CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY

CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY
Pesan Misterius


__ADS_3

Tanpa terasa hubungan Marisa dan Lucas telah berjalan lebih dari satu bulan. Bukan sebagai partner ranjang lagi, tapi sebagai sepasang kekasih.


Jujur saja Marisa sangat terkejut saat mengetahui jika usia Lucas ternyata 5 tahun lebih tua darinya.


Lucas adalah pria yang memiliki wajah baby face, itulah kenapa orang akan percaya saat dia mengatakan jika usianya baru 25 tahun, padahal aslinya dia sudah sepuluh tahun lebih tua dari usia palsunya.


Saat ini Marisa tengah berada di Apartemen milik Lucas, malam ini dia memutuskan untuk menginap di tempat tinggal sang kekasih. Bukan permintaan apalagi pemaksaan dari Lucas, tapi Marisa sendiri yang mau.


"Lu, aku lapar, apa tidak ada makanan yang bisa aku makan?" Ucap Marisa sambil memegangi perutnya yang sedikit keroncongan.


Marisa melihat isi kulkas di apartemen kekasihnya ini kosong dan tidak ada makanan sama sekali, selain buah-buahan dan air mineral. Bahkan telur mentah pun tidak ada.


"Bagaimana kalau makan malam di luar saja?! Sekalian kita berbelanja, kau kan wanita jadi lebih tau apa yang dibutuhkan untuk mengisi kulkas dari pada aku." Ujarnya.


Marisa mendengus berat. "Dasar kau ini, baiklah kalau begitu. Aku ganti pakaian dulu." Marisa beranjak dari hadapan Lucas dan pergi begitu saja.


Tak sampai 10 menit. Marisa kembali dengan pakaian berbeda. Wanita itu menghampiri Lucas yang sedang berbicara dengan seseorang di telfon. Marisa tidak tau siapa pria itu bicara, tapi sepertinya sangat serius. Dan pikiran Marisa mengarah pada Silvia, mantan kekasih Lucas.


Marisa melanjutkan langkahnya setelah Lucas memutuskan sambungan telfonnya. Wanita itu tersenyum ketika Lucas menatapnya. "Kau sudah siap?" Marisa mengangguk. Lucas meraih kunci mobilnya yang ada di atas meja lalu keduanya sama-sama meninggalkan apartemen milik pria itu.


"Lu, bukankah kau bilang mobil ini adalah milik temanmu, kenapa tidak kau kembalikan saja? Dan sampai kapan kau akan meminjamnya?! Segera kembalikan aku akan membelikan mu mobil baru, bagaimana?"


Lucas menggeleng. "Mobil ini sudah digadaikan padaku. Dia meminjam uang padaku dalam jumlah besar, dan mobil ini sebagai jaminannya. Masuklah, kita akan kemalaman." Ucap Lucas yang kemudian di balas anggukan oleh Marisa.


"Oya, Lu. Di dalam tadi kau bicara sama siapa? Apa itu Silvia?" Tanya Marisa hati-hati. Dia takut jika pertanyaannya akan menyinggung perasaan Lucas.


Lucas menggeleng. "Bukan, tapi Tao." Jawabnya singkat.


Lucas memicingkan matanya. "Kenapa kau berpikir jika itu adalah Silvia? Bukankah kau sendiri yang meminta supaya aku tidak berhubungan lagi dengannya, jadi untuk apa lagi aku mengangkat atau menghubunginya?" Ujar Lucas sambil menatap wanita disampingnya.


Marisa tersenyum lebar. "Kau memang yang terbaik, Lu. Aku semakin mencintaimu." Marisa memeluk leher Lucas lalu mencium pipi kanan kekasihnya itu.


"Marisa, hentikan!! Aku sedang mengemudi, kita bisa mengalami kecelakaan yang fatal." Ucap Lucas mengingatkan.


Marisa mengangguk paham. Kemudian wanita itu kembali duduk dengan tenang disamping Lucas yang sedang mengemudi.

__ADS_1


Dan setelah perbincangan singkat itu, tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka. Lucas yang fokus pada jalanan di depannya, sedangkan Marisa menatap keluar untuk menikmati pemandangan.


.


Setelah hampir 20 menit berkendara mereka tiba di sebuah cafe. Lucas membukakan pintu untuk Marisa, keduanya berjalan beriringan memasuki cafe tersebut sambil bergandengan tangan.


Diam-diam Marisa menarik sudut bibirnya. Dia akui jika Lucas bukanlah tipe pria yang romantis, tapi dia selalu memperlakukannya dengan hangat. Marisa menyukai cara Lucas mencintainya.


"Lu, kita duduk di meja yang dekat jendela saja ya. Aku ingin makan sambil menikmati pemandangan di luar." Usul Marisa yang kemudian di balas anggukan oleh Lucas.


"Baiklah. Terserah kau saja."


Marisa tersenyum lebar. Wanita itu melepaskan genggaman tangan Lucas, kemudian beralih memeluk lengan pria itu yang tersembunyi di balik lengan kemeja hitamnya. Sudut bibir Lucas tertarik ke atas. Pria itu mengurai senyum setipis kertas.


Beruntung suasana cafe saat ini tidak terlalu ramai sehingga tidak banyak yang memperhatikan mereka. Dan Marisa bisa merasakan ketenangan. Sampai sosok yang paling dia benci tiba-tiba muncul dan menghancurkan moodnya.


"Lucas, Marisa..Wah kebetulan sekali ya kita bertemu di sini, bagaimana kalau aku ikut bergabung dengan kalian saja?" Usul orang itu yang pastinya adalah Silvia.


Lucas menatap wanita itu tajam. "Kau buta ya, bukankah masih banyak tempat kosong di sini. Kenapa harus memilih meja ini? Duduk saja di meja yang lain, kau membuat Marisa tidak nyaman!!"


"Lu, jangan begitu. Lihatlah dia terluka oleh kata-katamu. Kau menyinggung perasaannya." Ucap Marisa sambil menatap sinis Silvia.


"Biarkan saja, bagiku menjaga perasaanmu lebih penting." Jawab Lucas.


Marisa tersenyum lebar. "Kau memang yang terbaik, Lu. Aku beruntung memiliki kekasih sepertimu. Terimakasih karena selalu menjaga perasaanku. Aku mencintaimu." Marisa berhambur ke dalam pelukan Lucas dan memeluk pria itu dengan erat.


Marisa sengaja melakukannya. Wanita itu ingin membuat Silvia tersiksa dan cemburu. Dia harus tau dengan siapa berhadapan


Marisa ingin memberitahu Silvia jika dia telah mencari masalah dengan orang yang salah.


"Sialan kalian berdua!!" Geram Silvia lalu meninggalkan keduanya begitu saja. Marisa menatap kepergian wanita itu dengan senyum penuh kemenangan.


"Enak saja dia mau bersaing denganku!! Rasakan!!" Dan Lucas hanya bisa mendengus melihat tingkah wanitanya.


"Dasar kau ini, sudah cepat makan, nanti keburu dingin." Wanita itu tersenyum kemudian mengangguk.

__ADS_1


.


Usai makan malam dan berbelanja. Mereka tidak langsung pulang. Marisa mengajak Lucas untuk jalan-jalan menikmati keindahan Seoul saat malam hari. Dan pria itu tidak menolaknya.


Tempat yang mereka kunjungi adalah Naksan Park.


Naksan Park sendiri merupakan salah satu tempat terbaik bagi yang ingin menikmati keindahan malam hari sembari berjalan di sepanjang Tembok Kota Seoul. Naksan Park memang tersohor sebagai objek wisata yang memiliki pemandangan malam menakjubkan.


Sebenarnya mereka sering datang dan menghabiskan malam untuk berjalan-jalan di sana. Tapi ini pertama kalinya mereka datang ke Naksan Park sebagai sepasang kekasih.


"Lu, aku haus, bisakah kau membelikan minuman dingin untukku?"


"Kalau begitu tunggu di sini." Marisa mengangguk.


Selepas kepergian Lucas, ponsel milik pria itu berdenting yang menandakan ada pesan masuk. Penasaran siapa yang mengiriminya pesan, Marisa memutuskan untuk membuka dan membaca pesan tersebut.


"Bos, pikirkan baik-baik. Semua orang-orang mu ingin kau kembali memimpin. Jadi pikirkan lagi!!"


Marisa memiringkan kepalanya. Wanita itu mencoba mencerna isi pesan tersebut. 'Semua orang-orang mu ingin kau kembali memimpin?' memangnya siapa dan apa yang harus Lucas pimpin, dan kenapa orang itu mengatakan jika 'orang-orang mu', yang artinya bukan hanya satu atau dua orang saja?


Marisa akui jika Lucas memang penuh misteri. Banyak sekali hal yang tidak dia ketahui tentang pria itu. Apa marganya, dan seperti apa latar belakangnya. Karena mereka pertama kali bertemu di sebuah club malam.


Ting...


Marisa terkejut karena sebuah pesan yang masuk ke dalam ponselnya. Sebuah nomor yang tidak dia kenal menghiasi layar ponselnya yang menyala terang. Kemudian Marisa membuka pesan tersebut.


"Sebaiknya kau selalu waspada dan berhati-hati!! Marisa, kau sedang dalam masalah besar!!"


Marisa memicingkan matanya. Lalu wanita itu menyapukan pandangannya ke segala penjuru arah. Mencoba menemukan orang yang mengiriminya pesan, mungkin dia ada di sekitar sana. Tapi Marisa tidak menemukan siapapun.


Dan jika boleh jujur, ini bukan pertama kalinya Marisa mendapatkan pesan peringatan misterius seperti itu.


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2