Cahaya Untuk Tuan Bisma

Cahaya Untuk Tuan Bisma
Jaga Kia disana


__ADS_3

Semua orang yang mencari kabar itu lantas berhamburan keluar dengan segala rasa cemas yang ada. Mereka semua mencari kemanapun langkah mereka berjalan dan menyusuri setiap lorong dan ruangan yang ada dikapal itu. Sayangnya Bisma tak kunjung ditemukan, hingga saat tim sar dan pihak lain datang ikut membantu. Hingga akhirnya, Bisma dinyatakan tercebur kedalam laut yang cukup dalam itu.


"Maaf, Nyonya. Tapi kami dan Tim akan berusaha dengan keras untuk bisa mencari suami anda seceoatnya," ucap salah seorang anggota tim yang menemui Kia saat itu.


"Mas Bismaaa!!!" Kia berteriak histeris dan menangis sejadi-jadinya saat itu. Tubuhnya lemas dan lunglai kehilangan tenaga karena memikirkan Bisma saat itu. 


"Sabar, Kia. Mereka akan berusaha mencari Tuan Bisma, bagaimanapun caranya."


"Tapi gimana? Mas Bisma itu ngga tahu arah meskipun bisa berenang. Hari sudah malam, dan lautan dingin ini begitu luas. Mas Bisma pasti kedinginan," rintih Kia disela tangisnya, memeluk tongkat Bisma yang Ia temukan disana. 

__ADS_1


Tak lama kemudian Surya keluar dari kamarnya. Dengan wajah lugu dan seolah Ia tak tahu apa-apa saat itu dan rambut yang acak-acakan Ia buat. Ia baru saja bangun setelah tidur usai pesta, dan Ia tak tahu menahu mengenai masalah Bisma dan semua yang terjadi padanya. Hanya Ia membawa Hp Kia dan memberikannya untuk menghubungi Daksa untuk memberitahu semua itu.


"Maaf... Aku hanya lihat kamar kamu terbuka dan hp kamu ketinggalan disana. Aku takut ada yang mencurinya," Surya beralasan. 


Kia tak bertanya atau meminta penjelasan apapun dari surya saat itu. Ia justru membuka Hp dan mencari nomor Daksa untuk Ia hubungi guna memberitahu pasal hilangnya Bisma. Isak tangis kembali terdengar amat pilu darinya dengan segala kekacauan yang ada.


"Kia kenapa? Sudah ikhlaskan dengan kepergian Bisma?" tanya Surya dalam hati. Ia amat yakin jika Bisma tak akan selamat saat ini, apalagi laut begitu luas dan Bisma itu buta, Mana mungkin Bisma bisa berenang hingga ketepi dan menyelamatkan dirinya saat ini.


Surya mendekat pada Kia. Ia duduk disampingnya, lalu mengusap punggung dingin Kia yang amat tegang saat ini. Hanya beberapa kali sesegukan, tapi setelah itu Kia tak menangis lagi sama sekali. Ia bahkan menyandarkan kepalanya dibahu surya, membuat pria itu membulatkan mata dengan gelenyar bahagia yang tiada tara.

__ADS_1


"Sabar, Ki. Ada aku yang akan menjagamu disini, selama Bisma belum ditemukan," lirih surya saat itu. Padahal dalam hati berdoa dengan kesungguhan hati agar Bisma tak akan bisa ditemukan selamanya.


Sementara itu, Oma dan Jinan yang ada dirumah tak kalah histerisnya saat mendengar kabar dari Bisma. Mereka menangis bersama dan saling menguatkan satu sama lainnya, apalagi Jinan yang harus tetap kuat didepan sang anak yang belum lama ini pulang dari perawatannya. sesakit apapun, Kia harus menguatkan Oma agar tidak jatuh atau bahkan dirawat saat itu.


"Bagaimana Kia?" tanya Jinan.


"Kia selamat, karena saat itu Ia tidur pulas dikamarnya. Dan masih diselidiki, apa alasan Bisma hingga keluar dari kamarnya dan begitu jauh hingga ketepian kapal." jawab salah seorang penumpang yang mengabarkan padanya.


"Jaga Kia disana, dan segera bawa dia pulang. Disana dingin, dan pasti dia sangat sakit." titah Jinan saat itu. Terlebih lagi, surya ada disana dan mungkin akan menggunakan kesempatan untuk menggoda kakak iparnya. 

__ADS_1


__ADS_2