
Persiapan demi persiapan konser telah dilakukan dengan sempurna. Mereka semua bekerja dengan amat keras untuk mewujudkan semua mimpi penggemar pada idola mereka dengan yang diberikan saat ini. Sebuah konser megah dengan panggung dan halaman yang luas hingga bisa menampung ribuan orang disana, dengan segala fasilitas yang ada.
"Pa, udah siap belum? Kan sebentar lagi mau mulai acaranya. Susunan sama pembukaan, katanya mau Papa sendiri yang buka." ucal Jinan yang tengah diruang ganti bersama suami dan putraya. Sedangkan saat itu Surya seperti demam panggung, karena jumlah penonton rupanya puluhan kali lipat dari apa yang Ia bayangkan sebelumnya.
"Mana semua kolega ada dibangku paling depan. Kan serem kalau ada salah ucapan," gumam Surya dalam hatinya. Akhirnya Ia meminta Jinan pergi lebih dulu agar memberinya waktu untuk kembali menghapal pidato yang telah dipersiapkan sejak beberapa hari yang lalu.
Jinan keluar dan meninggalkan surya sendiri diruangan gantinya. Ia sengaja meminta layanan ganti seperti para idol untuk dirinya dan keluarganya tercinta saat itu. Apalagi Ia harus tampak sempurna didepan mereka semua. Apalagi ada Kia, yang selalu meremehkan dirinya. Ia akan menunjukkan, jika Ia tak seperti yang Kia fikirkan selama ini.
"Kau lihat? Aku bahkan menggantikan posisi suamimu saat ini. Atau, kau mau aku menggantikannya juga didalam hatimu? Tapi, kau harus rela menjadi yang kedua, Kia." gelaknya menatap ketampanan dirinya sendiri di kaca besar yang ada dihdapannya.
__ADS_1
Narsisme yang Ia miliki saat ini sudah sulit untuk diobati. Apalagi saat Ia merasa Liana dan pegawai wanita lain selalu cari perhatian dan mendukung dirinya dalam segala hal. Merasa jadi primadona kantor yang tertampan dengan penuh karisma. Mungkin.
Tapi saat Ia mengagumi bayangan tampannya sendiri didalam cermin, samar-samar Ia melihat sesosok pria berkemeja putih dengan mata yang tertutup perban saat itu.
"Huaaaa!!" Surya langsung terperanjat, dan bahkan kursi yang Ia duduki jatuh kebelakang beserta tubuhnya hingga membentur lantai.
"Aaakkhh! Sakit," lirihnya memegangi pinggang. Tapi Ia berdiri lagi, memastikan apa yang Ia lihat barusan. Menatap kaca, dan menoleh kebelakang untuk mencari bayangab pria tadi yang kemungkinan adalah Bisma.
Ia meraih Hpnya, lalu berjalan dengan cepat keluar dari ruangan itu. Ia sendirian, dan entah kenapa disana benar-benar sepi dan hanya terdengar suara boyband itu menyanyikan sebuah lagu pembuka dengan sorak sorai yang ada dari para fansnya.
__ADS_1
"Kemana semua orang? Lebay banget, cuma grup begitu aja histeris." cicit surya dengan mulut cerewetnya saat itu. Ia terus berjalan dan berjalan melewati setiap lorong yang ada, hingga menemukan sebuah jalur perbatasan menuju panggung konser. Ia bersiap untuk naik karena sebentar lagi akan dipanggil.
Kleeekk! Kleeeekk!
Lampu berubah menjadi gelap untuk merubah mode penampilan para boyband itu dipanggungnya. Semua agar mereka dapat terlihat dengan jelas dimata semua fans yang datang. Tapi efeknya, tempat surya berdiri saat ini gelap gulita.
Seketika bulu kuduk surya kembali merinding, dan Ia menatap lagi kesekitarnya. Dan pria itu datang lagi, dengan verbannya menutupi seluruh wajah saat ini.
"Aarrrrrgggg! Aaarrrrrggghhh! Kenapa kesini? Kamu sudah mati! Kamu sudah mati!" teriak surya sejadi-jadinya. Ia berlari sekuat tenaga untuk keluar dari tempat itu, meski Ia tak tahu kearah mana Ia berlari.
__ADS_1
Dan Bayangan Bisma itu terus berjalan mengikuti dengan tongkat yang selalu menjadi penunjuk jalannya saat itu.
" Aaaaaarrrrrhhh! Pergi kau! Pergiii!" usir surya yang sudah tampak berantakan saat itu.