
Sudah berlalu satu hari, semenjak Gaby kembali tinggal di mansion, setelah kepulangan nya dari rumah sakit.
Pagi ini mereka menikmati sarapan pagi dengan hening, Gaby sama sekali tak mengeluarkan suaranya, dan ia hanya makan, menikmati sarapan pagi nya, tapi Kevin selalu menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kalau bosan di mansion, pergilah jalan-jalan, minta seorang pelayan dan pengawal menemanimu keluar, ucap Kevin, mengingat selama tinggal bersamanya, Gaby tidak pernah sama sekali ke luar rumah.
" Saya tidak tertarik.! ucap Gaby ketus.
"Baiklah, aku tidak memaksa, kalau kau ingin jangan sungkan, dan ajak mereka menemanimu, ucap Kevin tak ingin istrinya tertekan.
"Habiskan sarapan mu, aku pergi ya, ucap Kevin mengelus lembut kepala Gaby dan berlalu pergi.
Gaby yang mendapat perlakuan lembut itu merasakan jantungnya berdebar, perlakuan lembut yang di berikan Kevin, membuat Gaby merasakan gundah di hatinya, karena ia tidak ingin Kevin, selalu memberinya perhatian yang membuatnya akan merubah keputusannya.
Kevin masuk ke dalam mobilnya, dan Edo pun langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang, beberapa kali Edo mendengar Kevin menghela nafas berat, dan Edo paham dengan situasi hati dan perasaan tuannya itu.
"Ada masalah tuan??
" Entahlah, aku semakin bingung harus bagai mana pada Gaby, ia selalu menolak apa yang ku tawarkan padanya, tapi aku sadar dengan itu, Gaby bersikap begitu, karena ia masih belum yakin padaku, ucap Kevin menatap ke luar jendela mobilnya.
"Anda harus sabar tuan, saya yakin, Nona akan luluh dengan kesabaran tuan, dan tetaplah berusaha meyakinkan Nona, dan saya akan membantu anda, dan sejujurnya Nona adalah orang yang pemaaf, dan sangat mencintai anda, dan wajar Nona masih bersikap demikian, karena sudah banyak melewati hal yang begitu berat, ucap Edo, membuat Kevin semakin merasa bersalah.
" Kau benar, tidak semudah membalikkan telapak tangan, untuk meyakinkan Gaby, setelah apa yang sudah ku lakukan padanya, ucap Kevin lirih.
"Percayalah tuan, kalau semua ini akan berlalu, dan jangan putus asa, ucap Edo menyemangati Kevin.
" Terima kasih Edo, dan bantu saya untuk meyakinkan Gaby, aku tidak ingin ia pergi, di saat ia melahirkan anak kami nanti, dan aku tidak akan sanggup untuk itu, ucap kevin meremas tangannya, dadanya sesak, membayangkan Gaby pergi setelah melahirkan anaknya kelak, dan ia tidak ingin anaknya tumbuh tanpa ibu.
"Tentu tuan, dan sepertinya kita akan membuat skenario baru, agar Nona Gaby merubah keputusannya.
" Maksudmu??
"Anda tenang saja tuan, biar saya yang mengatur, dan ikuti saja permainan ini, saya yakin, Nona pasti akan luluh pada anda.
__ADS_1
" Aku tidak mau ya, rencana mu membuat isteriku, semakin membenciku, ucap Kevin tegas, karena baginya, Gaby masih mau tinggal serumah dengannya itu sudah syukur, walau pun kedepannya akan menyakitinya.
"Anda ini berpikir apa sih, anda belum tahu apa rencana saya, sudah langsung marah saja, yang jelas rencana ini adalah rencana yang tidak bisa Nona Gaby elak lagi, ucap Edo yakin.
" Katakan, apa rencana mu itu.!!
"Untuk pertama, coba anda pulang sedikit larut, kalau Nona masih menunggu kepulangan anda nanti, sudah pasti Nona khawatir pada anda, dan itu sudah jelas Nona mencintai anda, sebagai suaminya, kalau Nona tidak menunggu anda, itu pertanda Nona tidak perduli pada anda, dan setelah anda tahu Nona menunggu anda, bersikap biasa saja, agar Nona semakin serba salah, ucap Edo yang melontarkan rencana pertamanya.
" Maksudmu, aku harus bersikap cuek saja gitu??
"Benar tuan, dan dari situ anda bisa melihat sikap Nona yang menunjukkan perhatiannya, ucap Edo dan Kevin pun mencoba percaya ucapan Edo.
" Baiklah, akan ku coba nanti, dan aku harap ide mu ini, berhasil, ucap Kevin setuju.
"Kita sudah sampai tuan, dan hari ini kita hanya punya dua rapat penting, dan setelah itu, mari habiskan waktu di luar hingga larut malam, dan kita lihat apakah Nona menunggu anda pulang, ucap Edo dan di angguki Kevin.
Rapat pun berjalan dengan baik, Kevin dan Edo baru saja keluar dari restauran mewah, bersama klien nya, setelah selesai dari sana, Kevin dan Edo pun mencari tempat untuk bisa menghabiskan waktu hingga larut, agar rencana mereka berjalan dengan lancar.
" Sampai kapan kita di sini??
Edo dan Kevin, pergi ke tempat karoke, Edo sengaja mengajak ke sana, agar waktu berjalan tidak terasa, tapi tidak dengan Kevin yang sudah gelisah seperti cacing kepanasan.
" Aku sudah muak dengan suara cempreng mu itu Do, kita pergi saja ya, ucap Kevin yang sudah bosan.
"Huh, anda saja yang tidak sabaran, mau berhasil apa tidak sih, udah di bantuin tapi malah nggak sabaran, ucap Edo, membuat Kevin menatapnya tajam.
" Wah, kau semakin berani saja ya, bicara nggak sopan, ucap Kevin geram pada Edo.
"Maaf, tuan sih nggak sabaran, kalau gini caranya mana berhasil, kita harus bisa membuat Nona gelisah dulu, menunggu anda, ucap Edo, membuat Kevin semakin geram, mana HP nya juga harus di nonaktifkan agar siapa pun tidak menghubungi mereka.
Waktu pun berjalan cepat, dan sudah menunjukkan pukul 11:58, dan hitungan detik sudah menuju tengah malam.
Mereka pun sudah tiba di mansion, Kevin masih ragu kalau Gaby akan menunggunya pulang, mengingat Gaby sangat membencinya.
__ADS_1
Kevin dan Edo pun masuk ke dalam mansion, saat mereka memasuki ruang tamu langkah mereka terhenti saat melihat Gaby tertidur di sofa ruang tamu, dan Edo langsung tersenyum senang, menatap pada Kevin, bahwa ucapannya tidak akan salah, dan rencana mereka berhasil.
"Anda masuklah, dan bawa Nona ke kamar, saya permisi dulu, dan semoga berhasil, ucap Edo mengacungkan jempolnya pada Kevin.
" Baiklah, Terima kasih untuk hari ini, dan sepertinya kita berhasil, di awal rencana ini, ucap Kevin berjalan mendekat pada Gaby yang terlelap di sofa ruang tamu.
Kevin menatap lembut wajah lelap Gaby, sungguh ia sangat senang Gaby menunggunya, dan itu berarti perkataan Edo benar, Gaby pasti menghawatirkan nya, Kevin pun mencoba membangunkan Gaby.
"Hei bangun, kenapa tidur di sini?? ucap Kevin menepuk lembut pipi Gaby, dan Gaby pun langsung membuka matanya saat merasakan tepukan lembut di wajahnya.
" Eh, kau sudah pulang??
"Hm, kenapa tidur disini??
" Aku menunggumu, dan kenapa pulang sangat larut??
"Aku banyak pekerjaan, sudah ayo ke kamar nanti kamu masuk angin, ucap Kevin berjalan menuju kamar mereka.
Gaby hanya menatap langkah Kevin yang berjalan menuju kamar mereka, Gaby berpikir, Kevin mungkin tak suka kalau Gaby menghawatirkan nya, Gaby pun beranjak dari sofa itu berjalan menuju kamarnya.
" Sudah makan?? tanya Gaby pelan, ia takut Kevin tak suka ia bertanya terlalu banyak.
"Hm tidurlah, tidak baik ibu hamil tidur larut malam, ucap Kevin cuek tanpa menoleh sedikit pun, dan membuka jas kerjanya.
Gaby pun diam, ia merasa aneh dengan sikap Kevin yang berubah, tadi pagi Kevin begitu perhatian padanya, tapi kenapa sekarang sikapnya begitu cuek?? apa karena ia sangat lelah?? batin Gaby.
Tanpa mengatakan apa pun lagi, Kevin pun membaringkan tubuhnya di atas sofa, dan langsung menutup matanya, agar Gaby tidak lagi bicara dan bertanya padanya.
"Sial.!! Edo kau membuat aku jadi serba salah, aku tak tega melihat wajahnya, dan pasti ia berpikir kenapa sikapku berubah, awas saja kalau sampai istriku semakin membenciku, aku akan menendang mu ke laut lepas, batin Kevin kesal.
Bersambung
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
__ADS_1
Salam Arthor.