CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY

CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY
Aku Sangat Merindukanmu


__ADS_3

"Uuhh, dimana aku?"


Lucas membuka matanya yang sebelumnya tertutup. Mata itu sedikit membulat melihat Vivian akhirnya membuka kembali matanya, setelah semalaman tak sadarkan diri. "Vivian, kau sudah sadar? Bagaimana keadaanmu?"


"Ge!!" Seru Vivian dan berhambur ke dalam pelukan Lucas. Vivian menutup matanya dan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh suaminya. "Maaf," hanya satu kata itu yang mampu ia keluarkan dari mulutnya.


Lucas mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Vivian. "Jangan meminta maaf, karena tidak ada yang perlu dimaafkan. Kita sama-sama bersalah tentang masalah ini. Apalagi aku, seharusnya aku mengatakan sejak awal, tapi aku memikirkan kondisimu. Aku tidak ingin kau terbebani jika aku mengatakan yang sebenarnya." Tutur Lucas.


"Jadi kau merahasiakannya karena untuk melindungi ku?" Lucas mengangguk.


"Lalu kenapa kau begitu kejam, Ge. Kenapa hari itu kau benar-benar meninggalkanku?! Kemudian kau menghilang bagaikan di telan bumi. Aku salah, karena telah melemparkan kata-kata tajam padamu. Tapi saat itu aku sedang diliputi emosi, dan aku sangat menyesali apa yang aku katakan padamu malam itu."


Lucas menutup matanya dan semakin mengeratkan lagi pelukannya. "Maaf, Vi. Karena aku pikir kau sudah tidak menginginkan aku lagi. Apalagi aku yang sudah menyebabkan orang yang paling kau cintai meninggal." Ujarnya panjang lebar.


"Aku memang menyalahkan mu, tapi hanya karena emosi sesaat. Dan apa kau tau apa yang menimpaku tak lama setelah kau pergi?! Aku menangis, meraung memanggil namaku. Kemudian aku tak sadarkan diri selama dua hari. Dan kita... Baru saja kehilangan calon anak kita." Vivian menundukkan wajahnya.


Kemudian Lucas melepaskan pelukannya. Biner nya menatap Vivian dengan pandangan terkejut. "Apa kau bilang? Maksudmu kau keguguran?" Vivian mengangguk. "Ya Tuhan, Vivian!!!" Kembali Lucas membawa Vivian ke dalam pelukannya.


Wanita itu mencengkram pakaian Lucas dengan erat. Isakan kembali terdengar dari sela-sela bibirnya. "Maaf," lagi-lagi hanya kata itu yang mampu Vivian katakan. Lucas menggeleng, dia tidak mengatakan apapun lagi. Lucas semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Vivian.


Tekanan batin yang begitu hebat membuat Vivian harus merelakan janinnya hilang. Calon buah hatinya bersama Lucas, anak yang begitu dia nanti-nantikan kini sudah tidak ada lagi di dunia ini. Dan sebagai seorang Ibu, Vivian sangat menyesalinya karena tidak bisa menjaganya dengan baik.


Lucas melepaskan pelukannya. Biner nya menatap sepasang Hazel milik Vivian. "Ge, pasti kau kecewa padaku, karena aku tidak bisa menjaga janinku dengan baik. Jika kau kecewa dan tidak menginginkanku lagi, aku akan pergi." Vivian menundukkan wajahnya, mimik mukanya berubah sendu.

__ADS_1


Lucas menyentil kening Vivian. "Dasar bodoh!! Apa kau tau berapa lama aku menunggu hari ini tiba, jika aku melepaskan mu begitu saja. Lalu apa artinya penantian ku selama ini?" Ucap Lucas dengan sudut bibirnya tertarik ke atas.


Vivian kembali memeluk suaminya. Kini dia merasa lega. Dia pikir Lucas akan langsung membuangnya setelah dia mengetahui ia tidak bisa menjaga janinnya.


Wanita itu melepaskan pelukannya. Sedari tadi ada yang mengganjal dihatinya. Vivian ingin sekali bertanya pada Lucas, tapi masalah hati mereka lebih penting dan harus diselesaikan terlebih dulu. Tapi bukan berarti apa yang membuatnya penasaran ini tidak penting.


Vivian mengangkat tangannya yang gemetar dan mengarahkan pada perban yang melilit salah satu netra Lucas. Darah segar memenuhi di satu titik yang menandakan jika luka itu masih lah baru.


"Ge, ini?!" Ucap Vivian dengan suara gemetar.


"Mungkin mulai hari ini kau akan hidup dengan pria cacat. Black Devil, baru saja terlibat sebuah pertempuran hidup dan mati dengan mutiara Hitam. Black Devil dan Mutiara Hitam adalah musuh abadi, kami bermusuhan sejak 15 tahun yang lalu!!"


"Mereka hendak menuntut balas pada Black Devil, yang telah menghabisi setengah dari anggota organisasinya. Selama 15 tahun mereka mengumpulkan kekuatan untuk balas dendam itu."


"Kubuku dan kubu lawan sama-sama mengalami hal yang sangat fatal. Bukan hanya aku. Bahkan keadaan Kai lebih parah, begitu pula dengan Tao. Bajingan Bima itu ingin membuatku mati secara mengenaskan. Dengan membutakan kedua mataku, mematahkan kaki dan tanganku.Dan merajam tubuhku."


"Memang kesalahanku, aku terlalu ceroboh sehingga membiarkan lawan melukaiku dengan fatal. Dia berhasil melepaskan dua tembakan pada perut dan dada atas ku. Jika aku tidak menghindar dengan tepat waktu, mungkin aku sudah buta saat ini." Tutur Lucas panjang lebar.


Mata Vivian membelalak berkaca-kaca. "Ya, Tuhan Ge." Ucapnya. "Lalu bagaimana dengan bajingan itu? Apa dia masih hidup dan bernapas hingga detik ini?" Tanya Vivian memastikan.


Lucas mengangguk. "Dia terluka lebih parah dariku. Aku berhasil memotong tangan kanannya dan membuat kedua kakinya lumpuh, salah satu peluru yang aku lepaskan bersarang pada otaknya. Seandainya bertahan pun, dia akan menjadi orang bodoh!! Dan saat ini sedang sekarat di rumah sakit."


Vivian tiba-tiba berdiri dan mengejutkan Lucas."Ini tidak bisa dibiarkan!! Ge, aku tidak bisa terima bajingan itu tetap hidup apalagi setelah membuatmu seperti ini. Dan apa kau tau, dia jugalah yang membuat kita berpisah. Dia menemui ku dan mengatakan segalanya tentang Kevin, sepertinya dia sengaja ingin membuat kita berpisah." Ujar Vivian.

__ADS_1


"Jadi dia orangnya?!" Vivian mengangguk."Bajingan itu!!!"


"Tapi kau tenang saja, Ge. Kali ini biarkan aku saja yang mengurus masalah ini. Aku sudah memiliki cara untuk mengatasi bajingan tak tau diri itu."


"Apa yang akan kau lakukan?!" Lucas menatap Vivian penasaran.


Vivian menyeringai dingin. "Kau akan tau nanti. Sebaiknya sekarang kau istirahat. Kau itu seorang pasien dan sedang sakit. Menurut, atau aku akan menyuntik mu mati!!" Ancam Vivian. Bukannya tersinggung, Lucas malah tertawa keras. "Apa yang kau tertawa kan, memangnya apanya yang lucu?!" Vivian menatap Lucas dengan kesal.


Lucas menarik lengan Vivian hingga wanita itu jatuh di atas pangkuannya. Kedua lengan Vivian memeluk leher Lucas, sedangkan tangan pria itu memeluk tubuh ramping sang istri.


Vivian tersenyum, begitu pula dengan Lucas. Setelah satu bulan, akhirnya Vivian bisa merasakan hangatnya sentuhan pria yang sangat dirindukannya ini. Dan selanjutnya bibir Vivian sudah berada dalam pagutan bibir Lucas, pria itu terus mel*mat dan memagut bibir Vivian.


Perlahan tapi pasti, Vivian menutup matanya saat merasakan ciuman Lucas yang semakin lama semakin dalam dan menuntut. Sebelah tangan Lucas menekan tengkuk Vivian untuk semakin memperdalam ciumannya.


Tapi sayangnya mereka tidak bisa melakukan hubungan lebih dari sekedar ciuman. Karena kondisi Lucas yang masih belum memungkinkan. Lucas melepaskan ciumannya dan menatap Vivian dalam, jari-jari besarnya menghapus sisa liur di bibir wanitanya itu.


"Ge, ayo kita pergi ke luar negeri. Kita sembuhkan matamu, aku mengenal seorang dokter hebat di Inggris. Aku tidak tega melihatmu seperti ini." Ucap Vivian sambil menatap Lucas berkaca-kaca.


Lucas menatap Vivian yang mulai berurai air mata lalu mengangguk. "Baiklah, jika menurutmu itu baik. Mari kita lakukan."


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2