
Sarah yang frustasi, menenangkan diri dengan menghabiskan minuman beralkohol, di temani beberapa teman wanita nya.
Sarah yang memang biasa minum, minuman beralkohol, tidak lagi begitu mudah mabuk, apa lagi kadar alkohol minuman mereka tidak berkadar tinggi, dan Sarah masih sadar, meski pun sudah minum beberapa gelas.
"Tumben kamu ngajak kita minum Sar??
" Aku lagi suntuk.! lagian kok kamu nanya gitu, kamu nggak suka ya, kalau aku kumpul bareng kalian??
"Yah nggak gitu sih, ngerasa aneh aja, karena belakangan ini, kamu kalau kami ajak ngumpul selalu bilang sibuk.!
" Terserahlah, pokonya aku lagi nggak mood bahas yang nggak penting gitu.!!
"Kamu ada masalah ya Sar?? kelihatanya galau banget?
" Nggak penting.!! aku kumpul sama kalian bukan mau ngebahas masalah aku.!!
Mendengar Sarah yang begitu ketus dan jutek bicara, para teman wanita nya pun hanya bisa menghela nafas dan saling pandang.
Mereka tahu betul bagai mana sifat Sarah, yang arogan dan sombong, hingga mereka tak mau membuat masalah pada Sarah, dan mereka membahas hal lain, dan minum dengan santai, apa lagi yang traktir semua itu adalah Sarah, dan mereka nggak perduli pada Sarah yang sedang memikirkan masalah nya.
Pikiran Sarah masih saja tertuju pada Kevin dan Dinda, membuat Sarah geram dan tak sadar melemparkan gelas minumannya, hingga pecah berantakan, dan mengejutkan semua teman-temannya.
"Lo kenapa Sar?? Sarah tak menjawab pertanyaan teman-temannya itu, hanya menggeleng lemah, karena emosi, Sarah sampai lupa bahwa dia tidak sendiri, dan hampir saja ia ketahuan telah merahasiakan sesuatu dari teman-temannya.
" Nggak kok, tadi gelas itu agak licin, dan tergelincir dari tangan ku, maaf karena sudah membuat kalian kaget.!! bohong Sarah, masih tidak mau menceritakan sebab yang membuat ia sampai lepas kendali tadi.
Meski pun Sarah berbohong, tapi teman-temannya tahu, Sarah berbohong, karena sempat melihat wajah Sarah yang memerah sambil mengepalkan tangannya, menahan amarah.
"Kalau kamu lagi ada masalah, cerita dong Sar.!! kita kan bukan lagi teman satu atau dua hari lagi, tapi sudah bertahun-tahun.!!
" Nggak, aku nggak ada masalah, hanya kesal aja tadi, udah nggak usah di pikirkan, lanjut aja lagi.!!
Sarah masih tetap bungkam tak mau cerita, dan mereka pun melanjutkan minum kembali, tapi pikiran mereka masing-masing sudah tidak lagi tenang, dan mereka tahu Sarah hanya belum bisa cerita, dan mungkin Sarah punya masalah yang tidak ingin di ketahui siapa pun, dan mereka menebak Sarah mengalami masalah yang cukup serius, sebagai teman, mereka ingin membantu dan meringankan, meski tak sepenuhnya bisa berbuat, tapi Sarah tertutup dan baru kali ini Sarah menyembunyikan sesuatu dari mereka.
Saat asik, dan suasana mulai tenang, dan Sarah semakin buas meneguk minumannya, kesenangan mereka tiba-tiba terusik dengan suara yang riuh, segerombolan gadis-gadis pangky masuk ke Kafe, tempat Sarah dan teman-temannya sedang asik minum.
Sarah pun sempat ingin menegur para gadis-gadis itu, karena menurutnya terlalu berisik, apa lagi suasana hatinya sangat buruk, membuat Sarah emosi tanpa sebab.
__ADS_1
Saat ingin berdiri dari duduk nya, Sarah pun duduk kembali saat melihat gadis yang paling terakhir masuk ke Kafe itu, dan gadis itu adalah Dinda.
Tatapan tajam, wajahnya pun kian memerah, apa lagi pengaruh minuman yang sudah lumayan banyak di minum Sarah, tangannya pun terkepal, kobar amarah pun berkilat di wajah Sarah, dan para teman-temannya pun, merasa aneh melihat Sarah yang tiba-tiba auranya berubah.
"Heh.! ternyata gadis sialan itu bukan gadis yang lembut dan manis, ternyata juga gadis buruk dan sangat bar-bar.!! dan sikap lembutnya tadi itu ternyata palsu di depan Kevin, awas saja kau gadis munafik, aku akan menghancurkan mu kali ini.!!
Teman-temannya Sarah, bingung mendengar ucapan Sarah yang terdengar kesal dan sangat marah, dan tujuan kata-kata itu bahkan mereka tidak tahu untuk siapa, karena tatapan mata Sarah tertuju pada segerombolan para gadis-gadis pangky itu.
"Sar.! apa kamu punya masalah dengan gadis-gadis pangky itu??
" Tidak semua, hanya seorang saja.!!
"Apa gadis yang memakai jaket kulit itu??
" Ya, gadis itu sudah berani memotong Jalan ku.!! aku harus memberinya pelajaran, dan memperingatinya.!!
"Tapi Sar, mereka itu sangat brutal, apa lagi mereka sangat banyak, kita nggak akan seimbang dengan mereka.! mencoba menghalangi niat Sarah, yang ingin melabrak gadis pangky, yang berurusan dengan Sarah.
"Aku nggak perduli.!! mereka hanya gadis-gadis manja, dan apa hebatnya mereka.!! Sarah nggak perduli siapa pun para gadis itu.
"Aku tidak takut, lagi pula aku hanya berurusan pada satu orang, bukan semua nya.!!
" Tapi Sar, _
"Kalau kalian takut, kalian tak perlu ikut, board aku saja, aku akan menghajar gadis itu, dan memberinya peringatan, karena sudah berani mengambil milikku.!!
Sarah tak memperdulikan ucapan para sahabatnya itu, karena di kabuti amarah dan emosi, Sarah pun berdiri, melangkah ke arah meja para gadis pangky itu.
Dinda yang tidak memperhatikan sekitar saat masuk, sama sekali tak menyadari keberadaan Sarah di Kafe itu, dan karena terlalu asik ngumpul bareng Geng nya, dan Dinda sengaja tak minum yang beralkohol, mengingat kakaknya, yang memberinya syarat tadi, dan ia tidak mau berakhir jadi OG di kantor kakaknya itu, apa kata dunia kalau sampai itu terjadi.
Dinda yang membelakangi meja Sarah dan teman-temannya, tidak melihat Sarah yang sudah berjalan ke arah mereka.
Sarah merasa ini adalah kesempatan baik, ingin menyerang Dinda dari belakang, dan menarik rambut Dinda. Namun gerak-gerik Sarah dapat lihat para anak Geng itu, hingga belum lagi tangan Sarah sampai pada rambut Dinda, Sarah sudah lebih dulu mendapat serangan tiba-tiba dari anak Geng itu.
"Byuuuurrrrrr.!!!!!
Wajah Sarah pun basah, karena di siram dengan segelas minuman beralkohol milik anak Geng itu.
__ADS_1
Kilatan amarah pun semakin memuncak pada Sarah, tak terima Sarah pun memaki anak Geng itu sangat kasar, dan teman-temannya Sarah pun akhirnya ikut bergabung, mendirikan bendera perang, dengan tatapan tajam dan tak terima temannya di perlakukan tidak sopan begitu.
Dinda yang berbalik badan, langsung tersenyum menyeringai saat melihat ternyata Sarah ada di Kafe itu, dan Dinda pun paham kenapa anak Geng nya melakukan itu pada Sarah, sudah tentu Sarah pasti ingin menyerang nya tadi, tapi untunglah anak Geng nya itu jeli, lebih dulu menyerang Sarah.
"Brengsek.!!! apa yang kau lakukan hah.!!! teriak Sarah, tak terima dengan kelakuan anak Geng itu.
" Maaf Nona, teman saya tidak sengaja.!! Dinda sengaja menjawab makian Sarah, karena Dinda tahu, Sarah kesal karena kejadian di mansion kakaknya tadi.
"Diam Lo.!! wanita laknat.! murahan.!! cih.!!
" Hei.!!! jaga mulut anda Nona, kalau masih ingin bibir manis mu itu terlihat indah.!! Dinda menjawab sesantai mungkin, tak ingin terpancing dengan makian yang di lontarkan Sarah.
"Aku nggak takut.!! dan kau.!! jangan coba-coba mengambil apa yang sudah menjadi milikku.!!
" Wow.! kelihatanya menarik.! melipat media tangannya di dada, Dinda pun tersenyum mengejek pada Sarah yang semakin terbakar.
"Ku peringatkan kau.!! aku tidak akan segan-segan menghabisi mu, kalau kau sampai menikah dengan Kevin.!!
" Hahahaha, malang sekali nasib mu Nona Sarah.!! sejak kapan Kevin jadi milikmu?? bukankah baru saja Kevin kehilangan istri tercintanya?? dan aku tahu hanya Gaby wanita yang bisa dekat dengan Kevin, dan sekarang adalah aku.!!
"Sialan.!! kau mengejek Ku.!! kau mau bilang bahwa aku tidak dekat dengan Kevin gitu.!!
" Ya, begitulah, yang aku tahu Kevin tidak suka berdekatan dengan wanita lain, selain istrinya, dan sekarang pun begitu, hanya aku yang bisa dekat, bukankah kau sudah melihatnya, Kevin sangat memanjakan ku, dan kami akan segera menikah.!!
"Sebelum mimpi indah mu itu terjadi, aku akan lebih dulu membuat mu, mimpi buruk, dan aku akan menghabisi mu brengsek.!! melayangkan pukulan pada Dinda, Dinda yang memang punya keahlian bela diri, langsung mengelak, lalu mengepalkan tinjunya dan melayangkan ke wajah Sarah, hingga mulut Sarah robek dan mengeluarkan darah segar, dari bibir nya.
"Aku jadi curiga, jangan-jangan kau dalang di balik kematian Gaby, Dinda sengaja bicara begitu, memancing Sarah.
Mendengar perkataan Dinda, Sarah langsung pucat, menyadari kesalahannya yang sudah hampir membuka kedok nya, dan Sarah pun cepat-cepat menghindar dan pergi bersama teman-temannya.
"Aku akan membalas mu.! dan urusan kita belum selesai.!! masih mengancam Dinda, geram karena Dinda bukankah seperti yang ia pikirkan, dan seperti nya Dinda bukanlah gadis yang mudah di musnahkan.
Weleh-weleh Sarah, Sarah...!!!
Bersambung.
Salam Arthor๐๐๐
__ADS_1