Cahaya Untuk Tuan Bisma

Cahaya Untuk Tuan Bisma
Masih tajem kata-katanya


__ADS_3

Semua orang saling colek saat Kia dan Bisma masuk ke kantin. Salah seorang dari mereka akhirnya memanggil Daksa yang tengah mengantri makanan dan Ia segera menghampiri keduanya disana.


"Hey, kenapa kemari?" tanya Daksa dengan sedikit rasa khawatir diwajahnya.


"Maaf, Mas Daksa... Kia laper, jadi Kia ajak Mas Bisma kekantin buat cari makan bareng. Lagian Mas Bisma bosen didalam ruangan terus dan pengen keluar cari udara segar," balas Kia. Daksa hanya menggelengkan kepala dan mencarikannya tempat duduk yang nyaman meski sedikit menyudut dari keramaian yang ada. 


Bukan ingin menjauhkan dari semua orang, tapi Daksa tak ingin jika Bisma yang merasa tak nyaman dengan segala keramaian yang ada di depan matanya. padahal, antrian yang sedang Iakukan adalan antrian memesankan makanan untuk kedua anak manusia itu didalam ruangannya. Dan Ia sendiri yang akan mengantarnya nanti.


"Aku akan mengambilkan makanan untukmu, kau disini saja." pinta Daksa pasa sahabatnya itu.

__ADS_1


"Kia mau ambil sendiri, bareng Mas..." panggil Kia pada daksa, dan mereka berdua berjalan menuju tempat pemesanan makanan yang ada. Kia tampak amat selera dengan segala menu yang terhidang disana.


Sebenarnya hotel memiliki Restonya sendiri, dan tepat ada dilobi bagian depan dekat dengan taman yang dibuat indah. Kantin ada dibelakang, khusus untuk para karyawan yang bekerja disana dan itu adalah fasilitas yang diberikan Bisma dihotel itu untuk para karyawannya. Ia tak memotong gaji, atau bahkan meminta mereka membayar. Karena itu murni untuk makan siang mereka semua dengan atura asupan gizi yang tellah ditakar dengan baik oleh ahlinya. Semua Bisma lakukan agar mereka bertah bekerja dan melakukan tugasnya secara baik dengan tubuh yang sehat.


"Kak Bisma," panggil seorang pria yang duduk tepat dihadapannya saat ini. Hanya mendengar suaranya saja, wajah Bisma seketika berubah masam dan serasa kehilangan selera makan dalam sekejap.


"Masih banyak bangku lain, kenapa harus kemari?" tanya Bisma dengan nada datarnya.


"Kau mau bilang, jika Kia mantanmu?"

__ADS_1


"Oh, sudah tahu rupanya. Hehee," tawa menjijikan itu keluar dari mulut Surya tanpa rasa bersalah sama sekali.


"Lantas?"


"Ngga papa, cuma mau cerita aja. Ternyata dunia ini sangat sempit, ketika mantan pacarku jadi kakak iparku. Mirip sinetron aja rasanya," ujar surya yang juga tengah menikmati makans iangnya dengan begitu nikmat. Bener-benar muka bebal, atau memang sudah hilang rasa malunya saat ini.


"Aku tak akan terpengaruh dengan apapun yang kau katakan padaku, Surya. Apapun yang terjadi pada kalian, yang jelas kia adalah milikku sekarang. Fokus saja kau pada Jinan dan Sena. Karena aku akan selalu mengawasi kalian berdua meski mataku buta. Apapun, aku tahu semuanya meski begitu dalam kau menyembunyikannya,"


Bisma meraih air minum milik Surya dan meminumnya hingga tandas. Sedangkan Surya hanya bisa menelan salivanya dalam-dalam dengan apa yang Bisma katakan padanya.

__ADS_1


Tampak sangat meyakinkan jika dilihat dari raut mata Bisma yang menatap kearahnya dengan tajam. Kadang juga timbul pertanyaan didalam hati surya, apakah Bisma benar-benar buta atau hanya berpura-pura untuk melakukan sebuah sandiwara. Tapi untuk apa Ia melakukan itu, dan seperti tak ada gunanya karena Ia amat tahu kesibukan Bisma yang bahkan tak sempat hanya sekedar untuk bermain-main. Dan jika bukan karena kehilagan cahaya dan begitu lama diam dirumah, pasti Bisma akan begitu sibuk dan belum tentu menikah hingga detik ini.


"Masih aja tajem kata-kata nya."


__ADS_2