CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY

CEO CANTIK & KING MAFIA LOVE STORY
Bercocok Tanam


__ADS_3

Suara derit ranjang yang menggema, memenuhi di setiap penjuru ruangan. Teriknya matahari yang bersinar siang ini mengalahkan panasnya kegiatan sepasang suami-istri yang sedang dimabuk asmara, mereka saling mereguk cinta dalam balutan kabut nafsu yang menyelimuti diri masing-masing.


Vivian terus mend*sah ditengah kenikmatan yang Lucas berikan padanya. Wanita itu sesekali menutup matanya ketika Lucas menghujamkan sosis berurat nya semakin dalam.


Tubuh Vivian terus tersentak-sentak. Lucas melakukannya dengan tempo yang sangat cepat, dan Vivian sangat menyukainya. Karena dengan begini dia bisa merasakan Lucas yang sepenuhnya berada di dalam dirinya.


"Aaaahhh." Des*h kenikmatan yang keluar dari bibir Vivian terdengar seperti melodi indah di telinga Lucas.


Bibir Vivian yang sedikit terbuka seolah memanggil Lucas untuk segera meraup nya. Kembali Lucas membenamkan bibirnya pada bibir tipis Vivian. Memagut dan mel*matnya seperti tadi. Vivian mengeram dan mend*sah di tengah ciuman panjang mereka.


Sementara itu...


Dibawah sana sosis berurat Lucas terus menghujam lubang kenikmatan Vivian dengan tempo yang lebih cepat dari sebelumnya. Vivian terus melenguhkan des*han erotis yang semakin membakar gairah Lucas.


Peluh yang membanjiri tubuh mereka. Tempat tidur yang tak karuan lagi bentuknya, bantal guling dan selimut yang berserakan dimana-mana. Kain pakaian masing-masing yang memenuhi lantai.


Sungguh sebuah pemandangan yang tak menyenangkan untuk disaksikan mata. Tapi keduanya tak menghiraukan dan tetap asik pada kegiatan panasnya. "Ge, ahhh..."


"Sayang, Uhh.. Milikku hampir keluar. Sebaiknya kita keluarkan sama-sama." Ucap Lucas yang kemudian dibalas anggukan oleh Vivian.


Tubuh Lucas menggelinjang di atas tubuh Vivian. Pria itu menumpahkan semua cairannya di dalam Vivian, kemudian tubuh itu ambruk dan menindih wanita di bawahnya. Lelah terlihat pada mata mereka.


"Kau sangat luar biasa, Xi Vivian." Ucap Lucas lalu mengecup singkat bibir Vivian. "Jika lelah kau tidurlah. Aku mandi dulu." Kemudian Lucas bangkit dari atas tubuh Vivian dan meninggalkannya begitu saja.


Vivian menguap lebar. Wanita itu beranjak dari berbaring nya untuk memungut semua pakaiannya yang berserakan di lantai, setelah berpakaian lengkap dan membuang sprei yang ternoda itu, kemudian Vivian membaringkan kembali tubuhnya. Ia lelah, pergulatan panasnya dengan Lucas menguras hampir seluruh tenaganya.


.


Lucas keluar dari kamar mandi dan mendapati Vivian tengah terlelap. Sudut bibirnya tertarik ke atas. Dengan langkah tenang, Lucas menghampiri Vivian, sebuah kecupan ia darat kan pada kening wanita itu.


Jari-jari besarnya mengusap kepala Vivian penuh sayang. Sungguh beruntung Lucas memiliki wanita ini disisinya. Dan yang menjadi penyesalan terbesar Lucas adalah melepaskan Vivian dari sisinya.

__ADS_1


"Kali ini aku tidak akan membiarkan dirimu pergi dari sisiku, Vi. Kau adalah hal terindah yang Tuhan berikan padaku, dan aku akan menjagamu selamanya." Sekali lagi Lucas mengecup kening Vivian.


Lucas tidak akan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Cukup satu kali dia kehilangan Vivian, dan Lucas tidak akan kehilangan lagi. Tidak akan pernah.


-


"Ahahaha... Huaaa!!!"


Suara tawa diiringi tangis histeris dari seorang pria menggema memenuhi seluruh penjuru ruangan itu. Seorang pria terlihat pasrah di bawah penyiksaan dua pemuda yang sering mendapatkan julukan bocah setan.


Mereka terus menggelitik tubuh pria itu dengan menggunakan beberapa helai bulu ayam yang telah disatukan. Jangankan untuk menghentikan dan membalas mereka, untuk bergerak saja dia tidak bisa. Kaki dan tangannya dipatahkan, sehingga dia kini menjadi orang tak berguna.


"Ahahaha. Bocah setan, cepat hentikan!!" Teriak pria itu histeris.


"Diam lah, Paman. Asal kau tau saja, ini adalah salah satu terapi paling ampuh untuk mengatasi encok dan sakit pinggang. Menurut ahli kesehatan, menggelitik tubuh dengan bulu ayam bisa melancarkan sirkulasi dara dan mencegah orang mengalami kesedihan, karena dia terus saja tertawa." Ujar salah satu dari kedua pemuda itu 'Mark'.


"Betul sekali. Apalagi sering tertawa membuat wajah awet muda. Dan yang paling penting, bisa membuat otot wajah menjadi tidak kaku!!" Tutur Vincent menambahkan.


"Teori orang gila!!! Kalian bocah setan benar-benar keterlaluan. Hentikan sekarang atau aku akan teriak!!!"


"KALIAN BERDUA, AKU PASTI AKAN MENGHABISI KALI~"


Mark yang tidak tahan mendengar ocehan dan teriakan Bima langsung menyumpal mulutnya dengan kaos kaki bekas miliknya yang tidak dicuci selama 1 tahun penuh. Akibatnya Bima keracunan oleh aroma kaos kaki Mark dan pingsan.


"Dia sudah tidak berguna lagi. Sebaiknya kita pergi saja, biar tiga hantu gila itu yang menjaga dia di sini. Aku sangat lelah dan mengantuk," Ucap Vincent yang kemudian dibalas anggukan oleh Mark.


Keduanya meninggalkan bangunan tua yang terletak di tengah hutan tersebut. Itu adalah tempat paling jauh dan terpencil, tidak ada lagi bangunan di sana selain gubug itu satu-satunya.


-


Jam dinding sudah menunjuk angka 18.00. Tapi wanita itu masih saja terlelap dan enggan untuk membuka matanya. Siapa lagi jika bukan Vivian, sedangkan Lucas sendiri enggan untuk membangunkannya apalagi mengusik tidur nyenyak istrinya.

__ADS_1


Lucas menghampiri Alex yang tampak cemas dan khawatir. Pria itu sedari tadi terus saja mondar-mandir seperti setrikaan. "Kau ada masalah?" Tegur Lucas setibanya dia di depan Alex.


"Bos, kau datang disaat yang sangat-sangat tepat. Bos, apa gaji ku bulan ini bisa aku ambil lebih awal? Kucing-kucing liar ku mengancam akan meninggalkanku, jika aku tidak mau memenuhi keinginan mereka. Mereka berdua ingin berlibur ke Hawai, sementara semua tabunganku sudah habis. Bos, hanya kau satu-satunya harapanku sekarang."


Lucas menatap pria itu dan mendesah berat. Tidak Tao, tidak Alex, kelakuannya sama saja. Apa mereka sungguh tidak bisa hidup tanpa kucing-kucing liar itu. Yang jelas-jelas hanya menghabiskan uang mereka.


"Berapa banyak yang kau butuhkan?! Anggap saja ini sebagai bonus tambahan dariku."


"Tidak banyak, hanya 100 juta won."


"Baiklah, aku akan transfer malam ini juga ke rekening mu." Ucap Lucas dan pergi begitu saja. Sedangkan Alex langsung berjingkrak kegirangan. Dia tau jika Bos nya itu selalu bisa diandalkan.


-


"Eungghh..."


Vivian membuka matanya dan mendapati langit telah berubah warna, di luar juga sudah semakin menggelap. Lalu pandangannya bergulir pada jam yang menggantung di dinding. Pukul 18.20, pantas saja.


Wanita itu menyibak selimutnya kemudian berjalan ke arah kamar mandi. Dia akan membersihkan tubuhnya lebih dulu sebelum pergi makan malam. Masih tersisa 40 menit lagi sebelum jam makan malam tiba.


Cklekk...


Lucas tiba di kamarnya dan mendapati ranjangnya telah kosong. Yang artinya istri cantiknya itu sudah bangun. Dan Lucas berani bersumpah jika saat ini Vivian sedang ada di kamar mandi. Terdengar dari suara gemercik air dari dalam sana.


Aroma bunga sakura yang begitu khas menguar ketika Vivian membuka pintu kamar mandi. Sosok wanita itu keluar dari sana hanya berbalut handuk yang melilit dada hingga sebatas paha.


"Ge, kenapa kau tadi tidak membangunkan ku?" Protes Vivian karena tak dibangunkan oleh Lucas.


"Aku tidak tega karena kau terlihat lelah. Segera pakai bajumu setelah ini kita makan malam sama-sama. Aku akan menunggumu di luar." Ucap Lucas yang kemudian dibalas anggukan oleh Vivian.


"Siap, Bos."

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2