CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY

CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY
Di Pihak Vivian


__ADS_3

"Apa?! Kakek tidak bisa mengusir wanita itu dan memisahkan dia dari Kak Lucas?! Tapi kenapa, Kek? Dia sudah menghinaku dan membuat malu cucu kesayanganmu ini!!! Aku tidak mau tau, pokoknya Kakek harus membuat mereka berpisah!!!"


Kakek Xi menolak tegas permintaan Maya yang meminta supaya dirinya memisahkan Lucas dan Vivian.


Kakek Xi sangat menyetujui pernikahan mereka, apalagi kehadiran Vivian membawa banyak sekali perubahan pada diri Lucas, jadi bagaimana mungkin Kakek Xi memisahkan mereka berdua?! Dan jika itu dia lakukan, bisa-bisa Lucas akan mengamuk dan membuat dirinya dalam bahaya.


"Dengar, Maya. Mereka menikah atas ijin dan restu Kakek. Dan tidak ada yang bisa memisahkan mereka berdua termasuk dirimu, bahkan Kakek sendiri pun tidak bisa. Kakek justru akan melindungi pernikahan mereka berdua, jadi jangan pernah bermimpi untuk menghancurkannya!!!"


"KAKEK?!"


"Keluarlah, Kakek mau istirahat. Sebaiknya pergi ke kamarmu dan jangan mengganggu mereka berdua lagi. Karena Kakek tidak akan membiarkannya!!!"


"Terserah, Kakek sangat menyebalkan!!!"


Maya yang kesal setengah mati meninggalkan kamar kakeknya, bagaimana dia lebih memihak Vivian dibandingkan dirinya. Apa karena dirinya hanya cucu angkat saja, makanya Kakek Xi bersikap seperti itu padanya?!


Maya tidak akan tinggal diam, bagaimana pun caranya, dia akan memisahkan Vivian dari Lucas. Karena Lucas hanya miliknya, begitulah yang dia pikirkan.


-


Vivian menutup laptopnya lalu menghampiri Lucas yang sedang sibuk dengan ponselnya. Dia tidak tau apa yang sedang dilakukan oleh suaminya itu. Tapi sepertinya Lucas sedang sibuk, dan hal itu terlihat dari raut wajahnya yang serius.


"Ge, apa yang sedang kau lakukan? Memangnya kau berkirim pesan dengan siapa?" Tanya Vivian penasaran.


"Sean, dia memberitahuku jika Maya mencoba meracuni otak Kakek supaya memisahkan kita berdua."


"Lalu, apa Kakek menyetujuinya?" Vivian mulai cemas.


Lucas menggeleng. "Kakek menolaknya, dia sangat menyukaimu, jadi mana mungkin dia memisahkan kita berdua. Apalagi Kakek sangat berharap kita bisa memberikan cicit secepatnya. Kau tenang saja, Kakek ada di pihak kita." Tutur Lucas.


"Aku yakin Maya tidak akan tinggal diam apalagi menyerah begitu saja. Kita harus tetap waspada, mungkin saja saat ini dia sedang merencanakan sesuatu untuk memisahkan kita!!"

__ADS_1


"Kau tenang saja, tidak akan kubiarkan siapa pun menghancurkan rumah tangga kita. Siapa pun yang berani memisahkan kita, dia harus berhadapan denganku. Aku tidak peduli siapa pun orang itu, bahkan dia Maya sekali pun!!"


Vivian tersenyum lebar mendengar ucapan Lucas. Vivian kemudian menyandarkan kepalanya pada dada bidang Lucas yang tersembunyi dibalik kemeja hitamnya. Bukan hanya Lucas, dia sendiri tidak akan membiarkan orang lain menghancurkan rumah tangganya.


"Ge, aku lapar. Temani aku makan siang." Rengek Vivian sambil memegangi perutnya.


"Kau ingin makan dimana? Bagaimana kalau pesan saja dan biarkan diantar kemari? Aku sedang malas untuk keluar." Ucapnya.


Vivian tampak berfikir kemudian mengangguk."Sepertinya bukan ide buruk. Baiklah kalau begitu, aku akan memesan sekarang." Bukan hanya Lucas, sebenarnya Vivian juga malas pergi ke luar.


-


Usai makan siang. Vivian melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Lucas pamit pergi. Masih ada sesuatu yang harus dia urus, dan Vivian tidak menghalanginya.


Lucas menghentikan mobil mewahnya di halaman sebuah bangunan mewah yang memiliki dua lantai. Kedatangannya tak disambut baik oleh beberapa penjaga di sana. Orang-orang itu mengacungkan senjata pada Lucas.


"Mau apa kau datang kemari?"


"Tidak bisa!! Bos, dia sedang sibuk dan tidak bisa diganggu. Jika ingin bertemu dengannya, sebaiknya kau membuat janji dulu!!!"


"Kalian sangat menyebalkan!!!"


Dorr...


Dorr..


Dua tembakan Lucas lepaskan pada dua pria dihadapannya. Tubuh mereka ambruk setelah terkena terjangan peluru yang Lucas lepaskan. Beruntung ada peredam suara pada pistol tersebut, sehingga tidak menyita perhatian banyak orang.


Lucas melewati mereka begitu saja. Sedangkan dua lainnya memilih mundur dan memberikan jalan bagi Lucas, mereka tidak ingin kehilangan nyawa seperti kedua rekannya.


Brakk!!!

__ADS_1


Lucas mendobrak pintu di depannya hingga menimbulkan dentuman yang sangat keras. Beberapa senjata langsung mengarah padanya. Dan dia langsung mengangkat kedua tangannya. Bukannya merasa takut, dia malah menyeringai sinis.


"Wow, santai bung. Tidak perlu terburu-buru, lagipula kedatanganku bukan untuk mencari masalah dengan kalian. Pertemukan aku dengan Bos mu, maka aku tidak akan berbuat kasar." Pria itu menyeringai.


"Bos, sedang sibuk dan tidak bisa diganggu. Sebaiknya kau pergi saja, karena kedatangan mu di sini tak diharapkan sama sekali!!!"


"Kau terlalu tidak sopan, Bung. Padahal aku datang dengan niat yang sangat baik. Aku akan memberikan kesempatan terakhir pada kalian semua. Pertemukan aku dengan Bos kalian, atau kalian memang ingin kehilangan nyawa dengan sia-sia?!" Ujar Lucas sambil memainkan senjata ditangannya.


"Hentikan, Bocah!! Berhenti membuat keributan di tempatku, naiklah dan kita bicara di ruangan ku!!!" Seru seseorang dari lantai dua.


"Hahaha!!! Kenapa tidak dari tadi saja, Paman!!! Kalau dari tadi, aku kan tidak perlu membuat keributan di sana-sini!!" Lucas melewati orang-orang itu begitu saja sambil menyeringai sinis. Dia naik ke lantai dua tempat pria itu mengajaknya berbincang.


Lagipula siapa yang berani menolak kedatangan seorang Lucas Xi. Dan hanya orang bodoh yang berani melakukannya. Dan pria itu tidak ingin mengambil resiko dengan menyinggung perasaan pria seperti Lucas. Mengalah adalah jalan terbaik untuknya.


Vivian menatap ngeri tumpukan dokumen yang tersusun di atas meja. Itu adalah dokumen yang baru saja diantarkan oleh Frans. Dan dokumen-dokumen itu harus segera dia periksa dan ditandatangani.


Jika bisa memilih, Vivian ingin berhenti dan mundur dari jabatannya. Tapi sayangnya dia masih belum menemukan orang yang bisa dipercayai untuk mengemban tugas seberat ini. Mengurus perusahaan dan menduduki posisi CEO bukanlah sebuah perkara yang mudah.


Itulah kenapa Vivian tidak bisa sembarangan menunjuk orang untuk menggantikan posisinya. Karena jika dia salah memilih orang, bukannya bertambah bertambah maju, perusahaannya malah akan gulung tikar. Dan Vivian tidak ingin hal itu sampai terjadi.


"Presdir, Tuan Kim baru saja menghubungi saya dan mengatakan ingin bertemu dengan An~"


"Tolak saja, dan katakan jika aku sibuk. Untuk saat ini aku tidak ingin bertemu dengan siapa pun. Dan memangnya kau tidak melihat seberapa banyak pekerjaanku saat ini!!!"


Frans menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Pria itu buru-buru meninggalkan ruangan Vivian. Melihat sorot mata atasannya yang berbahaya membuat dia merinding sendiri. Dan sepertinya ia baru saja membangunkan seekor singa betina yang sedang kelaparan.


"Ma..Maaf, Presdir. Kalau begitu saya permisi dulu!!!"


Vivian mendesah berat. Rasanya dia ingin menghilang dari dunia ini secepatnya. Dan mungkin sudah waktunya memanggil orang itu kembali. Karena memang hanya dia yang bisa dia percayai untuk mengurus masalah perusahaannya.


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2