Cahaya Untuk Tuan Bisma

Cahaya Untuk Tuan Bisma
Mencari pembenaran


__ADS_3

Keduanya duduk diruang tunggu apotek untuk menebus resep obat dari dokter. Bisma lanjut menceritakan tentang semua yang terjadi pada dirinya, dan saat Ia komapun Ia selalu bisa mendengar segala ucapan orang lain meski matanya terpejam. Dan saat itu keanehan mulai Ia rasa, Ia yang sebenarnya sudah akan sadar tapi masih amat sulit menggerakkan tubuh dan bahkan membuka matanya.


"Sayang, apa yang membuat kamu memotret semua data pemberian obat sebelum kamu memberikan pada pasien?" tanya Bisma yang penasaran dan memiliki kesempatan untuk bertanya akan hal itu. Karena jujur, tindakan itu yang menyelamatkan nyawanya hingga saat ini.


"Kia kebiasaan aja, Mas. Abis oper dinas foto-fotoin jadwal obat yang ada di laptop ruangan. Karena kia males, kalau pas waktunya kasih obat, Kia harus tengok laptop lagi. Jadi sambil santai buka Hp dan persiapkan semuanya." jawab Kia dengan kalimatnya yang terdengar jujur ditelinga Bisma.


"Kamu hafal, siapa saja rekan yang saat itu dinas sama kamu?" Bisma kembali mengorek semua pertanyaan yang selalu ada dibenaknya saat itu.

__ADS_1


"Rian? Bukannya, RIan sudah dipenjara karena jadi tersangka kasus Mas kemarin? "


"Bukan, sayang... Semua yang datang merawatku adalah perempuan. Dan pasti, bukan Dia yang dipenjara saat ini." Dan kia langsung membulatkan mata mendengar semua yang Bisma utarakan padanya. Sehafal itu Bisma, hingga sat tidur panjangpun Ia ingat siapa saja yang merawatnya meski Ia tak tahu nama mereka.


Kia lantas meminta Bisma menemaninya menuju kost lama miliknya. Dan kebetulan, kost itu masih terdaftar sewa miliknya karena telah Ia bayar hingga beberapa bulan kemudian. Barang-barangnya pun masih banyak Ia tinggal disana karena pergi dengan buru-buru kala itu dengan paksaan sang ayah.


"Tapi, Oma dan sena?" Fikiran Kia jauh menuju rumah dengan Oma dan keponakannya. Ia taktu sena akan menangis lagi jika ditinggal terlalu lama dan Oma bingung lagi untuk menanganinya.

__ADS_1


"Ngga juga sih. Tapi, yaudahlah kita kesana bentar." Pasrah Kia. Karena Ia sebenarnya butuh banyak waktu disana untuk membereskan beberapa barang yang berantakan disana. Tapi Ia ingat jika Bisma tak bisa melihat semua kehancuran yang ada dikamar kost miliknya itu.


Nama Bisma dipanggil oleh petugas, dan Kia segera mengambil obat milik Bisma. Ia lantas membawa suaminya itu keluar dari lingkungkan Rumah sakit dan meminta Yanto membawa mereka ke kost lamanya. Ia meninggalkan Bisma sejenak untuk meminta kunci kost itu pada pemiliknya, sekaligus memperkenalkan Bisma yang tak lain adalah suaminya agar tak timbul masalah nanti. Meski tanpa buku nikah dan Ktp Kia yang belum diganti statusnya, Ibu kost percaya pada Kia karena memang tak pernah macam-macam selama kost disana.


Kia membuka pintu, dan membawa Bisma masuk kekamar kostnya yang tak terlalu besar itu. ada sebuah sofa disana dan bisma duduk dengan tenang sementara Kia mulai membereskan beberapa barang dan mencari sesuatu disana. Kia tak lupa meminta air minum untuk suaminya ke kamar sebelah, karena air galon yang ada dikamarnya sudah Ia tinggalkan cukup lama. Dan sementara Kia pergi, Bisma meraba disekelilingnya karena Ia akan rebah sejenak disofa itu.


"Apa ini?" Bisma menemnukan sesuatu yang tak jauh dari temoat duduknya saat ini. Karena penasaran, Bisma lantas meraih dan meraba bentuk apa yang Ia temukan.

__ADS_1


"Astaga... Kia," geleng Bisma membayangkan benda yang Ia temukan. Dan itu membuat fikirannya seketika melayang jauh dengan bentuk yang Ia resapi saat ini dengan sensitifitasnya yang luar biasa. Sebuah benda unik dengan dua bulatan dikanan kirinya, dengan renda yang lembut dan talinya yang tipis, bisa ditebak oleh Bisma. Bahkan tangannya berusaha mencari benda lain yang mungkin akan lucu saat Ia pegang.


"Astaga... Mas Bisma!" Kia memekik saat Bisma memegang erat pakaian dalamnya itu tanpa ada rasa risih sekalipun. Ia berjalan dengan cepat menghampiri Bisma dan meraih benda ditangannya itu, dan justru Kia yang tertunduk malu dengan segala kecerobohan yang Ia buat.


__ADS_2