakin menjadi orang yang sangat kejam dan menyesali yang sudah hancur namun tak akan bisa di kembalikan seperti semula, karena bagaimana pun memperbaiki yang sudah rusak pasti tidak akan bisa sesempurnah di awalnya dan akan menyisahkan cacat atau kekurangan, walau bentuknya masih sama serupa, namun tidak dengan kualitasnya.
"" Ada apa mom, sahut Kevin tersadar dari pikiran menerawang yang jauh, tapu dapat di pahami dari raut wajahnya yang menyimpan banyak sesuatu yang sulit untuk ia ungkapkan.
"Mom tahu perasaanmu sayang, bagaimana pun mom merasakan sakitnya saat kejadian itu, tapi mom tak ingin kamu jadi putra mom yang sulit mom kenal dan kendalikan.
"" Mom ini bicara apa sih, ujar Kevin berdalih meski ia tahu tujuan ucapan momnya itu.
"" Mom adalah wanita yang melahirkanmu, jadi semua yang ada pada dirimu mom tahu itu, jangan menyimpan sendiri nak, ada mom dan daddy disini, yang siap mendengar ceritamu, sahut Ayuma lembut dan tersenyum, mencoba membuat alur mengalir tanpa terpaksa.
""Benar son, jangan buat dirimu di kuasai hal yangerugikanmu nantinya, daddy tahu bagaimana perasaanmu, dan daddy bukan menentang apa yang sudah kamu lakukan, karena daddy yang merasakan memang sulit menerima keadaan waktu itu, tapi lihatlah son, Tuhan masih baik pada kita, melalui hal yang kita anggap mungkin ujung dari pertahanan, tapi takdir masih berkata lain buat kita son, daddy harap kamu mengerti maksud daddy, ujar Bora memberi nasehat agar putranya tidak terlampau jauh masuk ke jurang yang terjal, karena dendam masa lalu itu.
"" Entahlah dad, Kevin hanya belum bisa menerima dan melupakan hal itu, sahutnya dengan nafas yang kasar.
"" Nak,, mom hanya tidak ingin kamu melakukan hal yang akan membuatmu menyesal, dan mom juga tidak ingin putra mom satu-satunya jadi orang yang tidak punya perasaan seperti orang-orang yang melakukan perbuatan yang tidak terpuji, tapi kalau kamu berbuat demikian itu sama saja kau tidak lebih dari mereka yang berbuat keji pada orang lain temasuk Alvaro, Bita dan Gaby.
__ADS_1
Deg
Dada Kevin mendadak sesak, ia mengingat kala ia menyiksa Gaby ucapan itulah yang ia dengar kala iti dari mulut Gaby.
"Apakah memang aku sudah jadi orang yang tidak memiliki hati.?? batinya bertanya, menatap dalam kedua paru baya yang ia sayang.
"" Mulailah dengan perlahan son, untuk melupakan itu, bukankah sekarang kita berusaha untuk menjauh dan menghilangkan bayang-bayang masa lalu itu?? Bila kamu masih tetap terbelenggu maka akan sulit keluar son, yang ada hanya rasa sesal yang tak berkesudahan, ujar Bora bijak untuk bisa membuat Kevin berpikir lebih jernih dan membuka hati agar tidak semakin larut dalam permainan dendam yang mengikatnya saat ini.
"" Mom, akui perbuatan mereka sulit untuk dimaafkan, dan mom juga membenci mereka, namun dengan semua yang sudah kita lalui mom bersyukur Tuhan masih baik pada kita dengan mengembalikan keluarga kecil kita yang sempat terombang ambing tanpa arah, ujar Ayuma lagi.
"" Aku bingung mom, dad, Kevin harus berbuat apa, apakah membebaskan Gaby darj Kevin atau tidak, di satu sisi Kevin memang ingin melepas Gaby, tapi diakan sekarang "istri" Kevin, apa Kevin harus menceraikannya atau tetap mempertahankannya,
haaahhhh, Kevin bingung dengan semua ini.
"" Apa kamu sudah mencintainya nak.?? tanya Ayuma serius.
"" Entahlah mom, Kevin juga bingung dengan perasaan Kevin, terkadang Kevin begitu hawatir padanya, namun Kevin sering terbawa emosi hingga berkali-kali menyakitinya, ujarnya dengan rasa berkecamuk.
""Jangan biarkan egomu berkuasa pada dirimu nak, karena semakin kamu di kuasai maka semakin sulit mengobati luka yang kian parah, awalilah dengan berdamai, maka segala kebingunganmu terjawab dan kamu akan menetukan jalan dan hatimu yang membawamu pada satu titik poros yang sepatutnya untuk kamu berdiri, ujar Ayuma bijak pada Kevin.
"" Mom benar son, jadilah putra putra kebanggaan kami selalu, dan kembalilah jadi putra kami yang dulu, hangat dan penuh perhatian, ujar Bora menimpali.
"" Baiklah mom, dad, Kevin akan coba, dan akan mulai berdamai dengan masa lalu, thanks mom, dad, kalian sudah membantu Kevin melepaskan gundah yang Kevin pundak selama ini, sahut Kevin dengan memeluk kedua paruh baya itu dengan tangis haru.
"" Iya sayang,, itulah artinya ada keluarga, kita akan menopang satu sama lain, jadi jangan sembunyikan apa pun dari kami, karena kami akan selalu ada untukmu, sahut Ayuma tersenyum mengelus wajah Kevin lembut penuh kasih sayang.
Setelah perbincangan yang hangat itu, mereka pun beristirahat ke kamar masing-masing, karena Kevin berencana besok akan kembali ke Paris, namun sebelum ia tidur ia ingin tahu apa yang di lakukan Gaby selama seminggu ini, karena selama ia di Jerman ia memutuskan kontak tak ingin menghubungu ke mansion karena perasaanya yang belum bisa ia terapkan pada Gaby, setelah bicara dengan mom dan daddynya, perasaannya menjadi sedikit lega, meski belum tentu Gaby bisa menerimanya nanti, paling tidak ia sudah mendapat solusi untuk memulai dari awal, walau ia tahu tidak semudah membalikkan telapak tangan dan itu butuh perjuangan dan mental yang kuat, dan ia harus siap dengan segala sesuatu yang akan ia hadapi nantinya.
Tak lama sambungan pun terhubung, pelayan yang melihat nama tuannya yang tertera di layar ponselnya pun langsung secepatnya mengangkat panggilan tersebut.
"" Halo tuan,,
"" Bagaimana keadaan disana.??
"" Semua baik dan aman tuan, jawab pelayan tersebut.
"" Apa gadis itu membuat masalah??
"" Tidak tuan, hanya saja Nona sering melamun dan menangis tanpa sebab, kalau kami menanyai, jawabannya hanya tidak ada "apa-apa"
"" Sekarang dia sedang apa?? tanyanya lagi penasaran karena ia merasa cemas dengan ucapan pelayan yang mengatakan Gaby menangis.
"Lagi di taman belakan tuan, dan sudah hampir dua jam Nona di sana, setiap kami meminta Nona kembali ke kamarnya, Nona bilang masih ingin di taman itu, jawab pelayan jujur karena tak ingin tuanya marah bila mereka berbohong.
"" Berikan ponselnya saya mau bicara, kata Kevin tegas dan panik bersamaan, karena merasa aneh dengan Gaby yang begitu lama duduk di taman.
"" Baik tuan, sebentar saya antarkan ponsel ini.
"" Hmm, sahutt Kevin singkat.
__ADS_1
Pelayan pun berlari menuju taman dan menhampiri Gaby dengan mengatakan tujuannya.
"" Nona,, maaf menganggu, tuan ingin bicara, ucapnya sembari memberi ponsel pada Gaby.
"" M,maksutnya, tanya Gaby terbata, karena merasa terkejut, sekian lama Kevin pergi dan entah kemana pun baru kali ini ia menerima Kevin ingin bicara lewat sambungan ponsel.
"" Iya Nona ini tuan, ingin bicara pada Nona,sahut pelayan lagi dan memberikan ponsel itu seta berlalu pergi karena tak ingin mendengar dan mencampuri urusan tuannya dengan Gaby.
"" Hh,halo, sahut Gaby terbata.
"" Hmm, apa yang kau lakukan hingga hampir dua jam kau duduk di taman hah!! sedikit membentak karena merasa hawatir, karena perasaannya yang semakin jelas bahwa Gaby sudah bersarang di hatinya, tapi tak tahu entah mulai kapan tapi itulah cinta, kadang tak bisa di tebak, bisa tumbuh kapan saja walau terkadang cara dan jalannya berbeda pada setiap insan manusia.
"" Aa,,aku tidak ngapai, hanya cari angin segar, sahut Gaby yang bergetar tanpa sadar air matanya menetes menggabarkan rasa bahagianya yang mendengar suara pria yang di rindukannya dalam seminggu ini, namun ia berusaha tidak terisak takut Kevin tahu ia menangis dan merindukannya, karena menurut Gaby bila Kevin tahu ia ada hati padanya, Kevin akan murka, ia selalu ingat akan ucapan Kevin yang mengatakan, "jangan berharap lebih, karena kau tak lebih hanya seorang j****ng dan wanita murahan putri dari iblis yang kejam"
"" Hei.!!! kau tidak dengar apa yang kubilang hah.!!
"" Ii,iya tuan saya dengar, jawab Gaby dengan suara bergetar, tapi ia senang meski Kevin membentaknya, tapi ia bisa mendengar suara yang ia rindukan, setidaknya rindunya terobati mesi hanya suara di telpon dan ketus tapi itu sudah cukup.
"" Ada apa dengan suaramu?? Kau menagis??
Apa ada yang menyakitimu??
Pertanyaan bertubi pun di lontarkan Kevin merasa hawatir.
Yang di tanya hanya tersenyum dan menangis dalam diam, ia bahagia Kevin menghawatirkannya meski ucapannya ketus tapi Gaby merasa bahagia, setidaknya Kevin hawatir padanya, itu sudah cukup bagi Gaby.
"" Tidak tuan, saya hanya sedikit batuk, jawab Gaby berbohang tak ingin Kevin tahu ia sedang menangis.
"" Kalau batuk kenapa kau duduk di taman selama itu, cecar Kevin yang mulai marah.
"" Saya akan masuk tuan, maaf , saya hanya jenuh di kamar.
"" Ya sudah masuk, jangan buat masalah dan merepotkan banyak orang kalau kau sakit akan menyusahkan orang lain saja.!! uujar Kevin dengan nada suara jengkelnya.
"" Baik tuan, maaf kalau saya selalu meerepotkan, ucap Gaby parau dengan sura tercekat sangat ingin mengeluarkan isaak tangisnya karena di katakan hanya menyusahkan dan repot, lalu setelahnya ia langsung memberi ponsel itu pada pelayan, padahal Kevin masih bicara.
"" Halo tuan ini saya, sahut pelayan itu karena masih mendengar suara Kevin.
Deg
"" Diman di?? tanya Kevin sedikit marah karena bukan Gaby yang bicara, melainkan pelayannya.
"" Nona sudah masuk tuan, dan sepertinya Nona tadi menangis, jawab pelayan memberitahukan.
Deg
"Apa yang sudah ku katakan tadi, bodoh.! lagi-lagi kau menyakitinya dengan ucapanmu, batinya bicara pada diri sendiri.
Kevjn pun memutuskan panggilan telponya, merasa tak ada yang perlu di bicarakan lagi, dan ia merasa frustasi karna membuat Gaby tersinggung dengan ucapannya, namun ia juga merasa lega karena bisa mendengar suara yang menganggu tidur dan perasaanya selama seminggu ini.
__ADS_1
Bersambung