Cahaya Untuk Tuan Bisma

Cahaya Untuk Tuan Bisma
Ayah belum Ikhlas, Kia.


__ADS_3

"Bu, persiapan wawancara sudah selesai. Mari, ikut saya," ajak Liana pada kia.


"Mas Bisma?" 


"Ikut, karena kalian bintan utamanya nanti. Wajar jika publick terkejut, karena pernikahan ini dadakan." jawaban Liana terhenti dikalimat itu, agar tak terlanjur menyinggung yang lain. Mengenai pesta mewah, atau bahkan live dipublick yang seharusnya terjadi saat pernikahan keduanya.


Kia merapikan jas dan rambut Bisma yang tampak berantakan saat berbaring sejenak tadi. Lalu Ia merapikan dirinya agar tampak sejajar saat bersanding dengan Bisma disana nanti. Dimana mereka akan live dengan jutaan penonton di televisi, dan mungkin sang ayah akan melihatnya nanti. Apalagi, ketampanan dan kegagahan suaminya memang tak diragukan lagi. Pasti akan banyak yang menilai penampilannya dengan pendapat mereka masing-masing.


"Harus siap, dengan komentar mereka nanti."  gumam kia dalam hati. Berdiri, dan menggandeng lengan Bisma untuk masuk keruangan yang telah tersedia. Meski penonton sendiri adalah para karyawan diruanhgan itu, tapi cukup membuat kia berdebar dan lututnya gemetar.


"Kau cemas?" bisik Bisma padanya.


"Iya, ramai sekali. Deg-degan rasanya," balas kia.  Menggenggam tangan Bisma semakin kuat dan menarik napas dengan begitu panjangnya.

__ADS_1


"Tuan dan Nyonya Bisma?" sapa seorang presenter pada keduanya. Kia langsung menoleh dan melengkungkan senyum ramah padanya, dan menjawab uluran tangan yang diberikan sebagai perwakilan dari Bisma.


"Apakah kalian sudah siap?"


"Ya, siap... " angguk kia dengan yakin. 


presenter itu mengajak keduanya menuju temoat duduk yang telah disiapkan, Dan kamera mulai menyala untuk merekam segala sesi tanya jawab yang akan dilakukan. Sapa ramah sang presenter mulai membuat kia nyaman, apalagi tangan Bisma juga tak lepas dari genggamannya selama acara berlangsung.


"Ya, betul nama saya Akia Nurhaliza. Dan saya seorang perawat. Bahkan, saya sempat merawat suami saya saat koma panjang. Meski hanya sehari,"


"Loh, kok sehari?"


"Ya, karena setelah itu saya sadar. Dan Dia pindah tempat karena sebuah kesalahpahaman," Bisma membantu sang istri menjawab semuanya. Sedikit menorehkan senyum, agar suasana tak begitu tegang. Ia yang sudah terbiasa dengan keadaan itu, hanya tak bisa diam saat istrinya gugup lagi. Hingga keadaan mulai stabil dan kia mulai menjawab semua dengan santai.

__ADS_1


 Presenter kembali dengan pertanyaan lainnya. Berbagai pertanyaan lagi yang seolah mempertanyakan akan cinta mereka. Dan entah siapa yag meminta presenter untuk menanyakan hal itu pada kia, hingga membuatnya tertunduk dan menggigit bibir bawah sebelum menjawab semuanya.


"Jika tak cinta, kami tak akan menikah." Bisma kembali menutup jawaban itu dengan tegas. "Saya butuh perawat, dan Tuhan memberikan saya lebih dari perawat biasa. Yang bahkan memberikan hidupnya untuk saya mengabdi sebagai seorang istri. Itu sangat lebih dari apa yang saya harapkan,"


Ucapan itu sontak membuat semua yang da disana bersorak sorai. Suasana pun menjadi riuh dan gaduh, karena semua tersentuh dengan apa yang Bisma ucapkan pada istrinya. Bukan sebuah perkataan gombal semata, karena mereka sangat tahu bagaimana sosok BIsma yang bahkan sangat jarang untuksekedar bercanda dengan yang lainnya. Ia selalu serius, dengan apa yang Ia lakukan dan ucapkan.


Yang seperti ini yang semakin membuat Kia nyaman duduk dan hidup bersama Bisma. Meski kadang kejujuran itu menjengkelkan, tapi Bisma itu tulus dengan apa yang Ia lakukan. Besar harapan kia pada Bisma, agar Ia dapat merubah segala pandangannya terhadap pria yang selama ini membuatnya kecewa. 


"Jangan hanya saat ini, Mas. Semoga hingga saat Mas bisa melihat dunia lagi, Mas akan terus sesayang ini sama kia,"


Namun, harapan itu ditentang banyak orang. Apalagi sang Ayah yang diam-diam tengah menonton acara keduanya lewat laptop yang tengah Ia buka. Rasanya masih kurang terima jika sang putri berada didekat pria buta seperti Bsima, dan harusnya mendapat yang lebih bak darinya.


"Demi Tuhan, Ayah benar-benar belum ikhlas dengan semua ini, Kia..." 

__ADS_1


__ADS_2