CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY

CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY
Silvia Dipermalukan


__ADS_3

Lucas hanya menatap datar beberapa pria yang tergeletak di lantai dalam keadaan tak bernyawa, setelah timah panas yang dia lepaskan menembus kepala dan jantung mereka.


Suasana di ruangan itu yang awalnya sudah tegang, semakin terasa mencekam setelah kejadian tersebut. Dan pria yang sempat bersitegang dengan Lucas sampai syok, saat melihat beberapa anak buahnya meregang nyawa di tangan pria berdarah China tersebut.


Tubuh pria itu gemetar hebat, dan keringat dingin mengucur deras dari pelipisnya melihat Lucas berjalan menghampirinya. "Bagaimana? Masih ingin melawanku?" Lucas menyeringai.


"Ka..Kau memang iblis, Lucas Xi. Tu..Tunggu saja, aku pasti akan membalas mu. Ayo pergi!!" Pria itu membawa semua anak buahnya yang tersisa meninggalkan markas utama Black Devil.


Lucas menatap Kai dan Tao bergantian. Memang hanya mereka berdua orang kepercayaan Lucas yang sampai sekarang masih tetap setia padanya, meskipun 10 tahun telah berlalu.


Setelah merenungkan dan memikirkannya matang-matang.


Lucas telah membulatkan tekadnya, jika dia akan kembali memimpin Black Devil seperti dulu, dan membersihkan nama baiknya yang sudah tercemar karena ulah Bondan.


Dia akan membuat Black Devil kembali berjaya, dan menjadi kelompok Mafia yang paling ditakuti dan disegani seperti dulu. Bukan hanya Asia, tapi seluruh dunia!!


"Kai, Tao, aku memiliki tugas untuk kalian berdua. Bereskan semua kekacauan yang telah di sebabkan oleh Bondan, dan panggil semua orang-orang lama kita!!"


"Baik, Bos!!"


Setelah memberi perintah pada dua orang kepercayaannya. Lucas meninggalkan ruang tamu dan pergi ke kamarnya.


Tidak sendiri, dia mengajak beberapa pelayan untuk membereskan dan membuang semua barang-barang milik Baron. Lucas tidak ingin ada satu sampah pun di kamarnya.


"Segera panggil Desain Interior, aku ingin ruangan ini di set ulang termasuk warna dinding dan semua perabotan yang ada di sini. Aku mau semua kembali seperti semula!!"


"Baik, Tuan."


-


Silvia meliukkan tubuhnya memasuki sebuah gedung perkantoran. Wanita itu membawa sebuah map yang kemudian di berikan pada seorang wanita yang merupakan sekretaris di perusahaan tersebut.


Silvia menyapukan pandangannya ke segala penjuru arah. Sesekali dia merapikan penampilannya ketika melihat ada beberapa karyawan dan staf pria yang memperhatikan dirinya, tapi dengan berpura-pura acuh.


Itu Baru saja karyawannya, lalu bagaimana dengan CEO perusahaan ini jika melihat dirinya. Dia pasti akan jatuh cinta pada pandangan pertama pada dirinya.


"Maaf, Nona. Apakah Anda sudah membuat janji dengan Presdir? Karena jika tidak ada janji, Anda tidak bisa bertemu dengan beliau. Karena Presdir kami adalah orang sibuk!!"


"What?! Kau memerintah ku? Berani sekali kau, apa kau tidak tau siapa aku ini? Aku adalah putri dari keluarga Sinyorita, orang yang dijodohkan dengan CEO dari perusahaan ini. Sebaiknya sekarang kau panggilkan Presdir mu dan katakan jika calon istrinya sudah datang?!"

__ADS_1


Semua orang yang ada di sana tercengang setelah mendengar apa yang Silvia katakan. Mati-matian mereka menahan tawanya. Bagaimana bisa wanita itu mengatakan sebuah omong kosong, jelas-jelas CEO perusahaan ini adalah seorang wanita.


"Ada apa dengan kalian semua? Iri ya, karena aku adalah orang penting di sini. Makanya jangan main-main di sini!!" Silvia menyeringai.


Clekk...


Decitan suara pintu yang di buka dari dalam mengalihkan perhatian semua orang, termasuk Silvia. Seorang wanita cantik nan anggun terlihat keluar dari ruangan CEO. Orang-orang yang ada di sana pun langsung berdiri dan membungkuk pada atasan mereka.


Sementara itu...


Silvia malah menatapnya dengan sinis. Wanita itu memandangnya dengan tatapan meremehkan. "Jadi ini pekerjaan sampingan mu, menggoda calon suami orang? Apa Lucas saja tidak cukup?"


Wanita itu yang pastinya adalah Marisa, terlihat memicingkan mata. "Apa maksudmu?!" Marisa meminta penjelasan.


"Hala, jangan pura-pura bodoh kau jadi orang. Kau pikir aku bodoh dan tidak tau apa yang sebenarnya kau lakukan di kantor ini. Dasar wanita penggoda, karyawan biasa saja tapi tingkahnya selangit!!"


"Nona, sebaiknya jaga bi~" Mia menggantung kalimatnya saat melihat Marisa mengkodenya untuk diam.


"Lanjutkan!!" Pinta Marisa sambil bersidekap dada.


Silvia melanjutkan ocehannya. "Oya, perkenalkan aku adalah calon istri dari CEO di perusahaan ini!! Jadi sebaiknya mulai sekarang jaga sikap dan perilaku mu di depanku!! Ah, satu lagi.. Panggil aku Nyonya!!"


"Kau..!! Jika bermimpi sebaiknya jangan ketinggian. Jika ingin berbohong, elit sedikit. Apa kau tidak sadar karena sudah mempermalukan dirimu sendiri, percuma cantik dan berpendidikan tinggi kalau tidak punya otak, g*blok!!"


"Sebelum menyebut dirimu sebagai calon istri dari CEO di perusahaan ini. Sebaiknya cari tahu dulu apakah CEO nya perempuan atau laki-laki. Makanya otak jangan di taruh di lutut. Dasar bodoh!!"


Mia menyeringai dan menatap Silvia dengan tatapan meremehkan. Kemudian dia menyerahkan sebuah file pada Marisa."Presdir, ini adalah surat pengajuan kerja sama dari Senorita Group. Silahkan Anda memeriksanya terlebih dulu."


Sontak kedua mata Silvia membelalak saking kagetnya. Ternyata Marisa adalah CEO dari perusahaan ini. Kemudian dia menyapukan pandangannya, semua orang menertawakannya. Silvia baru saja mempermalukan dirinya sendiri.


"Sejak awal aku sudah tidak berminat untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan itu. Sebaiknya kembalikan pada perwakilannya dan minta dia untuk pergi dari sini!!" Pinta Marisa, Mia mengangguk.


"Baik Presdir!!"


-


Marisa menghentikan mobilnya di halaman luas sebuah mansion mewah berlantai tiga. Kedatangannya langsung disambut oleh seekor Serigala kelabu bernama Molly.


Di depan orang lain dia sangat galak, tapi saat bersama Marisa, Molly malah bertingkah sebaliknya. Dia sangat manja, dan selalu ingin Marisa sayang.

__ADS_1


"Cantik, kita bertemu lagi!!"


"Omo!!" Nyaris saja Marisa terkena serangan jantung dadakan karena ulah Suketi yang tiba-tiba saja nongol di depannya. "Yakk!! Hantu gila, apa kau ingin membuatku mati jantungan, EO?!" Amuk wanita itu.


"Hihihi. Suketi membuatmu terkejut ya?! Maaf, padahal Suketi kan memberi kejut-"


"Rrooaarrrr..."


Suketi tidak melanjutkan kalimatnya dan malah nemplok di tiang karena ulah Molly. Molly mengeram sambil membuka mulutnya lebar-lebar.


"Kkyyaaa!!! Ayang Wowo, ayang Poci, tolong Titi!!"


Marisa mendengus geli. Wanita itu mengurungkan niatnya untuk pergi ke kamar setelah mendapatkan pesan singkat dari Lucas. Pria itu mengajaknya untuk bertemu di luar.


.


Marisa tersenyum lebar saat tiba di taman dan mendapati Lucas sedang duduk di depan sebuah air mancur. Marisa memperhatikan penampilan pria itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Lucas memakai sebuah kemeja hitam lengan terbuka dan celana yang senada dengan kain mahal yang melekat di tubuhnya. Marisa akui, jika sekarang kekasihnya itu jauh lebih tampan, apalagi semenjak Lucas merubah warna rambutnya menjadi keperakan.


"Lucas...!!"


Pria itu menoleh dan mendapati Marisa menghampirinya. Sudut bibirnya tertarik ke atas. Lucas mengurai senyum setipis kertas.


"Maaf sudah membuatmu menunggu lama." Ucap Marisa penuh sesal.


Lucas menggeleng. "Tidak, aku baru saja tiba." Jawabnya.


Marisa mengalungkan kedua lengannya pada leher Lucas, bibirnya mengurai senyum lebar."Aku merindukanmu. Kemana saja kau seharian ini, kenapa tidak menghubungiku sama sekali?"


"Aku sangat sibuk, maaf." Ucap Lucas penuh sesal.


"Maaf baru bisa diterima jika kau mau menemaniku jalan-jalan menikmati suasana malam, dan mentraktirku makanan China. Jujur saja aku masih sangat lapar. Aku tadi hanya makan sedikit."


Lucas mendengus geli melihat ekspresi Marisa yang terlihat begitu menggemaskan di matanya. Jari-jari besarnya kemudian mengacak rambut Marisa.


"Baiklah, ayo kita pergi sekarang."


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2