CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY

CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY
Lima Istri


__ADS_3

Sang raja siang telah meninggalkan singgasananya. Menandakan jika senja telah tiba. Sang mentari yang tenggelam terlihat indah, sisa cahayanya membias pada permukaan air yang tenang.


Di sebuah danau buatan, dihalaman belakang sebuah hunian mewah yang memiliki tiga lantai. Terlihat seorang dara berparas cantik tengah duduk di atas batu ditepi danau tersebut.


Airnya yang jernih membuatnya bisa melihat apa saja yang ada di dalam danau tersebut. Termasuk ikan-ikan cantik yang hidup dan berkembang biak di sana.


Sudut bibirnya tertarik ke atas saat sepasang mutiara Hazel nya menangkap siluet seorang pria tampan, namun juga terlihat cantik berjalan menghampirinya dengan kedua tangannya tersembunyi di dalam saku celana bahanya.


"Sudah kuduga, kau pasti ada di sini." Ucap pria itu yang pastinya adalah Lucas.


"Aku pikir kau masih tidur, Ge." Kata Vivian setibanya Lucas di sampingnya. Karena saat Vivian meninggalkan kamar mereka, Lucas sedang tertidur pulas. Mungkin efek dari obat penghilang rasa nyeri yang dia minum tadi.


"Aku bangun beberapa menit yang lalu dan tidak menemukanmu dimana pun, jadi aku pikir kau ada disini." Ujar Lucas.


Vivian menyandarkan kepalanya pada bahu kanan Lucas. Jari-jari mereka saling menggenggam dengan pandangan lurus ke depan. "Ge, kenapa aku merasa jika akan ada kepedihan dan air mata dalam rumah tangga kita. Jujur saja aku merasa takut,"


"Apa yang kau takutkan. Itu hanya perasaanmu saja, jangan berpikir yang tidak-tidak, dan percayalah jika rumah tangga kita kita." Ucap Lucas.


Sejujurnya Lucas lah yang merasa lebih takut, bukan perpisahan yang dia takutkan, tapi perasaan Vivian padanya. Lucas takut jika Vivian akan membencinya setelah ingatannya kembali. Dan Lucas tidak siap, dan tidak akan pernah siap jika harus kehilangan istrinya itu.


"Ayo masuk, sudah hampir petang. Tidak baik ada diluar saat petang-petang begini." Ucap Lucas yang kemudian dibalas anggukan oleh Vivian.


"Tapi gendong." Rengek Vivian sambil mengulurkan kedua tangannya. Lucas mendengus geli, kemudian dia mengangkat tubuh Vivian bridal style dan membawanya masuk ke dalam.


Beberapa anak buah Lucas yang melihat hal tersebut tentu saja tercengang. Pasalnya ini pertama kalinya mereka melihat bosnya memperlakukan seorang wanita seperti itu, selama ini yang mereka tau Lucas tidak dekat dengan siapa pun dan wanita mana pun.


Mereka memang tau jika Lucas memiliki mantan kekasih, tapi sayangnya hubungan mereka tidaklah seintim hubungan Lucas dan Vivian. Bahkan Bosnya itu tidak pernah memperlakukan Rebecca sehangat dia memperlakukan wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya tersebut.

__ADS_1


"Nyonya Vivian sangat beruntung ya, bisa memenangkan hati Bos kita. Bahkan Bos sangat menyayanginya."


"Kau benar, sepertinya Bos telah menemukan tulang rusuknya yang hilang."


"Mereka sangat manis, aku sangat iri. Melihat orang bermesraan membuatku ingin memiliki pasangan juga. Aku akan menghubungi Mama di desa, dan memintanya untuk mencarikan jodoh untukku. Tidak usah banyak-banyak, lima saja cukup."


"Dasar edan, lima itu tidak sedikit. Jelas-jelas itu banyak. Sudah, jangan mengoceh lagi. Ayo kita bekerja, atau Bos akan memotong gaji kita."


"Kau benar juga."


.


Vivian turun dari gendongan Lucas setibanya dia di dalam. Sebenarnya Vivian merasa tidak tega untuk meminta gendong pada suaminya itu karena Lucas sedang terluka. Tapi melihat fisik Leon yang jauh lebih kuat dari yang terlihat membuat Vivian jadi ingin di gendong.


Meskipun seorang Mafia. Tapi Lucas tidak memiliki tubuh tinggi besar seperti kebanyakan Mafia pada umumnya. Parasnya yang tampan dan terkesan cantik, tak mencerminkan sedikit pun jika sebenarnya dia adalah seseorang yang tidak memiliki hati.


"Ge, aku akan mengganti perbannya sekarang. Sudah lebih dari 6 jam." Ucap Vivian seraya beranjak dari hadapan Lucas.


"Setelah aku mandi. Aku mandi dulu." Vivian menatap suaminya itu kemudian mengangguk.


"Baiklah."


Vivian tersenyum. Sebuah ide muncul di kepalanya. Jika Lucas mengambil sendiri pakaiannya, pasti dia akan memilih kemeja atau t-shirt lengan panjang. Tapi sayangnya Vivian tidak suka dengan pakaian pilihan suaminya itu.


Wanita itu pergi ke ruangan dimana semua barang-barang milik Lucas dan miliknya di letakkan. Dia mengambil celana jeans belel hitam, singlet putih dan Vest V-Neck yang senada dengan warna celananya, ada kombinasi abu-abu pada bagian depannya.


Vivian meletakkan pakaian pilihannya di atas tempat tidur. Sedangkan wanita itu langsung pura-pura menyibukkan diri dengan ponsel pintarnya saat mendengar suara pintu kamar mandi di buka dari luar.

__ADS_1


Lucas melihat pakaian itu dan mendesah berat. Lalu pandangannya bergulir pada Vivian yang pura-pura tidak menghiraukannya. "Aku akan menggantinya dengan yang lain saja." Ucap Lucas dan langsung membuat mata Vivian membelalak.


Wanita itu meletakkan ponselnya lalu menggeleng keras. "Tidak boleh!! Ini bukan harimu bekerja, Ge. Memangnya apa salahnya memakai pakaian yang aku pilihkan untukmu?! Pokoknya kau harus memakainya, titik!! Atau aku akan pulang ke rumahku sendiri?!" Ucap Vivian memberikan ancaman.


Lucas mendengus. Dari pada istrinya itu ngambek dan merajuk. Lebih baik menuruti keinginannya. Dengan berat hati Lucas memakai pakaian yang Vivian siapkan untuknya, membuat wajah murung wanita itu langsung berubah sumringah.


"Nah kan, apa aku bilang. Ge, lihatlah betapa tampannya dirimu. Pilihanku tidak pernah salah, bagaimana jika mulai sekarang kau buang saja semua kemeja dan pakaian mu yang berlengan? Dan kemudian ganti dengan pakaian lengan terbuka saja?!" Usul Vivian yang langsung mendapatkan penolakan dari Lucas.


"Jangan aneh-aneh." Vivian mencerutkan bibirnya.


"Siapa juga yang aneh-aneh. Aku hanya memberimu saran." Jawabnya setengah menggerutu.


"Bukankah kau tadi mau mengganti perbannya, lakukan saja sekarang." Pinta Lucas yang kemudian di balas anggukan oleh Vivian.


Vivian memperhatikan luka-luka yang menghiasi wajah serta tubuh Lucas dan mendesah berat. Luka-luka itu memang terlihat buruk, apalagi luka di wajahnya. Luka itu menghalangi ketampanan suaminya.


"Kenapa kau menghela napas panjang?"


"Luka di wajahmu ini pasti meninggalkan bekas. Apalagi luka di pipi kiri mu. Pasti luka ini akan mengurangi ketampanan mu, Ge."


"Memangnya kenapa jika aku tidak tampan lagi?" Lucas memicingkan matanya.


Vivian menggeleng. "Tidak apa-apa. Tapi ada untungnya juga sih jika ketampanan mu berkurang. Karena dengan begitu aku tidak akan memiliki banyak saingan lagi, dan aku bisa menjadi satu-satunya wanita yang mencintaimu. Bukankah itu hebat?"


Lucas menjitak kepala Vivian saking gemasnya. "Dasar konyol!!" Vivian terkekeh. Wanita itu melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Vivian mengoleskan salep luka lalu menutup kembali luka-luka itu dengan perban dan kasa yang baru.


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2