CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY

CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY
Aku Menyukaimu, Marisa!!


__ADS_3

Rasa tidak nyaman menghinggapi diri Marisa. Saat ini ia dan Lucas tengah menjadi pusat perhatian. Orang-orang menatap mereka dengan berbagai tatapan dan itu membuat Marisa risih setengah mati.


Sebenarnya Marisa adalah sosok wanita yang cuek dan tidak peduli dengan apa yang ada di sekitarnya. Tapi dia memiliki perasaan yang sangat peka dengan apa yang ada di sekelilingnya.


Itulah kenapa dia menjadi tidak nyaman, apalagi telinga tajamnya menangkap kalimat-kalimat sindiran yang para wanita untuknya. Dan itu membuat Marisa merasa muak.


BRAK!!


Semua orang yang ada di cafe itu terkejut termasuk Lucas. Marisa menggebrak meja di depannya dengan keras. Matanya memindai satu persatu orang-orang yang ada di sana dengan tatapan tajam penuh intimidasi.


"APA YANG KALIAN LIHAT? KALIAN PIKIR AKU TULI, JIKA INGIN MEMBICARAKAN KU, SEBAIKNYA LANGSUNG SAJA DI DEPANKU, JANGAN CUMA JADI PENGECUT!!"


"Noona, apa yang kau lakukan?! Duduklah, kau hanya mempermalukan dirimu sendiri!!" Seru Lucas mencoba menenangkan Marisa.


"Aku tidak peduli!!"


Marisa meninggalkan beberapa lembar uang di atas meja lalu pergi begitu saja. Meninggalkan Lucas yang hanya bisa menghela nafas.


"Marisa, tunggu!!"


Bukk...


Lucas tidak sengaja berpapasan dengan seseorang ketika hendak mengejar Marisa. Akibatnya tubuh seorang perempuan terhuyung kebelakang karena insiden tersebut.


Beruntung Lucas bisa menahannya sehingga pantat perempuan itu tidak sampai berciuman dengan lantai. "Lucas," seru perempuan itu saat kontak mata diantara mereka terjadi.


Meskipun hanya sekilas. Namun keterkejutan terlihat jelas pada raut wajah Lucas. Kemudian Lucas membantu perempuan itu berdiri dengan benar dan juga memunguti semua barangnya yang berserakan di lantai.


"Aku senang bisa bertemu kembali denganmu." Ucap Perempuan itu yang ikut membungkuk bersama Lucas.


Lucas mengangkat wajahnya. Membuat kontak mata diantara mereka kembali terjadi."Kapan kau kembali, dan bagaimana kabarmu?" Tanya Lucas tanpa mengakhiri kontak matanya.


"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja. Kau sendiri bagaimana?"


"Aku juga baik. Bagaimana kalau kau temani aku minum kopi di dalam? Sudah lama kita tidak bertemu, kita mengobrol sebentar bagaimana?"


Pandangan Lucas kemudian bergulir pada Marisa yang menatap mereka dari kejauhan dengan tatapan terluka. Wanita itu kemudian berbalik dan masuk ke dalam mobilnya. Lucas kembali menatap Silvia lalu menggeleng.


"Mungkin lain kali saja. Aku harus pergi."

__ADS_1


Lucas segera menyusul Marisa yang sepertinya acuh pada kedatangannya. Wanita itu terus menatap keluar jendela, bahkan setelah Lucas duduk disampingnya. Lucas mendesah berat. Sepertinya Marisa sedang kesal dan marah padanya.


"Namanya Silvia, dia adalah mantan kekasihku. Kami berpisah beberapa tahun yang lalu, dua tahun sebelum kita bertemu. Aku tidak tau apa yang membuatnya kembali kemari, tapi yang jelas itu tidak ada hubungannya denganku!!"


"Untuk apa kau menjelaskannya? Itu tidak ada gunanya juga untukku,"


"Aku hanya tidak ingin kau sampai salah paham dan mengira jika aku memiliki wanita lain selain dirimu!!"


Marisa mendesah berat. Wanita memutar lehernya dan menatap Lucas yang juga menatap padanya. "Aku tidak tau apa yang terjadi hari ini, sepertinya menjadi hari tersial bagiku!!!"


"Jangan berkata begitu, kau membuatku merasa bersalah!!" Lucas menarik Marisa untuk pindah ke jok belakang mobilnya. Lalu membaringkan wanita itu di sana.


"Apa yang mau kau lakukan?"


"Katakan, Marisa. Aku harus bagaimana supaya kau bisa memaafkan ku?" Kemudian Lucas mencium singkat bibir ranum Marisa."Rasanya sangat tidak nyaman jika kau marah dan kesal seperti ini padaku."


Marisa mendorong dada Lucas dan membuat pemuda itu menjauh. "Antar kan aku ke kantor. Aku benar-benar kehilangan Mood baik hari ini."


Lucas mendesah berat. Beginilah Marisa jika dia sudah pundung, pasti susah untuk di bujuknya. Dan Lucas hanya bisa mengalah dari pada membuat Marisa semakin kesal.


Marisa yang baru saja tiba di kantornya di kejutkan dengan sebuah kotak misterius di atas meja kerjanya.


Ketukan pada pintu mengalihkan perhatian Marisa dari tumpukan dokumen di atas meja kerjanya. "Masuk." Setelah mendapatkan ijin, seorang wanita masuk sambil membawa sebuah dokumen yang kemudian dia berikan pada Marisa.


"Presdir, ini ada beberapa dokumen yang harus Anda tandatangani dengan segera."


"Letakkan saja di atas meja. Akan aku tandatangani setelah ini."


"Baik Presdir, kalau begitu saya permisi dulu." Wanita itu membungkuk kemudian melenggang meninggalkan ruangan Marisa.


Marisa meletakkan pulpennya, kemudian dia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju jendela besar yang ada di samping kanan meja kerjanya.


Hati Marisa merasa tidak tenang. Kedatangan Silvia sedikit mengganggu pikiran Marisa.


Dia adalah mantan kekasih Lucas. Bagaimana jika kisah diantara mereka kembali terulang, dan Lucas memilih kembali pada mantan kekasihnya itu yang lebih cantik dan lebih muda darinya. Marisa mulai merasa cemas.


Ting..


Perhatian Marisa teralihkan oleh denting pada ponselnya. Wanita itu beranjak dari duduknya dan mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja tersebut.

__ADS_1


Satu pesan masuk dari Lucas. Sudut bibir Marisa tertarik ke atas melihat isi pesan tersebut.


"Aku tidak tau bagaimana kau memulainya, bocah. Tapi jujur saja aku mulai jatuh cinta padamu, kau selalu membuatku merasakan kenyamanan." Tutur Marisa sambil menatap layar ponselnya.


Tok.. Tok.. Tok...


Perhatiannya kali ini teralihkan oleh suara ketukan pada pintu ruangannya. Selang beberapa saat seorang kurir datang membawakan bunga untuknya. Yang kemudian di susul oleh kurir-kurir lainnya yang juga membawa bunga yang sama.


Sedikitnya ada 20 buket bunga yang saat ini memenuhi ruangan Marisa, bukan hanya mawar merah dan putih, bahkan mawar biru yang langkah dan mahal pun ada.


Marisa tidak tau apa maksud Lucas mengirimkan bunga-bunga tersebut untuknya. Tapi jujur saja dia merasa bahagia. Apalagi setiap bunga memiliki tulisan dan kalimat berbeda dan semuanya sangat romantis.


"Bocah ini, ternyata dia bisa menggombal juga." Marisa terkekeh. Dia merasa geli sendiri dengan sikap dan kelakuan Lucas. Dia memang penuh dengan kejutan.


Ponsel Marisa berdering. Nama Lucas menghiasi layar ponselnya yang menyala terang. "Turunlah, aku di bawah. Ayo pergi makan siang."


"Tapi ini belum jamnya makan siang, masih ada beberapa dokumen yang harus aku tandatangani."


"Kalau begitu aku akan ke atas sekarang. 10 menit lagi aku tiba di sana." Lucas mengakhiri panggilan telfonnya.


Marisa masih belum beranjak dari posisinya, bahkan setelah Lucas tiba di ruangannya. Wanita itu hanya berbalik dan tersenyum menyambut kedatangan partner ranjangnya.


"Bisa kau jelaskan apa maksudnya semua ini?" Marisa menunjuk semua bunga yang ada di ruangannya.


"Bukan apa-apa. Hanya hadiah kecil dari ku, kau menyukainya."


"Tidak, karena kau membuang banyak uangmu hanya untuk bunga-bunga ini."


"Uang masih di cari. Tapi tidak dengan hati seseorang yang kita cintai. Karena jika dia telah hilang, maka akan sulit untuk digapainya kembali."


"Dasar tukang gombal. Kau menyebalkan, Lu."


Lucas terkekeh. Dia geli sendiri melihat wajah memerah Marisa. Lucas menarik pinggul wanita itu dan mendaratkan sebuah ciuman pada bibir ranum tipisnya.


"Aku menyukaimu, Marisa Valerie. Dan aku akan terus mengatakannya sampai kau merasa yakin jika aku adalah pria yang tepat untukmu."


"Kita jalani saja hubungan ini seperti air mengalir. Dan biarkan waktu yang memutuskan kemana hubungan ini akan bermuara!!"


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2