CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY

CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY
Dasar Berandalan


__ADS_3

Menjadi satu-satunya wanita yang menghadiri pertemuan membuat Marisa dipandang sebelah mata oleh para pesaingnya. Mereka menganggap remeh Marisa karena menurut mereka yakin jika Marisa tidak memiliki kemampuan.


Hari ini adalah hari penentuan siapa yang berhak mendapatkan tender itu. Mereka sangat yakin jika salah satu diantara merekalah yang akan menenangkannya.


"Nona kecil, aku sarankan padamu, sebaiknya kau mundur saja dari perang ini. Ingat, kau tidak akan menang melawan kami yang para senior."


Marisa menyeringai sinis. "Memangnya kenapa aku harus mundur, dan kenapa pula kalian begitu percaya diri akan memenangkan tender itu?"


"Karena kami lebih berpengalaman dari pada dirimu soal bisnis, kami memegang pasar dunia, sementara kau... kau hanya anak kemarin sore yang bermimpi mendapatkan tender besar, sebaiknya segera bangun dari tidurmu!!"


Lagi-lagi Marisa menyeringai sinis. "Kita buktikan saja, aku atau salah satu dari kalian yang memenangkan tender itu!!" Tantang Marisa.


Dia tetap terlihat tenang dan tidak gentar sedikit pun, meskipun yang menjadi lawannya bukanlah orang baru dalam dunia perbisnisan.


Akhirnya waktu yang mereka tunggu pun tiba. Sekarang adalah pengumuman siapa yang berhak memenangkan proyek itu. Semua orang yang ada di sana berdebar-debar, termasuk Marisa, tapi dia tetap bersikap tenang.


Lagi-lagi orang-orang itu memandangnya dengan remeh. Tapi Marisa tidak peduli dan tidak mau ambil pusing. Toh hanya hari ini saja dia bertemu dengan orang-orang itu.


"Selamat Nona Valerie, tender proyek ini kami berikan pada Anda!!"


"Apa?! Nona Valerie?! Jadi dia adalah putri keluarga Valerie?!" Pekik salah seorang dari keempat pria itu.


Sebenarnya tidak ada satupun dari mereka yang tau siapa Marisa sebenarnya. Dan setelah tau jika dia adalah CEO dari VL Group. Pandangan mereka pun berubah, mereka tidak lagi memandang rendah wanita itu.


Setelah bertahun-tahun menjalin hubungan kerja sama dengan VL Group. Ini pertama kalinya mereka bertemu dengan CEO dari salah satu perusahaan yang masuk ke dalam 5 perusahaan terbesar di Asia.


Marisa memang jarang menunjukkan batang hidungnya di depan koleganya. Dan hanya beberapa saja dari mereka yang beruntung bisa bertemu langsung dengannya. Bukan karena dia sombong, tapi Marisa memiliki alasan kuat kenapa dia selalu mengirim Frans untuk mewakili dirinya.


"Kalian semua telah melakukan kesalahan yang sangat fatal. Kerja sama diantara kita, berakhir!!" Marisa beranjak dari duduknya dan."Tuan Kim, terimakasih karena sudah mempercayakan tender itu pada VL Group. Kalau begitu saya permisi dulu."


Marisa meninggalkan ruangan rapat dengan seringai tajam tercetak di wajah cantiknya. Wanita itu harus segera kembali ke Hotel. Mungkin saja Lucas sudah sangat kebosanan menunggu dirinya karena terlalu lama.


-


"Lucas, kau dimana?"


Marisa yang baru tiba di kamarnya kebingungan karena tidak menemukan batang hidung Lucas dimana pun. Di kamar mandi, di balkon pun tidak ada. Dia mencoba menghubunginya tapi ponselnya tidak aktif.

__ADS_1


Kemudian Marisa keluar untuk bertanya pada bagian resepsionis. Dan orang resepsionis mengatakan jika pria itu sedang keluar sekitar 30 menit yang lalu.


"Begitu ya. Baiklah, terimakasih." Marisa pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Dia akan menunggu Lucas di sana. Marisa terlalu bosan untuk mencarinya keluar.


Sementara itu...


Ditempat dan lokasi berbeda. Dua pria yang sudah sama-sama terluka saling mengacungkan senjata. Dimasa lalu mereka adalah sahabat baik, tapi karena satu masalah, sekarang mereka saling bermusuhan.


"Kau pembunuh!!"


"Terserah kau menyebutku sebagai apa. Jika kau tidak tau kejadian yang sebenarnya, sebaiknya kau diam saja!!"


"Kau yang sebaiknya diam!!"


"Apa mau mu sekarang?!"


"Nyawamu!!"


"Ambil saja jika kau bisa."


"Buktikan saja!!"


Lucas menendang tangan pria di depannya hingga pistol itu terlempar jauh. Ketika dia hendak mengambilnya kembali, Lucas malah menembak senjata tersebut hingga keluar asap.


Perkelahian pun tidak bisa terhindarkan. Lucas dan pria itu saling menyerang dan menghindar. Beberapa pukulan yang mengarah padanya bisa Lucas belokkan, hingga tak satu pukulan pun yang berhasil mengenai tubuhnya.


Sejauh ini Lucas hanya bertahan, dia membiarkan mantan sahabatnya itu menyerangnya, tujuan Lucas adalah menguras tenaganya. Dan saat melihat pria itu mulai kelelahan, Lucas mulai melancarkan serangannya.


Bukk..


Satu bogem mentah yang mendarat pada ulu hatinya membuat pria itu terhuyung. Wajahnya menyiratkan kesakitan yang luar biasa. Dia mencoba menyerang Lucas, tapi serangannya meleset. Yang ada di malah tersungkur ke belakang.


"Masih ingin melawan?!"


"Aku belum kalah darimu, Xi Lucas. Sebelum aku berhasil membutakan kedua matamu dan mematahkan kaki serta tanganmu. Aku tidak akan berhenti untuk mengejar mu, kau...harus mati ditangan ku!!"


"Berhentilah mengatakan omong kosong, itu terlalu menggelikan!! Sudahlah, aku muak berdebat dan berkelahi dengan orang sepertimu!! Sebaiknya segera pergi ke rumah sakit dan perbaiki mukamu yang berantakan itu!!"

__ADS_1


"XI LUCAS!!"


Buggg..


Tubuh pria itu tersungkur untuk kedua kalinya. Lucas menendang pria itu di ulu hatinya sekali lagi. Dia tidak merasa iba sedikit pun meskipun melihat pria tersebut kesakitan karena dirinya.


Lucas melambaikan tangannya dan pergi begitu saja. Dia harus kembali ke hotel, mungkin saja sekarang Marisa sudah kembali ke hotel.


Tapi sebelum kembali, dia harus pergi ke rumah sakit terlebih dulu untuk mengobati luka-lukanya serta mengganti kemejanya yang berlumur darah.


-


Cklekk...


Decitan pada pintu mengalihkan perhatian Marisa yang sedang asik menonton televisi. Wanita itu membelalakkan matanya melihat Lucas kembali dalam keadaan terluka.


Perban tampak melingkari keningnya, dan ada bercak darah pada alis kanannya. Perban lain juga menutup luka di tulang pipinya.


"Lucas, apa yang terjadi padamu? Kenapa kau bisa terluka seperti ini? Dan kau, dari mana saja? Kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?! Apa kau tidak tau bagaimana cemasnya aku?!"


Lucas menarik tengkuk Marisa lalu membawa wanita itu ke dalam pelukannya. "Maaf, aku pergi tidak memberitahumu. Aku tidak apa-apa, ini hanya luka kecil saja, kau tidak perlu cemas. Aku baik-baik saja." Ucapnya meyakinkan.


Marisa mengangkat wajahnya dari pelukan Lucas. Sepasang manik Hazel nya menatap Lucas dengan cemas. Bagaimana dia tidak cemas, pria ini kembali dalam keadaan babak belur seperti dihajar orang satu kampung.


"Kenapa kau memiliki hobi yang aneh sih?! Dasar berandalan!!" Marisa melepaskan pelukan Lucas dengan paksa kemudian meninggalkannya begitu saja.


"Kau pikir bisa pergi begitu saja dariku?!" Lucas menarik lengan Marisa hingga wanita itu jatuh ke pelukannya. Lucas menyeringai nakal. "Aku lapar, dan aku akan mengambil makanan pembuka ku sekarang!!"


Marisa refleks menutup matanya saat merasakan lembut dan basahnya bibir Lucas yang mulai menyentuh bibirnya. Mel*mat dan memagut nya. Kedua lengan Marisa mengalung pada leher Lucas, bibir mereka saling bergulat panas.


Ciuman mereka semakin lama berubah menjadi ciuman panas yang menuntut. Kegiatan seperti ini tentu saja bukan hal baru bagi pasangan itu. Karena mereka selalu mengambil makanan pembukanya sebelum sarapan, makan siang ataupun makan malam.


Dan selanjutnya bukan hanya sekedar bibir mereka yang menyatu, tapi juga tubuh mereka yang sudah sama-sama terbakar gairah!!!


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2