CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY

CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY
Persahabatan Si Kembar Dan Suketi


__ADS_3

Bunyi derit ranjang yang menggema memenuhi seisi ruangan, membuat sepasang anak manusia yang sedang dimabuk cinta itu tidak lagi memperdulikan sekitar.


Baik kondisi ranjang yang tidak lagi karuan, pendingin ruangan yang tidak lagi berfungsi dengan baik, atau bahkan dering ponsel yang sejak tadi berbunyi pun tidak mereka hiraukan.


Lucas dan Marisa saling berbagi kehangatan dan saling menghangatkan. Malam yang terasa dingin bagi orang lain justru terasa sangat panas bagi mereka berdua.


Marisa mengangkat sedikit kepalanya dan ia berusaha mencari pegangan lain untuk dirinya bertahan, selain leher dan rambut sang pemuda yang saat ini tengah sibuk memanjakannya.


Remasan pada sprei semakin menguat seiring Sosis berurat Lucas yang semakin dalam , peluh terlihat membahasi sekujur tubu mereka berdua.


"Aaahhh... Aaahh..!"


Des*han er*tis yang keluar dari sela-sela bibir ranum Marisa terdengar bagaikan sebuah melodi indah ditelinga Lucas. Ia begitu menikmati setiap des*han yang keluar dari bibir partner ranjangnya.


Lucas terus menghujamkan sosis berurat nya ke dalam Miss Marisa tanpa melepaskan tautan bibir mereka.


Tidak hanya dimanjakan, tapi malam ini Lucas benar-benar memuaskannya.


Dan tidak hanya Marisa yang terpuaskan tapi pemuda itu juga. Malam ini mereka berdua sama-sama saling memuaskan.


Setelah hampir dua jam sejak pertama mereka memulainya, akhirnya percintaan panas mereka mencapai puncaknya.


Tubuh Lucas ambruk seketika setelah pelepasan, bibirnya kembali pada bibir Marisa yang membengkak dan mel*matnya dengan posesif namun penuh kelembutan setelah percintaan panas dan panjang mereka.


Dengan kondisi tubuh masih menyatu, Lucas meremas lembut jari jemari Marisa yang masih belum sepenuhnya sadar dengan kondisinya.


Sampai dia merasakan sentuhan lembut pada pipinya, Marisa benar-benar tersadar terlebih lagi dengan segala kelembutan yang Lucas berikan padanya.


Kedua matanya yang terlihat sayu terbuka sepenuhnya, iris hazel nya terkunci pada sepasang mutiara berlapis lensa abu-abu milik Lucas, yang menatapnya dengan penuh kelembutan.


Sekali lagi bibir kissable tersebut menciumnya dan ciuman kali ini lebih singkat dari ciuman-ciuman mereka sebelumnya.


Marisa beranjak dari posisinya lalu meraih ponselnya yang ada di atas nakas kecil samping tempat tidur Lucas. Sedikitnya ada sepuluh panggilan tak terjawab dan semua dari asisten pribadinya.


"Siapa yang menghubungimu?" tanya Lucas yang entah sejak kapan sudah ada di samping Marisa.

__ADS_1


"Asistenku." Alih-alih menjawab, atau balas menghubunginya. Marisa malah mematikan ponselnya.


Lucas menarik lengan Marisa hingga wanita itu jatuh di atas pangkuannya. Salah satu tangannya menarik tengkuk wanitanya dan kembali mel*mat bibirnya, Marisa tidak menolak dan membiarkan Lucas kembali melahap bibirnya.


Pemuda itu memang tidak pernah puas jika sudah berurusan dengan wanita satu ini. Dan ciuman mereka hanya berlangsung beberapa detik saja, Lucas segera mengakhiri ciumannya.


"Sudah malam, aku harus pulang. Kedua bocah itu bisa ketakutan jika di rumah tanpa aku."


"Perlu aku antar?"


Marisa menggeleng. "Tidak perlu, kau istirahat saja. Kau terlihat lelah. Aku pergi." Marisa meninggalkan kamar Lucas begitupun sang pemilik.


Dia memang harus segera pulang, kemunculan Suketi menjadi teror tersendiri bagi Mark dan Vincent yang memang dasarnya adalah seorang penakut.


"YEEE!!! KAMI MENANG LAGI!!"


Mark dan Vincent berseru kegirangan karena berhasil mengalahkan Suketi si hantu gaul dalam sebuah permainan. Akibatnya hantu gaul itu harus terkena hukuman.


Sesuai kesepakatan. Yang kalah harus menerima hukuman. Dan hukumannya adalah menari dan menyanyi seperti orang gila. Parahnya lagi, yang menerima hukuman itu adalah Suketi.


"Oke, itu bukan masalah bagi Suketi. Suketi akan bernyanyi dan menari dengan heboh." Ucapnya.


Dan sementara itu...


Marisa yang baru saja tiba di rumah langsung pergi ke kamar si kembar. Matanya memicing mendengar suara gaduh dan heboh dari dalam sana.


Penasaran. Marisa membuka pintu di depannya untuk melihat apa yang terjadi di dalam sana. Dan betapa terkejutnya Marisa saat melihat keponakan kembarnya tengah bermain dan bergurau dengan sosok yang sebelumnya sangat mereka takuti.


"Kalian berdua sudah tidak takut lagi padanya?" Ucap Marisa sambil menunjuk Suketi.


"Bibi, kau sudah pulang?" Ucap Mark melihat kedatangan bibi cantiknya itu.


"Bibi baru saja pulang, karena kupikir kalian akan ketakutan jika sendirian di rumah. Tapi sepertinya kalian baik-baik saja."


"Hehehe. Ternyata dia sangat lucu dan menggemaskan tampangnya memang seperti ini, tapi dia berguna juga untuk mengusir anjing galak."

__ADS_1


"Cantik, bagaimana kalau kita bermain bersama?" Usul Suketi sambil tersenyum pada Marisa.


"Sayangnya aku masih waras, tapi bagaimana kau bisa sampai di sini. Sebenarnya kau ini darimana dan kenapa bisa sampai disini?" Tanya Marisa penasaran.


"Ahh, jadi kau penasaran ya cantik. Baiklah, akan Suketi jawab. Sebenarnya, Suketi datang dari sebuah planet bumi yang sangat jauh sekali. Suketi sudah mengarungi 4 benua, 100 pulau dan ratusan kota juga negara untuk bisa sampai sini."


"Aku tidak paham apa yang kau katakan, terlalu berputar-putar!!" Marisa meninggalkan kamar si kembar dan pergi begitu saja.


Dia tidak tau dari mana asalnya hantu Suketi dan bagaimana bisa dia tiba-tiba datang ke rumahnya dengan cara terjatuh hingga akhirnya tersungkur di lantai. Marisa tidak mau memikirkannya.


Lebih baik dia tidur lebih awal. Karena besok masih ada meeting penting dengan beberapa koleganya yang dari luar negeri.


-


Lucas memasuki sebuah klub malam yang berada di kawasan Hongdae. Pemuda itu berjalan menuju konter bar dan menghampiri pemuda lain yang sedang menikmati minumannya.


Tepukan pada bahunya mengalihkan perhatiannya. Pemuda itu tersenyum lebar melihat siapa yang datang. "Halo, Bro. Lama tidak bertemu." Ucap pemuda itu.


"Kemana saja kau selama beberapa bulan ini? Jangan bilang jika wanita itu menjebloskan mu lagi ke dalam penjara." Ucap Lucas sambil menikmati minumannya yang baru tiba.


"Ya, begitulah. Dan sekarang aku sudah bebas. Aku sudah memutuskan semua hubungan dengannya. Sepanjang bekerja sebagai gigolo di tempat ini, baru dia pelanggan setiaku yang paling mengerikan."


"Itu karena kau salah memilih orang."


"Lalu bagaimana denganmu sendiri? Aku dengar kau jarang datang kemari sejak mendapatkan Mami yang bisa memberikan kemewahan padamu. Bagaimana wujudnya, cantik atau tidak? Dengan Belinda, lebih cantik mana? Aku sangat penasaran."


Kemudian Lucas menunjukkan foto Marisa pada temannya itu. Dan betapa terkejutnya dia setelah mengetahui siapa wanita yang memelihara Lucas selama ini.


"What?! Inikan Marisa Valerie, pewaris tunggal dari VL Group!!"


"Iya, memang dia. Dan kau tidak perlu berlebihan juga. Aku ke toilet dulu." Lucas bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja.


Membicarakan Marisa, membuat Sosis berurat nya langsung berdiri, padahal baru beberapa jam lalu mereka melakukan percintaan. Tapi begitulah Lucas, tidak akan pernah puas jika sudah berhubungan dengan Marisa.


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2