
"Mas, maaf..." untuk kesekian kalinya Kia meminta maaf pada Bisma.
"Kenapa?"
"Kia bikin tegang lagi. Bikin Jinan marah lagi, dan oma sedih lagi. Jinan beneran ngga suka sama Kia, sepertinya."
Perasaan Kia memang sedikit sensitif saat ini. Ia baru saja masuk rumah itu, tapi seperti sudah mendapatkan musuh baru dalam hidupnya. Padahal, Ia baru saja bersyukur lepas dari sang ayah.
Kia yang tengah membantu Bisma mengganti pakaiannya, hanya bisa tertunduk lesu dengan keadaan yang ada. Tak enak hati dengan Oma dan Bisma.
Bisma lagi lagi meraih wajah Kia dan meluruskan tatapan keduanya, "Di sini, kau lebih berkuasa dibanding Jinan. Tahtamu tertinggi, karena dia adalah adikmu, sekarang. Tegur dia jika salah, biarkan dia tahu bahwa dia pun tak akan selalu dibenarkan di sini."
"Ta-tapi, Mas..."
Bisma menarik tubuh Kia, dan membawanya kedalam pelukan yang begitu hangat. Jantung Kia kembali berdesir dengan begitu hebat disaat seperti itu.
"Mas?"
__ADS_1
"Hmmm?" Bisma tengah begitu menikmati moment mereka berdua saat ini.
"Kia mau jujur, boleh?"
"Tak boleh, tapi harus." ucap Bisma dengan matanya yang masih terpejam menikmati debaran jantungnya dan jantung Kia saling beradu.
"Kia... Ehm, Kia itu mantan pacar Surya, Mas." ucap Kia dengan suara yang bergetar.
Usapan lembut Bisma terhenti sejenak. Iapun diam dan membuka matanya, dan tampak berfikir dengan keras dengan apa yang Ia dengar. Berfikir bagaimana caranya mengambil sikap antar keduanya nanti. Kia berusaha beralih, tapi Bisma menariknya kembali agar lebih erat lagi padanya.
" Hanya masa lalu. Sekarang kau milikku, itu saja." jawab Bisma, dengan nadanya yang begitu tenang.
"Kau masih mengingatnya?"
"Engga, cuma... Cuma mau jelasin kalau_..." ucapan terhenti. Bisma meraih dagu Kia dan seketika menyambar bibirnya.
Satu kecupan, Dua kecupan, lalu memperdalam setelah Ia mendapat kode dari Kia jika Ia sudah siap menerimanya dari Bisma. Kia membuka sedikit mulutnya, agar Bisma dapat memper dalam sesa pannya.
__ADS_1
Akia mele nguh, dengan apa yang Bisma berikan padanya. Sesekali membalas, karana Ia memang jujur pernah melakukan itu bersama sabg mantan dimasa lalunya. Bisma melepas sejenak pangu tannya. Terdengar Kia menarik napas dan sedikit terengah karena menyesuaikan diri dengan apa yang Bisma lakukan barusan. Terbesit tanya, apakah Bisma sudah berpengalaman dengan hal itu di masa lalunya.
Tapi kembali lagi. Bisma sudah menerima semuanya dengan baik, dan Ia pun harus menerima Bisma dalam hatinya. Pertanyaan itu Ia simpan, dan lain waktu akan Ia tanyakan jika ada kesempatan. Kini hanya fokus, bagaimana cara melayani suaminya dengan baik di malam pertama mereka.
Tangan Bisma menarik Kia lagi, dan mengulangi apa yang terjadi. Manis nya bibir kia yang baru Ia rasakan, seperti akan menjadi candu untuknya nanti. Tangan kiri Bismapun mulai beranu turun menuju pinggang Kia dan mendorongnya dari belakang agar keduanya semakin erat. Sedangkan tangan kanan meraih tengkuk Kia agar memperdalam pang utan keduanya.
Gelenyar hangat pun mulai terasa. Kia bahkan sudah mulai terbiasa dengan bibir aktif Bisma pada dirinya. Kia mengalungkan lengannya di leher Bisma, pertanda benar-benar pasrah di miliki Bisma malam ini.
"Kau benar-benar siap? Karena dengan ini, kau akan jadi milikku seutuhnya." usap Bisma di bibir merona Kia, bekas se sapannya barusan.
Terasa anggukan Kia, danĀ ia meraih tangan Bisma untuk mengusap wajahnya. Serta diciumnya beberapa kali telapak tangan Bisma dengan begitu hangat olehnya. Bisma memberi senyuman atas izin yang diberikan, lalu perlahan merobohkan tubuh Kia diatas ranjang mereka.
Bisma meraba sejenak, akan pakaian yang Kia pakai saat ini. Dan tersenyum ketika mendapati sesuatu yang dapat Ia bayangkan bentuknya.
"Lingerie? Kau benar-benar siap menggodaku?"
"Kia hanya mau melakukan kewajiban kia sebagai istri Mas Bisma." ucap Kia dengan lembut. Terdengar semakin merdu, dari biasanya Ia yang selalu bar-bar dan jujur apa adanya.
__ADS_1
Tapi memang Kia jujur. Bisma dapat merasakan itu dari setiap sentuhan hangat yang Kia berikan padanya. Memberi akses lebih, agar Ia pun dapat menyentub Kia semaunya.